
...Iroh menyutujui keikutsertaan dia dengan kami yang akan melakukan jalan-jalan....
...Jadi aku juga mengajak Thamrin. Tapi Thamrin tetap mengelak untuk ikut bersama kami. ...
...“ Buat apa mengajakku” Ucap Thamrin kesal....
...Aku mendatang rumah Abi. Jadi aku memaksa Thamrin untuk ikut bersama kami. Tapi tak semudah yang di bayangkan. Dia ngotot bahwa dia tidak mau. Jelas itu membuatku marah. Bea Cukai yang menemaniku menjadi amat jengkel dengan sikap Thamrin....
...” Kamu harus ikut. Tidak ada kata tidak mau” Serang Bea Cukai....
...Yang menambah Thamrin jadi emosi. ...
...“ Apa hakmu memaksaku? Ucap Thamrin sewot....
...Bea Cukai geleng-geleng kepala. Tak percaya dengan apa yang dia dengar....
...“ Kamu orang yang berpendidikan. Tapi sikapmu sangatlah bar-bar” Ucapku....
...Aku begitu marah padanya. Tapi Thamrin ngotot bahwa ucapanku tidak masuk akal. ...
...“ Aku tak percaya Inayah menikah dengan orang sepertimu” Balas Thamrin marah....
...Aku selalu bersikap tenang dalam menghadapi Thamrin. Tapi menurut Thamrin sikap slebor Inayah juga terpengaruh olehku. ...
...“ Ya sudah. Kita paksa saja nanti” Terang Bea Cukai....
__ADS_1
...Karna menganggap perdebatan ini hanya akan menjadikan keributan semata. Aku setuju pendapat Bea Cukai. Tapi tidak di sangka Inayah juga datang ke rumah Abi....
...“ Suamimu ini benar-benar kurang ajar” Ucap Thamrin pada Inayah....
...Inayah hanya menatapku. Seolah meminta jawaban atas apa yang di katakan Thamrin....
...” Aku hanya mengajaknya” jawabku....
...Kemudian Inayah meninggalkan kami untuk bertemu Umi. Jadi kami kembali ribut dengan Thamrin. Pada dasarnya aku tidak mau ribut dengan Thamrin....
...“ Dia benar-benar susah di atur” Ucap Bea Cukai Padaku....
...Menurut Bea Cukai memaksanya dengan cara mengikat dan menyeretnya adalah cara yang ampuh. Amat sulit berbicara baik-baik pada Thamrin....
...“ Kalian berdua saja yang aneh” Balas Thamrin....
...” Tapi kamu hanya mengikuti kehendak hati. Tanpa memikirkan perasaan orang lain” Jawab Bea Cukai....
...Karna Thamrin adalah tipikal yang sangat suka melawan. Jadi bagi Bea Cukai itu bisa di sebut Egois....
...Thamrin semakin tak percaya dengan apa yang terjadi. Dengan adanya Bea Cukai semakin menambah deretan penderitaan dirinya. ...
...“ Kalian saja berdua yang tak waras” balas Thamrin dengan menahan emosi....
...Pria manis ini semakin menjadi kesal. Dia tahu harus menghadapi kami berdua. Jadi Thamrin tidak bisa pergi. Karna urusannya bisa saja kami menyeretnya kembali....
__ADS_1
...“ Kami hanya ingin kamu ikut” Ucapku....
...Aku melakukan ini demi kebaikannya. Dan Thamrin tidak mau mengerti. Tapi Inayah kembali lagi....
...“ Kamu salah suami dan salah pergaulan” Ucap Thamrin pada Inayah....
...Inayah memandangku. Aku hanya mengangkat bahu. Dan kemudian melihat Bea Cukai....
...“ Aku rasa Thamrin ini kurang mengamalkan ilmunya” kata Bea Cukai pada Inayah....
...Aku juga sependapat dengan Bea Cukai. Karna sikap Thamrin yang amat ketus dan susah untuk berkompromi. Dulu sempat melarikan diri dari tugas sucinya. ...
...“ Iroh sudah setuju untuk ikut bersama kami” Kataku pada Thamrin....
...Aku juga ingin Thamrin ikut. Jadi hanya tinggal membawa Toha Corong. Jadi lengkap sudah penasihatku....
...” Aku tahu kalian pasti memaksanya” Ucap Thamrin....
...Jelas ucapannya tidak bisa di terima Bea Cukai. ...
...“ Kami mengajaknya secara baik-baik” Balas Bea Cukai....
...Yang tidak terima atas ucapan Thamrin....
...“ Tapi Iroh itu benci banget sama kamu” Ucap Thamrin Pada Bea Cukai....
__ADS_1
...Karna Bea Cukai lebih tepatnya seperti musuh abadi Iroh....