CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
BAB 22 - Olahraga 1


__ADS_3

Muffy berjalan beriringan dengan Daryl anak pindahan yang baru kemarin dia temui bersama teman saat grup kencan kemarin.


Muffy menekuk wajahnya masam ketika mereka sudah sampai tepat di depan kelas. Dan sayangnya kelas telah dimulai beberapa menit yang lalu. Dan lebih mirisnya, dia bukan jenis orang yang melalaikan pelajaran begitu saja.


Begini-begini Muffy teladan, dia seorang ketua seksi keamanan OSIS, peringkat pertama angkatannya, dan paling utama unik. Kalian bertanya apa hubungannya? Katakanlah dia sedang ingin sombong, dan membuat kalian para pembaca emosi.


Kembali ke situasi sebenarnya. Muffy yang ragu mengetuk pintu terlebih lagi ini bu guru Ani yang tidak toleran pada siapa pun selama dia terlambat masuk ke kelasnya, dia akan begitu peduli dan menyuruhnya berbalik keluar dari kelasnya dan menyuruhnya masuk ke ruang BK.


"Hei, Bro! Bisakah kau membantuku masuk ke kelas duluan dan pada saat itu aku akan berlari ke tempat dudukku tanpa ketahuan. " Mohon Muffy dia tidak ingin mendapat nilai jelek, semua pasti juga berpikir begitu dalam situasi genting seperti ini.


Daryl yang mendengar permintaan tolong Muffy berpikir sejenak. Kemudian memiliki ide licik. Dia menyibakkan poninya ke belakang, dan sudut bibirnya terangkat.


"Aku akan membantumu dengan syarat kau berkencan denganku."


"Aku menolak!"


"Mengapa kau menolak? Bukankah ini kesempatanmu selamat dari teguran guru. Sedangkan aku anak pindahan, dan guru tidak akan memarahiku."


"Kalau kau tidak ikhlas! Aku hanya bisa bergantung pada kepercayaan nenekku!" Miris Muffy membuka kancing almamaternya, melonggorkan dasinya, dan kemudian memasukkan tangan kananya ke dalam seragam sekolahnya.


"Maksudmu? Hei apa yang kau lakukan?!" Panik Daryl melihat seorang gadis memasukkan tangannya ke dalam seragamnya tanpa memikirkan seorang pemuda tampan menatapnya.


Muffy mencibir melihat orang di hadapannya yang memerah, dia pun berkata dengan mantap. " Tentu saja membalik tali kutangku. Kata nenekku jika tidak ingin dimarahi orang tua, aku harus melakukannya. "


Daryl semakin memerah, bisakah seorang gadis tidak mengatakan kata itu dengan mudah, membalikkan tali kutang.


Bukankah itu hanya akan menambah banyak imajinasi yang tidak-tidak dari seorang pria. "Jangan percaya takhayul! Dan bisakah kau melakukannya saat ditoilet wanita." Bantahnya bagaimana jika lelaki lain lihat.


Muffy merasa telinganya dipenuhi banyak kotoran. Karena kata-kata Daryl. Dia memiliki ekspresi mengejek. "Diamlah aku mencoba keperuntunganku kali ini. Bukankah kau tidak ingin membantuku? Menyingkirlah aku akan mencobanya." Dorong Muffy pada Daryl ke samping.


Daryl yang mendengar penuturannya tidak bisa membantah, dan akhirnya menyerah dengan syaratnya. "Hei baiklah aku akan membantumu!" dan itu terlambat.


Tok...tok...


Ketuk Muffy dengan ekspresi penuh bersalahnya. Guru yang mengajar berhenti dan memandang ke pintu, tepat di samping bangku siswa paling belakang. Dia mengernyit heran.

__ADS_1


"Muffy?" Panggil Bu Ani.


Muffy mengigit bibir bawahnya menunduk sebentar, dan menatap gurunya dengan ekspresi pengecut. "Maaf, bu! Saya terlambat masuk ke kelas ibu. Sebab saya dipanggil kepala sekolah sebelumnya. Karena katanya ada urusan penting yang hanya bisa ditangani ketua kelas.


Dan saya diberitahu ada anak pindahan. Ngomong-ngomong bu dia keponakan kepala sekolah." Culas Muffy mencari seribu satu alasan masuk akal, sekalian menjual nama anak baru ini, Daryl.


Daryl yang mendengar penuturan Muffy memiliki ekspresi terkejut. Bukankah sama saja dia menjual namanya. Lalu bagian mana dia percaya takhayul.


"Anak pindahan keponakan kepala sekolah?" Segera dia mengarahkan pemuda yang sudah keluar dari persembunyian Muffy, begitu juga pandangan yang lain.


"Sangat tampan!" Puja para siswi sedang para siswa memiliki ekspresi jelek, bagaimana kalau dia tampan. Itu bukan urusan mereka.


"I, itu kan?" Jerit Amanda tak habis pikir dengan pemuda ini yang benar-benar pindah, apakah ini karenanya? Dia sungguh terharu sekarang.


"Amanda jangan berpikir yang tidak-tidak, itu bukan untukmu, ntar jatuhnya sakit." Kecam Karin menggelengkan kepala sambil menoyor kepala temannya untuk terbangun dari mimpi kupu-kupu.


Daryl yang terlihat tidak terpengaruh dengan pekikan para siswi berjalan dengan mantap ke arah gurunya sesekali menyibakkan lagi poninya ke belakang.


"Selamat pagi! Halo bu cantik." Sapa Daryl kemudian berjongkok menarik tangan gurunya dan mengecup punggung tangannya sopan. Tanpa memperhatikan orang yang dia goda adalah gurunya.


Setidaknya dia harus mengukir kesan menawan dirinya pada ingatan gurunya, katakanlah ini adalah trik kecil agar nanti nilainya tidak bermasalah hanya karena dia murid pindahan.


"Bu jangan marah, dia keponokan kepala sekolah!" Ungkap Muffy memperingati dan dia sudah tau anak ini memiliki aura menghancurkan hati para gadis.


"Tangan ibu sangat lembut, sama seperti hati ibu." Puji Daryl dengan segala kebiasaannya yang merayu dan cepat juga bosan, setelah mendapatkan. Alhasil Bu Ani memerah.


BIARKAN AKU MUNTAH! Batin Muffy dalam hati.


"Anak yang tampan!" Puji Bu Ani yang gemas saat melihat wajah muridnya yang tampan.


"Ibu! Anda harus tetap sadar. Dia hanyalah seorang murid SMA pindahan! Bukan pria dewasa seumuran ibu!" Kecam Muffy berharap guru ini tidak tertipu dan memberi Daryl nilai yang bagus, hanya berdasarkan suka seorang guru terhadap murid.


Bu Ani yang mendengar penuturan kata Muffy semakin dalam, dia terasa mengejek umurnya yang sudah berumur. "Muffy seberapa banyak kau berbicara hanya terkesan menjelekkanku. Sebaiknya kau kembali ke bangkumu sekarang." Dingin gurunya sedangkan Muffy hanya melek tertawa malu.


"Terima kasih, bu!" Senang Muffy sambil memberi hormat lalu berjalan dengan santai ke bangkunya, dia melihat brain duduk manis menatapnya, oh idola berotak pintarnya, Muffy pun membalas tatapannya dengan manis.

__ADS_1


***


Sekarang adalah jam pelajaran kedua dan ini waktu olahraga tentu saja para murid mengganti seragam sekolah mereka yang artistik ke gaya olahraga yang tepat.


Pelajaran olahraga kali ini adalah indoor. Murid kelas 12 Mipa 2 dan kelas 11 Mipa 1 sedang dalam mata pelajaran yang sama. Muffy yang sekarang berseragam olahraga memiliki kesan aura seorang professional dalam olahraga apa pun.


Ikatan rambut kudanya yang ketat, bibir yang berwarna ceri, dan mata tajam menunjukkan kesan dingin siapa saja yang berani menantangnya olahraga, ke mari melawannya.


"Kenapa dia?" Tanya Daryl yang masih mengenakan seragam sekolah, karena dia masih belum kebagian baju olahraga setelah pindah mendadak.


Di mata Amanda hanya ada Daryl, "Dimataku hanya kau yang tampan." Angguk Amanda senang.


Karin yang melihat sahabatnya yang satu bertingkah aneh seperti biasa saat berganti penampilan, Muffy, dan satunya memiliki masalah dimatanya setelah jatuh cinta berulang kali dan sakit beberapa kali, Amanda, dia hanya menggelengkan kepala lemah, tidak bisakah teman-temannya ada dalam keadaan normal.


"Itu memang dia. Setiap kali dia berubah penampilan maka auranya akan berbeda." Jelas Karin pada Daryl yang matanya tidak berhenti melirik Muffy begitu juga Brain.


Brain mencoba menghitung jarak antar tiang basket dan dirinya. Dia mencoba menghitungnya.


Jika dia berdiri dalam jarak di sini, apakah ketinggian lemparannya tepat mengenai ring, dan mendapatkan three point dengan mudah?


Setidaknya dia harus tampil keren dan Kumiko-channya (Muffy) semakin memperhatikannya. Mengingat dia sudah mengagendakan seberapa banyak saingan cintanya di ruang bawah tanah rumahnya. Musuh paling kuatnya sekarang adalah, Mexim.


Di banding dengan Daryl dia tidak memasukkan ke matanya, dia hanya menang wajah. Tapi ayolah tampan relative membosankan dari pada imut, bukan?


"Apakah tidak ada yang mau sparring denganku?" Ujar Muffy bertanya pada kawannya bahkan menatap seniornya dengan kesan mengejek, semua orang kesal dibuatnya.


Lalu di tempat lain seseorang sedang tersenyum licik di dalam ruang ganti para siswa laki-laki. Dia memiliki ekspresi penghibur.


Ini bukan jamnya, tapi dia segera absen karena mendengar pujaannya sedang mengenakan pakaian olahraga, siapa yang mau terlewatkan cuci mata ini?


"Berikan pakaian olahragamu padaku sekarang!"


"Mexim, aku sedang pengambilan nilai. Bisakah kau tidak menyusahkanku!" Bohong si pesolek, mantan wakil kapten basket, dan salah satu teman dekat Mexim. Dia benar-benar tidak bisa ketinggalan memamerkan pesonanya kepada adik-adik manisnya.


"Diamlah, aku tidak peduli! Serahkan!" Dingin Mexim membuat bulu kuduk temannya merinding, jika Mexim sudah dalam keadaan setan penuh cinta ini, dia tidak berani mengambil langkah salah, pernah Mexim marah, dia melemparnya masuk ke dalam ring yang tingginya bukan main.

__ADS_1


"I, ini kau bisa meminjamnya. Aku akan absen sakit perut."


"I like your style!" Senang Mexim meremas bahu temannya, dan segera mengganti seragamnya.


__ADS_2