
...Ide Tania dengan menggunakan Trik Papa(Tania) luar biasa. Akhirnya aku harus menggunakan Helm Bogo dalam jangka panjang. Dan secara jujur itu sangat menyiksa dalam hidup. ...
...“ Tania selalu menyiksaku” Ucapku pada Inayah....
...Inayah hanya menatapku. Dia sama sekali tidak peduli dengan nasibku....
...“ Kamu suka kalau aku menderita” Kataku pada Inayah meminta jawaban....
...Karena Inayah terlihat tidak peduli....
...“ Karena Tania ingin menjaga kamu sayang” Jawab Inayah....
...Aku tidak tahu. Antara menyiksa dan menjaga. Jelas ini menjadi satu pertanyaan di dalam hati....
...“Tapi kenapa harus dengan cara begitu” Ungkapku jengkel....
...Aku merasa dia akan membela hak-hakku. Tapi yang ada sepertinya Inayah juga memihak Tania....
...Kebiasaan itu telah membuat Tania sering bertengkar dengan satpam. Tapi aku memaklumi karena Tania kecanduan ribut dengan satpam. Mungkin aku hanya di jadikan alasan untuknya supaya bisa ribut. Bahkan Papa(Tania) ikut membela Tania. Sehingga satpam itu semakin jengkel....
...“ Biar kamu tidak terpapar Polusi” Jawab Inayah....
...Membuatku semakin Jengkel pada Inayah. Jawaban apapun itu tidak pernah di benarkan. Lagian pria akan terlihat keren dengan sedikit kotor. ...
...“ Aku tidak pernah melakukan apapun sayang” Jawabku....
__ADS_1
...Aku tidak pernah atau tidak punya keahlian memperbaiki sesuatu. Jadi bagaimana aku akan terkena polusi. Lagian menggunakan Helm itu membuatku kepanasan....
...“ Makanya itu kamu harus di jaga” Kata Inayah....
...Aku tidak memahami pemikiran para wanita. Ternyata menjaga suami adalah tanggung jawab Istri. Maka mereka akan melakukan segala cara untuk menjaganya....
...“ Apa tidak ada cara lain” Tegasku....
...Berharap kebiasaan itu mulai hilang. Jadi aku bisa merasakan udara seperti pada biasanya...
...“ Itu aturan” Jawab Inayah keras....
...Aku kaget mendengarnya. Tapi aku melihatnya tersenyum. Inayah juga selalu mengerjaiku. ...
...” Dasar Galak” Kataku....
...Dia berpura-pura marah. Seolah aku telah membuat kesalahan terbesar padanya....
...................
...Sebenarnya hal kesialanku juga melibatkan Tim. Mereka seperti mendapatkan wahyu terburuk. Sehingga ide mereka adalah menyiksaku tanpa henti. Suhaimi Sopir Ambulance adalah pengambil kebijakannya. Jadi Tania akan menanyakannya. Dan masalah itu akan di rapatkan. Tapi aku tidak boleh ikut dalam rapat itu. Padahal Helm itu akulah yang memakainya. Kejam sekali mereka....
...“ Itu keputusan sayang” Ucap Inayah....
...Aku bersama dengan Tania dan Inayah di kafe kesukaan Tania....
__ADS_1
...“ Papa juga setuju” Jelas Tania....
...Merasa protesku harus mereka hentikan. Jelas aku protes pada Tania. Dan aku mencari dukungan pada Inayah. Tapi keputusan mutlaknya ada pada Tim....
...Padahal aku adalah korban....
...“ Tapi aku yang merasakan sayang” Jawabku pada Tania....
...Karena ide gila itu adalah ide Tania. Jadi bagaimanapun juga aku meminta kebijakan Tania untuk tidak memakaikan aku Helm lagi...
...Bahkan aku juga berbicara dengan Papa(Tania). Tapi sayangnya di jawab bahwa Papa(Tania) tidak ada kekuatan untuk merubah keadaan. Dan mengatakan bahwa Papa(Tania) tidak mendukung Tania. Tapi juga tidak berhak mencampuri urusan keluargaku....
...Tapi Tim bangsat malah yang mencampuri masalah keluargaku. Papa(Tania) hanya memintaku untuk sabar. Dan sesudah itu menyeretku untuk Fitnes menemani Papa(Tania)....
...“ Sudahlah sayang. Itu hanya ujian” Ucap Tania....
...Inayah hanya mengangguk sambil minum. Yang membuat aku semakin menaruh dendam pada kedua manusia yang aku cintai ini....
...“ Jadi sebenarnya kalian aku nikahi. Hanya untuk kalian siksa” Ujarku pada mereka berdua....
...Jelas aku sewot dengan mengatakan bahwa itu hanya ujian. Tapi mereka berdua terlihat marah....
...“ Itu Fitnah. Kami berdua bukan tidak ingin menyiksamu. Tapi lebih dari itu” Jawab Inayah....
...Aku hanya menatapnya kesal. Mereka hanya bahagia melihat kekesalanku....
__ADS_1