
...Aku baru tahu bahwa orang tidak dapat mengenal dirinya sendiri. Papa benar mengatakan bahwa di butuhkan waktu untuk mengenal jati diri kita sendiri....
...“ Aku salah apa? Ucap Suhaimi Sopir Ambulance pada Iroh....
...Aku mengetahui itu aneh. Jadi selama ini Suhaimi Sopir Ambulance tidak merasa bersalah....
...Iroh hanya melotot saja pada Suhaimi Sopir Ambulance....
...“ Berhentilah buat keributan” Ucap Inayah....
...Karena tidak pernah damai dari tadi. Maka Inayah bersikap menenangkan mereka. Bahkan suaminya saja di biarkan tadi teraniaya....
...“ Kita harus fokus dengan masalah ini” Sambung Inayah....
...Mungkin karena tidak terfokus. Jadi kami di minta kembali mempelajari aturan-aturan tentang bagaimana berjalannya kompetisi. ...
...“ Kita harus adil. Jadi aku ingin mereka berkompetisi secara adil” Jelas Thamrin....
...Tujuan itu adalah untuk tidak menitik beratkan pada seseorang. Tapi setelah terpilih. Hal itu akan di tentukan Iroh. Apakah mereka akan menikah ataukah tidak....
...“ Kurasa itu yang terbaik” Jawab Erika....
...Kami mulai serius tentang masalah ini....
...Jadi kami menginginkan hasil yang terbaik. Walaupun ini adalah sesuatu yang baru untuk kami....
...“ Tapi aku akan jadi korbannya” Jawab Iroh....
__ADS_1
...Aku berfikir ini hanyalah sebuah acara. Tapi ternyata Iroh tidak pernah dekat dengan pria. Jadi mungkin dia bingung....
...“ Kamu yang akan menentukan nanti” Jelas Bea Cukai....
...Mungkin karena Iroh yang tidak memahami. Maka Bea Cukai mesti menjadi Penasihat Perasaan untuk Iroh....
...“ Tapi aku tidak ingin menyakiti orang” Ujar Iroh....
...Dia takut bagaimana jika dia tidak memiliki perasaan terhadap orang itu. Jadi dia mengkhawatirkan kalau dia akan menyakiti....
...“ Kamu sering menyakiti lagi” Jawabku pada Iroh....
...Karena kata-katanya seolah dia gadis yang laku keras....
...“ Aku tidak pernah menyakiti” Balas Iroh mengelak....
...Ternyata dia mempunyai kemampuan mengelak yang baik. Jadi jelas siapapun yang menikahinya akan selalu beradu argumen dengannya...
...Karena dia selalu saja galak terhadapku. Bahkan sebagai penasihat. Dia selalu marah kepadaku....
...“ Kamu yang jahat kepadaku” balas Iroh....
...Dia mempunyai kemampuan menyerang dengan baik. Dan kurasa itulah kehebatan wanita....
...“ Iya kamu memang jahat” Ucap Tania....
...Padahal aku yang harusnya di bela. Tapi malah dia membela Iroh....
__ADS_1
...“ Aku tidak pernah jahat sayang” Jawabku pada Tania....
...Sejak kapan lagian aku menjadi jahat. Perasaan aku tidak pernah jahat....
...“ Tapi benar apa yang di katakan Tania” kata Bea Cukai. ...
...Bea Cukai mencoba mendukung ucapan Iroh. Padahal dia yang selalu mengganggu Iroh....
...“ Dan kamu juga sama” Ucap Iroh pada Bea Cukai....
...Yang aku lihat Bea Cukai hanya tersenyum ramah. Seolah kata-kata Iroh hanya ucapan yang tidak perlu di ambil hati....
...“ Aku sekarang menjadi Penasihat kamu” Ucap Bea Cukai....
...Seolah dia punya tanggung jawab yang berbeda. Bukan hanya keributan seperti ini. Tapi dia harus sangat menjaga Iroh....
...“ Aku tidak butuh” Balas Iroh sengit....
...Mungkin baginya untuk apa juga dia punya Penasihat. Bahkan yang menjadi Penasihatnya jelas orang bermasalah layaknya Bea Cukai....
...“ Ini kewajiban dan tanggung Jawab” Jelas Bea Cukai....
...Padahal jelas-jelas Iroh tidak menginginkan sama sekali. Tapi Bea Cukai akan selalu memaksanya....
...Dan itulah yang menjadi kehebatan Bea Cukai. Maka wajar bila Pawang Buaya hilang rimbanya karena tidak mau berhadapan dengan Bea Cukai....
...“ Tanggung jawab buat orang susah” Jawab Iroh jengkel....
__ADS_1
...Ya mungkin itu tanggung jawab Bea Cukai....
...Membuat orang lain susah....