
...“ Ya siapa kamu suka masak sayang” Kata Inayah....
...Ucapan itu mungkin membuat satu ide yang mengharuskan memasak atau aku akan di haruskan belajar memasak....
...“Aku berpikir lebih baik di coba” Ujar Bea Cukai....
...Manusia satu ini adalah penyiksa yang tidak pernah punya perasaan terhadap siapapun juga. Jadi apapun yang dia katakan akan mengakibatkan dampak yang cukup besar bagiku atau keluargaku tercinta. Aku ingin sekali mencabik-cabiknya. Bahaya yang selalu di timbulkannya selalu menyiksa orang lain....
...“ Terima kasih. Tapi itu bukan ide yang bagus” Selaku dengan keras....
...Aku tahu bahwa membiarkan mereka merancang penderitaan orang lain akan membuat orang lain menderita. Tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi....
...“ Coba saja dulu” Gertak Sobari Dukun padaku....
...Apalagi manusia tidak berhati ini. Jelas aku akan mengatakan tidak. Dan mengapa dia sangat bersikeras akan itu....
...“Ya nanti kamu bisa ikut lomba memasak” Ungkap Erika sambil berpikir....
...Sepertinya mereka berpikir untuk membuat penderitaan orang lain menjadi kenyataan yang nyata. Walaupun aku sadar kecantikan Inayah adalah kamuflase yang hanya menutupi kebenaran untuk membuatku menderita saja....
__ADS_1
...Job menatap Inayah dengan tatapan yang mengertikan sesuatu. Aku selalu curiga dengan mereka berdua. Jadi akan ada masalah besar yang pasti terjadi. Tatapan yang mengisyaratkan bahwa mereka berdua akan mendiskusikan ide tersebut bersama Tim. Jelas aku tidak akan di ajak. Karena aku hanya akan di jadikan korban mereka....
...“ Aku tidak setuju. Maaf” Ungkapku serius....
...Aku harus segera mengalihkan ide gila mereka. Mereka sangat kejam. Dan aku sudah sering menjadi korban mereka....
...“ Maaf kami tidak perlu meminta persetujuan kamu”’Jelas Suhaimi Sopir Ambulance....
...Bahwa keputusan itu hanya bisa di ambil oleh mereka. Aku melihat Iroh yang menyadari bahwa aku bisa jadi korban mereka hanya terlihat cekikikan dan awalnya mungkin dia tidak percaya....
...Saat aku menatap Papa(Tania) meminta kebijakan beliau. Papa(Tania) hanya balik menatapku....
...Aku jelas lebih kuat daripada mereka. Jelas kasih sayang Papa(Tania) sangat besar padaku. Dan sebagai Papa akan melindungi anak tersayangnya....
...“ Mereka juga Putra Papa sayang” Jawab Papa(Tania)....
...Bahwa menurut Papa(Tania). Bahwa menjadi ayah bagi anak-anak sangat tidak bisa memihak pada satu anak. Beliau harus adil. Walaupun aku akan di susahkan mereka....
...” Papa harus adilkan” Ucap Tania seraya tersenyum....
__ADS_1
...Kadang aku tidak yakin apa Tania memang istriku. Tapi perilakunya selalu membuatku sakit hati. Dia menyayangiku tapi tetap memberikan dampak menyakitkan padaku. Sangat tidak bisa di pahami....
...“ Iya sayang” Ucap Papa(Tania) seraya membalas senyuman Tania....
...Aku melihat mereka memang akur....
...“ Jangan dengarkan wanita itu Pa” Kataku sewot....
...Karena ide Tania selalu saja kejam. Bahkan apa jadinya bila aku harus belajar memasak. Aku tidak ingin melakukannya sama sekali....
...Tim hanya menatapku. Merasa bahwa aku telah berbuat salah. Aku hanya ingin menyelamatkan diriku. Karena yang mereka tidak sadari bagaimana aku akan memasak menggunakan Helm....
...“ Baiklah aku akan carikan tempat kursus terbaik untuk memasak” Jelas Udin....
...Pemikiran ini jelas sangat cepat di ambil. Tidak perlu meminta keputusan yang bersangkutan....
...“ Papa pasti setujukan? Jelas Biore sambil tersenyum aneh....
...Manusia jadi-jadian ini akan selalu merisaukan saja. ...
__ADS_1
...Aku hanya merasa ini sangat tidak adil....