
Seorang gadis menuruni anak tangga dengan gaun belakang yang menjuntai panjang.
Rambut hitam legam panjang sampai pinggang bergelombang.
make up yang menonjolkan tulang pipi dan rahangnya.
Bibir merah, bentuk alis tajam mempesona.
Kulit putih porselen.
Dengan mengenakan heels tinggi 15 cm.
Maka tingginya bertambah.
Tak menyurutkan kesan glamor, anggun, sexy, cantik, dan misterius menjadi satu.
Dia nampak indah hari ini.
Dan kali ini dia berperan sebagai gadis femme fatale yang memiliki daya tarik kuat pada lelaki dan begitu beracun.
"Apakah aku sudah terlihat menggoda?" Kata Muffy gadis yang berperan menjadi wanita beracun mempesona.
Dia menyibakkan rambutnya ke samping,
dan menunjukkan tulang leher putihnya yang menggiurkan,
di tambah bibir merah yang tersenyum sexy.
Susu coklat yang diminum Kakak Muffy, Marco.
Telah dimuntahkan kala melihat adiknya bergaya seperti itu.
Kedua adik saudara kembarnya itu saling menampar satu sama lain.
"Aduh sakit!" Nyeri mereka.
"Putriku sudah dewasa 30 tahun lebih cepat."
"Ibu umurku masih 16 tahun." Datar Muffy bagaimana bisa umurnya meloncat begitu cepat.
"Kau mau ke mana dengan pakaian seperti itu?"
"Apakah ayah lupa?
Bukankah ayah memintaku datang untuk mengantikan pergi ke pesta ultah kolega bisnis ayah?" Jelas Muffy dengan cara bicara berat menggoda dan er.
"Walau begitu kenapa penampilanmu seperti itu anakku?" Gemas ayahnya tidak suka dengan penampilan dewasa putri kecilnya.
"Aduh ayah yang bilang pada Muffy.
Putriku kamu harus bernampilan menarik, dan tidak biasa.
Bukankah keputusanku kali ini sudah tepat?
Satu lagi ayah, bukankah anak yang berulang tahun laki-laki?
Kalau aku bisa menarik perhatian nya awal,
maka aku bisa pulang dengan cepat.
Setidaknya aku punya cara berjabat tangan dan memberi lebih cepat hadiah dari pada menunggu untuk dipanggil, bukan?" Bangga Muffy dengan nada suara seperti tadi centil, menggoda, dan misterius.
"Tapi tidak seperti itu juga!" Gemas ayahnya tidak ingin putrinya bernampilan seperti itu.
"Apakah aku kurang menarik, ayah? Baik aku akan ganti baju lebih sexy!" Mantap Muffy.
"Kau benar-benar sangat menarik.
Sampai ayahmu ini berkeinginan membotaki kepalamu." Tegur ayahnya.
"Baik!"
"Kenapa kau menjawabnya dengan kata baik? Bukankah kau biasanya menolak?"
"Tenang saja.
Rambutku ini adalah sebuah wig.
Aku sudah punya banyak.
Terlebih lagi ini bukan punyaku." jawab Muffy santai dan misterius.
"I-itu wig ku!" Jerit ibu Muffy melompat ganas.
Dia baru memesannya seminggu lalu, dan mungkin hari ini baru sampai.
Karena dia memesannya jauh ke luar negeri.
"Lepaskan!"
"Ibu bukankah ibu senang melihatku memakai ini?"
"Iya ibu senang, punya ibu dicukur habis.
Lalu ibu bisa mengambil semua wig palsumu.
Mari kita berbisnis dengan baik." Kata Ibu Muffy menakutkan.
Muffy yang mendengar itu senyumannya langsung membeku.
"Ibu itu pemerasan!
Ibu harusnya menyalahkan ayah!" Lalu kedua wanita itu berbalik menatap tajam sumber yang bermasalah.
"Apa yang salah?"
"Anda menjadi ayahku!", "Kamu menjadi suamiku!" Geram dua wanita itu.
"Kenapa kalian begitu tega?"
"Mereka bermain drama lagi kakak." Kata si kembar.
"Susu coklatku terbuang sia-sia." Sedih Marco hanya memikirkan susunya.
Para gadis telah memutuskan akan mengadakan kencan grup di sebuah kafe.
Dan mereka tampak menarik dengan gaya masing-masing.
Para lelaki yang mengundang tampak menarik.
Namun satu yang paling menonjol di antara para lelaki itu.
Dia terlihat senang senyum, tapi topeng di baliknya.
Mengatakan bahwa dia tidak ingin berlama-lama di sini.
"Kami masih menunggu satu teman kami.
Maaf membuat kalian menunggu." Ujar gadis bernampilan feminim, dan ya itu adalah Amanda.
"Tidak masalah!
Kami senang menunggu!
Apakah temanmu itu cantik?" Tanya yang mengundang Amanda kencan grup.
Para gadis mendengar itu mengerutkan kening.
Jadi kalau tidak cantik,
Apa mau mereka?
Amanda tersenyum balik,
"Dia sangat cantik dan unik!"
"Benarkah?"
Kring!
Bunyi bell pintu terdengar.
Semua orang yang menunggu menoleh melihat melalui pintu siapa pengunjung itu.
Mereka kecewa orang yang muncul ada lelaki berambut perak,
anting hitam berlian di telinga kanannya, dan mengenakan tuxedo hitam.
"Aih bukan!" Kecewa para lelaki.
__ADS_1
"Daryl, ternyata ada lelaki yang lebih tampan darimu." Bisik temannya.
Daryl hanya terdiam menatap pemuda itu,
sepertinya dia pernah melihatnya,
tapi di mana, ya?
Amanda membulatkan matanya begitu juga Karin.
Mereka cukup tau kebiasaan temannya.
Aria yang entah kenapa mau ikut bergabung,
dan sepupu Amanda nampak tidak mengenali terpesona.
Sedangkan para lelaki mendengus.
Kala lelaki berambut perak itu mendekat.
"Maaf membuat para ladies menunggu kedatanganku!" Sopan lelaki berambut perak dengan suara maskulin enak didengar.
Bahkan para pelayan,
dan pengunjung wanita terpesona dan napas mereka seakan tercekat.
Seolah dewa Yunani muncul mendadak di hadapan mereka.
Kulit putih, mata yang menawan,
alis tebal, hidung kecil tapi mancung, bibir merah.
Aura yang dikeluarkannya ramah,
menawan, mempesona, kuat, dan liar adalah hal luar biasa.
Lelaki berambut perak itu mencium punggung tangan Aria.
Sontak gadis itu tersipu malu,
Padahal dia sepenuhnya tidak tahu bahwa orang yang mencium punggung tangannya,
adalah saingan cintanya.
Para lelaki kencan grup itu nampak tak suka dengan kehadiran orang tidak diundang ini.
Kecuali lelaki bernama Daryl,
kencan grup kali ini terlihat menarik.
"Tuan, kami tidak mengenalmu.
Jangan mengganggu di sini.
Dan pakaian yang Anda kenakan sepertinya bukan arah tujuan anda ke sini." Sinis salah satu teman Daryl.
Orang yang mendengar itu, nampak tidak senang.
Dalam tatapan mereka, kau saja yang pulang.
"Apa yang salah?" Timpalnya tidak senang dengan orang yang tidak menyukainya perkataannya.
"Apa maksudmu tuan?
Aku diundang temanku.
Kenapa aku tidak bisa datang?
Bukankah tidak sopan aku baru datang,
lalu harus pulang seperti ini?" Jawab lelaki berambut perak itu,
yang tak lain adalah Muffy yang melakukan dress code.
"Teman?"
"Itu aku." Jawab Amanda.
Sudah menyediakan bangku di sampingnya.
"Dia kan laki-laki?"
"Lalu bagaimana saya gay?
Dan bagaimana jika tidak?
Apakah wajahku tidak sebanding dengan wanita?" Ujar Muffy mengeluarkan aura cassanova nya.
Bukan hanya wanita dia goda tapi lelaki juga.
"Tuan yang paling tampan di antara yang lain?
Apakah aku tidak cukup menarik hormonmu?" Ujar Muffy dengan ekspresi pemburu cintanya itu,
Dia sedang menjepit dagu Daryl dengan tangannya.
Mereka saling bertatapan,
Muffy memberikan senyum lembut dan menawan.
Daryl nampak terhipnotis.
Mata ini,
Gadis yang sama saat itu.
"Sangat cantik!" Puji Daryl.
Muffy menoleh ke arah para lelaki,
"Apakah kalian lihat?" Sombong Muffy yang telah mengatakan itu,
Lalu kembali duduk di kursinya.
"Apa-apaan ini?
Daryl apakah kau mengubah kesukaanmu?
Apakah kau seorang gay sekarang?" Curiga teman-teman Daryl.
"Tik...tok! Waktuku di sini sudah habis.
Aku ada urusan lain.
Amanda, Karin, dan yang lain.
Kalian bisa lanjutkan!"
"Kau mau ke mana?" Cegah Daryl dia ingat siapa orang ini.
"Tuan tampan, aku mau pergi ke mana itu urusanku." Ujar Muffy sambil mengedipkan sebelah matanya, genit.
"Bisakah aku mengantarmu?" Tawar Daryl tidak ingin kehilangan kesempatan lebih dekat dengannya.
"Hmm... sepertinya tidak.
Aku punya kendaraan sendiri.
Selamat tinggal, semoga kalian bersenang-senang tanpaku." Tolak Muffy, dia pun berjalan pergi.
Namun tiba-tiba langkahnya terhenti lalu dia berbalik.
"Tuan tampan, lain kali ketika kita berjumpa lagi.
Mungkin kita bisa berkencan dengan segelas anggur,
dan memilih kamar yang bagus untuk melewatkan malam kita bersama dengan baik." Ujar Muffy dengan suara maskulin menawan, dan menggelitik.
Sepenuhnya Muffy orang yang mudah berubah.
Identitas bajunya, menandakan perubahan sikapnya.
Dia tidak memiliki kepribadian ganda.
Tapi dia hanya menyesuaikan suasana pakaiannya dengan sikapnya.
Dia sekarang berperan sebagai cassanova.
Terlebih dalam tingkat keparahan tinggi.
Segala gender dia embat asal pesonanya masih bisa berjaya..
__ADS_1
Dan terlebih lagi ayah dan saudaranya yang menyuruh dia untuk memakai pakaian lelaki ini.
Tak lama Muffy pergi.
Semua orang hampir menjatuhkan rahangnya.
Siapa yang mau makan malam romantis dan menghabiskan malam yang panjang dalam sebuah kamar bersama seorang lelaki.
Mereka melirik Daryl.
Bagaimana bisa dia tersipu?!
Lagi-lagi teman Daryl frustasi.
'Daryl bisa kah kau kondisikan wajahmu!' Tuduh mereka dalam hati frustasi.
Namun di sisi lain,
Dia semakin ganas saja. Gumam Karin.
Menawarkan laki-laki asing tidur dengannya, ke mana sahabatku yang polos! Sedih Amanda.
Lalu Aria menatap sedih kepergian lelaki tampan berambut perak itu.
Sepenuhnya dia melupakan sosok Mexim dalam hatinya sementara waktu.
"Sepertinya kami harus balik juga." Ujar Karin mulai berdiri dari kursi.
Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki maksud baik.
"Kita baru saja." Kata Amanda terpotong.
"Diam! Kau pulang denganku." Dingin Karin,
"Bisakah kalian memberitahuku siapa nama gadis itu?" Tanya Daryl tanpa mencegah mereka untuk tidak pergi.
"Gadis?!"
"Oh dia Muffy temanku.
Kalian pasti berpikir dia laki-laki.
Sayangnya bukan.
Mungkin karena cara berpakaiannya yang unik."
"Apa?" Pria sangat tampan sialan itu adalah perempuan, bagaimana bisa?!
"Tidak! Pangeran ku adalah saingan cintaku!" Sedih Aria.
Sebuah pesta ulang tahun konglomerat diadakan di hotel bintang 7.
Semua orang berpakaian mewah, dan begitu menawan.
Terdiri dari kalangan tua hingga muda.
Hari ini adalah kesempatan langka.
Untuk membuat koneksi bisnis lebih luas lagi.
Sekalian mencari pasangan yang tepat untuk anak mereka.
Pasangan mereka terbagi atas dua untuk suami masa depan yang lebih baik.
Pertama tuan rumah yang berulang tahun.
Kedua seorang lelaki muda yang sangat tampan sedang menyesap segelas lemon.
Dan tentu saja yang memenangkan perhatian lebih banyak adalah lelaki yang sedang menyesap gelas lemonnya dengan malas menunggu seseorang.
"Ke mana cintaku pergi? Bukankah dia sudah harus muncul?" Sedihnya dengan pikiran kalut sambil mengelus dadanya sakit.
Tidak menghiraukan para gadis mengerumuninya dan mengajaknya berbicara.
"Apakah aku salah dengar?" Kecewa dia semakin menjadi-jadi.
Tak lama seseorang lagi-lagi muncul dari balik pintu.
Dengan langkah gagahnya.
Tuxedo hitam yang masih rapi, dan ketampanan dan kecantikan nya menjadi satu.
Bahkan para wanita mau pun lelaki tidak bisa terhindar dari pesona
Lelaki berambut perak dengan anting hitam bulat berlian itu.
"Siapa pemuda cantik itu?!" Puji wanita yang mengelilingi lelaki penyendiri itu.
Dan ya lelaki penyediri itu Mexim.
Ndus...
Ntah kenapa Mexim tiba-tiba memiliki penciuman yang tajam.
"Bukankah ini bau sayangku?" Bahagia Mexim menutup matanya sambil berulang kali mengendus.
Dan dia berjalan ke arah bau itu.
Ntah kenapa semua orang memberi jalan untuk Muffy dan Mexim.
Akhirnya Mexim berhenti, dan menemukan sayangnya.
Dia membuka matanya,
dan pemandangan awal yang dia lihat.
"Kenapa gadisku seperti ini?" Bingung Mexim.
Sedangkan Muffy awalnya kaget.
Dia melupakan lelaki ini.
Sebelum berada di tempat ini.
Saat Mexim berkunjung ke rumahnya tadi.
Awlanya Ayah Muffy benar-benar tidak menyukai keberadaan Mexim.
Karena dia mendekati anak gadis kesayangannya.
Tapi setelah mengetahui dia anak siapa?
Ternyata Mexim seorang pewaris utama keluarga konglomerat.
Ayahnya berubah 180 derajat.
Dia menawarkan Mexim untuk menemani putrinya pergi ke acara ulang tahun anak kolega bisnisnya.
Tentu saja, Mexim tidak menolak kesempatan langka ini.
Ayah apakah kau sedang menjual ku? Sedih Muffy.
Awalnya mereka harus pergi bersama.
Tapi Muffy menolak,
mereka akan bertemu di tempat acara ini saja.
"Hihi...untung aku bernampilan seperti ini jadi Mexim tidak mengenaliku." Bahagia Muffy dalam hati ditatap bingung Mexim.
"Apakah ada yang salah dengan wajahku tuan?" Intruksi Muffy mencegah kebingungan lelaki sangat tampan di hadapannya.
Tanpa menjawab apa pun.
Mexim langsung mengubah ekspresinya.
Dia sekarang seperti pria jatuh cinta.
Segera melompat ke arah Muffy.
"Sayangku!" Panggil Mexim dengan genit.
Muffy yang dipeluk erat memaku.
Sedangkan semua orang yang melihat ini menjatuhkan rahangnya.
Sebenarnya yang punya acara ini siapa?
Dan bagaimana bisa dia menunjukkan hal itu di depan umum.
__ADS_1