
...Kami mulai mencari Ide terbaru....
...Kami mulai memahami bahwa dengan selalu merencanakan hal baru membuat Tim mempunyai Gairah baru kembali....
...“ Apa kalian mempunyai Ide ? Tanya Suhaimi Sopir Ambulance....
...Kemampuan Suhaimi Sopir Ambulance sebagai pemimpin bukanlah menciptakan Ide. Tapi menanyai Ide. Inilah kebiasaan Suhaimi Sopir Ambulance. Kemudian mempertimbangkan Ide tersebut....
...“ Mungkin Filantropi? Kata Bea Cukai....
...Kami berfikir itu ide yang bagus. Selama ini Filantropi menjadi pusat perhatian kami. Tapi dalam Filantropi terbesar kami juga belum pernah....
...“ Mungkin dengan membangun sesuatu yang bisa untuk Filantropi” Ungkap Erika....
...Kami setuju!....
...……………....
...“ Kenapa kalian datang lagi ?Ucap Iroh marah....
...Aku dan Bea Cukai menemuinya kembali dengan maksud menanyakan pria yang mengaku pacarnya dulu....
...“ Kami harus tahu kebenaran Fitnah itu” Jelas Bea Cukai....
...Jelas tanpa adanya kebenaran. Masalah itu selalu akan menjadi sesuatu yang masih terus di tuntut....
__ADS_1
...“ Kalian selalu saja mengacaukan hidup orang” Kata Iroh jengkel....
...Tapi kita tidak tahu bahwa kami selalu mengacaukan kehidupan orang lain. Tapi ternyata Iroh berfikir kami demikian....
...“ Apa salah kami ? Tanya Bea Cukai merasa terfitnah....
...Aku tidak tahu apa yang di lakukan Bea Cukai pada Gadis Pengkritiknya. Karena dia tidak pernah terlihat sibuk Chat atau Telponan dengan Gadis Pengkritik itu. ...
...“ Karena kalian. Hidupku semakin sulit” Jawab Iroh....
...Dia selalu di tawarkan teman sesama guru untuk di kenalkan dengan anak atau saudara keluarga mereka. Menganggap Iroh bisa menjadi mantu idaman. ...
...“ Itu kesalahan kamu tidak agresif. Bahkan hubunganmu dengan pria yang mengaku pacarmu saja selalu jadi pertanyaan” Jelasku pada Iroh....
...Iroh menjadi amat jengkel....
...” Kalian saja yang gila” Balas Iroh....
... Bea Cukai menghela nafas....
...” Sebaiknya kita mengadakan rapat darurat” Ucap Bea Cukai padaku....
...Masalah Iroh di rasa Bea Cukai akan berkepanjangan. Jadi di butuhkan Evaluasi yang mendalam. Bahkan bila mungkin kami harus langsung memaksanya menikah tanpa perduli siapapun pria itu....
...” kurasa itu benar” Jawabku....
__ADS_1
...Aku juga setuju dengan pemikiran Bea Cukai. Karena telah menghabiskan waktu yang cukup panjang dalam masalah ini. Dan tidak ada titik terang sama sekali dalam masalah yang sedang kami hadapi....
...“ Ini masalah hidupku. Apa urusan kalian” Jawab Iroh sengit....
...Bagi Iroh ini sudah keterlaluan. Tapi bagi kami yang seperti mendapat sebuah anugerah untuk membantu. Jadi kami secara nyata ingin memberikan yang terbaik....
...“ Aku sering banyak melihat pria di jalan. Kita bisa menyeret mereka. Jadi jika ada yang cocok. Kita langsung nikahkan saja” Jelasku pada Bea Cukai....
...Bea Cukai mengangguk setuju....
...” Itu ide yang sangat Brilian” Ungkap Bea Cukai....
...Iroh hanya melihat kami meributkan hal yang dia sendiri tidak mengerti. Bagaimana dua cecunguk ini mempermasalahkan hidupnya....
...“ Kalian berdua memang gila” gerutu Iroh....
...Bea Cukai berpendapat Iroh juga harus santun dalam bicara. Dia meyakini tidak ada orang yang menyukainya....
...” Kata-kata Iroh sangat kasar” Jelas Bea Cukai....
...Jadi rencana kami membawakannya seorang pengajar Feminisme. Untuk merubah sikap Bar-bar Iroh. Dengan demikian orang-orang akan menyukainya....
...“ Hanya butuh waktu satu tahun untuk menjadikannya wanita baik-baik” Jelasku pada Bea Cukai....
...Dengan menghilangkan sikap kejam Iroh dan bar-barnya. Kami yakin Iroh akan laku....
__ADS_1
...“ Iya. Aku wanita yang jahat” Ungkap Iroh kesal....