
...“ Cukup bikin Stres” Ucap Tania....
...Perasaan penting adalah bagian dari hidup. Saat manusia di perlakukan dengan tidak baik dia menjadi defensif. Mungkin hal itulah mengapa kami melakukan itu terjaga Thamrin. Bukan tujuan untuk menjatuhkannya. Tapi kami ingin dia lebih bisa menerima sikap yang kurang baik padanya....
...“ Ya. Aku harap dia akan belajar banyak” Ucap Biore. Walaupun selama ini kami memperlakukan Thamrin dengan kejam. Tapi aku percaya dia akan menjadi seorang yang kuat pada akhirnya....
...“ Hai. Aku pesan kopi dulu ya” Ucap Bea Cukai....
...Dia baru datang. Aku selalu menatapnya dengan perasaan aneh. Pria ini selalu terlihat luar biasa. Walaupun sering kali dia berulah....
...“ Apa yang sedang kalian bicarakan? Tanya Bea Cukai....
...Kami menjelaskan bahwa sedang membicarakan Thamrin. Dia hanya mengangguk. Mengerti bahwa pembicaraan ini adalah sebuah tentang pendidikan untuk Thamrin....
...“ Kurasa Thamrin butuh didikan jalanan” Ungkap Biore....
...Tidak mudah memang bagi Thamrin yang tidak pernah di sentuh orang lain. Jika kalian pernah melihat yang terkejut saat di sentuh dengan sedikit keras. Dapat di pastikan orang tersebut adalah pribadi yang sering berada di pergaulan yang tertutup. Di simpulkan orang yang jarang keluar. Atau orang yang terbatas dalam pergaulannya....
...“ Aku rasa begitu” Balas Bea Cukai....
...Membiarkan sikap Thamrin yang terbiasa di perlakukan selalu baik. Akan sedikit membahayakan. Karna bisa membuat dia tidak bakal kuat menahan sakit ungkap Bea Cukai. ...
__ADS_1
...“ Yang harus di lakukan adalah membiasakan dia mengalami sedikit rasa sakit” Sambung Bea Cukai....
...Inayah merenung....
...“ Dan di saat yang tepat kita akan menjelaskan padanya” Ucap Inayah....
...Kami mengangguk dengan kata-kata Inayah. Bahwa membiarkan Thamrin tanpa penjelasan akan menumbuhkan perasaan dendam....
...“ Benar” Ucapku....
...Aku merasa bahwa apa yang kami lakukan pasti haruslah menjelaskan pada Thamrin pada saatnya nanti....
...Tania hanya tersenyum mendengar ucapan Bea Cukai....
...“ Dia cantik” Ucap Inayah....
...Memperhatikan gadis tersebut. Kami jarang melihatnya. Mungkin dia baru di kafe yang lebih mirip kedai ini....
...“ Aku juga berfikir sama. Coba kamu ajak kencan” Ucap Biore pada Bea Cukai....
...Kurasa itu ide yang bagus. Selama Bea Cukai tidak menyakitinya. Karena sering sekali Bea Cukai mengalami kebosanan. Dan meninggalkan begitu saja....
__ADS_1
...“ Oke nanti aku coba”’ Jawab Bea Cukai....
...Ya aku fikir semudah itu. Dia bukan tipikal yang menyulitkan segala urusan. Apapun selalu saja cepat. Tapi cepat juga selesainya....
...“ Jangan menyakiti” Kata Inayah....
...Karena Inayah wanita. Jadi sangat memahami perasaan wanita. Aku tahu ini bukanlah hal yang sulit untuk Bea Cukai. Tapi aku juga tidak bisa berharap apakah Bea Cukai mau mempertahankan wanita itu. Karena bagaiamanpun Nilai Inti akan menjadi masalahnya. ...
...“ Kamu harus belajar dari hubungan Kurir” Ucap Tania....
...Yang menegaskan bagaikan sebuah hubungan yang sulit. Nilai Inti yang selalu bertabrakan pada awalnya....
...” Ya mungkin Komunikasi yang akan gagal” Kata Bea Cukai. ...
...Biasanya bila sebuah hubungan yang berbeda Nilai Inti akan selalu berdampak dengan Komunikasi yang rumit. Jadi walaupun semenarik apapun gadis itu. Bagi kami akan selalu sulit untuk Bea Cukai. ...
...“ Ya paling kamu akan stres” Ujar Biore....
...Kami mengangguk. Tapi kami juga tidak menginginkan Bea Cukai mempermainkan wanita....
...” Aku berfikir juga demikian” Balas Bea Cukai....
__ADS_1