CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
BAB 23 - Olahraga 2


__ADS_3

"Apakah begini kemampuan kalian? Payah sekali!" Cibir Muffy berulang kali melakukan dribble bola, lalu ia melakukan shout pas di tengah lapangan dengan posisi membelakangi ring dengan satu tangannya melempar santai.


Prok! Prok!


Sontak saja semua orang bertepuk tangan memuji. Muffy mengangkat sudut bibirnya ke atas, dia sudah memastikan bahwa itu akan masuk ke dalam sana dengan mudah dan mendapatkan three point sekali percobaan.


Saat Muffy melakukan itu di tengah lapangan tak ada seorang pun menghalanginya. Dan itu merujuk pada mengapa para lelaki tidak maju?


Bukankah ini saat mereka menunjukkan bakat demi menarik perhatian para gadis.


Tentu saja mereka tidak ada yang berani maju bukan karena ingin mengalah pada seorang gadis, Muffy.


Tetapi mereka terlalu malu jika kalah dari seorang gadis secara nyata lihatlah aura api yang berkobar dari sekitar tubuh Muffy, dan ingatlah bahwa sebenarnya Muffy adalah raja dari segala raja dalam mematahkan semangat juang orang lain.


Jangan berpikir ini dunia fantasi, di sini tidak mengunakan sihir atau seseorang yang memiliki kekuatan super, tetapi kemampuannya yang sudah berada pada tingkat tinggi.


"Membosankan!" Cibir Muffy sekali lagi dengan kepribadiannya yang berubah menjadi sombong dan memandang orang lain seperti semut.


Muffy akan memilih duduk sebelum guru olahraga kembali dari ruangannya sebentar.


Tapi sebelum itu orang yang tidak berada jam pelajaran ini muncul tiba-tiba dan mengajukan tantangan.


"Bagaimana denganku?" Ujar seorang pemuda dengan suara penuh penekanan namun mampu membuat para gadis melemparkan tubuhnya secara suka rela ke arahnya.


Dia adalah pemuda yang sangat tampan bahkan Daryl yang sebelumnya paling mencolok di antara para siswa lain akan terlihat seperti cumi, lalu bagaimana dengan yang lainnya?


Tentu saja mereka akan terlihat seperti kentang, tidak perlu dibicarakan, kau tahu? mereka cukup sadar diri.


Tzrak!!!


Seakan Muffy tersambar petir. Bagaimana tidak, suara yang mencoba menantangnya terdengar sangat familiar. Dan entah kenapa dia tak perlu menduganya lagi. Dan kalian pasti sudah menebaknya siapa.


Muffy melirik kiri kanan memikirkan segala cara. Seharusnya dia tidak perlu menjadi mencolok, dan membuatnya mudah ditemukan.


Orang ini yang membuatnya memiliki kantung mata panda, karena harus bergadang memikirnya, dan pagi tadi dia menyuruhnya menjadikannya sebagai seorang budak, gila bukan? Atau cuman dia yang gila.

__ADS_1


Muffy sepenuhnya tidak mengerti isi pikiran seniornya yang susah sekali ditebak itu. Sedangkan semua orang terbengong melihat Mexim yang begitu menyilaukan.


"Lupakan! Aku sedang lelah sekarang!" Tolak Muffy tidak berani berbalik dan ia segera berjalan cepat menuju tribun penonton.


Mexim yang melihat punggung kecil yang mudah rapuh milik cintanya terkekeh pelan. Apakah cintanya begitu malu padanya sekarang. Karena harus bertemu dengannya begitu cepat.


Ayolah, Mexim tidak akan mempermasalahkan kalau Muffy melempar dirinya ke dalam pelukannya.


Mexim yang memiliki kaki panjang begitu cepat menyusul Muffy.


Grep!


Bahu Muffy tertahan dan kemudian dia di balik paksa oleh Mexim yang tingginya bukan main. Mexim tersenyum ramah pada Muffy dengan sejuta tanda misterius.


Sedangkan ekspresi Muffy seolah mengatakan serius aku hanya bercanda dan jangan anggap serius perkataannya.


Siapa yang berani menantang Mexim di umurnya yang belia, dia sudah mampu masuk ke dalam dream team.


Di mana hanya orang-orang terpilih yang mampu mengikuti olahraga basket internasional seperti olimpiade atau kejuaraan basket sedunia.


"Aku hanya salah bilang tadi, itu hanya akting. Kau tahu?" bohong Muffy menggigit bibir bawahnya dan kakinya mulai gemetaran, dan hei! berhenti memegang kedua bahunya.


"Siapa akan setuju dengan itu? Tidak, aku tidak mau!" Tolak Muffy terasa keningnya sudah berdenyut gelisah, Muffy berusaha melepaskan cengkeraman Mexim di bahunya.


Grep!


Mexim semakin mengencangkan bahunya, dan alhasil Muffy mendesis sakit. Dia menatap mata Mexim yang penuh bintang, terlalu menyilaukan. "Apakah aku memintamu membuat pilihan? Kau harus menjalaninya, dan aku senang hati menikahimu, bukan, maksudku menantangmu. Jadi mari kita lakukan!"


Rahang Muffy jatuh dan sakit kepalanya semakin menjadi-jadi. Mexim telah melepaskan cengkramannya dan ia berdiri dengan jarak 1 meter dari Muffy.


Bola basket sudah ada di genggaman Mexim. Dia kemudian melakukan passing ke arah Muffy dua kali. Setelah bola itu sudah ada di dalam pelukan Muffy.


Muffy mengutuk dirinya, dia menoleh ke tribun minta tolong kepada teman-teman kelasnya. Sialnya mereka sudah menyiapkan papan dukungan. Dukungan terbagi dua Mexim, dan Muffy. Para gadis untuk Mexim, dan para lelaki untuk Muffy.


Lebih mirisnya mata para lelaki menunjukkan permohonan yang memberatkan Muffy, kau tahu jika Mexim kalah, diri mereka yang menjadi cumi dan kentang akan berubah menjadi normal dan setara lagi.

__ADS_1


"Tidak! Jangan mendukungku! Kalian cumi dan kentang! Seluruh keluarga kalian cumi dan kentang! Biar pun kalian mendukungku itu tidak akan berguna! Dan kalian akan tetap menjadi cumi dan kentang jika di hadapkan dengan Mexim!" Emosi Muffy mengarahkan bola ke arah mereka, kesal.


Namun sebelum itu terjadi, "Kau kehilangan fokus. Aku bisa merebut bolamu dengan mudah! Dan berhenti menatap lelaki lain, itu melukai perasaanku!" Pekik Mexim sudah merebut bola lalu dia mendribble bola sampai jarak antar ring sudah begitu dekat,


dan dengan gagahnya dia melakukan lay up, seolah dia menari di atas udara, dan memasukkan bolanya dengan keras. Mexim tersenyum senang.


Kemudian dia menoleh dengan tampan, dan bagaimana bisa keringatnya keluar begitu banyak ini baru 2 menit berlalu!


"Apakah kau melihatnya?" Panggil Mexim ke arah Muffy dan 'berhenti bergelantungan seperti monyet di sana!' Batin Muffy tersenyum miris, sungguh dia tidak ingin bertanding. Guru kembalilah dengan cepat!


***


Seorang pemuda kaya yang baru saja merayakan ulang tahunnya kemarin sedang dalam suasana yang kurang menyenangkan. Namun dia tak berhenti mengelus macan putih kecil kesayangannya.


"Apakah kalian telah menemukannya?"Tanya sang pewaris utama keluarga besar Johny pemilik perusahaan real estate yang pendapatan laba bersihnya melebihi 1 triliun pertahunnya, Leon J.


Salah satu bawahan yang tidak memiliki rambut maju ke depan dengan gugup, dan merupakan pemimpin di antara mereka. "Tuan Muda, kami sudah mencari pemuda yang anda ingin dari buku tamu. Namun pemuda berambut perak itu tidak terdaftar di dalamnya. Dan tak seorang pun mengenalnya. Kecuali..."


"Kecuali apa? Beritahu aku!"


"Kami mendapat informasi bahwa terakhir kali pemuda berambut perak itu bersama tuan muda dari keluarga Alexander."


"Keluarga Alexander? Apakah kau yakin?"


"Iya, tuan anda bisa yakin. Ini buktinya." Dia segera menunjukkan di balik layar iP*d. dari tangkapan layar Leon bisa melihat dua orang pemuda tampan.


salah satunya orang yang dia cari pemuda berambut perak, dan yang lainnya anak dari Alexander, kolega utama ayahnya.


Leon menoleh segera ke arah bawahannya dengan tatapan percaya, "Apakah kau sudah menghubungi anak dari keluarga Alexander sebelumnya, dan menanyakan keberadaannya?"


"I-itu..."


"Aku akan membengkokkan hidungmu. Jika kau masih bicara menggantung saat aku bertanya padamu." Ancam Leon yang tidak ada kata main-main darinya.


"Dia mengangkatnya namun sebelum saya berbicara, dia telah mengatakan lebih dulu 'bahwa dia sudah mengasuransikan dirinya dari atas sampai bawah dengan harga milyaran.' Tuan." Jelas bawahan itu tidak berani mengangkat kepala.

__ADS_1


Sontak saja Leon yang mendengar itu kesal dan melempari anak buahnya dengan beberapa barang di sekitarnya.


Alhasil salah satu dari mereka memiliki jejak luka dikeningnya. Namun tak seorang pun protes dengan ketidakadilan ini.


__ADS_2