
Seseorang sedang diam lesu, layaknya tidak memiliki semangat hidup.
Bagaimana tidak sudah lebih dari 2 bab dia tak muncul.
Dan lebih parahnya ia masih belum mendapatkan hati dari belahan jiwanya.
"Apakah kau lihat dia? Kemarin dia terlihat baik-baik saja.
Sampai beberapa hari ini. Dia sudah membuat buluk kudukku merinding!
Karena ia memiliki berbagai rencana aneh, dan tak kumengerti sendiri apa yang ia sedang lakukan.
Selain merusak imagenya selama ini.
Dan sekarang dia terlihar lesu,dan tak memiliki semangat hidup." Bisik Gary.
"Itu karena ia belum berhasil mendapatkan hati adik kelas kita.
Kau tahu adik kelas kita itu memang paling beda dari pada yang lain." Jawab Hans.
"Iya beda. Dia(Muffy) waras sedangkan orang di sana yang mendapatkan label sebagai teman kita dengan otaknya bermasalah." Timpal Ronald.
"Ya, kalau itu aku setuju denganmu."
Brak!
"Aku sudah tidak tahan!" Mexim menggebrak meja.
Ia pun berdiri dan mulai bertekat tidak akan menyerah.
Dia pun berjalan meninggalkan bangkunya.
Dan berhasil membuat semua orang yang ada di kelas ini melongo.
Dan begitu juga guru yang nengajar.
"Kamu mau ke mana?" Tanya guru yang sedang mengajar, guru itu terlalu takut pada Mexim,
Ia menyapu bulir keringatnya yang jatuh melalui sapu tangan yang selalu ia bawa.
Dengan sorotan dingin tak bersahabat. "Ke kelas XI IPA 1."
"Apa?!" kaget guru tersebut dengan suara meninggi.
Sedangkan orang yang berpamitan pergi sudah menghilang dari pandangan semua orang yang ada di dalam kelas ini.
"Apa yang ia lakukan?!"
"Sifat gilanya muncul lagi. Baru tadi kita membicarakannya."
Sedangkan Gerald terdiam menatap pintu luar di mana teman sebangku, sekaligus teman sepermainannya itu pergi.
Ia membuang napas, dan juga tak tahu harus memikirkan apa? Ia sering berharap.
Akan tetapi dia sudah memiliki. Namun sebenarnya dia menginginkan yang lain.
Sehingga itu susah terjadi...
Bu Ani sang guru fisika, yang tadi menantang Brain dengan soal yang dianggap sangat mudah oleh anak pindahan jenius itu.
Apakah kalian tahu? Apa yang dilakukan oleh guru tersebut pada Brain?
Ia langsung mendekat dan meminta maaf kepadanya.
Atas kesombongannya yang tidak tahu sama sekali kepada siapa ia sedang berbicara.
Setelah mengatakan itu, daripada menanggung malu lebih besar guru itu berpamitan dan segera keluar dari kelas ini.
"Kau hanya beruntung, cebol!" Ledek Amanda di ujung sana, sedangkan teman sebangkunya Karin menggelengkan kepala.
"Amanda berhentilah mempermalukan dirimu. Dia cerdas dan kau harus mengakuinya." Tegur Muffy membela Brain.
Karin yang menjadi teman sebangku Amanda yang baru,
harus menegur sikapnya yang kekanakan. "Dengar tuh apa yang dikatakan Muffy.
__ADS_1
Jangan hanya pandai berkoar, tapi buktikan dengan hal nyata."
"Kau itu temanku atau tidak sih?"
"Berisik!"
"Apa?"
Karin mengambil earphone yang tepat di atas meja,
dan telah memutar beberapa lagu kesukaannya.
Ia pun memakainya segera, daripada harus mendengar pekikan tak berdasar Amanda.
Sekaligus dia ingin membalas Amanda yang tadi berpura-pura mengganggapnya bukan teman sebelumnya.
"Baiklah kalau begitu! Lepaskan sekarang earphone dan hape itu. Benda itu milikku!" Gertak Amanda berusaha mengambil barangnya.
Karin menoleh dengan horrornya, "Kau jangan menguji kesabaranku,"
"Kau yang menguji kesabaranku! Kembalikan barangku, atau tidak..."
Karin akhirnya menyerah dengan ancaman Amanda. Akan tetapi...
"Baiklah! Aku mengembalikan punyamu.
Tetapi kau harus pergi dari bangkuku yang sekarang kau duduki."
"Oi kau pikir ini bangku pemberian nenek dari nenek-nenekmu sebelumnya!" Protes Amanda tidak setuju.
"Tentu saja! Ini punya nenek dari nenek-nenekku, yang memberiku kitab suci dari barat. Jadi menyingkir!" Karin menjentikkan jarinya ke hidung Amanda.
"Kau pikir kau itu Tao Ming Se? Huh!" Jerit Amanda, Karin mengorek telinganya yang sakit.
"Dasar bodoh! Bukan Tao Ming Se, tapi Tong Sam Chong. Bisakah kau pintar sedikit?"
"Hei setiap manusia punya kesalahan dalam penyebutan. Jadi itu tidak masalah!"
"Baiklah kalau kau pikir seperti itu. Tapi menurut Pencemaran Nama Baik Berdasarkan UU ITE Dalam UU ITE, pencemaran nama baik diatur dalam Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (1), yang masing-masing dikutip sebagai sebagai berikut :
Pasal 27 ayat (3): “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.
Amanda berhasil dibuat melongo, "Apakah kau anak hukum?
Bagaimana bisa kau mengetahui itu.
Kau sekarang lagi mengancamku ya?!" Jerit Amanda.
"Aku hanya membantumu untuk memahami dalam berhati berkata-kata.
Jadi kau pilih yang mana pindah dari bangkuku atau dipenjara selama 6 tahun dan atau denda 1 milyar?
Keputusan bijak ada ditanganmu." Ujar Karin khawatir dengan menahan tawa kapan saja bisa meledak sambil menepuk-nepuk punggung Amanda.
Amanda nampak memucat.
Namun di sisi lain anak pindahan malah memperhatikan wajah cantik Muffy.
Mengabaikan orang-orang yang berdebat karenanya.
Tanpa sadar ia bertanya, "Kenapa kau pakai kacamata?"
Muffy mengerutkan keningnya, ini pertanyaan keseribu kalinya orang bertanya,
apakah sebegitu mudahnya orang tahu bahwa matanya tidak bermasalah,
"Ini adalah identitas agar orang terlihat pintar." Balas Muffy sambil memperbaiki kacamata yang bertengger di tulang hidung mancungnya itu.
Awalnya pintu kelas tertutup. Namun tiba-tiba dibuka paksa oleh seseorang.
Semua yang ada di dalam kelas nampak was-was. Bagaimana tidak?
Mereka sengaja menutupnya karena waktu jam pelajaran belum habis.
Dan kalian pasti tahu. Kalau guru tidak ada sampai jam pelajaran terakhir,
guru bk akan memeriksanya, dan mengambil jam pelajaran yang tersisa.
__ADS_1
Dan kalian sudah tahu bahwa guru BK di sekolah ini seperti apa?
Ceklek!
Pintu telah terbuka...
Dan semua terpaku menatap seseorang yang memiliki paras tidak biasa.
"Jackpot! Lelaki tampan yang masuk adalah pemilik punggung tegap idola para gadis!" Jerit Amanda.
Karin menggangguk setuju dengan wajah datarnya.
Sedangkan yang lain terperangah, mereka semua benar-benar bersyukur berada di kelas ini.
Sebab akhir-akhir ini mereka bisa mencuci mata melihat lelaki tampan bahkan gadis cantik sering berkunjung ke kelas ini.
Grep!
Lelaki itu tanpa mengatakan sesuatu yang bertele-tele dia meraih tangan Muffy.
Sontak sang gadis, tertegun ditambah memucat.
Apa yang diinginkan seniornya itu padanya, dan terlebih lagi genggemannya, lembut.
"Aku pinjam calon ibu dari anak-anakku!"
Brain yang melihat gadis yang disukainya ditarik keluar dari bangkunya,
apalagi lelaki yang menariknya mengatakan sesuatu yang paling tidak disukainya.
Raut wajah yang ia tunjukkan pertanda bahwa ia tidak suka.
"Kau mau bawa dia ke mana?!" Tahannya dengan menunjukkan raut wajah tak bersahabat.
Lelaki itu adalah Mexim.
Ia membalas dengan raut wajah yang tak kalah jauh tidak bersahabatnya seperti Brain.
Dia mengakat sudut kanan bibirnya ke atas.
Seolah dia ingin menunjukkan bahwa jangan menghalangi kesempatannya bisa bersama dengan belahan jiwanya.
"Aku ingin membawanya ke tempat di mana kami bisa membuat Mexim kecil.
Jadi jangan halangi kami melakukannya. Permisi!" Jawab Mexim dari pertanyaan Brain.
Ia sukses membuat Brain terpaku.
Brain ingat siapa lelaki itu.
Lelaki itu adalah orang yang bersama Muffy dalam foto yang tersebar di dunia maya itu.
Dan selalu menempel pada Muffy ke mana pun.
Apakah mereka nemiliki hubungan, antar pria dan wanita pada umumnya?
Namun informasi yang ia dapat saat berselancar di dunia maya, ia tahu bahwa Muffy dalam status sendiri alias single...
Mexim dan Muffy telah menghilang.
Semua orang langsung heboh.
"Apakah aku tidak salah dengar?"
"Muffy kita bakal ternodai!"
"Bodoh! Itu tidak mungkin terjadi!
Bisakah kau membedakan yang mana serius dan bercanda?!"
"Tapi dia sendiri kan yang bilang tadi mau buat Mexim kecil, dan ekspresi yang ia tunjukan serius tau.
Padahal kau sudah tau bahwa Muffy kita masih single. Kapan mereka jadian?"
"Dasar bodoh kau jangan pikirkan itu. Mereka tahu hukum,
melakukan kumpul kebo tanpa pernikahan adalah zina. Dan perzinaan akan ditindak pidana."
__ADS_1
"Stop! Jangan merusak otakku!"