CINTA KONYOL

CINTA KONYOL
BAB 3 - Seksi?


__ADS_3

Srt...!



Seseorang sedang mengelus jendela, sebab dia tepat duduk paling belakang dekat jendela. Betapa frustasinya dia, apalagi setengah dari roh dalam tubuhnya telah keluar, saking frustasinya.



"Ada apa denganmu? Tidak biasanya kau tidak banyak bicara dengan kami?" Tanya ketua kelas pada Mexim.



Gerald menoleh ke arah orang itu, "Jangan ganggu dia." Bisik Gerald sambil menaruh tangannya di sudut bibirnya ala berbisik.



Ketua kelas yang bernama Hans itu mengernyitkan keningnya, "Memangnya dia kenapa?"



"Dia habis ditolak!" Jerit Mark membuat yang lainnya menoleh ke arah Mexim.



"..." Tak ada respon apa pun dari Mexim.



Semua orang sudah tahu sebenarnya mengenai Mexim yang ditolak. Tapi mereka masih tidak bisa percaya orang yang sesempurna Mexim itu  ditolak, kecuali Hans yang sedari tadi hanya berada di kelas mengerjakan sesuatu yang dipercayakan oleh guru tidak mengetahui apa pun. Jawaban akurat dari teman dekatnya membuat isu itu adalah fakta, dan bukan opini lagi.



"Apa? Dia ditolak?" Jerit Hans heboh tak percaya.



Sedangkan yang lain tidak bergabung dalam pembicaraan memasang kuping mereka baik-baik mendengar gosip para lelaki, biasanya mereka tidak pernah bergosip loh.



Mexim bisa mendengar mereka serasa kupingnya terasa ditusuk oleh linggis. Dia sudah memucat, dan tak memiliki semangat hidup sekarang.



"Apa gunanya memiliki teman? Mereka bodoh, tidak tahu diri, tingginya masih di bawahku, tidak menarik, tidak berguna, aneh, mesum, apalagi mereka itu jelek dan selalu memuji-muji diri mereka lebih tampan dariku." Keluh Mexim pajang lebar membuat yang lain geram.



"Kenapa aku merasa emosi setelah mendengar keluhannya?" Dengus Hans kesal sambil melepaskan kacamatanya.



"Apakah dia temanmu?" Kata Arnold yang tingginya hanya 170 cm di antara mereka semua.



Alis tebal Mark bertautan, "Apakah dia benar-benar frustasi setelah ditolak, atau kah dia sengaja ingin menjelek-jelekkan kita?" Tanya Mark sambil menahan emosinya yang nanti bakal meledak.



"Dia benar-benar tidak berguna sekarang. Andaikan saja kepintarannya berada di bawahku, aku mungkin akan kalap sekarang. Sayangnya nilainya selalu sempurna, dan akulah yang peringkat dua." Curhat Gerald sambil membuang napas panjang.



"Apakah kepalanya terbentur sesuatu, hingga dia kehilangan akal sehatnya? Ku pikir kita perlu membawanya ke rumah sakit jiwa. Bisa saja penyakit gilanya yang terpendam muncul kembali ke permukaan." Sang mantan wakil ketua basket putra ingin masuk ke dalam pembicaraan itu.



Mereka semua menatap datar mantan  wakil ketua basket tersebut, "Kau saja yang lakukan itu!"



"Hei bukankah kita sependapat?" Kata mantan wakil ketua basket itu tidak terima.



***


__ADS_1


Muffy memasuki kelasnya, dan semua orang menatapinya dengan tatapan yang sulit diartikan olehnya. Amanda, dan Karin mendekatinya, mereka adalah sohib abadinya. Dan mereka melayangkan berbagai pertanyaan untuk menjelaskan apa yang terjadi padanya.



"Apakah kau dekat dengan Mexim?" Tanya Karin pemilik gaya tomboy di antara mereka bertiga.



"Apakah kau sekarang beralih hati mengincar sahabat Gerald? Tapi kuakui seleramu naik tingkat lagi."Timpal Amanda yang paling feminim di antara mereka.



Muffy menghiraukan mereka. Lalu mereka mencoba mengingatkannya kejadian memalukan itu lagi. Apalagi dia bertambah ketakutan setelah pernyataan cinta, atau disebut lamaran, atau bisa jadi itu sebuah tantangan. Muffy mengacak rambutnya frustasi,



"Hei jelaskan kepada kami kebenarannya!" Pinta mereka berdua.



"Kalian tidak kasihan padaku? Aku sekarang mengalami trauma!" Jerit Muffy membuat yang lain mengernyit.



Mereka berdua saling bertatapan, lalu kembali lagi ke arah Muffy yang ketakutan. "Kau itu beruntung tahu!" Jerit Amanda.



Amanda mengambil napas dalam, "Dia itu sempurna! Lalu kenapa kau harus trauma? Dengarkan apa kataku ini! Sudah banyak gadis di sekolah ini bahkan sekolah, bahkan siapa pun yang berhasil melihat mata Mexim bakal menyatakan perasaannya langsung tanpa takut ditolak!" Heboh Amanda membuat Muffy menutup kupingnya dengan kedua tangannya.



"Ku akui dia sangat tampan saat aku pertama kali melihatnya." Jujur Karin, dan dia itu sangat jarang memuji seorang lelaki.



Mereka semua mengeluarkan berbagai pendapat, dan pujian. Muffy yang frustasi menutup telinganya, agar temannya berhenti membicarakan orang itu.



Apalagi yang lain tak berhenti curi-curi pandang terhadapnya membuat Muffy merasa tidak nyaman. Dan sekarang Muffy yakin apa yang dikatakan Mexim adalah sebuah tantangan bukan pernyataan cinta atau pun lamaran.




Mexim yang cuek harus berganti mode ke Mexim yang agresif, dan genit saat apa yang dia lihatnya selama beberapa menit yang lalu.



Dia sudah beberapa kali mengirimi berbagai surat cinta, dan berbagai macam hadiah padanya, akan tetapi Mexim selalu saja menolaknya. Dan sekarang dia menyukai gadis itu.



Apa yang harus ia lakukan. Orang itu berpikir dengan keras. Sekarang dia harus mencari cara agar dia bisa meneliti sifat anak itu, ya mereka harus berteman. Senyum licik terpatri di sudut bibirnya.



***



Seorang gadis menatap kakinya yang dibaluti sepatu hitam. Dia sekarang berada di halte bus, langit tanpa mendung hingga hujan gerimis membasahi bumi, dan dia tentunya berlindung di dalam halte ini.



Apalagi suhu udara sekarang sudah terasa dingin, sesekali dia mengelus lengannya menggunakan telapak tangannya yang hangat.



Seseorang menerpa hujan, dan menghiraukan hujan yang sudah membasahi kemejanya, dan dia membiarkan jas almamater merahnya diikat melingkari perutnya.



"Kenapa cuaca hari ini terasa panas ya?" Kata orang itu sambil melepaskan dasinya.



Gadis itu adalah Muffy. Dan ia tahu orang itu siapa? Orang yang tadi menantangnya dengan mengajukan lamaran padanya. Dengan kening berkerut, sudut bibirnya terangkat kaku. Cuaca sedingin ini dia bilang panas.

__ADS_1



Muffy melongo saat melihat apa yang dilakukan orang yang tidak waras itu. Bagaimana tidak? Dia mulai melepas dasinya, dan membuka 5 kacing atas bajunya. Matanya mengerling genit ke arah Muffy, maksudnya ia mencoba menggoda Muffy.



Muffy menoleh ke samping sambil berguman, "Apakah dia gila? Untung tidak ada orang di sini."



Dia menunjukkan bahu tegapnya yang putih, apalagi terlihat sedikit otot perutnya. Apakah dia mencoba memperlihatkan keseksiannya? Rasanya mata Muffy sebentar lagi akan rusak karenanya.



Dia tiba-tiba duduk di samping Muffy. Gadis ini menggeser tubuhnya ke samping. Dia merasakan seperti ada sebuah sengatan listrik di sekujur tubuhnya karena kaget dengan apa yang dilakukannya.



"Apakah aku terlihat sexy sekarang? Jadi, apakah kau sudah menerima pernyataanku sekarang?" Katanya menggeser tubuhnya ke samping agar bahu mereka bersentuhan.



***



Mexim bertanya kepada teman-temannya apa yang perlu dia lakukan agar Muffy bisa menerima perasaannya.



Ia menerima segala usulan teman-temannya, padahal dia tak tahu resiko apa yang dia ambil itu.



"Semua gadis menyukai pria sexy!"Usul Mark.



Hans mengangguk setuju, "Para gadis akan luluh bila kau bersikap agresif!" Lanjut Hans seperti orang yang berpengalaman saja, padahal dia jomblo akut loh.



"Bukankah kalau seperti itu aku bakal terlihat murahan?"



"Hei itu sudah biasa jadi lakukan saja. Dengarkan ini, para gadis akan menelan ludahnya kasar, dan matanya tak akan pernah beralih darimu camkan itu!"



"Kau harus mengatakan hari terasa panas. Buka lima kancing atas kemejamu, dan perlihatkan bahu dan otot perutmu, dan dia akan meneteskan ilernya! Kau tahu bukan?  saat kita masih bermain basket para gadis menjerit ke arahku saat ku buka baju jersey ku!" Kata mantan wakil ketua tim basket pria itu.



Sedangkan pada saat itu yang menjadi ketua tim basket adalah Mexim, dan menjadi pusat perhatian yang sebenarnya adalah Mexim yang mengeluarkan keringat saat berlari mendribble bola, dan saat ia melakukan shoot dengan keringat yang hangat yang berjatuhan di sekitar pelipisnya.



Saat itulah auranya sebagai lelaki mempesona yang tampan terlihat sangat sexy.



"Benarkah begitu? Jadi kali ini dia akan menerima lamaranku?"Tanya Mexim menggebu-gebu.



"Berhenti melamarnya! Kau tak akan mendapatkan kesempatan apa pun! Kau harusnya melakukannya secara perlahan! Harusnya kau mengajaknya pacaran bukannya mengajak dia untuk menikah denganmu!" Tegur Ronald membuat Mexim baru mengerti sekarang.



Tapi keputusannya sudah bulat! Muffy adalah cinta pertama, dan terakhirnya sekarang. Jadi dia harus menjadikan Muffy miliknya seutuhnya.



Sedangkan Gerald tak ingin mengatakan sepatah kata apa pun. Mengenai betapa konyolnya  teman-temannya saat memberikan saran tanpa otak, dan logika pada Mexim yang hanya berlandaskan fisik dan nafsu saja. Dia menenggelamkan wajahnya dibangku miliknya, dan tepat sekali dia duduk di sebelah teman idiotnya, Mexim yang sedang jatuh cinta.



Begitulah sepenggal ingatan mengenai kejadian sebelumnya dari ingatan Mexim yang sangat konyol itu.

__ADS_1



__ADS_2