
...“ Apa alasannya ? Tanyaku....
...Jelas aku menuntut kenyataan Iroh yang membenciku. Dengan rasa amat marah’ kurasa kebencian yang di berikan padaku bukanlah hal yang benar....
...Tapi Iroh hanya melototku. Intelektualnya mungkin telah tenggelam. Sekarang Pria Tampan tersenyum padaku. ...
...“ Dia itu pria yang jahat” Ucap Iroh pada Pria Tampan....
...Pria Tampan hanya mengangguk dengan ucapan Iroh. Dan aku juga sama. ...
...“ Aku minta maaf atas perbuatan Andrea” Ucap Pria Tampan santun....
...Sepertinya Iroh tetap sulit memaafkanku. tapi aku tetap tak merasa bersalah sama sekali. Ini jelas bagiku adalah Fitnah. Aku memperlihatkan sikap tidak sukaku pada Iroh. Karna telah berani membenciku tanpa alasan....
...” Kenapa sikapmu seperti itu” Kata Iroh....
...Aih. Tidak tahukah dia bahwa ini sikap merasa terfitnah. Apa memang Iroh tidak peka dengan sikap yang aku lakukan. Benar juga gadis ini memang sangat sulit di mengerti atau dia memang tidak pernah mengerti. Tapi biarlah....
...” Padahal aku tak pernah salah Iroh” Ucapku....
__ADS_1
...Membela atas ucapannya. Jelas saja aku memang tak pernah merasa bersalah....
...“ Dengan membawaku dengan paksa. Yang dinamakan sidang tidak jelas itu” balas Iroh sewot....
...Jelas Iroh mencoba ingin menyerangku. Dan membenarkan atas sikapnya yang jahat padaku....
...” Aku hanya menegakan keadilan” Balasku tak kalah sewot....
...Kurasa ini akan menjadi debat kusir yang tak kunjung selesai....
...” Keadilan apa Bangsat” balas Iroh tak berperi kemanusiaan....
...” Ya karna kamu menyia-nyiakan kecantikan kamu Iroh” jawabku sengit....
...Iroh Hanya menahan jengkel terhadapku. Mungkin saja bila Pria Tampan tidak ada. Kami sudah ribut bagaikan anak buah geladak kapal. Iroh harus tetap mempertahankan sisi intelektualnya.Dan aku juga tidak perduli dengan intelektualnya. Yang penting aku mau ribut saja dengan Iroh. ...
...“ Trus apa urusanmu Bangsat” jawabnya culas. ...
...Jelas Iroh menjadi amat defensif. Mempertahankan sikapnya yang keras dan tidak mau melunak sama sekali. Tapi jelas aku juga menantang keras kesia-siaan kecantikan yang di boros kan olehnya....
__ADS_1
...“ Jelas !!! Harusnya ada pasal yang menutut tindakan pidana atas kecantikan yang di sia-siakan” balasku emosi....
...Tapi jelas saja. Tindak pidana dalam hal ini tidak ada. Tapi aku hanya ingin menegaskannya betapa meresahkannya masalah ini....
...” Itu urusanku bukan urusanmu” balas Iroh....
...Ternyata Iroh adalah tipikal pengargumetasi yang cukup keras. Harusnya dia menjadi pengacara. Tapi malah jadi guru. Pasti muridnya menjadi senewen menghadapi Iroh....
...Setiap murid akan selalu di adu debat olehnya. Aku juga merasakan getir jika menghadapi manusia seperti ini. Ngeri juga. Tapi apa boleh buat. Perang harus terus berlanjut....
...” Kamu jahat Iroh. Kamu suka menyakiti hati orang biasa” jawabku terluka....
...Mungkin Iroh tak percaya dengan ungkapanku. Dia hanya menutup wajah. Merasa bagaimana manusia tergila bisa sampai mendarat di bumi. Aku sangat kecewa. Dengan menunjukkan sikapku yang teraniaya. Tapi apakah Iroh memberikan perhatian ?? Jelas saja tidak. Sepertinya tekadnya kuat untuk membenciku. Wanita ini memang sangat kejam....
...” Dih’ sendirinya yang jahat” Ucap Iroh sadis. ...
...Menunjukkan keaslian siapa dirinya. Jelas ini menyingkap tabir yang selama ini di tutupi. bahwa gadis ini benar-benar sangat di takuti para pria di dunia....
...” Jadi Iroh mau ikut dengan acara kami ? Tanya Pria Tampan....
__ADS_1