
Suasana terasa sangat canggung, kedua muda-mudi ini duduk sambil menunggu bus datang.
Tetapi ada suatu hal yang kurang mengenakkan bagi gadis berkacamata ini.
Bagaimana tidak? Bayangkan ada orang mesum di sampingnya membuka kacing bajunya, bukan satu tapi lima.
Dan sekarang suhu udara. Karena hujan ini menjadi dingin, tapi orang itu kepanasan. Apa yang dipikirkan otaknya selama ini?
Bukankah dia adalah orang yang pintar dan cuek, itu pun menurut hasil pengamatannya. Namun apa-apaan ini?
Srt...!
Muffy menggeser tubuhnya sekali lagi. Jaket almamaternya ikutan basah karena lengan orang ini.
Dan bodohnya kenapa dia mesti hujan-hujanan dengan gaya seperti itu? Apakah masa kecilnya kurang bahagia, begitu?
Muffy menatap kasihan dengan orang di sampingnya.
Walau dia mengatakan kalau dia kepanasan, sayangnya Muffy tidak bisa ditipu begitu saja.
Lihatlah bibirnya bergetar, dan menghitam pengaruh kedinginan.
Sst...
Muffy menaruh almamaternya ke tubuh Mexim, lalu kembali duduk agak menjauh dari Mexim.
Dia menatap penuh haru kepada gadis yang membuatnya jatuh cinta setengah mati hari ini.
Apalagi almamater miliknya telah menyentuh kulitnya walau dibungkusi kemeja putih sekolahnya yang basah. Dia menatap haru Muffy,
"Aku mencintaimu Muffy!" Dia langsung memeluk erat Muffy.
Muffy langsung kaget saat Mexim meloncat padanya, dan memeluknya erat seperti anak kucing. "Oi! Lepaskan!" Muffy berusaha mendorong kepala orang ini memeluk erat tubuhnya. Dan ada hal senonoh yang diperbuat orang tak berotak ini...
"Mesum!" Jerit Muffy menjambak rambut Mexim kasar.
Siapa saja akan marah apabila pertahanannya dibuat runtuh kalau seperti ini, orang ini memeluk tubuhnya erat,
dan kepalanya dibiarkan mengelus-elus d*da Muffy layaknya seekor kucing sedang bermanja-manja pada tuannya, maksudnya kucing ya meminta seekor ikan, dan sayangnya dia bukan seekor kucing.
"Argh!" Keluh Mexim kesakitan masih tetap memeluk erat Muffy walau rambutnya dijambak, katanya kesempatan seperti ini tak akan datang dua kali loh.
"Lepaskan, Mesum!" Muffy menarik lebih kencang lagi jambakannya pada Mexim.
"Tidak mau!" Tolak Mexim masih melakukan tindakan senonoh padanya.
"Ngomong-ngomong kau memiliki d*da yang kenyal!" Lanjut Mexim membuat wajah Muffy memerah seperti kepiting rebus, malu.
"Lepaskan, Mesum! Atau aku akan teriak!" Jerit Muffy, sungguh memalukan.
"Dasar bodoh! Kau tak usah bilang kau akan teriak. Dari tadi kau sudah teriak, tapi sayangnya tak seorang pun yang mendengarmu." Cibir Mexim dengan ekspresi yang menyebalkan.
"Begitukah?" Polos Muffy baru mengetahui dari tadi dia menjerit-jerit, tapi sayangnya tak seorang pun yang mendengarnya.
__ADS_1
Mexim mengangguk saat mendongakkan wajahnya ke atas, dan dagu Muffy yang terlihat. Ternyata dia terjebak dengan perkataannya.
"Karena tidak ada orang aku bisa menonjok wajah tampanmu bukan?" Senyum menyeringai terpatri dimulutnya.
Bug!
Muffy berhasil membuat Mexim melepaskan pelukannya, dan dia akhirnya terjatuh di atas lantai beton itu.
Dia mengelus pipinya yang mungkin akan meninggalkan bekas lebam. Bukannya marah dia malahan,
"Dasar mesum! Enyahlah!" Jerit Muffy ketakutan.
Mexim memegang wajah tampannya yang kena tonjokan, dia tampak memaku. Untuk pertama kalinya seorang gadis menonjok wajahnya.
"Lalukan sekali lagi!" Pinta Mexim dengan mata berbinar , dia menganggap seolah pukulan Muffy adalah hal yang sangat menyenangkan untuknya.
Disisi lain Mexim membuatnya tak mampu berkata-kata selain, "Di-dia seorang masokis!" kata Muffy bergetar sambil berjalan mundur.
Masokis adalah gangguan kejiwaan yang menyebabkan penderitanya merasa tak apa apa atau malah senang meski di perlakukan tak baik (misalnya dipukul, tampar, dll).
Pip!
Bunyi klakson bus menyadarkan mereka berdua dari pertarungan sengit antara Muffy, dan Mexim.
Bayangkan saja Muffy sebagai seorang yang melakukan pertahanan pada dirinya, sedangkan Mexim sebagai seorang penyerang, maksudnya adalah Muffy berusaha melindungi dirinya dari serangan mesum Mexim.
Ceklek!
Mereka mengambil foto Mexim saat dia belum mengancing kancing kemejanya.
Masalahnya bukan hanya para remaja yang tergoda, tapi para orang dewasa, hingga orang yang sudah berusia lanjut, gila bukan?
Mexim tampak tidak peduli dengan mereka. Dia hanya peduli pada calon ibu dari anak-anaknya kelak.
Buru-buru Muffy menaiki bus itu. Tidak ada bangku yang kosong, jadi Muffy hanya bisa berdiri.
"Kakak duduklah di sini biar aku berdiri saja." Tawar seorang siswi SMA lain.
Muffy menunjuk dirinya, apakah anak itu menawarinya tempat duduk sungguh mulia kebaikannya, kagum Muffy.
"Jangan! Anak muda duduklah di sini!"
Muffy nampak susah memilih sekarang. Dia harus duduk di tempat duduk anak SMA itu, ataukah dia duduk di tempat wanita paruh baya itu.
Mereka mendekat ke arahnya. Muffy tersenyum senang.
Ternyata oh ternyata bukan Muffy yang ditawari, tapi orang lain.
Dan orang itu adalah Mexim yang masih mengikutinya, buktinya dia sudah mengekor di belakangnya. Muffy nampak tersenyum kaku.
Dia menoleh ke belakang dengan raut wajah horrornya pada Mexim.
__ADS_1
Dia merasa seperti bayangan yang di mana orang tidak peduli dengan keberadaannya. Lebih tepatnya dia seperti korban PHP.
"Ku pikir nenek lebih baik duduk, sebab sangat tidak sopan bagi saya duduk sedangkan wanita yang lebih tua berdiri. Dan juga biarkan kekasih saya duduk di sini." Sopan Mexim sambil mengedipkan satu matanya ke arah wanita paruh baya itu.
Hebatnya dia bisa membuat seorang wanita paruh baya itu terjerat pesonanya, buktinya wanita paruh baya itu tak henti memegang wajahnya yang memerah, kembali muda kayaknya.
Mexim membiarkan tuan putrinya duduk, dan dia berdiri.
"Terima kasih, nona!" Kata Mexim berterima kasih pada siswi SMA lain itu.
Muffy yang benar-benar merasa tidak enak. Siswi SMA itu lebih tepatnya yang lainnya memberinya tatapan mencemooh padanya seolah dia adalah kekasih Mexim, padahal kenyataan mereka tidak memiliki hubungan apa pun.
Bagi Muffy seorang Mexim sedang menantangnya sekarang.
Lebih baik dia berdiri saja. Saat dia berdiri Mexim menahan bahunya untuk tidak berdiri, dan tak pernah hilang senyum diwajahnya saat menatap Muffy.
"Tidak sayang!" Tolak Mexim halus.
Muffy melongo kata sayang membuatnya merinding.
Pikiran negatifnya tak pernah hilang, sepertinya Mexim salah orang memanggilnya dengan sebutan sayang. Apakah orang ini sebegitu benci padanya?
"Apakah dia seorang model? Tampan sekali!" Takjub siswi SMA yang berada di bus ini sambil mengeluh-eluhkan ketampanan Mexim.
"Tidak dia seperti seorang atlet! Tidakkah kau lihat otot perutnya itu!" Balas siswi SMA itu menelan ludah susah payah.
Muffy mendengar kata otot perut. Dia benar-benar melupakan Mexim yang masih belum mengancing kemejanya.
Muffy menggeleng-gelengkan kepalanya kuat, apakah dia tak punya malu sama sekali. Dengan amat terpaksa dia mengancingkan kemeja Mexim. Ingat ini, Muffy menunjukkan raut wajah tanpa ekspresi, datar.
Mexim nampak kaget dengan perlakuan Muffy, apakah dia sedang berakting menjadi istri yang baik sekarang?
Mexim benar-benar menyukainya. Entah kenapa Muffy bisa mendengar kata hati Mexim.
"Jangan salah paham, aku lakukan ini karena kau bisa masuk angin nanti." Kata Muffy tenang, berhenti merusak mata orang, dan aku yakin kau itu tidaklah waras! gerutu Muffy dalam hati.
"Kau sebegitunya mengkhawatirkanku? Kau membuatku terharu! Aku mencintaimu!" Balas Mexim sambil menyeka air mata haru, padahal hanya ada tai mata saja. Dia sekali lagi salah paham bukan itu maksud Muffy sebenarnya.
"Rasanya aku ingin kembali muda. Andaikan aku diposisi anak gadis itu." Ucap wanita paruh baya itu menatap manisnya Mexim, ingat bukan Muffy.
***
Muffy sudah berada di depan rumahnya sekarang, dan Mexim masih mengekorinya. Apakah dia gila?
Kenapa dia tak pulang ke rumahnya saja. Muffy mencoba menoleh walau lehernya terasa kaku. Mexim tersenyum kepadanya,
"Bisakah aku berkunjung ke rumahmu? Lebih tepatnya mengunjungi calon mertua." Tanya Mexim sambil menunjukkan jempolnya, dan menunjukkan gigi putihnya yang rapi.
Dia berhasil membuat Muffy melongo mulutnya sekarang berbentuk O sempurna. Mexim mencoba menyadarkan Muffy dengan mencubit pipinya,
"Kau tidak bermimpi sekarang!" Kata Mexim.
__ADS_1
Muffy tersadar dari keterkagetannya. "A-apa?" Ucap Muffy sambil terbata-bata.