CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 13- = TERBONGKAR


__ADS_3

-Negara K-


Pesawat Jet mewah mendarat di landasan pribadi, seorang pria turun dan berpindah menaiki helikopter.


Malam yang dingin dengan angin yang berhembus kencang semakin membuat hati seorang lelaki merasa sepi.


Tibalah heli itu mendarat di atap rumah megah bercorak eropa.


Seorang laki-laki dengan badan proporsional dan atletis turun dari heli tersebut.


Badannya yang tinggi membuat langkah kakinya begitu cepat, di belakangnya seorang asissten pribadi mengikuti kemana boss nya pergi.


"Amber cari informasi sebanyak-banyak nya tentang gadis itu."


"Dan juga cari tahu isi perjanjiannya dengan Jordan."


"Tapi Mateen..."


"Amber, aku tidak ingin berdebat !!!"


"Kau tahu aku tak pernah sekalipun merasakan apa itu mencintai hingga aku bertemu gadis itu."


Mateen melangkahkan kaki nya dengan cepat, Amber berhenti dan melihat Mateen dari belakang. Tatapannya penuh dengan rasa prihatin.


"Ini pertama kali nya kau mencintai seorang wanita, namun kenapa bisa serumit ini."


"Ya Tuhan aku inginkan yang terbaik untuk nya, aku tidak ingin dia merasakan pahit nya cinta seperti apa yang telah ku rasakan."


Amber masih terdiam memandangi Mateen yang kian menghilang.


Tanpa sadar air matanya jatuh berlinang.


"Aku akan membuat gadis itu menjadi milikmu Mateen."


Amber melangkah dan menyeka air matanya.


Mateen duduk di meja kantor nya, dia terlihat sibuk melihat beberapa dokumen yang Amber berikan.


Kini Mateen mengerti jalan cerita yang di buat gadis itu.


Amber sangat pintar mencari informasi bahkan dia bisa berubah menjadi lebih kejam ketika mencari informasi.


"Amber besok ini, aturlah agar aku bisa bertemu dengan Jordan."


"Kau ingin menemui nya sebagai rekan bisnis atau...?"


"Sampaikan pesanku padanya..."


"Aturan -mata hati- untuk seorang samurai."


"Seorang samurai tidak melihat samurai dengan mata, melainkan pikiran."


Mateen dan Jordan sama-sama seorang mafia namun Mateen tidak berminat untuk terus berada dalam lingkaran hitam itu.


Mateen ingin hidup lebih damai namun dia juga bisa berubah menjadi sangat kejam.


Sebelum Jordan menjadi mafia nomer 1 Mateen lebih dulu di kenal sebagai Manusia Seribu Pedang atau kadang dia pun dijuluki Tangan Dewa yang bisa menggunakan segala senjata.


Konon ketika perang besar hanya dengan sebuah samurai Mateen bisa membunuh musuh-musuhnya yang berjumlah ratusan.


Begitu juga Jordan yang telah menjadi mafia nomer 1, masa lalu nya tak kalah dengan Mateen.


"Baiklah Mateen..."


"Aku akan menyampaikan pesan ini padanya."


Amber berjalan keluar dan dia merasa Mateen akan benar-benar serius dengan gadis itu.


.


.


.


.


-Keesokan Harinya-


Jordan tengah mandi, sedang Luna menyiapkan baju yang akan Jordan kenakan ke kantor.


Tiba-tiba Jordan yang sudah selesai mandi memeluk Luna dari belakang.


"Aku sangat suka memelukmu dari belakang."

__ADS_1


"Apa kau juga menyukainya?"


"Sa-saya juga senang tapi jangan terlalu sering tuan, itu seperti nya tidak baik untuk jantung saya."


"Kenapa dengan jantungmu?"


"Apa kau sakit?"


Jordan dengan cepat memutar badan Luna dia meraba kesana kemari, merasa sangat khawatir.


"Bu-bukan itu maksud saya tuan, maksud saya setiap kali anda tiba-tiba memeluk saya dari belakang, saya merasa kaget, dan membuat jantung saya seperti akan jatuh."


"HA-HA-HA-HHAAA...!!!"


Jordan tertawa terbahak-bahak.


Tangan kiri nya berkacak pinggang, dan dia masih memakai handuk yang di lilit di pinggangnya.


"Kau sangat manis."


Jordan mencubit hidung gadis itu.


"Mana bajuku, aku akan ke kantor menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat, kuusahakan untuk pulang lebih sore, aku tahu kau akan merindukanku."


Jordan memakai kemeja biru donkernya.


Badan nya yang berotot dan ideal membuat Luna terpana.


Luna sudah menyiapkan sarapan untuk Jordan, kini dia siap untuk pergi ke kantor, Luna berjalan mengikuti Jordan.


Lorez datang dan membisikkan sesuatu.


Jordan hanya diam dan memandangi Luna.


"Freya bantu Luna berhias, bawa Luna ke Bluesky."


Freya menggangguk tanda mengerti.


Mobil Jordan melaju meninggalkan mansion.


Luna yang tak mengerti kenapa harus berdandan hanya pasrah, dia merasa seperti boneka kayu yang diatur sang pemain kesana kemari, merasa tidak memiliki kebebasan sama sekali, sepanjang waktu dia hanya melamun.


"Nona, kita akan menyusul tuan Jordan."


Luna masih diam dan menurut, dia seperti manusia yang tak memiliki nyawa nya sendiri.


.


.


.


.


-Bluesky-


Jordan duduk dengan menyilangkan kakinya, di depan seorang laki-laki tampan yang berkharisma dialah Mateen.


Mateen pun tersenyum.


"Jadi, kau Tangan Dewa atau Manusia Seribu Pedang ?"


Jordan mengeluarkan rokoknya, dan Lorez memantikkan api.


"Tuan Jordan..."


Sebelum Amber melanjutkan kalimatnya, Mateen menahan Amber dengan tangannya, mengangkat nya sedikit, Amber berdiri tepat di samping Mateen.


"Mari kita buat kesepakatan."


"Aku menginginkan gadis itu."


Mateen berbicara dengan tenang.


"HA-HA-HAA-HAA... !!!"


"Akhir-akhir ini aku dibuat tertawa..."


"Beberapa orang bodoh datang menemuiku."


"Seorang gadis bersujud di kakiku meminta belas kasihanku untuk menolongnya dari si tua bangka."


"Dan 1 nya lagi seorang mafia yg mulai mengusik kehidupanku ."

__ADS_1


Mateen kesal dengan Jordan yang menganggap Luna adalah gadis bodoh yang sekedar untuk dipermainkan.


"Aku tahu, kau membuat perjanjian dengan gadis itu."


"Mari kita negosiasi, aku menginginkan gadis itu dan akan ku berikan kota emas padamu."


Amber yang mendengar itu pun terkejut, karena dari awal Mateen tidak pernah memberitahukan rencananya.


Kota emas adalah salah 1 kota milik Mateen.


Kota itu terdapat banyak kasino, hotel, bahkan pariwisata yang ramai.


Pemasukan kota emas tidak pernah main-main.


Bahkan mengalahkan pendapatan suatu negara.


"Aku tidak berniat menukar gadis itu dengan apapun."


Jordan memancing Mateen.


Luna yang sudah sampai mendengar semua pembicaraan mereka.


Ada rasa sakit di hatinya.


Dia merasa hanya sebatas barang taruhan.


Luna melangkah dengan pelan.


Mateen terkejut Luna datang begitu cantik.


Jordan membuang rokoknya, mengisyaratkan Luna untuk duduk di sampingnya, tangan kirinya merangkul pundak Luna, sesekali membelai rambut gadis itu. Semua orang pasti terpukau dengan kecantikan Luna.


Kini Jordan tidak mempermasalahkan pakaian Luna karena Freya memberikan pakaian yang tidak terlalu terbuka. Short dress dengan lengan seperempat.


Namun bahu Luna tetap terlihat, begitu mulus dan indah.


"Apakah aku harus mengingatkanmu sesuatu ?"


"Apa tujuanmu menjadi mafia nomer 1?"


"Bagaimana jika aku menemukan gadis kecilmu?"


Jordan secepat kilat berdiri dan menarik baju Mateen.


Para pengawal berdatangan dan siaga disamping bos mereka masing-masing.


"Apa kau menguji kesabaranku !!!"


Jordan berteriak hingga menggema.


"Berikan gadis itu dan Amber akan menemukannya untukmu."


"Kau pasti tahu julukan Dewi Dunia, dia adalah Amber."


Jordan melepaskan cengkramannya.


"Waktu mu 1 minggu."


"Nikmatilah perbincangan kalian."


Jordan berlalu dan Lorez memgisyaratkan pengawal-pengawalnya untuk meninggalkan mereka


"Nona Freya bisa tinggalkan kami sebentar?"


"Tenang saja, aku tidak akan menyulitkanmu, Luna tidak akan ku bawa kabur."


Kemudian Freya pergi sedikit menjauh.


Amber pun juga menjauh dari Mateen dan Luna.


"Dengarkan aku Luna..."


"Aku tahu identitasmu yang sebenarnya..."


"Apa kau tahu betapa kejamnya Jordan ?"


"Bahkan dia tak kenal ampun meski terhadap wanita, apalagi kepada orang yang berani membohonginya."


.


.


.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2