CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 43- = SAH SUAMI ISTRI


__ADS_3

Lorez serta Freya sudah siap dengan segala berkas dan juga peralatan yang akan di gunakan Jordan untuk video conference.


Sesaat yang lalu Jordan meminta Freya membuat pengumumun untuk seluruh pegawai perusahaan, setelah makan siang semua karyawan berkumpul di departemen masing-masing untuk melakukan meeting.


Para karyawan mendadak takut dan terkejut karena ini kali pertamanya Presdir mengajak seluruh karyawan untuk ikut meeting.


Apalagi setelah kejadian para karyawan membully Nyonya Presdir.


Mereka semua bertanya-tanya apakah, apakah mereka semua akan terkena imbasnya, dan semua bahkan tak mampu membayangkan kengerian seorang Jordan menghukum para pembully.


"Semua sudah berkumpul di departmen masing-masing Tuan."


Freya selesai menyambungkan laptop milik Jordan untuk video conference ke masing-masing departemen dan Freya mundur berdiri disamping Lorez yang juga sudah berdiri di samping kiri Jordan, yang sedang duduk.


"Semuanya, saya tidak akan basa-basi, pemberitahuan ini saya buat sesingkat mungkin, dan semua harus memperhatikannya, saya tidak suka jika ada kesalahan yang membuat saya marah lagi."


Rossalia yang sudah selesai membersihkan dirinya, dan memakai gaun pendek selutut berwarna merah muda dengan hiasan bunga-bunga yang cantik dan batu swarovski yang indah, keluar dari kamar dan berjalan perlahan mendekati Jordan.


"Sayang duduklah."


Jordan berdiri dari kursi besar nya dan menuntun Rossalia untuk duduk.


"Untuk semua karyawan, seperti kalian tahu perusahaan ini bernama Rossalia, kini saya memperkenalkan pemilik perusahaan ini, dialah Rossalia, untuk kedepannya kalian harus menghormatinya, setiap kata dan kalimat darinya sama seperti perintah dari ku."


"Jangan ada kesalahan yang sama lagi."


"Pengumuman ini selesai, silahkan semuanya kembali bekerja."


Seketika itu Jordan mematikan laptopnya, pertanda itu adalah peringatan keras darinya untuk semua pegawai.


"Ayo sayang ikut denganku."


Jordan mengulurkan tangannya dan Rossalia menerima itu, kini mereka duduk di sofa besar.


Lorez dan Freya pun juga berada di samping mereka.


Tak berapa lama pintu di ketuk, dan Sean mengantarkan para pria ber jas masuk ke ruangan Jordan, sekitar ada 4 orang laki-laki, dan mereka duduk di sofa berhadapan dengan Rossalia serta Jordan.


"Sayang mereka adalah pengacara yang akan membantumu menjelaskan semua berkas-berkas ini."


"Kalian bisa memulainya."


Jordan memberikan instruksinya.


"Perkenalkan Nona Rossalia, kami adalah pengacara yang di tugaskan untuk membantu anda jika Tuan Jordan suatu hari nanti menyakiti anda, kami adalah pengacara berlisensi luar negeri, dalam arti kredibilitas kami ada di peringkat kelas A."


"Nona kami bertugas melindungi anda dan siap melawan Tuan Jordan jika suatu hari nanti Tuan Jordan melanggar hak asasi anda, ataupun mengambil kembali aset-aset yang telah beliau berikan kepada anda."


"Di sini ada beberapa berkas-berkas kekayaan anda, Tuan Jordan sudah memilihkan aset-aset untuk anda, kepemilikian aset-aset tersebut masih atas nama Tuan Jordan, kami membutuhkan tanda tangan anda untuk mengubahnya mennjadi atas nama anda."


"Sekarang kekayaan yang anda miliki ada di bidang properti, seperti hotel, apartemen, serta hunian real estate, lalu ada kepemilikian saham sebesar 20% di pertambangan Negara K, kemudian anda juga memiliki 50% saham di perusahaan Rossalia Grup.

__ADS_1


"Ada 1 lagi Nona, anda juga menjadi Ketua Yayasan di Panti Asuhan Mutiara Hidup."


"Apakah ada yang ingin anda tanyakan Nona?"


Rossalia tak percaya dengan apa yang ia dengar, ia masih saja mengira sedang ada dalam mimpi indahnya, bertemu dengan kekasihnya, berlibur di negara yang indah, dan sekarang menjadi wanita kaya.


Bahkan Panti Asuhan tempat bernaungnya dulu pun tak luput dari pemberian Jordan untuknya.


"Seperti nya, ini terlalu berlebihan, aku tidak membutuhkan semua itu."


Rossalia belum selesai dengan kalimatnya.


"Kau butuh itu."


"Semuanya milikmu."


"Aku memilihkanmu pengacara terbaik, mereka akan melawanku jika suatu hari aku menyakitimu."


Jordan menekankan kalimatnya dan jangan ada pembantahan.


"Nona, dan Tuan Jordan juga sudah mendaftarkan nama anda untuk melakukan pernikahan, jadi anda harus menanda tangani surat-surat ini agar anda sah menjadi istri Tuan Jordan."


"Tapi untuk yang ini anda bisa menolaknya jika anda merasa masih perlu waktu untuk berfikir."


"Aku bersedia."


Rossalia mengatakannya dengan cepat.


Jordan yang sebenarnya sudah tahu akan di tolak seketika terkejut, dan menoleh pada Rossalia.


"Ku kira kau akan menolaknya untuk yang ini."


Jordan masih tak percaya.


"Aku percaya padamu, aku melewati banyak sekali fase dimana aku menjadi orang lain saat bersamamu dan saat aku menjadi diriku, aku tahu kau hanya akan mencintaiku."


Rossalia tersenyum pada Jordan.


"Dimana saya harus tanda tangan."


Pengacara menyodorkan semua berkas untuk di tanda tangani Rossalia.


Jordan masih merasa dirinya bermimpi, tentang bagaimana Rossalia memaafkannya, kemudian ia melakukan kemesraannya dengan Rossalia dan tentang Rossalia mau menikahinya.


Jordan merasa ia mendapatkan banyak Jackpot.


Rossalia menggenggam tangan Jordan, menyadarkan Jordan dari lamunannya.


"Aku percaya padamu."


Sekali lagi Rossalia meyakinkan Jordan bahwa ini semua adalah nyata.

__ADS_1


Jordan memeluk Rossalia dengan rasa haru, kesekian kalinya pria angkuh dan dingin itu menangis untuk Rossalia.


Kali ini karena ia masih tak percaya Rossalia akan menjadi istrinya.


13 tahun penantiannya, depresi, bahkan menjadi lelaki paranoid, belum lagi melewati drama yang panjang dengan Rossalia, bahkan Jordan masih tak bisa memaafkan dirinya sendiri, namun Rossalia dengan kelembutan hatinya memberikannya kesempatan serta memberikannya maaf, kini Rossalia telah memberikan semuanya untuk Jordan.


Ya,akhirnya Rosaalia akan menjadi istrinya, yang akan menemaninya untuk selamanya.


"Aku tidak akan pernah mengecawakanmu."


Jordan mencium kening Rossalia.


"Maafkan aku melamarmu dengan seperti ini, namun aku ingin mengikatmu terlebih dahulu, agar kau tak bisa meninggalkanku lagi, setelah semua yang telah kita lakukan tadi siang aku semakin tak rela kehilangan dirimu."


"Percayalah, aku akan memberikanmu pesta pernikahan terbaik."


Kemudian Rossalia menggelengkan kepalanya.


"Seharusnya itu adalah kalimatku, aku yang seharusnya takut karena aku seorang wanita, telah memberikan semuanya padamu, dan aku mohon jangan bahas di sini, ini memalukan."


"Dan lagi aku tidak membutuhkan pesta besar."


Kini Rossalia bukan lagi seorang gadis, ia telah menjadi wanita yang sempurna, Jordan mengubahnya dengan gentle, dan dengan sentuhan lembutnya, bukan dengan paksaan, atau dengan nafsu bir*hi yang kasar.


Kemantapannya menerima Jordan bukan karena aset yang telah di berikan kepadanya namun karena memang Jordan lah pengisi hati nya sejak ia masih kecil, Jordan lah yang selalu ada di sampingnya, selalu menjadi penolongnya, dan satu-satunya yang ia harapkan untuk terus menemaninya.


Kegundahan Rossalia akan sikap Jordan yang dulu pernah menyiksanya tak lagi ia rasakan.


Ya, karena perubahan sikap Jordan memang dirasakan Rossalia.


Ketika Rossalia menjadi Luna, dan ketika Rossalia menjadi dirinya sendiri.


Ada 2 sikap di dalam 1 tubuh, ada 2 perilaku berbeda di dalam 1 tubuh, dan mungkin memang alam bawah sadar Jordan sebenarnya telah merasakan bahwa Luna adalah Rossalia sehingga sikap lembutnya hadir untuk Luna namun ia tak mau menodai hatinya yang hanya berlabuh untuk Rossalia.


Jordan yang sekarang adalah Jordan dimasa kecil Rossalia, sangat lembut, penyayang, sabar, dan menjaga nya dengan baik.


Rossalia tak lagi takut, bahkan tak lagi seperti orang asing.


Lorez dan Freya pun menyambut baik, akan ada perubahan pada diri Jordan yang berdampak lebih baik, dan itu akan membuat mereka lebih mudah dalam bekerja.


Akhir-akhir ini mereka seperti hidup tenang seperti layaknya bekerja dengan manusia normal, dan itu berkat Rossalia.


Meski ketika mood Jordan memburuk namun tak seburuk saat sebelum Rossalia hadir.


Rossalia mampu mengubah Jordan yang angkuh dan dingin menjadi sosok yang hangat, serta Jordan mau tersenyum lagi, yang mengagetkan ia juga mulai bernyanyi.


.


.


.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2