CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 52- = KEBAKARAN MANSION


__ADS_3

Melihat istrinya yang pergi meninggalkan kantor dengan menangis, Jordan berbalik arah, dengan langkah panjang dan emosi yang memuncak, ia mencengkram rahang Angela dengan kuat hingga wanita itu merasakan ada yang patah di salah satu rahangnya.


"Wanita j*lang...!!!"


"Ini kah yang kau rencanakan!!!"


Jordan lepas kendali, emosi nya sangat labil.


Lorez yang baru saja tiba mencoba menenangkan tuannya, ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi, mengapa Angela dalam kondisi tel*njang.


"Tuan tenanglah, akan rumit jika anda menyakiti Nona Angela."


"Para tetua organisasi akan mempersulit kita."


Jordan melepaskan Angela yang rahangnya sedikit bergeser, wanita itu kesakitan. Lorez melepaskan jas nya dan melemparkan ke arah Angela menutupi tubuh gadis itu yang telanj*ng.


"Urus wanita ini, jika perlu bunuh dia."


Jordan melangkah pergi meninggalkan Lorez serta Angela yang kesakitan tak berani memegang wajahnya, wanita itu menangis tak bersuara.


Kedua tangannya menyangga tubuhnya yang lunglai di lantai kantor Jordan.


Jordan dalam perjalanan menuju Mansion, pria itu merasa ada yang salah, banyak sekali mobil-mobil pemadam kebakaran dan banyak lautan manusia, petugas lalu lintas memberikan jalan untuk Jordan.


Pria itu merasakan mual karena kegugupannya dan rasa khawatir yang tinggi mulai menyelimuti tubuhnya, dari kejauhan terlihat mansion telah mengepulkan asap pekat hitam yang tebal, kemudian ponsel nya berdering ia dikejutkan, bahwa telah terjadi kebakaran di mansion.


Mobil sport Jordan melaju dengan cepat memasuki halaman mansion, terlihat sangat banyak pemadam kebakaran memenuhi mansion dan para kepolisian yang mengamankan.


Api menjalar dengan cepat dan besar, para petugas pemadam kebakaran menyelamatkan 1 per 1 orang yang masih terjebak di dalam mansion.


Indra ke enam Jordan memberikan peringatan.


Pria itu keluar dari mobil sportnya, mencoba memahami apa yang terjadi, ia berjalan perlahan menyadari wajah-wajah yang ia kenal.


Koki Garven duduk di tepi jalan taman l, dengan wajah hampa memandangi panci yang di bawannya, wajah dan bajunya yang putih terlihat menghitam.


Lolita berdiri berpelukan dengan para pelayan-pelayan lainnya.


Tak berapa lama seorang pemadam kebakaran keluar dari mansion menyelamatkan Paman Lee.


"Rossalia..." Jordan berkata pelan untuk dirinya sendiri.


"Dimana Rossalia Paman Lee !!!"


Jordan mencengkram kerah Paman Lee.


"Dimana Rossalia? Dimana istriku !!!"


"Saya sudah mencari nya Tuan, sampai para petugas juga membantu di dalam api yang berkobar... tetapi..."


Paman Lee menggelengkan kepalanya lesu.


Jordan melepaskan cengkramannya, dan berjalan mundur tak percaya dengan kalimat Paman Lee, pria itu linglung.


"Aku harus mencarinya."


Badan Jordan gemetar tak bisa berfikir lagi.


"Api menjalar dengan cepat Tuan, bangunan yang roboh membuatnya makin memperbesar api."


"Nona Rossalia ada di kamarnya saat kebakaran itu terjadi, dan kebakaran di mulai dari lantai atas."


Paman Lee menyeka wajahnya dengan sapu tangan yang sudah berubah warna menjadi hitam.


Jordan kebingungan dan kehilangan arah, tubuhnya terasa sangat aneh, ia merasa di serbu oleh ribuan jarum yang menusukinya.


Lemah, tak berdaya, dan sakit di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


"Tidak... Aku... Tidak !!!"


"Istri ku pasti ada di suatu tempat, ia menungguku menyelamatkannya, aku harus mencarinya."


"Tuan Jordan..."


"Tunggu !!!"


"Anda tidak boleh masuk..."


"Terlalu berbahaya, sebentar lagi seluruh bangunan akan roboh."


Paman Lee meraih lengan Jordan."


Jordan menepis dengan tidak sabar, ia meraung memanggil Rossalia, langkahnya penuh mantap.


Paman Lee melemparkan tubuhnya yang ringan menahan kekuatan Jordan yang sekuat baja dan kawat.


"Siapa saja bantu aku menghentikannya."


Paman Lee berteriak.


"Tuan Jordan ingin masuk ke dalam api."


Jordan geram, marah, dan mendorong Paman Lee namun tangan-tangan lainnya menahan tubuh Jordan.


Mereka mendorong tubuh kekar itu ke tanah, dan pria itu memaki berusaha melepaskan dirinya dari tangan-tangan yang seperti merantainya.


Jordan mengamuk, seperti berkelahi dengan binantang.


Dari jauh Dokter Imanuel datang.


"Jordan.. Ya Tuhan..."


"Ada apa dengannya..."


Dokter Imanuel menahan tubuh Jordan yang masih meraung-raung seperti orang gila.


Paman Lee menyeka pelipis nya yang berkeringat


"Apa !!!"


"Ya Tuhan, Rossalia sedang hamil !!!"


Jordan seketika diam, matanya terbelalak, dengan sekuat tenaga mendorong semua orang yang sedang lengah terkejut karena perkataan Dokter Imanuel.


"Apa kau bilang !!!"


Jordan meraih kerah Dokter Imanuel.


"Rossalia mengandung anakku?"


"Ya, anak kembar !!!"


"Bukankah dia datang ke kantor mu tadi?"


"Bangs*t kalian semua !!!"


"Kenapa kalian mencegah ku masuk untuk menolong istri dan anakku !!!"


Semua terkejut Rossalia sedang hamil, bahkan Paman Lee mematung.


Brida datang dari kejauhan membawa pupuk organik di tangan kanannya.


Melihat mansion yang sudah roboh dan semua orang sudah di halaman terlihat kotor, ia kemudian mendekati Dokter Imanuel.


"Ya Tuhan, jangan katakan Nona Rossalia masih ada di dalam."

__ADS_1


Brida menangis, pupuk itu terjatuh, ia menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Istriku..."


"Anak-anakku..."


Jordan kembali menggila, ia berlari menuju kobaran api, namun Dokter Imanuel menarik tubuhnya, memukulnya dengan keras.


Jordan ambruk kemudian Dokter Imanuel menyuntikkan obat penenang, ia mengerang pelan dan terjerumus dalam kegelapan.


.


.


.


- beberapa jam lalu, sebelum kebarakan di mulai -


"Brida terimakasih sudah mengantarku."


Rossalia berjalan di papah oleh Brida, tubuh nya lemah dan tak bertenaga.


"Sudah menjadi tugas saya."


"Nona jangan terlalu banyak memikirkan sesuatu. Anda harus ingat, jika anda stress maka bayinya juga ikut merasakan."


"Brida belilah pupuk organik, nanti sore aku ingin menanam bibit yang kemarin kita beli, aku takut bibit itu akan busuk."


Rossalia terlihat lemas, ia menekan pelipisnya dan dahinya, merasakan pusing.


"Tapi anda harus istirahat Nona."


"Yang penting kau carikan saja, aku akan lebih tenang."


"Baik Nona, saya permisi."


Paman Lee datang dengan tergesa-gesa menyambut Rossalia, ia tak tahu Rossalia keluar, dan sekarang kembali dengan wajah yang pucat, merasa khawatir dan penuh tanya sebenaranya apa yang sudah terjadi.


"Paman Lee, saya butuh istirahat jangan ada yang mengganggu saya."


Rossalia berjalan menuju kamarnya sendirian.


"Baik Nona."


Di dalam kamar Rossalia berbaring karena tubuhnya sangat letih.


Tiba-tiba ia mencium sesuatu.


"Minyak?"


"Kenapa ada minyak?"


"-Duuaarrr- !!!"


Rossalia terperanjat, ada ledakan di kamar mandinya, ia berjalan melihat, api sudah melalap segian kamar mandi, kemungkinan berasal dari water heater yang tadi meledak dan percikan api merambat karena ada minyak.


"Ya Tuhan, banyak minyak, apakah ada yang ingin membunuhku !!!"


Rossalia menutup hidungnya.


"Mengapa Alarm kebakaran tidak ada yang berbunyi !!!"


"Aku harus cepat keluar, api nya cepat sekali menjalar !!!"


Rossalia panik ia berbalik namun ada banyak laki-laki yang menutup wajah mereka dengan topeng berdiri menghadang, dari belakang ada seorang lagi yang membius Rossalia, membuatnya pingsan tak sadar.


.

__ADS_1


.


-Bersambung-


__ADS_2