
Perjalanam menuju Kota S berlangsung tak sampai 2 jam, dan mereka telah sampai di atap sebuah bangunan yang mewah. Terlihat para wartawan telah berkerumun.
Namun Jordan meminta para pengawal untuk memberikan jalan tanpa wawancara.
Rossalia melihat sekilas bangunan yang mewah, terlihat banyak lampu yang menyala, sejauh mata memandang semua terlihat megah.
Rossalia hanya menyimpulkan dalam hatinya, seperti kota di dalam kota.
Mereka berjalan di apit dan dijaga oleh para pengawal.
Lorez memimpin mereka berjalan.
Sesampainya mereka masuk di dalam bangunan yang mewah bercorak eropa yang klasik di penuhi lampu-lampu kristal gantung yang besar, Rossalia berdecak kagum.
Bangunan yang besar dan di bagian tengah memiliki arsitektur berupa kubah besar dengan lampu hias yang tak kalah mewah.
"Kenapa semua serba mewah dan besar."
Rossalia mendongak kagum.
"Apa kau suka?"
Jordan tersenyum puas.
"Tidak ada wanita yang tidak menyukai kemewahan, namun ini terlalu mewah, membuat ku merinding."
Tangan Rossalia mengapit lengan Jordan semakin erat.
Freya serta Sean membuka acara, para pengunjung VIP sudah memenuhi ruangan megah itu, sedang para undangan pun sudah mulai memenuhi ruangan.
Terlihat di luar bangunan para pengunjung telah masuk menikmati wahana serta pasar malam yang telah di buka.
Banyaknya pengunjung tidak mengurangi keindahan serta kemewahan tempat itu.
Pasar malam penuh permainan serta penuh dengan jajanan.
Perumahan yang berjajar elit, minimarket yang tersebar di beberapa titik, wahana permainan yang banyak dan bervariasi.
Freya mempersilahkan Jordan untuk memberikan sambutan.
Pria itu menggandeng dan berjalan pelan dengan istrinya.
"Terimakasih semua sudah datang di Peresmian Proyek Rossalia Grup."
"Terdapat wahana bermain yang lengkap, Apartement mewah, perumahan mewah atau perumahan menengah dan kelas paling terjangkau untuk para masyarakat yang kurang mampu semua dapat dimiliki."
"Tersedia juga minimarket serta mall yang mewah di beberapa titik, pasar malam yang akan selalu buka, dan bangunan untuk pendidikan yang lengkap, perpustakaan dengan fasilitas terbaik, sertamasih banyak lagi, proyek ini saya beri nama Galery Rossalia dan malam ini resmi di buka."
Penyambutan Jordan di sambut riuh tepuk tangan kemudian wine terangkat di tangan mereka.
"Malam ini juga akan menjadi pesta pernikahan untuk kami yang tertunda sangat lama."
"Istri saya adalah wanita yang luar biasa."
Jordan mencium kening istrinya di hadapan para tamu dan di sambut dengan tepuk tangan yang meriah.
Setelah penyambutan selesai Jordan turun menggandeng istrinya untuk melakukan konferensi pers di tempat yang lain.
Para wartawan telah menunggu, beberapa sudah memadati tempat duduk dan sebagian yang lain berdiri di paling belakang, banyak sekali lampu serta kamera, serta perekam suara.
Rossalia duduk mencengkram jas milik Jordan, pria itu tahu istrinya ketakutan melihat para wartawan.
"Tuan kami dari media lokal Mbc bagaimana perasaan anda saat ini setelah perusahaan telah kembali normal setelah banyak kekacauan yang terjadi yang ternyata di dalangi oleh musuh bisnis anda?"
Tanya seorang wartawan pria.
"Perasaaku katamu?"
Jordan menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.
__ADS_1
"Apa yang mngkin seorang pria rasakan saat istrinya nyaris meninggal?"
Jordan menggeggam tangan Rosaalia lembut dan menciumnya.
"Istriku... Dia... Dia hanya tau tentang mengurus suaminya, dia hanya tahu bagaimana mengurus orang lain, dan para pekerja di Mansion. Tapi dia ketakutan dan membutuhkan obat penenang serta obat tidur. Terkadang dia terus meracau semalaman."
Jordan berhenti sejenak, meredam amarah yang kembali bangkit mengingat bagaimana Rossalia terkadang masih bermimpi ketakutan dan mengigau kata "Jangan Edgar."
Kemudian Jordan melanjutkan kalimatnya.
"Perasaanku yang mana dan apa yang ingin kalian dengar? Istriku menempuh jalan yang berat denganku, sebagai istri pengusaha yang setiap saat harus siap mendapat teror dari pengusaha lain yang tidak puas. Pengorbanannya sangat besar hingga aku sendiri tidak sanggup menerima ketulusannya."
"Namun istriku berani, ia tetap mencintaiku dan berada di sampingku, untuk terus bersamaku melalui jalan yang tak mudah ini. Aku tidak bisa melindungi istriku yang baik, meski dia terlihat baik-baik saja tapi ia masih menggigil ketakutan."
Para wartawan terdiam, mereka merasa bersalah akan pemberitaan sebelumnya yang selalu menyudutkan Rossalia, tak ada satu pun wartawan yang berani bertanya lagi.
Wawancara Jordan menjadi trading topik di seluruh Negara K dan Kota S, bahkan internasional, karena Proyek besar Rossalia Grup mencakup kerjasama antar Internasional.
Proyek Mega Rossalia Grup telah selesai dan menjadi hadiah untuk Rossalia.
Malam yang indah serta cuaca yang mendukung.
Semua tamu dan pengunjung bahagia.
Telihat dua pasang sejoli berada di balkon yang mewah, melihat pemandangan yang ramai namun tak sedikit pun mendengar keramaian itu.
"Galery Rossalia" menjadi bukti nyata kecintaan Jordan pada istrinya.
Bangunan serba mewah, taman hiburan dan banyak lagi yang di buka untuk masyarakat umum.
"Apa kau suka?"
Kata Jordan memeluk istrinya dari belakang, menciumi telinga serta rambut Rossalia.
"Aku ingin menambahkan sesuatu, jika itu boleh."
Kata Rossalia.
Dagu Jordan bersandar di bahu istrinya.
"Aku ingin masyarakat semua kalangan dapat bersama-sama menikmati kesenangan itu."
Kata Rossalia
"Baiklah, setiap sabtu dan minggu masyarakat boleh masuk dengan gratis."
Jordan mencium pipi istrinya.
"Terimakasih sayang."
Rossalia berbalik dan mencium bibir Jordan.
"Sepertinya ini adalah ciuman inisiatif pertamamu selama aku menjadi suamimu?"
Jordan berfikir sejenak.
"Tidak ada salahnya membagi-bagikan uang untuk mereka yang miskin, aku mendapat ciuman dari istriku, bagaimana jika aku membagikan berlian pada mereka, apa istriku akan memberikan sesuatu yang lebih?"
Goda Jordan.
"Sisakan untuk anak kita."
Kata Rossalia, tangannya merangkul tengkuk leher suaminya.
"Hartaku sangat banyak meski seluruh Kota S ini ku beri makan tidak akan pernah habis sayang."
Bibir Jordan mencium mesra Rossalia sedikit lama, pria itu merasakan kesempurnaan kebahagiaan dalam hidupnya.
"Aku mencintaimu sayang."
__ADS_1
.
.
.
"Tuan Nona Rossalia pingsan."
Seorang instruktur Yoga berlari memanggil Jordan, ia ketakutan wajahnya pucat pasi, tubuhnya gemetar.
"Pingsan bagaimana?"
Jordan yang sedang berada di ruang baca dengan cepat bangkit dari kursi kebesarannya berlari menuju Ruang Yoga.
"Tidak tahu tuan, dari tadi saya bangunkan tidak menyahut."
Intrukstur itu ikut berlari di belakang Jordan.
Para pelayan pun ikut panik.
"Apa kau sudah bosan hidup, akan ku bunuh kau jika terjadi sesuatu pada istri dan anakku!!!"
Ancam Jordan.
Terlihat Rossalia yang sedang pada posisi Yoga, peregangan punggung, kakinya bersila diatas matras, kedua tangannya terulur kedepan diatas lantai, dadanya menempel pada lantai, namun ia memejamkan matanya.
Jordan berlari dan membalikkan tubuh istrinya hati-hati di pelukannya.
"Sayang?"
Kata Jordan menepuk pipi Rossalia.
"Ehhmm?"
Kata Rossalia membuka matanya perlahan.
"Bagaimana, apakah ada yang sakit?"
"Dimana yang sakit?"
"Bagaimana anak kita, apakah perutmu sakit?"
Kepanikan Jordan semakin menjadi ketika wajah Rossalia terlihat pucat.
"Apa aku tertidur?"
Rossalia menggosok matanya.
"Tertidur?"
Jordan mengulangi pertanyaan Rossalia.
"Gerakan Yoga ini enak sekali, punggungku seperti dipijat, aku jadi mengantuk dan tertidur."
Wajah polos tak berdosa Rossalia tersenyum.
Jordan menghela nafas panjangnya yang sedari tadi bahkan tak tahu bernafas atau tidakk, kemudian menjatuhkan tubuh berototnya di lantai.
Sang instruktur yang ketakutan lemas dan menjatuhkan tubuhnya.
Para pelayan pun ikut lemas dan menahan tawa mereka.
Rossalia yang hamil memang tingkahnya selalu membuat Jordan harus memiliki ekstra nyawa.
.
.
.
__ADS_1
TAMAT~