
Negara K -
Setelah menempuh perjalanan yang kurang lebih 3 hari Benni dan Jenni sudah sampai di Negara K. Mereka masih mencari penginapan murah untuk istirahat.
Benni yang baru pertama kali menginjakkan kaki nya di Negara K, ia takjub betapa mewah dan maju Negara ini.
Hari semakin siang, Ibu dan anak itu belum juga menemukan penginapan yang cocok, kebanyakan penginapan memiliki harga sewa yang tinggi.
Akhirnya mereka memilih untuk beristirahat terlebih dahulu dan mencari rumah makan yang murah, karena mereka sudah mulai kelelahan dan kelaparan.
Setelah mereka makan, dan ingin melanjutkan perjalanan Jenni melihat iklan di tempel pada pintu rumah makan, jika ada penginapan murah.
"Aaahhh...."
"Akhirnya dapat penginapan murah, aku bisa merebahkan diriku, sangat lelah, panas, dan ternyata Negara ini begitu luas."
Benni tidur di lantai yang dingin , Jenni mulai membereskan baju-baju mereka di almari.
"Tapi anakku, bagaimana kita tahu alamat Tuan kaya itu?"
"Tenang saja, aku sudah tahu dimana alamat kantornya, kau bilang namanya Jordan bukan?"
"Hari ini juga kita akan kesana."
"Jangan menunda waktu lagi."
"Tapi kita baru sampai, ibu sangat lelah."
"Apa kau mau kita miskin disini !!!"
"Apa kau bisa membayar sewa penginapan ini lebih lama lagi !!!"
Jenni hanya terdiam, benar juga yang Benni katakan, semakin cepat bertemu dengan Tuan kaya itu akan semakin cepat mendapatkan uang yang banyak.
Mereka mulai bersiap dan keluar dari penginapan, namun tak disangka justru bertemu dengan gadis yang mereka cari.
"Tak disangka Tuhan pun berpihak pada kita Ibu, lihatlah di seberang jalan itu, dandannya berubah menjadi gadis kaya, dan dia semakin memperlihatkan pesonannya, namun mata ku tak pernah salah."
"Ayo kita temui gadis itu !!!"
Benni berlari menyeberangi jalan yang cukup padat, ibunya mengikutinya dengan tergopoh-gopoh.
Luna keluar dari butik mewah, ia baru saja selesai melakukan fitting gaun.
Namun ketika Luna akan masuk ke dalam mobilnya ia terkejut tiba-tiba tangannya ditarik dengan kasar oleh seseorang dan laki-laki itu tersenyum sinis.
Wajah Luna menjadi pucat, Brida yang sedang membukakan pintu mobil dengan sigap menghalangi Benni.
"Hei Nona apa kau mengingatku?"
"Ibuku ingin bertemu denganmu..."
Jenni tersenyum sinis di belakang Benni, sambil mengambil nafas karena kelelahan mengejar Benni.
"Untuk apa kalian mencariku, bukankah kalian sudah mendapatkan banyak uang."
"Woohooww !!!"
"Beginikah kau menyambut kakak dan ibumu?"
"Apa kau lupa siapa yang menolong mu, dan merawatmu?"
Benni membelalakkan matanya, Brida menghalangi Benni untuk mendekati Luna.
__ADS_1
"Apa begini caramu berbakti pada ibumu?"
Jenni mulai kesal.
"Kau sebut dirimu Ibu?"
"Ketika kau menyiksaku."
"Ketika kau tak memberikanku makan."
"Ketika kau mengunciku di dalam ruangan berhari-hari hingga aku pingsan."
"Dan ketika kau memintaku untuk menjual badanku kepada Herder."
"Kau bahkan tidak pernah berperan sebagai ibuku."
Luna kian berani.
"Dasar kau gadis tidak tahu diuntung !!!"
"Menyesal aku merawatmu dan menolongmu ketika kau terdampar di pantai, mati saja kau !!!"
Kemarahan Jenni memuncak ingin menjambak Luna, namun Brida menghalanginya.
"Ya !!!"
"Bahkan jika Tuhan mengijinkanku, aku ingin mati saja !!!"
Suara Luna mulai bergetar, tenggorokannya tercekat sakit, Luna tidak bisa menahannya lagi dan menghapus air mata yang sudah mengalir, kemudian masuk ke dalam mobil, dia ingin segera mengakhiri perdebatan yang membuka luka nya kembali.
Brida memiting tangan Benni, membalikkan badan Benni dan mendorongnya jauh.
Benni kesakitan dan mengumpat kasar.
"Awas kau, akan ku bongkar semua kebohongan dan kebusukanmu."
"Dasar bodoh !!!"
"Lihat saja jika kau miskin dan melarat lagi."
Jenni dan Benni berteriak bersahut-sahutan seperti orang gila.
Mobil melaju memecah kepadatan jalan dan meninggalkan Ibu dan anak yang sedang berteriak-teriak memaki Luna.
Setelah beberapa menit mereka sampai di Mansion Mateen.
Badan Luna terasa lemas dan masih gemetar dengan hebat.
Brida memapah Luna turun menuju kamarnya.
Mateen yang sedang menerima telpon, karena kepanikannya melihat Luna seketika mematikannya dan menggendong gadis itu.
"Ada apa?"
Mateen merebahkan badan Luna di atas ranjangnya.
"Nona bertemu dengan ibu angkat dan kakak tirinya, mereka mengintimidasi Nona."
Brida menjelaskan.
"Tenanglah, aku disini dan akan selalu melindungimu."
Luna merasa aman di dalam pelukan Mateen.
"Para media akan datang nanti malam, apakah kau sudah selesai fitting gaunnya."
Mateen membelai kepala Luna dengan lembut, ia masih memeluk Luna.
__ADS_1
Brida meninggalkan mereka berdua di kamar.
Luna melepaskan pelukan Mateen.
"Sudah Tuan, nanti malam Nona,,, ehmmm,,, Tuan Alex akan membawanya kemari."
Mateen tertawa mendengar jawaban Luna.
"Panggil saja dia Alex, dia memang laki-laki namun jiwanya manis dan feminim."
"Kau akan sangat cantik dengan sentuhan tangannya, dunia akan terpesona denganmu."
.
.
.
.
- Perusahaan Rossalia Grup -
Jordan baru saja tiba di Negara K, ia harus cepat menuju kantornya, karena hari ada rapat penting.
Pria paling kejam ini tidak bisa marah dengan ayah angkatnya, meski ia lelah karena perjalanan itu di tempuh dengan waktu yang tidak sebentar, sedangkan di Negara J ternyata Peter baik-baik saja.
Peter hanya merindukan Jordan yang sudah lama tidak pulang, dan ia ingin memperkenalkan seorang wanita cantik namun Jordan mengacuhkan wanita itu.
Jordan yang merasa di bohongi merasa kesal, namun Peter tidak benar-benar membuat Jordan kesal, rasa sayang nya kepada Peter lebih besar dari kekesalannya.
Hanya sekitar 2 jam Jordan berada di Negara J dan kembali pulang ke Negara K.
Jordan memimpin Rapat terbatas tahunan para pemegang saham, kini saham kian menguat membuat Perusahaan Rossalia Grup yang menaungi banyak bidang menjadi perusahan terbesar di dunia.
Namun Jordan ingin melebarkan sayapnya di bagian kesehatan, membuat para pemegang saham keheranan.
Entah apa yang membuatnya ingin melakukan pelebaran sayap perusahaan untuk menguasai bidang kesehatan, yang sekarang perusahaan nomer 1 di bidang kesehatan adalah MATH GRUP.
Bahkan MATH GRUP adalah perusahaan nomer 1 bidang kesehatan yang membuat banyak obat-obatan terkenal, MATH GRUP dikenal sebagai perusahaan raksasa kesehatan terbesar di seluruh dunia.
Rapat di tutup dengan kalimat tegas Jordan, bahwa ia menantikan proyek-proyek besar, dan ide-ide brilian untuk melebarkan sayap di bidang kesehatan.
Jordan melangkahkan kakinya dengan cepat, aura pembunuh, angkuh, kejam dan dingin menyebar di seluruh lorong ruangan membuat para karyawan yang berpapasan ketakutan.
Freya lari dan menghentikan Langkah jordan
"Tuan, ibu angkat Luna dan Kakak tiri nya datang ke kantor."
Jordan tersenyum sinis, entah apa yang sedang ia pikirkan.
"Manusia-manusia rendahan yang ingin hidup enak tanpa mau bekerja."
"Suruh mereka masuk ruanganku, aku ingin memberi mereka pelajaran."
Jordan melangkah dengan gaya khasnya, memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya.
Jordan berada di dalam ruangannya memandangi gedung-gedung yang menjulang tinggi, namun tak setinggi dan sebesar gedung miliknya.
Pintu di ketuk, dan Lorez mempersilahkan kedua tamu itu masuk.
Benni takjub dengan ruangan Jordan yang luas dan mewah.
Berbeda dengan Jenni, dia justru takut apakah ini adalah ide yang baik.
.
.
__ADS_1
.
-Bersambung-