CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 69- = KEPULANGAN MATEEN


__ADS_3

Berita tentang Rossalia menyebar dengan cepat bagai virus yang merajai seluruh sistem, Negara K paling gencar menyiarkan tentang bagaimana seorang Rossalia menantang para Haters dan juga media.


Mateen yang mendengar dan melihatnya segera mengemasi seluruh barang-barangnya untuk kembali ke Negara K, dan saat itu juga Mateen pergi menggunakan jet pribadinya.


Angela yang bangun kesiangan mencari-cari Mateen, akhirnya ia bertanya pada para pelayan.


"Dimana Mateen?"


Tanya Angela.


"Tuan Mateen pulang ke Negara K Nona."


Kata salah 1 pelayan.


"Oh... Kenapa aku tidak tahu, apa karena aku terlalu nyenyak saat tidur hingga tidak mendengar Mateen mengetuk pintu?"


Angela bertanya kembali.


Para pelayan ragu menjawab.


"Em... Tadi setelah Tuan Mateen keluar dari ruang kantor, Tuan sangat buru-buru, bahkan membentak Alex, katanya terlalu lamban saat mengeluarkan mobil dari garasi, membuat Tuan Mateen memilih mengendarai mobilnya sendiri."


Angela merasa ada yang aneh ia mengecek ponselnya mencari tahu ada berita apa di perusahaan Math Grup.


Namun yang Angela dapat justru bukan tentang perusahaan Math Grup melainkan tranding topik berita tentang Rossalia.


"Pantas!!!"


Angela meremas ponselnya, kemudian ia kembali membuka ponselnya untuk mengecek jadwal penerbangan, dengan kesal wanita itu menuju kamarnya dan mengemas seluruh pakaian, setelah di rasa cukup Angela turun memanggil sopir.


"Antarkan aku ke bandara."


Kata Angela.


"Baik Nona."


Jawab sang sopir.


Angela menaiki pesawat tujuan Negara K, ia duduk sendiri melihat hamparan bangunan yang terlihat kecil, semakin lama pesawat semakin tinggi menembus awan-awan yang bergumul, hingga pesawat terbang mengudara di atas awan.


.


.


.


Mateen telah sampai di Luxury, para pelayan serta Amber menyambutnya.


Pria itu terlihat sedikit lelah.


"Istirahatlah dulu."


Kata Amber.


"Buatkan janji bertemu dengan Jordan hari ini juga."


Mateen memberi perintah dan duduk di sofa.


"Tapi kau baru sampai."


Jawab Amber.


"Tidak ada waktu, aku harus memastikannya secepat mungkin."


Mateen menatap Amber.


"Baiklah aku akan menghubungi Lorez."


Amber berlalu pergi.


Setelah beberapa menit Amber kembali dan memberitahukan pada Mateen jika Jordan setuju untuk bertemu.


Bluesky kembali menjadi tempat untuk mereka.


.

__ADS_1


.


.


-Perusahaan Rossalia Grup-


"Apakah masih ada pendemo di depan kantor?"


Tanya Jordan pada Freya.


"Masih Tuan, mereka menuntut anda mengganti rugi."


Kata Freya.


"Dasar bandit-bandit tidak tau diri, rakus, aku mengakuisisi mereka dengan 2 kali lipat harga saham mereka di pasar, bahkan membeli perusahaan non publik mereka dengan 3kali harga lebih tinggi. Setelah menjadi perusahaanku itu adalah hak ku, dan aku memilih menghancurkan perusahaan-perusahaan itu, tapi mereka tidak terima."


Jordan mulai kesal.


"Biarkan mereka kepanasan dan kelaparan, mereka tidak akan mendapatkan sepeser pun."


"Baik Tuan."


Jawab Freya.


"Tuan sepertinya kita harus bergegas menuju Bluesky, Amber sudah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menunggu anda."


Kata Lorez menyampaikan informasi pada Jordan.


"Baiklah, mari kita lihat untuk apa pria itu ingin bertemu."


Jordan melangkah kan kaki nya.


Malam setelah Jordan mabuk, Rossalia selalu menghindari Jordan, bahkan ketika pagi tiba Rossalia tidak menyiapkan sarapan, ia tidak memasak maupun mengantar Jordan sampai Lobby.


Sedangkan Jordan masih memilih untuk diam, membiarkan istrinya melakukan apa yang ia inginkan.


Mobil melaju menerobos jalanan ibu Kota Negara K dengan kecepatan normal, bayang-banyang pepohonan yang memberikan kesejukan di setiap pinggir jalanan terlihat berjajar.


Jordan melihat keluar jendela, ada perasaan hampa dalam hatinya.


Tak berapa lama mobil memasuki halaman Lobby kemudian seorang pelayan mengambil alih mobil untuk di parkirkan.


Jordan melangkah menuju ruangan yang sudah di pesan sebelumnya.


Mateen yang sudah duduk beberapa puluh menit dan Amber yang menggurutu terlihat sedikit lega ketika melihat Jordan datang dengan Lorez.


"Kau terlambat 20 menit."


Kata Amber.


"Aku lebih suka ditunggu daripada menunggu."


Jawab Jordan yang kemudian duduk dan seorang pelayan datang membawa menu bertanya pada para mereka ingin memesan apa.


Sedangkan para assisten duduk sedikit lebih jauh dari Tuan mereka.


"Maaf Tuan, ingin minum apa?"


Tanya seorang pelayan wanita.


"Jus jeruk."


Mateen serta Jordan menjawab bersamaan, dan membuat mereka terkejut saling memandang, dan mengernyitkan dahi.


"Baik Tuan, lalu untuk makan siangnya?"


Pelayan wanita mulai mencatat.


"Aku tidak perlu."


Kata Mateen.


"New Zealand Sirloin Steak."


Kata Jordan.

__ADS_1


"Kau tidak makan siang di Mansion? Bukankah kau selalu makan 4 sehat 5 sempurna, melihat Rossalia yang selalu memasaknya sendiri, dan itu mengingatkanku saat dia ada di Luxury, dia sangat hebat dalam memasak."


Mateen membuka obrolan.


"Kau memancingku? Apakah kau penasaran dengan kabar istriku?"


Jordan bersandar pada kursi dan menyedekapkan tangannya.


Mateen belum sempat menjawab, para pelayan menyela membawa pesanan.


"Silahkan Tuan selamat menikmati."


Setelah pelayan pergi Mateen melanjutkan kalimatnya yang tak sempat ia lontarkan, sedangkan Jordan menikmati makan siangnya, Jordan terlihat seperti seorang suami yang sedang di campakkan oleh istrinya , ia melahap makanan di depannya dengan cepat.


"Aku percaya kau akan menjaga Rossalia, namun berita akhir-akhir ini sangat mengerikan, apalagi terlihat video amatir memperlihatkan seorang pria asing menggendong Rossalia, tepatnya jika penglihatanku tidak salah dia adalah Edgar."


Kata Mateen sembari meminum Jus jeruknya.


"Jus jeruk ini tidak seenak buatan Rossalia."


"Aku tidak butuh mendengarmu saat kau memuji istriku."


Jordan memicingkan matanya dan mengelap mulut setelah ia menyelesaikan makan siangnya, kemudian pria itu pun meminum jus jeruknya.


"Tapi memang benar, jus jeruk buatan istriku jauh lebih enak."


"Kau belum menjawabku, apakah benar yang menolong Rossalia adalah Edgar."


Mateen mulai tidak sabar.


"Aku akan melindunginya."


Jordan berdiri dan bersiap pergi. Lorez mengikuti Jordan dari belakang.


"Pria angkuh, sombong, tapi juga kekanakan, dia membiarkan kita menunggu di sini,dan sekarang pergi begitu saha, kalau saja waktu itu aku tidak membawa para pengawal tambahan dia tidak akan keluar dari Royale Palace, huh!"


Kata Amber dengan kesal.


"Dan aku juga tidak akan selamat."


Mateen melanjutkan kalimat Amber, sembari berdiri dan berlenggang pergi.


"Ahh ya aku hampir lupa kau punya peran terluka saat di Royale Palace."


Amber tertawa dan mengejar Mateen.


.


.


.


.


Akhirnya Angela sampai di Negara K, ia memesan taksi menuju Apartemen lamanya.


Wanita itu masih melihat berita demi berita yang terus bermunculan, bagai penyakit yang terus menyerang.


Sampailah ia di apartemen, ia hanya menaruh barang-barangnya.


Kemudian wanita itu melanjutkan perjalanan menuju Luxury.


Tepat ketika mobil Mateen masuk, taksi Angela pun ikut masuk.


"Kau disini?


Kata Mateen ketika mereka sama-sama berada di halaman Luxury dan saling menatap.


"Kau benar-benar... Gila!!!"


Angela berteriak pada Mateen.


.


.

__ADS_1


.


-Bersambung-


__ADS_2