
Mateen sibuk menghubungi Amber melalui pusat kendali, ia meminta Amber untuk merusak sistem pertahanan Peter agar bom serta ranjau tidak berfungsi, serta meminta Amber untuk mengirimkan bantuan menjemput mereka.
Lorez serta Nicholas sibuk membebaskan para tahanan, mereka keluar 1 persatu di bantu pengawal.
Setelah para tahanan bebas dan keluar bersama para pengawal, di luar Kastil sudah berjejer kendaraan yang siap mengantar dan memindahkan mereka ke tempat yang aman.
Ada kelegaan dan rasa syukur di hati mereka, perasaan gembira namun juga ketakutan, berulang kali mereka berdoa agar cepat sampai di tempat yang lebih aman dan tidak tertangkap lagi serta segera keluar dari tempat laknat itu.
Namun ketika Lorez dan Nicholas akan pergi dari ruang bawah tanah, tiba-tiba Laboratorium meledak, membuat telinga mereka berdenging, asap mengepul membuat mereka sesak, mata mereka pedas, 1 persatu mereka pingsan di tempat itu.
.
.
.
.
Peter berdiri di ambang pintu, melihat Jordan dengan mata seperti elang, menatap dengan tajam, dan penuh kebencian.
"Apakah ini balasanmu."
"Seekor anjing saja tahu bagaimana menuruti majikannya yang sudah memberikannya makan."
"Aku bukan anjingmu."
"Dimana istriku."
Jordan menarik pelatuk pistolnya, siap menembak.
"Kenapa kau bertanya padaku, dia istrimu, bukan istriku."
Tawa Peter mengejek.
"Kau tidak punya keberanian menembakku, aku adalah ayahmu yang telah membesarkanmu menjadikan mu seperti sekarang."
"Persetan!!!"
Jordan mulai kesal.
"Naiklah akan ku bawa kau menemui istrimu."
Jordan menaiki tangga mendekati Peter, disusul pengawal nya yang masih memasang posisi siaga dengan para pengawal Peter.
Jordan mengikuti pria tua itu, tubuhnya besar dan berotot, ia berjalan memasuki Kastil, di sana Lorez, Nicholas serta Mateen dan Angela sudah menjadi sandra, banyak pukulan di tubuh dan wajah mereka.
"Lepaskan mereka."
Kata Jordan geram.
"Mereka tidak akan mati selama kau tidak melawan."
Peter membalas dengan tenang tanpa menoleh dan terus berjalan.
Sampailah mereka di pintu kamar yang besar, Peter membuka pintu itu terlihat Rossalia sedang duduk di pinggir ranjangnya, seorang pelayan menyisir rambut Rossalia yang telah selesai di mandikan.
Jordan masuk dan memeluk istrinya erat, menciuminya dan memeluknya lagi.
Namun tak ada reaksi dari Rossalia, istrinya hanya terdiam dan termenung, pandangan nya kosong.
"Sayang? Apakah kau baik-baik saja?"
"Apakah ada yang sakit?"
Jordan meraba seluruh tubuh istrinya untuk memastikan bahwa Rossalia dalam keadaan baik.
"Aku datang, lihatlah aku."
"Rossalia!!!"
Jordan menepuk pipi-pipi istrinya dengan lembut namun ia tetap memiliki pandangan yang kosong.
"Apa yang terjadi padanya, apa yang telah kau lakukan padanya Peter!!!"
__ADS_1
"Aku tidak tahu dia punya trauma bahkan trauma itu ada karena kau, awalnya dia ingin tahu siapa identitasnya, aku tidak bisa bilang tidak, dia berhak mengetahuinya."
Peter menyedekapkan tangannya, tertawa kecut dan terlihat mengejek Rossalia yang dalam keadaan seperti itu.
"Bangs*t kau!!!"
Jordan berlari ingin memukul Peter namun ia gagal.
"Kau masih harus banyak belajar nak untuk melawanku."
"Kau seperti anak yang sedang meronta meminta permen."
"Ha-Ha-Ha...!!!"
"Sial!!!"
Jordan mengumpat.
Peter mencengkram leher Jordan dengan tangan kanannya, kemudian menjatuhkannya ke lantai, kepala Jordan terbentur keras, Peter menekan dada Jordan dengan lutut besarnya.
Pergulatan itu terlihat tak seimbang, di lihat dari postur tubuh Peter yang lebih besar.
"Kau anjing yang tak setia, turuti kemauanku, atau kalian akan mati bersama."
Peter menambah kekuatannya untuk mencekik leher Jordan, hingga pria itu tak bisa bernafas, dada nya sakit dan tulang-tulang dada serta rusuknya seperti akan patah karena lutut Peter terus menekannya.
Jordan tak bisa berkata apa-apa, tak bisa bernafas, kekuatannya mulai melemah, dan kegelapan mulai mendekati matanya, serta kepala nya mulai pusing, dan berputar.
Seakan maut telah mendekatinya.
"Aku akan mati."
"Tidak!!!"
"Aku tidak mau mati."
"Rossalia dan anak-anakku membutuhkanku."
Tiba-tiba seseorang memukul kan vas besar di kepala Peter.
Rossalia memukul kepala Peter dengan vas bunga hingga kepala pria tua itu mengalirkan darah segar melewati pelipis turun hingga pipi dan lehernya dipenuh darah.
Peter geram melihat Rossalia yang memukulnya, kemudian pria itu berdiri menarik Rossalia dan melemparkan tubuhnya hingga membentur dinding, Rossalia tersungkur, punggung nya terasa sangat nyeri dan kepalanya terbentur dengan keras hingga darah mengalir, ia merasakan pusing dan sakit yang luar biasa.
Rossalia merintih mengeluarkan suara kesakitannya, dan menggeliatkan tubuhnya.
Jordan sedikit demi sedikit sadar, ia bangun dengan sempoyongan, mengambil pistol di belakang pinggangnya, masih dalam posisi terbaring ia melihat Peter berjalan mendekati Rossalia.
Peter menendang Rossalia tepat di perutnya.
"Jangan anakku!!!"
Rossalia berteriak dan memegangi perutnya.
Pria itu menarik rambut panjang Rossalia dan mengangkat tubuhnya.
"Kau naif seperti ayahmu."
"Sampai saat ini jika aku melihat wajahmu, aku sangat ingin menyiksamu, karena wajahmu sangat mirip dengannya."
"Jika saja dulu kau tidak selamat rencanaku tidak akan kacau seperti ini."
Jordan masih membidik Peter, tangannya gemetar namun akhirnya ia menarik pelatuknya.
-"DORR"!!!-
Tembakan itu melesat cepat mengenai lengan Peter.
Seketika ia melepaskan cengkramannya di rambut Rossalia.
Peter mundur dan mendengus-dengus kesakitan, ia menutup lengannya dengan tangan kiri agar darah tak mengalir lebih banyak. Lengannya terasa sakit dan panas karena tembakan Jordan.
Rossalia bangkit dan menolong Jordan, memapahnya keluar ruangan sebelum Peter sadar dan mengejarnya.
__ADS_1
Di lantai bawah pengawal tim Delta E telah sampai dan memukul mundur pengawal Peter, Lorez dan Nicholas mulai mencari jalan untuk menyelamatkan Rossalia dan Jordan.
"Tutup semua akses pintu keluar !!!"
Terdengar suara Peter menggelegar dan mulai mendekat.
"Bangs*t!!!"
"Bedeb*h!!!"
"Dimana para pengawal!!"
Kemudian pengawal tambahan Peter bermunculan dengan jumlah yang lebih banyak.
"Sial, dari mana pengawal-pengawal ini, kenapa terus saja mereka berdatangan, seakan tak ada habisnya."
Mateen mencerca dan mengumpat.
Angela kebingungan, ia berada di belakang Lorez serta Mateen.
Peter menarik pelatuk pistol, dan membidik dengan tangan kiri.
"Jordan, berhenti atau ku tembak istrimu!!!"
Peter masih berada di lantai atas tepat di atas tangga, sedang Jordan berusaha pergi dari Kastil membawa Rossalia hanya tinggal beberapa langkah mereka keluar dari pintu kastil, menaiki helikopter di halaman depan yang sudah menunggu.
Sepasang suami istri itu berbalik, melihat Peter menuruni tangga dan ia menarik pedang nya, ia sempat mengambil pedang itu dari kamarnya saat mengejar Jordan.
"Kau tahu Rossalia, pedang inilah yang ku gunakan untuk menebas leher ayahmu, kemudian menusuk jantungnya yang ia gunakan untuk mencintai orang yang ku dambakan selama ini."
"Kau tahu aku sangat membenci ibumu, dia lebih memilih bersama Raiford, ayahmu yang sangat naif, bahkan ia menjadi ketua organisasi mafia ingin membersihkan kejahatan di tubuh mafia."
"Ayahmu berusaha memblowup bisnis ilegalku, heroin, serta obat-obatan terlarang lainnya, Raiford mengatakan bisnisku merusak jiwa-jiwa sehat para pemuda, merusak akal-akal mereka."
"Persetan dengan semua itu, aku hanya ingin menjadi penguasa dan menjadi orang terkaya di dunia ini."
"Bahkan riset ku untuk menjadikan manusia terkuat sedikit lagi menjadi kenyataan jika ayahmu tidak mencampuri urusanku!!!"
"Aku sudah banyak mengeluarkan uang untuk melakukan riset-riset ku, membuat manusia super power, membuat obat, dan berterimakasihlah padaku karena kaulah yang akan menjadi orang pertama merasakannya."
"Kau menjijikkan."
Rossalia geram mendengar semua alasan Peter.
"Kau bahkan tidak layak di sebut manusia, bagaimana kau tega membunuh orang-orang tak berdosa hanya demi riset bodoh dan konyol mu itu!!!"
"Kau manusia terkutuk."
"Kalian tidak akan mengerti, aku ingin menjadikan Jordan manusia super power, dengan kekuatannya saat ini dia akan menjadi manusia yang tak tertandingi."
Peter mendekat perlahan.
"Jangan harap kau bisa menjadikan suamiku sebagai tikus percobaanmu."
Rossalia geram.
Peter memasukkan pedang nya ke dalam patung lambang Pedang Organisasi Red Sword yang berada di tengah-tengah ruangan, memisahkan jarak antara Peter serta Rossalia dan Jordan.
Setelah pedang di putar, terdengar suara ledakan yang sangat keras di luar, helikopter yang seharusnya membawa Jordan serta Rossalia ikut meledak.
Membuat telinga Rossalia berdenging, Jordan memeluk Rossalia mendekap dalam tubuh kekarnya.
"Tidak boleh ada seorang pun yang meninggalkan tempat ini."
Peter memutar pedang nya lagi menariknya dan ia arahkan pada Rossalia serta Jordan.
Para pengawal Peter yang lain menahan Lorez serta Nicholas.
.
.
.
__ADS_1
-Bersambung-