CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 38- = DARK DRAGON


__ADS_3

Rossalia dan Jordan benar-benar menikmati waktu liburan mereka sebaik mungkin.


Jordan yang ingin memperlihatkan keindahan belahan bumi yang lain kepada Rossalia pun merasa puas karena gadis yang ia cintai terlihat bahagia, berlari kesana dan kemari, memuji ini dan itu, tercengang melihat bangunan-bangunan kuno yang indah.


Mereka pun telah singgah di banyak tempat dalam beberapa hari ini,


Trevi Fountain, air mancur terbesar di Kota Roma dan juga terkenal di dunia, dibangun atas perintah Paus Clement XII. 


Kemudian di hari berikutnya mereka mengunjungi Fora Romano, sebuah alun-alun yang dikelilingi oleh beberapa reruntuhan bangunan yang dibuat sejak jaman dulu kala, dan sebagai alun-alun yang notabene jantung kota, dulunya Roman Forum juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan penting milik pemerintah seperti gedung senat, istana, gereja, dan kuil.


Pada sore harinya mereka singgah ke Piazza Navona, salah satu alun-alun paling terkenal, bahkan Rossalia serta Jordan makan di cafe outdoor dan restoran jalanan di sana.


Pada hari terakhir liburan mereka memilih sebuah museum yang sangat terkenal di dunia, yakni Museum Vatikan yang amat sangat menarik menunjukkan akan segala lukisan dinding yang menjadi karya terbaik dari seorang seniman luar biasa, Michelangelo. Ada sebuah tangga melingkar yang bisa dinaiki oleh pengunjung museum demi menikmati lukisan-lukisan tersebut.


Waktu demi waktu terus berlanjut, tempat demi tempat telah dikunjungi, restoran ternama yang mewah bahkan restoran kaki lima yang hanya buka di malam hari telah mereka cicipi.


Dua pasang sejoli tak pernah melepaskan genggaman tangan mereka.


Kenangan-kenangan manis telah mereka tabur di tempat-tempat romantis, jejak-jejak langkah kaki telah hilang tersapu debu yang di hantarkan oleh angin, namun setiap kenangan dan kebahagian telah terukir di setiap sudut tempat italy.


Jordan berharap bisa lebih lama lagi mereka berlibur, namun banyak tamu dari negara asing akan dijadwalkan tiba di Negara K untuk melakukan rapat besar dengannya.


Tak ada yang lebih membahagiakan Jordan ketimbang melihat tawa riang gadis kecilnya, setiap ketakjubannya melihat sesuatu yang baru saja ia tahu, senyuman indahnya memberikan tenaga lebih untuk Jordan seakan-akan energinya berasal dari gelak tawa gadis itu.


Tak ada yang Jordan harapkan lagi di dunia ini selain gadis kecilnya kembali membuka hati untuk nya.


Jordan tak akan memaksa namun ia tak bisa melepaskan begitu saja.


Ego nya untuk memiliki Rossalia tentu masih ada.


Namun tangannya tak kuasa untuk menarik Rossalia secara paksa dalam sangkar cinta nya.


Selalu ada dilema dan kebimbangan di dalam dirinya, keinginan nya untuk sepenuhnya memiliki Rossalia dan ketidak berdayaannya untuk memaksa Rossalia membalas cintanya.


Pesawat jet mewah menderu kencang, dan mulai berjalan mundur dengan pelan, kemudian berbelok menuju landasan melaju santai untuk mengambil jalan yang lebih panjang.


Pesawat kini telah mengambil titik terjauh untuk melakukan take of, pelan namun pasti pesawat itu berjalan maju kemudian semakin cepat dan semakin cepat, pesawat itu terbang mengudara meninggalkan kenangan-kenangan dan jejak-jejak keromantisan mereka di Roma.


Belasan jam perjalanan di tempuh, sampailah mereka di Negara K.


Dengan badan yang kokoh seorang pria menggendong gadis yang tertidur menuju helikopter.

__ADS_1


Tak sampai 1 jam helikopter mendarat sempurna di atas Mansion mewah.


Rossalia terlalu lelah, ini adalah perjalanan pertamanya berlibur di negara asing.


Ditempuh dengan waktu yang tidak sedikit, apalagi kegugupannya saat mengudara masih ia rasakan.


Jordan membawa Rossalia untuk tidur dikamarnya, sejenak pria itu membelai lembut wajah cantik dan polos gadis yang ia cintai.


Ada rasa syukur namun ada perasaan penyesalan yang tak akan pernah hilang bahkan jika Rossalia sudah memaafkannya, Jordan masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri.


Peristiwa yang tidak akan pernah ia lupakan, peristiwa yang membuat nya berjanji pada dirinya sendiri bahkan seujung rambut Rossalia tak kan ia sakiti.


Inilah tujuan Jordan selama ini, menjadi mafia untuk mencari keberadaan Rossalia.


Menjadikan perusahaannya paling berkuasa tanpa ada yang bisa menghalangi segala tujuannya.


Rossalia merenggangkan otot-ototnya, membuka matanya namun kantuk yang melanda membuat mata nya hanya terbuka sebelah saja dan sipit, ia mencoba mengingat dimana kah ia berada sekarang.


"Dimana ini?"


Rossalia mengusap matanya dengan 1 tangan agar terbuka


"Apa kau menggendongku?"


"Ya seperti itulah."


"Kenapa tidak membangunkanku, pasti aku sangat berat."


"Kau sangat ringan, mulai besok makanlah yang banyak, aku suka jika kau gemuk."


"Aku tidak mau, aku akan terlihat seperti b*bi jika aku gemuk."


"Aku sangat lelah, aku akan tidur lagi."


"Baiklah sayang, aku pergi mandi dulu, kau tidurlah, tak perlu mandi, kau tetap wangi."


Jordan mengusap rambut Rossalia dan menyimutinya.


"Drrtt-Drrt-..."


Ponsel Jordan bergetar.

__ADS_1


Dengan santai ia mengambil nya dan keluar menuju balkon untuk menerima panggilan kemudian menutup pintu itu kembali, ia tidak ingin suara nya mengganggu Rossalia tidur.


"Katakan Lorez."


Jawab Jordan singkat.


"Tuan, tim delta E telah melakukan penyelidikan, namun data Nona Rossalia masih terenskripsi, dan akhirnya mendapat informasi dari tetua mafia yang paling berumur, ia sudah tidak dapat berjalan namun ingatannya masih sangat kuat, dikatakan bahwa saat keluarga Dark Dragon dalam pembantaian habis-habisan, seluruh nya telah mati, jasad Tuan Raiford pemimpin Dark Dragon dan Istrinya Nyonya Ashby berada dalam 1 ruangan, namun jasad putri mereka tidak pernah diketemukan, entah siapa yang membawa pergi, apakah para anggota pembantai atau bibi dari keluarga Raiford, yang para tetua katakan Raiford memiliki 1 adik perempuan bernama Lily, namun belum pernah ada yang melihat rupa Lily, dan yang mana Lily, bahkan ketika para tetua datang, jika Lily memiliki peranan penting di dalam keluarga Raiford pastilah banyak yang mengenalnya, namun nama Lily tidak pernah terdaftar dalam keluarga, pembantu, maupun pengawal."


"Bawa tetua itu ke Negara K, pertemukan aku dengannya."


"Maaf Tuan, sehari setelah kepergian tim, tetua itu di temukan mati."


"Sepertinya penyerangan saat pulang dari panti asuhan memang di tujukan untuk rossalia, bahkan saat di Roma sudah mencium sesuatu yang tidak beres, Rossalia masih di buru, dia tau keberadaan Rossalia..."


Jordan mencengkram kuat besi pagar balkon dengan tangan kanannya, aura nya berubah menjadi sosok yang menakutkan.


"Kau perketat penjagaan Mansion, kemanapun Rossalia pergi awasi dengan pengawalan, namun jangan sampai membuat Rossalia sadar bahwa ia sedang diawasi, dia tidak suka terlalu banyak pengawal pria."


"Rekrut sebanyak mungkin pengawal wanita tangguh, berikan bayaran tinggi untuk mereka yang siap mati dan berikan jaminan kompensasi tinggi untuk para keluarga mereka yang ditinggalkan."


Jordan menutup ponselnya dan segera masuk, ia memeluk Rossalia dari belakang yang tengah tidur memiringkan badannya.


Sinar bulan yang indah tak dapat membuat hati Jordan merasa tenang, sinar itu menembus kaca atap ranjang mereka, bahkan menyinari tubuh mereka.


Jordan yang tak pernah percaya Tuhan berpihak padanya, karena sedari ia kecil merasakan kerasnya kehidupan, bahkan ia percaya kekuatannya berasal dari dirinya sendiri, makanan yang ia dapat dari usahannya sendiri, dan pencapaiannya di puncak dari ketekunan serta kerja kerasnya sendiri.


Namun, entah bagimana kini di dalam hatinya ia berharap jika suatu saat Tuhan berpihak padanya, tolong berikan keberpihakannya pada gadis yang sedang dipelukannya.


"Tuhan, jagalah dia, berpihaklah selalu padanya."


Jordan membisikkan doanya pada gadis yang ia peluk, Rossalia.


Pria arogan itu tak pernah takut pada papun, dan siapapun, ketakutan terbesarnya sekarang adalah kehilangan Rossalia, ia baru saja mendapatkannya, bahkan jika harus menghancurkan lagi semuanya ia akan hancurkan dan jika harus meratakan bangunan ia akan meratakan semuanya, dalam arti sesungguhnya adalah peperangan.


.


.


.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2