CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 59- = TRAGEDI BERDARAH


__ADS_3

"Jordan kau anjing tak tau diuntung!!!"


"Jika kau tak mau menurut, lebih baik mati!!!"


Peter mengarahkan pedang nya tepat di tubuh Jordan, Rossalia menghadang namun dengan cepat Mateen berlari menghalangi.


"JLEBB!!!"


Terdengar pedang menusuk jauh ke dalam perut Mateen.


Pria itu mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.


"Oh Tidak Mateen!!!"


Rossalia menjerit.


Angela menangis tak bersuara melihat Mateen lunglai jatuh ke lantai.


"Tidak, aku mohon bertahanlah Mateen."


Rossalia menekan luka di perut Mateen, tangan dan tubuhnya di penuhi dengan darah, rambutnya yang panjang mengahalangi pandangannya, kemudian ia menyobek sebagian bajunya menggunakannya untuk mengikat rambutnya ke atas, wajah, tubuh serta bajunya, seluruhnya berubah warna menjadi merah.


Rossalia kembali menekan perut Mateen, wajah pria itu pujat, badannya gemetar hebat, tangannya mencoba meraih pipi Rossalia.


"Aku mohon bertahanlah Mateen."


Jordan geram, ia tak bisa bergerak, banyak pengawal menahannya.


Peter mengarahkan lagi pedangnya pada wajah Rossalia turun sampai ke dagu dan mengangkatnya, hingga wajah Rossalia terangkat, namun tangannya masih menekan perut Mateen mencoba memperlambat darah yang terus keluar, ia menangis, tubuhnya bergetar dan menggigil.


"Kau bisa membunuhku, tapi bebaskan yang lainnya."


Rossalia berbicara dengan mulut menggigil.


"Kau naif!!!"


"Semua harus mati, tak ada yang bisa menyimpan rahasia selain orang mati!!!"


Peter terkekeh.


"Rossalia apa kau Bodoh!!!"


"Peter jika kau berani menyentuh istriku, aku akan membuatmu menyesal."


Jordan geram dan marah.


Peter mengabaikan ancaman Jordan.


"Berdiri."


Kata Peter kepada Rossalia masih dengan mengacungkan pedangnya di bawah dagu Rossalia.


"Aku butuh Angela untuk menekan luka perut Mateen."


Rossalia memohon.


Peter melirik pengawalnya untuk melepaskan Angela dan wanita itu berlari menekan luka di perut Mateen.


Rossalia berdiri perlahan mengikuti Peter.


"Peter jika kau berani menyakiti istriku aku benar-benar akan membunuhmu."

__ADS_1


Jordan masih mengancam dengan geram.


"Kau tak akan berani membunuhku, aku yang memungutmu."


Peter mengarahkan Rossalia untuk berjalan mendekat, agar menjauh dari Jordan.


Kemudian pria tua itu menarik pedangnya menyimpan ke samping dan menggapai tangan Rossalia, mendekapnya erat, gerakan itu membuat punggung Rossalia membentur dada besar Peter, pria tua itu memeluk Rossalia dari belakang dengan paksa.


"Aku tahu kelemahan mu Jordan."


Peter menjilat pipi Rossalia yang penuh darah, mata tajam Peter melihat Jordan.


"Aku bisa membuat nya merintih dan mendesah di bawah tubuhku."


"B*ngsat, kau adalah iblis!!!"


Jordan mencoba melepaskan cengkraman dari para pengawal namun tak berhasil. Para pengawal justru memukuli tubuh Jordan.


"Aku senang melihat anjing yang tak patuh merasakan kesakitannya, menggelepar tak berdaya."


"Kau lihat Jordan, aku bahkan bisa melakukannya di sini, memberikan tontonan gratis untuk semua orang, kalian bisa melihat bagaimana wanita jalang ini menikmati setiap sentuhanku, ia akan lupa dengan dirinya sendiri dan juga dengan suaminya."


"Peter!!!"


Jordan berteriak hingga memekakkan telinga orang-orang.


Emosinya semakin memuncak. Pria itu mengamuk dan marah, para pengawal tak bisa mengontrolnya lagi, Jordan memukul 1 per 1 pengawal yang menjeratnya, hingga ia terbebas dan ingin mendekati Rossalia namun dengan cepat Peter menghunuskan pedangnya membuat Jordan harus berhenti.


Kemudian para pengawal datang memegang Jordan kembali.


"Nikmatilah pertunjukkan ini, aku sangat membenci seluruh keluarga Raiford."


"Peter aku akan membunuhmu!!!"


Nicholas berteriak marah.


"Pranggg-nggg-ggg!!!"


Peter membuang pedang besarnya ke lantai hingga suara pedang itu terdengar mengerikan.


Pria tua itu masih mencoba melucuti pakaian Rossalia, hingga gadis itu terjatuh kelantai, Peter menciumnya dengan bringas namun gigitan Rossalia yang keras membuat mulut dan lidah Peter berdarah, pria tua itu marah dan berdiri menendangi tubuh Rossalia.


"DUUAARRR!!!"


"DUUAARRR!!!"


Peter terkejut, suara alarm berbunyi.


"-Pwiuw-wiuww-wiuww-"


"Gudang penyimpanan obat."


"Brengsek mengapa gudang itu tidak di jaga, apa kalian semua bodoh, dasar pengawal-pengawal idiot!!!"


Peter termenung, ia memberikan instruksi untuk sebagian para pengawal pergi memeriksa gudang obat, saat itu Rossalia meraih pedang Peter dan mengarahkannya pada perut Peter, namun pria itu sadar dan merebut kembali pedang yang terlalu berat untuk Rossalia.


"Gadis bodoh."


Terdengar suara helikopter yang semakin banyak di atas kastil.


Helikopter itu membawa banyak pengawal, mereka turun dengan cepat menggunakan tali yang terulur ke bawah.

__ADS_1


"Apa yang terjadi!!!"


Peter kebingungan.


"Amber telah merusak sistem pertahanan mu, kau kalah Peter."


Mateen tersenyum kecut, bergetar, dan lemas.


"Kini tamatlah riwayatmu."


Jordan melepaskan diri dari para pengawal yang kebingungan, ia mengambil pistol dari salah 1 pengawal dan menembakki tubuh Peter dengan brutal, terlihat marah dan emosi.


"Berani nya kau gunakan tangan kotor mu untuk menyetuh istriku!!!"


Setelah peluru habis Jordan membuang pistol itu dan merebut pedang yang berada di genggaman Peter, pria tua itu tergeletak di dekat Rossalia yang mencoba menjauh dari tubuh Peter.


"Aku ingin sekali merobek mulutmu dan mencincang habis, kau yang telah lancang mencium istriku, tapi aku tidak ingin seperti iblis yang kotor."


"Pesan terakhir!!!"


Jordan bertanya dengan wajah datar, ia mengangkat pedang mengarahkannya pada Peter


Namun Peter tak sanggup berbicara, ia hanya mengangkat jari tengahnya untuk Jordan, kemudian Jordan menghunuskan pedang besar itu pada tubuh besar Peter, dan pria itu telah mendapatkan ganjaran yang sepadan, mati dengan pedangnya sendiri. Pedang yang telah ia gunakan untuk membantai keluarga Raiford kini berbalik membunuhnya.


Amber turun dari helikopter menggunakan seragam ninja.


Membawa banyak pengawal nya serta para pengawal Jordan.


Mereka melumpuhkan para pengawal Peter.


Satu per satu menaiki helikopter menuju Kastil Alkambra, dan mendapatkan pengobatan serta perawatan.


Dalam perjalanan Jordan mendekap Rossalia, namun tubuh Rosaalia bergetar hebat, ia merasakan kram di perutnya, hingga sakit tak tertahan, tangannya memcengkram baju Jordan.


"Bertahanlah sayang kita akan segera sampai."


Namun tiba-tiba darah mengalir di sekitar kakinya. Membuat Rossalia pingsan, Jordan mulai panik dan meneriakki pilot agar lebih cepat.


Setelah sampai di atas atap kastil Jordan menggendong Rossalia, ia berlari dan berteriak memanggil para medis yang sudah berjaga.


Tubuh Jordan ambuk, lemas, tak berdaya, ia tak tahu harus bagaimana, pria itu merasa gagal melindungi Rossalia istrinya, ia mengutuki dirinya sendiri.


Jordan bangun dan menunggu di luar kamar utama kastil, ia duduk bersandar dinding menekuk kakinya, dan menyangga kepalannya, Lorez berdiri di samping Jordan, bahkan Nicholas mondar mandir khawatir.


"Aku ingin kembali dan mencincang habis tubuh Peter!!!"


Jordan mencengkram rambut-rambut kepalanya.


Waktu terus berjalan, hingga berjam-jam mereka menunggu, dokter dan para medis belum juga keluar.


Dilain sisi para dokter juga masih berjuang memberikan perawatan untuk Mateen, terlihat Amber yang panik dan Angela menangis.


Kastil sangat luas hingga para pengawal yang terluka semua mendapatkan perawatan serta pengobatan.


.


.


.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2