CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 66- = HATERS DAN PAPARAZZI


__ADS_3

"Kenapa sepi sekali?"


Tanya Rossalia saat mereka sedang berjalan-jalan di satu mall di Negara K.


"Aku mengusir semua pengunjung."


Jordan menggandeng tangan Rossalia. Mereka berjalan dengan perlahan.


"Kenapa?"


Rossalia kembali bertanya


"Mall ini milikku, dan aku sedang ingin menikmati jalan-jalan dengan istriku."


"Tapi aku tidak suka, ini bukan jalan-jalan, bahkan aku merasa merinding di sini tidak ada orang atau pelayan hanya 1 manager yang dari tadi mengikuti kita, bagaimana cara kita berbelanja."


Rossalia sedikit kesal, jalan-jalan yang di luar harapan dan ekspektasinya.


"Kau menginginkan yang mana sayang, tinggal ambil."


Jordan membelai kepala istrinya.


"Aku tidak mau, ayo kita pulang, mampir ke toko tanaman biasanya."


Rossalia benar-benar kesal, ia melepaskan tangan Jordan kemudian berjalan lebih dulu.


Perjalanan menggunakan mobil tak sampai 30 menit, karena jalanan begitu lengang. Sesampainya di toko tanaman Rossalia masuk di ikuti Jordan serta Brida di belakangnya.


"Halo Nona Rossalia, senang bertemu anda kembali, sudah sangat lama anda tidak kemari."


Lisa pemilik toko menyapa dengan ramah.


"Selamat siang Tuan Jordan senang bertemu anda."


Jordan hanya diam memandang seisi toko.


"Lisa kenapa toko sepi sekali, biasanya selalu ramai."


Rossalia bertanya sembari memilih bibit.


"Ah ya.. Beberapa hari ini memang sepi apalagi sekarang hari kerja, semua orang sibuk bekerja bukan?"


Lisa menggengam tangannya, dengan senyum merekah.


"Bukankah hari kerja biasanya juga ramai, apakah ada sesuatu yang salah? Aku tidak kesini beberapa bulan."


Rossalia mengambil 1 tangkai bunga mawar putih dan mencium harumnya.


Kemudian ia berjalan mendekati Lisa.


"Jika ada sesuatu kau bisa bilang padaku, jangan menyimpannya sendirian, okey?"


Kata Rossalia lagi.


"Ti-tidak Nona, tidak ada. Aahh aku ingat, bibit mawar mu sudah ada, apakah kau akan membawa nya?"


Tanya Lisa mencoba mengalihkan pembicaraan, karena takut dengan tatapan Jordan.


"Ahh aku ingat itu, Brida bawa itu ke mobil."


Kata Rossalia.


"Baik Nona."


Brida membawa bibit-bibit mawar dan menaruh nya di bagasi mobil.


Rossalia masih memilih bibit dan beberapa pot bunga. Tiba-tiba ponsel Jordan berdering.


"Ya?"


Jawab Jordan. Seseorang di ujung lonsel Jordan menjelaskan sesuatu entah apa yang ia bicarakan.


"Baiklah aku akan kesana."


Kata Jordan pertanda selesainya percakapan mereka, kemudian pria itu menutup ponselnya.


"Sayang maafkan aku, perusahaan sedang ada sedikit masalah, aku harus mengeceknya."


"Baiklah, tapi bagaimana cara nya kau pergi, atau aku akan menunggu disini selagi sopir menjemputku, pergilah dengan Brida."

__ADS_1


"Tidak, Lorez sudah dijalan. Kau tetaplah bersama Brida. Itu dia Lorez sudah datang."


Mobil sedan mewah berhenti dan terparkir di depan pintu toko.


"Baiklah hati-hati."


Kata Rossalia.


Jordan memeluk dan mencium kening istrinya, ia keluar dari toko melihat Lorez yang sudah membukakan pintu mobil untuknya.


Tak berapa lama mobil melaju menuju perusahaan.


Rossalia masih merasakan sesuatu yang aneh, bahkan sepanjang jalan tidak terlalu banyak kendaraan atau orang lalu lalang berjalan kaki. Seluruhnya jalanan bersih tanpa sampah atau bahkan pedagang kaki lima.


Saat di mall pun semua saluran tv menyiarkan acara kartun, bahkan saat berada di toko bunga pun masih dengan acara kartun yang juga sama.


Ketika Rossalia hendak keluar toko sama2-samar ia mendengar Brida yang sedang berbicara melalui ponselnya.


"Baik Tuan, semua sudah diamankan, Nona akan kembali ke Mansion seluruh jalanan sudah di bersihkan dari para haters maupun media."


Kemudian Brida menutup ponselnya saat ia berbalik Rossalia sudah berada di belakang punggungnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi."


Rossalia bertanya tanpa ekspresi di wajahnya.


"Tidak ada Nona, Tuan hanya ingin memastikan bahwa Nona baik-baik saja."


"Jangan berbohong, aku sudah merasakannya dari awal kita keluar dari Mansion."


"Ada apa sebenarnya?"


Brida masih diam. Rossalia kesal dan merebut ponsel milik Brida, ia mengecek seluruh notifikasi dan semua aktifitas ponsel pengawalnya itu.


"Baiklah kalian semua memata-mataiku, bahkan sekarang orang yang paling ku percaya sudah berbalik arah membohongiku."


Rossalia mengembalikan ponsel dengan kasar.


"Bukan begitu Nona, saya hanya bertugas menyampaikan setiap aktifitas anda pada Tuan Jordan."


"Kenapa, apakah dia takut aku berselingkuh?"


"Bukan Nona."


Rossalia berteriak, ini pertama kalinya ia berteriak pada Brida.


"Tuan Jordan sedang berusaha melindungi anda dari para haters dan juga media yang gencar memberitakan anda."


"Apakah saat di mall hingga di toko tanaman Lisa Jordan yang membuatnya agar tak ada pengunjung."


Rossalia bertanya kembali.


"Tuan Jordan hanya ingin melindungi anda Nona, agar Nona tidak merasa tertekan."


"Cukup katakan ya atau tidak."


Geram Rossalia


"I iya Nona."


"Apakah dia juga mengakuisisi semua media?"


"I iya Nona, kabarnya, hari ini semakin banyak perusahaan media yang unjuk rasa di depan kantor karena Tuan Jordan menghancurkan perusahaan mereka."


"Baiklah, dari sini aku akan pergi sendiri kau pulanglah."


Kata Rossalia.


"Tapi Nona."


Brida mencoba mencegah.


"Jangan katakan pada Jordan, serta ini adalah hukumanmu karena telah bermain di belakangku."


"Pergilah aku akan baik-baik saja."


"Baik Nona, namun jangan matikan ponsel anda, jika terjadi sesuatu pencet angka Nomor 1, semua pengawal akan tahu titik lokasi anda, mereka akan datang membantu."


"Pergilah Brida. Aku hanya ingin menenangkan diri."

__ADS_1


"Baik Nona, jaga diri anda."


Rossalia melihat Brida telah pergi melajukan mobilnya, kemudian ia berjalan kaki perlahan mencoba memahami apa yang sebenarnya masyarkat inginkan darinya, ia sengaja berjalan di kerumunan di tengah kota, semua orang memandanginya dan memotretnya dengan kamera ponsel mereka.


Berita cepat menyebar dari media sosial para wartawan dengan gesit berdatangan, tak terkecuali para haters mereka berdatangan membawa telur dan melempari tubuh Rossalia.


"Bisakah salah satu diantara kalian berbicara, kenapa kalian melempariku dengan telur."


"Kejahatan apa yang telah ku lakukan hingga kalian bersikap kejam terhadapku."


Geram Rossalia.


"Kau telah membuat Jordan kami dalam bahaya, serta kau adalah pembawa sial, kenapa dia menikahi wanita pembawa sial."


Seorang ketua Haters melontarkan kalimatnya.


"Lalu siapa yang lebih cocok menikahi Jordan, apakah itu kau? Atau teman mu yang ada di sampingmu yang lebih cocok menjadi istri Jordan?"


"Jika aku pembawa sial, lalu apakah kau wanita pembawa keberuntungan untuk Jordan?"


Rossalia melirik tajam.


"Dasar pel*cur kau bukan dari keluarga baik-baik kenapa kau bisa menjadi istri Jordan, apakah kau menjual tubuhmu dasar tidak tahu diri."


Seorang wanita yang lain ikut melontarkan kalimat pedas nya.


"Lalu apakah kau lebih tahu diri dan juga lahir dari keluarga baik-baik?"


"Kenapa tidak kau saja yang menikahi Jordan?"


Rossalia memukul balik perkataan itu.


"Dasar mulut ular, kau hanya pembawa sial, kau bahkan membuat Jordan kami kehilangan banyak uang untuk membereskan media yang memberitakanmu, dan memilih melawan kami yang mati-matian mendukungnya."


Seorang wanita di sisi yang lain ikut mencerca Rossalia.


"Dengarkan aku kalian semua, dan untuk para wartawan serta media, aku tidak peduli dengan ucapan kalian semua, jika kalian semua merasa lebih baik dari diriku tunjukkanlah, jika kalian lahir di keluarga baik-baik itu adalah sebuah anugerah dan bersyukurlah, tapi yang ku lihat sifat dan tingkah laku kalian tidak lebih dari binatang yang sedang berebut memakan daging."


"Kau sebagai ketua haters bukan?"


Rossalia menunjuk dengan telunjuknya dan menuding wanita itu.


"Bagaimana jika Jordan menikahi temanmu, teman dekatmu akankah kau rela dan bahagia?"


"Lalu dengan besar hati melepaskan Jordan begitu saja?"


"Kemudian membiarkan sahabatmu bercinta dan bercumbu setiap malam dengan Jordan. Apakah kau akan bahagia jika yang menikah dengan Jordan adalah temanmu dan bukan aku? Kalian semua iri karena kalian tidak mampu."


"Kalian merasa lebih baik dari diri ku tapi sikap kalian justru terlihat sebaliknya."


"Dan untuk para media yang ingin naik daun, kalian sama seperti binatang-binatang yang kelaparan bahkan rela menaiki tangga popularitas dengan menginjak kepala orang lain."


"Untuk semua orang jangan bersikap sok suci!!!"


Rossalia berteriak lantang mengeluarkan emosinya.


Para haters terdiam. Tak berapa lama ada seorang wanita yang maju menampar dan menjambak rambut Rossalia.


"Jauhi Jordan, dia hanya milik kami!!!"


Wanita itu arogan menjambak dan menarik Rossalia membuat seluruh orang yang berdesak desakan saling bertubrukan.


"Ya pergilah kau!!!"


"Menikahlah kalian dengan Jordan, kalian menyuruhku untuk tahu diri, lalu apakah kalian juga sadar diri?"


"Jordan tidak akan mau dengan kalian bahkan ia tak pernah menganggap kalian ada. kalian juga harus tahu diri!!!"


Rossalia masih dalam keadaan terdesak oleh wanjta itu, bahkan rambut panjangnya di tarik oleh wanita itu.


Tiba-Tiba seorang pria yang bertubuh besar serta tinggi mencengkram tangan wanita yang menampar serta menganiaya Rossalia, ia memutar tangan wanita itu hingga terjatuh.


Semua orang ketakutan dan mulai menjaga jarak menjauh dari pria itu.


Sedangkan Rossalia tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas, ia pingsan di tempat.


.


.

__ADS_1


.


-Bersambung-


__ADS_2