CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 09- = BERUBAH


__ADS_3

-Villa di perbatasan-


"Freya, apa kau juga merasa Tuan Jordan akhir-akhir ini menjadi aneh, mood nya berubah-ubah dengan cepat, biasanya dia selalu suram dan angkuh tapi sekarang dia bisa tersenyum, sekembalinya di Negara K mungkin kita harus mengatur jadwal bertemu dengan Dokter Imanuel."


"Diamlah, aku sedang tidak ingin berdebat apapun, aku merasa pekerjaanku akhir-akhir ini semakin rumit."


"Benarkan, aku juga begitu." Lorez menghela nafasnya.


"Tuan Jordan bahkan sangat membenci pantai, dan sekarang dia pergi ke pantai."


Freya merasa memang gadis itu merubah sesuatu.


Dilantai atas, tepatnya berada di balkon, Jordan menemani gadis itu melihat indahnya pemandangan laut malam.


Pantai di malam hari seperti bersinar, terkena cahaya bulan sedangkan bintang berpendar serta bertabur memenuhi langit.


"Aku sangat benci dengan pantai, namun entah kenapa aku ingin membawamu kesini, karena kau bercerita setiap sore pergi memandangi pantai."


Jordan duduk dengan meminum alkoholnya, ia minum bergelas-gelas.


Luna yang sedang memandangi pantai tekejut, tiba-tiba dari belakang Jordan memeluknya dengan erat. Pria itu menciumi telinga gadis itu, dan kemudian turun di sekitar lehernya, Jordan dengan kasar menciumi tengkuk Luna.


Pria itu memutar tubuh Luna dan menekan punggung gadis itu agar menempel pada tubuh berototnya yang kian mengeras, dan menciumi bibir Luna, sangat panas, bahkan tanpa kelembutan sedikit pun, penuh gairah. Hingga gadis itu kehabisan nafasnya, Jordan melepaskan ciumannya sejenak, namun Jordan kembali menciumi leher jenjang Luna, dan membuat sebuah tanda merah di sana.


"Tu-Tuan jangan begini.."


"An-anda sedang mabuk, jangan Tuan..."


Tangan Luna gemetar kaki nya lemas, ia merasa takut karena Jordan seakan hilang kendali, bahkan tangan Jordan yang tadinya memeluk erat kini berusaha membelai kesana dan kemari, sedangkan Jordan masih dengan buas menciumi leher Luna.


"Kau pikir untuk apa aku membelimu..."


Jordan membisikkan kalimat itu di telinga Luna.


Gadis itu menangis mendengar kalimat Jordan, ia merasa harga dirinya benar-benar sudah hancur, hatinya begitu sakit mendengar kalimat menyakitkan itu keluar dari penyelamat hidupnya, pria itu begitu arogan dan tidak dapat diterka.


Seketika Jordan terkejut melihat akan ketidak berdayaan Luna, ada rasa aneh di dalam dirinya, entah kenapa akhir-akhir ini tubuh dan pikirannya selalu bertolak belakang, Jordan melepaskan Luna dan meninggalkan gadis itu sendirian, ia menuruni tangga dengan cepat dan memanggil assistennya.


"Lorez.. Kembali ke hotel...!!!"


Jordan masuk ke dalam mobil, Lorez mengikutinya dari belakang.


"Kau ikut denganku biarkan Freya bersama gadis itu !!"


"Baik Tuan..."


Kemudian Lorez dengan sigap mengarahkan semuanya.


.


.


.


.


-Hotel Amour-


Mateen yang saat itu sedang mengadakan audit bersama para manager, memperhatikan Jordan berjalan begitu cepat.


Pakaian Jordan yang biasanya rapi kini sedikit berantakan. Kedua tangan Jordan diselipkan ke dalam saku celana, ia membalas tatapan Mateen dengan tetap berjalan menuju lift. Mereka saling menatap tajam.


Lorez yang mengamati mereka, seketika merasa aura nya berubah. Seperti aura Yin dan Yang, saling bertolak belakang.


Selang beberapa menit Luna turun dari mobilnya. Karena merasa sedikit gerah dia menguncir rambutnya, ia tidak tahu jika lehernya terdapat bekas merah karena hisap*n Jordan. Matanya sembab dan hidung nya kemerahan, menandakan bahwa ia baru saja menangis.


"Amber kau urus dulu, audit hari ini selesai."


Mateen setengah berlari menghampiri Luna.


Amber terkejut dan di dalam hati ia bergumam,

__ADS_1


"ohh itu kah gadis yang membuat Mateen makan tak selera, tidur tak bisa, cantik juga."


Amber memberi isyarat pada para manager untuk bubar dan boleh pulang. Para manager merasa lega dan bersyukur, akhirnya mereka bisa pulang.


Benar-benar Tuan Mateen lebih menyeramkan di banding ayahnya, para manager saling bergosip.


Mateen bergegas mendatangi Luna.


"Dari mana?"


Mateen melihat mata gadis itu sembab, hidungnya memerah, serta melihat lehernya terdapat bekas tanda merah, dengan perasaan kesal dan marah Mateen mengambil jas yang ada di bahu Luna dan memberikannya pada Freya dengan kasar. Kemudian Mateen melepaskan jas nya dan dipakaikan pada Luna.


"Ayo ikut denganku."


Mateen memapah Luna, memegangi kedua pundak Luna.


"Tu-Tuan jangan ..."


"Tuan Jordan akan marah.."


"Tenanglah aku hanya membantumu dia tidak ada alasan untuk marah."


Freya melihat Jas Jordan yang kini berada di tangannya, ia mendesah.


"Ya Tuhan kenapa pekerjaanku akhir-akhir ini begitu menantang, berliku, tak terarah dan mood Tuan Jordan gampang berubah ubah."


"Haii Nona kau telah membangunkan Singa yang sudah lama tertidur."


"Aku lelah sekali, aku ingin mandi, lagi pula Tuan Mateen sudah memgambil tugasku mengantarkan gadis itu ke kamar, tidak akan ada masalah."


.


.


.


.


-Kamar Presidential Suit-


"Buat jadwal bertemu dengan Imanuel, seperti nya aku sedang sakit."


Jordan membuka bajunya, badam berotot nya yang kekar dan ideal membuat nya semakin tampan.


"Baik Tuan, pesawat Jet kita akan menunggu di landasan."


"Aku mau mandi kau keluarlah."


Jordan masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya, sembari berfikir merasa ada yang aneh pada dirinya.


Setelah selesai mandi Jordan membaringkan tubuhnya di ranjang besar yang mewah dan empuk, ia tertidur setelah meminum pil obatnya.


.


.


.


.


-Kamar Mateen-


"Tuan kenapa anda mengajak saya kesini, saya harus kembali ke kamar saya, saya takut Tuan Jordan akan marah."


Gadis itu duduk di tepi ranjang.


Kemudian para pelayan wanita datang.


"Bantu Nona Luna membersihkan diri, aku akan ke bawah sebentar jangan biarkan dia keluar dari kamar ini."


Mateen berbicara kepada kepala pelayan.

__ADS_1


Kepala pelayan menggangguk dengan hormat.


"Luna tenanglah tidak akan ada yang marah, setelah kamu beristirahat dan membersihkan diri, aku akan mengantarkan mu ke kamar."


"Aku pergi dulu, dan akan segera kembali.


.


.


.


.


-Kantor Presdir Math Grup-


Mateen turun menuju kantor nya untuk mengambil dokumen-dokumen yang dia tinggalkan, saat itu ada Amber yang sedang bekerja.


Mateen menutup laptop Amber dan tersenyum.


"Tidurlah, jangan terlalu keras, aku tidak mau paman marah kepadaku karena kau seperti pegawai yang sedang kerja rodi."


"Ayahku tidak akan marah padamu, justru dia akan memarahiku jika tidak melakukan pekerjaan dengan benar."


Amber sedikit mamanyunkan bibirnya, memperlihatkan pada Mateen.


"Oke baiklah.."


"Aku mau kau lakukan pekerjaan, selidiki gadis yang bernama Luna sedalam mungkin, aku tahu kau ahlinya."


"Apakah Tuan Muda sekarang sudah mulai jatuh cinta?"


"Ha-Ha-Ha aku sudah sempat mengira kau itu gay, aku bersyukur sekali. Paman dan Bibi pasti akan senang melihat putranya jatuh cinta."


Amber tertawa terbahak-bahak.


"Diamlah ini sedikit rumit, sepertinya gadis itu terikat perjanjian dengan Jordan."


Mateen menyelipkan kedua tangannya ke dalam saku dan duduk di atas meja.


"Apa?!!!"


"Kenapa kau mencintai gadis milik Jordan."


"Sekalinya jatuh cinta malah serumit ini."


"Apa kau tahu selain seorang pengusaha dia adalah pemimpin Mafia nomor 1, apa kau tahu Paman Peter adalah ayahnya, aku sudah mencari informasi itu sebelum kita bertemu."


"Kau cukup cari tahu siapa sebenarnya gadis itu Amber..."


Mateen menekankan kalimatnya


"Berikan aku salinan dokumen yang tadi siang, akan ku periksa di atas."


"Luna ada di kamarku.."


"Apa....!!"


"Kau benar-benar sudah gila..... !!!"


"Ya tuhan besok pasti akan ada perang besar !!"


Mateen berjalan menuju kamarnya ketika masuk ia melihat gadis itu sudah tertidur di sofa, kemudian Mateen tersenyum dan mengangkatnya, Mateen membaringkannya di ranjang dan menyelimutinya. Pria itu menyentuh bibir Luna dengan lembut, membelai pipi dan rambutnya dalam hatinya berkata,


"Seandainya aku bertemu dengan mu lebih dulu."


Kemudian Mateen beranjak duduk di sofa dan memeriksa dokumen-dokumennya hingga ia tertidur di sofa.


.


.

__ADS_1


.


-Bersambung-


__ADS_2