CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 47- = CEMBURU


__ADS_3

-Mansion Pearl-


Rossalia sedang menyirami bunga-bunga nya di taman belakang, kemudian ia memetik semua bunga yang telah mekar sempurna, untuk dirangkai di vas-vas cantik yang telah ia beli dengan Brida saat mereka pulang setelah mengantar bekal untuk Jordan.


Rossalia meletakkan vas-vas itu di semua ruangan Mansion, ia di bantu para pelayan.


Bunga-bunga di taman lebih dari cukup untuk menghias seluruh Mansion.


Mansion yang dulunya hanya seperti bangunan keramat kini setiap ruangannya berubah menjadi indah dan lebih hidup.


Ketika Rossalia sedang membetulkan vas bunga nya tiba-tiba ada seorang wanita menyapa nya.


"Halo..."


Wanita itu menyapa.


Rossalia berbalik dan memandangi seseorang yang menyapannya.


Sexy, cantik, badan wanita itu bagus, rambut blowout sebahu, kulit putih, jari-jari lentik dengan warna kuku merah menyala memegangi kaca mata hitamnya dengan tas tangan hitam dan dress mini berwarna merah menyala, tak lupa heels yang tinggi, membuat tubuh Rossalia benar-benar terlihat pendek.


"Iya..."


Senyum Rossalia mengambang namun ada keraguan serta tanda tanya di benaknya, siapa dia.


"Ahhh kau pasti Rossalia, aku pernah melihat foto mu, aku dan Jordan tumbuh bersama, kami ada di kelas bangsawan elit dan aku pernah menemukan fotomu yang terjatuh di bawah meja."


"Panggil aku Angela."


Wanita itu menceritakan sebagian kisah di masa kecilnya, berharap Rossalia cemburu, dan ia mengulurkan tangannya.


Rossalia membalas uluran tangan itu, mereka bersalaman.


"Saya Rossalia."


"Aku baru sampai beberapa hari di Negara K, karena Paman Peter menyuruhku ke sini untuk merawat Jordan yang nakal, sebenarnya aku tidak mau tapi bagaimana lagi Paman Peter memaksaku untuk bertunangan dengan Jordan."


"Kau tahu, pria itu angkuh dan dingin."


Angela memanyunkan bibirnya dan menyedekapkan tangannya.


"Aku membawa oleh-oleh untukmu, ayo duduklah bersamaku."


Angela menggandeng tangan Rossalia duduk di kursi, dan menaruh paper bag di atas meja.


"Kau pasti yang merangkai mawar-mawar itu."


"Aku tahu kau menyukai bunga mawar, Jordan pernah menceritakan itu waktu kami masih sering bercanda, katanya kau adik nya yang paling manis."


"Ternyata kau memang manis."


Angela tertawa sembari menutup mulutnya dengan tangan kirinya.


"Apakah Jordan bilang padamu aku adalah adiknya yang hilang karena terseret ombak?"


Rossalia memandangi hadiah yang di berikan Angela.


"Aku sebenarnya tidak ingin mengungkit masalah itu, aku takut kau akan mengingat masa lalumu yang kelam dan tragis."


"Tenanglah, sekarang kau bersama kami."


"Saat ak ke kantor Jordan, pria itu bilang telah menemukanmu aku buru-buru kesini."


Angela merubah mimik mukanya seperti gadis manja yang manis.

__ADS_1


Wanita itu benar-benar mengarang ceritanya dengan sehalus mungkin, Jordan tak akan pernah menceritakan apapun kepadanya bahkan berbicara dengan wanita pun ia malas.


"Jangan katakan pada Jordan aku menemuimu ya, dia selalu melarangku untuk menemui siapapun, mungkin karena sifat posesif nya."


"Aku hanya ingin lebih mengenal mu yang sebentar lagi akan menjadi saudari ipar ku."


"Baiklah aku akan pergi dulu, aku menginap di apartemen dreams."


Angela pergi meninggalkan Rossalia yang menahan air matanya agar tidak jatuh, tangan nya bergetar mendengar bahwa Jordan akan bertunangan dengan wanita itu.


Saat Angela pergi ia berpapasan dengan Paman Lee.


"Paman Lee bagaimana kabar anda."


"Cukup baik."


"Tuan Jordan tidak ada."


"Aku tahu, aku akan pergi."


Angela berlenggang pergi dan menuju mobilnya ia mengemudikan dengan cepat meninggalkan Mansion.


Paman Lee merasa ada yang aneh dengan situasi ini, ia melihat Rossalia sedang duduk termenung, ia berjalan mendekat.


"Nona hari ini Tuan Jordan pulang lebih cepat, apakah Nona ingin memasak sekarang, saya akan suruh para pelayan menyiapkan bahan-bahannya."


"Hari ini saya tidak masak Paman Lee, saya akan ke kamar, saya sedikit lelah, jika Jordan sudah pulang tolong katakan saya sedang tidur."


Rossalia berjalan menaiki tangga meninggalkan Paman Lee, ia membawa paper bag itu bersamannya.


"Baik Nona."


Paman Lee melihat ada sesuatu yang terjadi, dari pengamatannya saat melihat sikap Rossalia yang tak tersirat.


Cahaya matahari sore menyinari bunga-bunga Rossalia, sebelum matahari tenggelam dan berganti dengan malam Jordan sudah sampai di mansion, ia turun dan di sambut Paman Lee.


"Dimana istriku."


Jordan berjalan dengan cepat.


"Ada di kamar Tuan, tadi siang Nona bilang badannya lelah."


Jordan melangkah cepat, kaki nya yang panjang benar-benar membuat Paman Lee harus berlari kecil, pria itu menuju kamarnya, namun Paman Lee berkata dengan cepat sembari tergopoh mengejar Jordan


"Maksud saya ada di kamar Nona sendiri Tuan."


Jordan kemudian berbalik dan menuju kamar Rossalia. Membuat Paman Lee juga ikut berputar. Ketika ia ingin membuka pintu, ternyata pintu itu terkunci.


"Sayang?"


"Aku sudah pulang."


"Apakah kau baik-baik saja?"


Jordan memanggil Rossalia dari luar.


"Aku tidak apa-apa biarkan aku istirahat sebentar."


Terdengar suara Rossalia sedikit lemah dari dalam kamarnya.


"Apakah kau yakin, kau tidak apa-apa?"


"Apa perlu ku panggilkan Dokter Imanuel kesini untuk memeriksamu?"

__ADS_1


Jordan mulai khawatir karena Rossalia tidak mau membuka pintu nya.


"Biarkan aku sendiri dulu, aku hanya ingin istirahat."


Rossalia masih tidak mau membuka pintu.


"Baiklah, panggil aku jika kau memerlukan sesuatu."


Jordan merasakan ada yang aneh, sepertinya ini hanya sekedar alasan.


"Apakah perlu kita memakai kunci cadangan Tuan."


Paman Lee mulai khawatir dengan keadaan Rossalia.


Semua ruangan mansion memiliki setidaknya 3 kunci cadangan namun hanya kamar milik Jordan yang tidak memiliki kunci cadangan itu aturan dari Jordan sendiri.


"Tidak, biarkan dulu, itu yang dia mau, dan biarkan dia keluar sendiri, tidak perlu memaksanya."


"Apakah ada kejadian aneh seharian ini?"


"Tadi siang Nona Angela datang kemari Tuan, saya bertemu di halaman depan, ketika saya masuk Nona Rossalia sudah seperti ini."


Paman Lee menjelaskan.


"Siapa yang mengijinkannya masuk !!!"


Jordan mulai marah, ia menuju ruang baca dan duduk di kursi besarnya membuka laptop dan kemudian melihat semua cctv.


Jordan melihat Rossalia berbincang dengan Angela, pria itu mencoba membaca gestur 2 wanita itu.


"Panggil Lorez."


Jordan terlihat kesal dan marah.


"Baik Tuan."


Paman Lee pergi keluar untuk memanggil Lorez dan tak butuh waktu lama Paman Lee sudah bersama Lorez.


"Saya Tuan."


Lores sudah menghadap.


Jordan memijat pelipis hidungnya, ia menahan amarahnya.


"Aku tidak suka ada sembarang orang memasuki wilayah privasiku, apalagi rumahku."


"Cari tahu pengawal siapa yang berjaga hari, kenapa Angela bisa masuk."


"Aku sudah katakan perketat keamanan."


"Baik Tuan."


Lorez menundukkan kepalanya.


"Keluarlah."


Jordan menyandarkan punggung dan kepalanya di kursi besarnya, matanya tertutup hingga tanpa sadar ia terlelap tidur.


Dini hari pukul 5 Paman Lee yang membawa beberapa pelayan untuk membersihkan ruang baca terkejut Tuannya tidur di kursi, ini memang bukan yang pertama namun setelah kedatangan Rossalia Jordan tak pernah lagi terlihat tidur di ruang baca.


.


.

__ADS_1


.


-Bersambung-


__ADS_2