
Lengan kokoh Jordan menjadi bantal yang nyaman untuk Rossalia, ia tidur dalam dekapan pria yang kini telah menjadi suaminya.
Jordan memiringkan tubuhnya ke kiri untuk mendekap Rossalia.
Dari tempat nya tidur, ia melihat hujan yang masih turun dengan lebat, kaca jendela yang besar memberikan pemandangan bangunan-bangunan pencakar langit.
Ternyata memandang hujan tak seburuk kelihatannya, ketika hati sedang baik melihat hujan membuat hati lebih damai.
Jordan mencium kepala Rossalia yang tidur membenamkan wajahnya di dada bidangnya yang kekar.
Ketenangan, damai, bahagia, rasa syukur, Jordan baru saja menaiki tangga-tangga kehidupan yang baru, setelah langkahnya di masa lalu hanya ada pertumpahan darah, kekejaman, depresi akan kegilaannya mencari Rossalia, serta dingin dan keangkuhannya yang tak tersentuh siapapun.
"-Tok-tok-tok-"
Suara pintu kamar Jordan di ketuk.
"Tuan... maaf mengganggu."
Lorez yang sedari tadi menunggu di ruangan kantor masuk ke dalam ruang kamar Jordan, ia memberanikan dirinya mengetuk pintu kamar utama setelah 2 jam berlalu, insting nya selalu tepat dan akurat meski pernah ia teledor dalam kasus Rossalia.
Jordan mengangkat kelapa Rossalia dengan lembut dan menyelimutinya, pria itu turun dari ranjang meraih piyama dan keluar dari kamar, kemudian menutup pintu kembali.
Lorez masih menunggu Tuannya untuk duduk, Jordan mengambil air minum dan meminumnya, kemudian ia duduk di sofa, masih di ruangan kamar Jordan namun terpisah dengan kamar utama.
"Kami menemukan Nona Lily, beliau berada di Hospital NC di bawah naungan NIcO GRUP. Namun keadaannya tak baik."
"Sudah 13 tahun beliau dalam keadaan koma, sepertinya di buat koma Tuan."
"Sudah di pastikan Beliau adalah Nona Lily, tim Delta E meretas data pasien tersebut di Hospital NC."
"Golongan darah dan semuanya ada kemiripan saudara kandung dengan Tuan Raiford, bahkan golongan darahnya O spesial sama dengan ibunya, Nyonya Besar Joecy."
"NIcO GROUP ?"
"Siapa pemiliknya."
"Nicholas Douglas Tuan."
Lorez menjawab singkat.
Jordan terkejut, memandangi Lorez.
"13 tahun lalu aku menyelamatkan Peter karena Nicholas melakukan kudeta, dalam kata lain, sebelumnya ia anggota Red Sword?"
"Cari tahu semua masa lalu Nicholas."
"KEEP DIGGING. DON'T LET GO OF ANY CLUES !!! ( Teruslah menggali. Jangan lepaskan petunjuk apapun )."
__ADS_1
" 1 kesalahanmu menangani kasus Rossalia sudah cukup membuatku kecewa jangan ulangi kesalahan yang sama."
Jordan mengancam Lorez.
"Baik Tuan."
Lorez menundukkan kepalanya, kemudian Jordan masuk ke dalam kamar utama meninggalkan Lorez yang masih menundukkan kepala, sampai sekarang Lorez masih menyesali kesalahan nya, ketika ia kehilangan insting memburu nya, pria perfect yang selalu menghukum dirinya sendiri akan kesalahannya.
Lorez pria tampan, tinggi tubuhnya sejajar dengan Jordan, bahkan para wanita selalu meliriknya, namun ia tak kalah dingin dengan Tuannya, meski ketampanannya masih belum bisa menyangi ketampanan Jordan namun pesona pria ini bisa mengguncang setiap hati wanita yang kesepian.
Untuk manusia normal di luar sana tujuan dalam kehidupan mungkin adalah belajar, bekerja, menikah dan hidup berkecukupan bahkan ada manusia yang tujuan hidupnya hanya sekedar untuk bertahan hidup saja, memikirkan hari ini akan makan apa dan dengan apa mereka harus mendapatkan makanan.
Seperti itulah Jordan kecil dulu, sebelum bertemu Rossalia kecil ia hanya memikirkan bagaimana caranya untuk makan.
Kemudian tujuan hidupnya berubah untuk Rossalia, bahkan sisi tergelap dunia kriminal serta kekejaman mafia yang tersembunyikan dibawah perut bumi telah menjadi ibu sambung Jordan yang ikut andil membesarkannya.
Berbeda dengan Lorez, pria ini tak memiliki keluarga, hidup nya berantakan, dari kecil Lorez tak kenal untuk apa ia hidup, atau apa itu tujuan hidup, ia hanya suka pada peperangan dan menyiksa musuhnya, hidupnya lebih terarah ketika mejadi pengawal pertama Jordan.
.
.
.
-Pukul 2 pagi di perusahaan Rossalia Grup-
"Tuan Lorez ada penyusup di markas pelatihan di pulau JR, sepertinya ia ingin meretas data-data kita, iamencari informasi tentang keberadaan markas besar."
Seseorang menyampaikan laporannya pada Lorez, pria itu seketika bangun dari duduknya menuju ruangan Jordan, Lorez memiliki ruangan sendiri yang masih 1 lantai dengan Jordan, ia masuk ke kantor kemudian masuk ke dalam kamar Jordan dan mengetuk pintu kamar utama, langkahnya cepat nyaris seperti berlari.
Sesaat yang lalu Jordan baru saja selesai melakukan kemesraannya lagi dengan Rossalia, dan itu berlangsung lebih cepat dari sebelumnya hanya sekitar tak lebih dari 1 jam dan gadis itu telah kembali terlelap, Jordan benar-benar memiliki tenaga lebih kuat yang bahkan mungkin lebih kuat dari seekor banteng, begitulah dalam pikiran Rossalia, pria itu sangat pandai membuatnya mengikuti permainannya lagi meski tubuhnya masih kelelahan dan ini sudah yang ketiga kalinya dalam 1hari Jordan membuat nya tak berdaya, bahkan Jordan lah yang membantunya mandi dan menyuapinya makan.
"-Tok-tok-Tokk-"
Pintu kamar utama di ketuk.
"Maaf tuan, ada yang harus saya sampaikan."
Lorez meminta ijin di balik pintu kamar utama Jordan.
Jordan yang saat itu sedang duduk bersandar dengan laptop berada di pangkuannya, sedangkan Rossalia berbaring memiringkan tubuhnya menghadap Jordan, ia membenamkan kepalanya di paha lelaki itu, sesekali tangan kokoh Jordan membelai kepala Rossalia, tubuhnya tertutup selimut sampai batas dada, lengan dan bahunya terlihat putih karena ia sedang telanjang.
Jordan yang mendengar Lorez memanggil nya dengan perlahan ia turun dari ranjang dan menaruh laptopnya di meja dengan hati-hati, agar tidak menimbulkan suara dan mengganggu tidur Rossalia, pria itu menyambar piyamannya dengan kesal, ia hanya memakai boxer ketat yang mini.
"Ya Tuhan, ini pukul 2 pagi, apa pengawal bodoh itu tidak tidur, kenapa selalu mengetuk pintu kamarku !!!"
Di dalam hati Jordan memaki dan mengutuki Lorez.
__ADS_1
Pintu di buka, Lorez melihat Rossalia yang tengah tertidur. Namun tatapan Lorez ternyata di salah artikan oleh Jordan.
"Kau memasang kamera di kamarku !!!"
"Kau selalu datang tepat waktu setelah aku selesai melakukan itu dengan istriku !!!"
"Apa kau ingin memandangi istriku yang sedang telanjang Lorez?"
"Kau tidak bisa lihat ini pukul berapa !!!"
Pria itu menutup pintu kamarnya, bahkan pengawal kepercayaannya pun ia curigai, sikap itu berawal saat Rossalia menyapa Lorez di Roma.
"Maaf Tuan saya tidak berani, saya tidak memasang kamera apapun di kamar Tuan, dan saya hanya ingin memastikan bahwa Nona Rossalia sudah tidur, ada sesuatu yang harus saya kabarkan."
"Lanjutkan !!!"
Jordan duduk menyilangkan kakinya di sofa dan meyedekapkan tangannya, ia meminta Lorez untuk melanjutkan apa yang ingin ia sampaikan.
"Ada penyusup di markas pelatihan Tuan, sepertinya ingin meretas data tentang Markas Besar kita, namun tidak berhasil, keamanan kita masih bisa mencegahnya."
"Dia sudah bisa masuk ke dalam Markas pelatihan, dan dia ingin meretas informasi kita artinya dia sudah masuk sangat dalam, melewati para penjaga, ada banyak sensor aktif di dalam ruang pusat data informasi, tandanya keamanan kita masih lemah, atau ada orang asing di pusat kendali sensor, dalam kata lain ada penyusup orang dalam di antara pengawal kita."
"Buat kemananan pertahanan yang lebih kuat lagi, usut dulu kasus ini Lorez."
"Ada pengkhianat di dalam organisasi kita."
"Baik Tuan."
"Sepertinya ini adalah imbas dari kita mencari tahu tentang pembantaian organisasi Dark Dragon Tuan."
"Tambah kan pengawal-pengawal kepercayaan kita untuk selalu mengecek semua ruangan, jangan sampai ada penyadap di sekitar kita."
Jordan terdiam sejenak, kemudian ia bangkit dari sofanya, dan menuju kantor nya, Lorez mengikuti Tuannya.
Tangan Jordan meraba-raba meja kerjanya, kemudian ia menemukan sebuah alat sadap kecil di bawah meja, pria itu melihat sesaat dan memberikannya pada Lorez, pria itu dengan teliti memeriksannya.
Kemudian Lorez mengembalikan alat sadap itu kembali ke tempatnya.
Jordan memberikan instruksi-instruksinya pada Lorez meggunakan tangannya.
.
.
.
-Bersambung-
__ADS_1