
Jordan sadar, baru saja Rossalia mengalami trauma yang hebat karena dirinya, ia tidak ingin Rossalia bersedih lagi dengan fakta yang sekarang Jordan ketahui, ia tidak akan tega memberitahukan rahasia ini kepada Rossalia, untuk sementara waktu mungkin akan lebih baik di simpan dulu, itulah pemikirannya saat ini.
Tiba-tiba seorang gadis masuk dengan lancang diikuti Freya yang menundukkan kepalanya.
"Kalian keluarlah."
Jordan menyuruh assistennya keluar dan menyimpan berkas-berkas yang belum sempat di baca serta foto-foto itu ke dalam laci.
"Paman Peter menyuruhku datang ke sini, aku ber hak atas dirimu."
Wanita seksi yang memakai dress ketat, sempit, dan mini berwarna merah menyala serta dengan payud*ara besar duduk santai menyilangkan kaki tepat di depan meja Jordan, gadis itu memiliki rambut model blowout sebahu, dan ia berwajah cantik.
"Apa kau bercanda?"
"Kecuali orang yang kuijinkan, bahkan jika aku mati, tidak ada yang boleh menyentuh mayatku."
Jordan menyenderkan punggung di kursi besarnya, dan menyedekapkan tangannya.
"Tapi kita akan bertunangan, Paman Peter sudah mengatur semuanya, dan organisasi kita akan menjadi lebih kuat."
"Paman dan ayahku sudah setuju, organisasi Red Sword dan Demon Star akan menjadi organisasi Mafia terbesar di dunia, tidak akan ada yang bisa mengalahkan kita."
"Sayangnya, aku memiliki organisasi sendiri."
"Kembalilah, Peter tidak akan mendesak ku."
Jordan sebenarnya sudah tahu Angela akan datang menemuinya atas perintah Peter, dan inilah yang membuat Jordan sedikit risau, Peter mulai menuntutnya, mengklaim kepemilikkannya pada Jordan, pasti akan tiba waktu nya Peter menginginkan Jordan untuk memenuhi ambisinya, maka dari itu Jordan dengan keras mendirikan kerajaannya sendiri, memperkuat pasukannya, mendirikan perusahaan yang besar menjadikannya raksasa dunia untuk melawan Peter suatu hari nanti jika Peter benar-benar mendesaknya, Jordan memiliki hidupnya sendiri, ia tidak suka di atur orang lain.
"Kita harus menikah."
Angela bersikeras.
"Pertama, aku tidak mau."
"Kedua, hidupku adalah milikku."
"Ketiga, aku sudah memiliki kekasih."
Jordan berdiri di samping mejanya, Angela memutar kursinya untuk menatap Jordan lebih tajam.
"Baiklah, tidak apa, aku bisa berbagi ranjang dengannya, saat malam kau milikku, ketika pagi atau siang kau bisa dengannya."
Angela menyedekapkan tangannya, ia masih menyilangkan kakinya, dan bermain-main sedikit dengan kursinya, memutar-mutar perlahan.
"Sayangnya aku pria setia."
Jordan tidak bisa berlaku kasar dengan Angela karena hubungan baiknya dengan keluarga wanita itu.
__ADS_1
"Kau tahu aku mencintaimu sejak kita masih kecil, saat kau tiba di Istana Emperald dengan Paman Peter."
Angela mulai sendu, matanya mulai berair.
Jordan mengambilkan tisu dan memberikannya pada Angela.
"Aku sudah memiliki kekasih."
Jordan menegaskan lagi.
"Aku tidak peduli bahkan jika setelah kita menikah kau lebih mencintai kekasihmu.
"Apakah kau masih mencari gadis itu, apakah kau sudah menemukannya?"
Angela melihat pigura kecil yang terpajang di atas meja, tangannya mencoba meraihnya namun dengan cepat Jordan mengambil foto itu.
"Apa kau belum cukup puas?"
"Kau pikir aku akan memaafkanmu kali ini?"
"1 foto saja sangat berharga untukku, jika aku tidak menghargai ayahmu, kau sudah mati ku cekik, saat dulu kau merobek foto kekasihku yang terjatuh."
Angela tahu siapa gadis yang di maksud Jordan.
Ketika masih berumur belasan, Angela, Mikaila, serta Jordan bersekolah di tempat yang sama khusus para bangsawan di mana kelas itu hanya ada beberapa siswa pilihan saja.
Katakanlah kelas para bangsawan elit.
Angela selalu menganggap dirinya dekat dengan Jordan, namun itu hanya ilusi yang ia buat sendiri, bahkan yang sesungguh nya Jordan selalu ketus dan dingin terhadap semua wanita.
"Apa kau yang membuat Mikaila depresi karena karirnya kau tutup?"
"Kau akan seperti dia jika berani melakukan sesuatu yang tidak ku sukai."
Jordan meletakkan foto itu kembali di sebelahnya
"Dia yang bodoh, dan aku tidak sebodoh dia."
Angela tersenyum getir.
"Apa kau sudah selesai?"
Jordan mulai jengah dan bosan, ia benar-benar tak habis pikir, kenapa banyak sekali wanita murahan yang tak menghargai diri sendiri, selalu saja wanita-wanita murahan itu dengan rela melemparkan diri mereka, dan itu justru membuat Jordan makin membenci mereka, bahkan selalu mual dan emosinya kembali meledak, setiap kali mereka merayunya ia akan teringat ibu nya yang seorang pel*cur memaksanya melihat adegan-adegan kotor nya yang menjijikkan.
"Aku merindukanmu..."
Angela masih mencoba merayu dengan suara yang sendu.
__ADS_1
"Apa kau butuh seseorang mengantarmu keluar?"
Jordan mulai kesal dan menarik dasinya, ia merenggangkan dasi itu dan membuka kancing bagian atas.
"Baiklah, aku akan pergi, aku selalu jadi gadis penurut untukmu, iya kan?"
"Aku akan menginap di Apartmen Dreams."
"Aku pergi dulu."
Angela pergi meninggalkan Jordan yang acuh padanya.
Saat berada di lobby Angela melihat banyak sekali karyawan berkerumun, melihat sekilas ada seorang gadis yang entah siapa duduk dilantai di siram air.
"Pembullyan kah?"
Angela hanya sedikit mengangkat bibirnya meremehkan, senyuman mengejek khas nya yang merendahkan, kemudian ia berlalu pergi memakai kaca mata hitam dan masuk ke dalam mobil mewah miliknya.
Sedangkan di tempat lain, seseorang yang duduk di lantai itu ternyata adalah Rossalia, mimpi apa Rossalia semalam, kenapa dirinya di perlakukan tak beradab oleh orang-orang yang berpendidikan.
Rossalia di sebut j*lang, dan pengantar makanan palsu yang hanya ingin menggoda Presdir.
Bagaimana tidak, karena terburu-buru mengantarkan bekal untuk Jordan yang tertinggal di dapur, ia lupa melepaskan celemek nya, bahkan ia lupa menggantai baju dan sandal rumahnya.
"Katakan siapa kamu sebenarnya !!!"
Resepsionis wanita itu mencercanya habis-habisan, dan sang office girl menyiramnya lagi dengan air bekas pel yang sudah ia gunakan mengepel lobby.
Rossalia gelagapan saat wajahnya di siram, ia mengusap wajahnya dengan kedua tangan, dan mengambil nafas panjang.
"Aku sudah muak dengan semua fans Presdir yang selalu saja membuat keonaran di sini."
"Mereka menganggap hebat, karena punya klub dan merasa menjadi bagian dari Presdir, apa kalian mimpi !!!"
"Bahkan kami di sini yang setiap hari bekerja di perusaahaan Presdir saja tidak dapat bertemu, apalagi kau yang hanya sampah masyarakat, memaksa masuk menemui Presdir, dan apa ini bekal?"
"Kau pengantar makanan atau pembantu?"
Sang Resepsionis membuang bekal itu hingga tercecer di lantai, persis di depan Rossalia yang duduk tertunduk, badannya basah kuyup, kotor, dan bau.
Gadis itu mencoba menahan tangisannya, tenggorokannya tercekat.
Sialnya ia tidak pergi bersama Brida, Paman Lee juga tidak mengetahui Rossalia pergi, ia di antar oleh sopir, namun Rossalia menyuruh sopir itu untuk berjaga di luar, dan itu agak jauh dari lobby.
.
.
__ADS_1
.
-Bersambung-