CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 55- = KELUARGA ROSSALIA


__ADS_3

Rossalia terdiam, tak ingin melihat Mateen, bahkan mengacuhkan ketika Mateen mendekatinya. Beberapa kali Mateen merasa kesal kepada dirinya yang tak ingin melepaskan tatapan dan pandangan matanya dari Rossalia, semua itu benar-benar mengganggu dan menyiksa, keterpanaannya pada Rossalia telah membutakan hati nya untuk berjalan di prisnsipnya yang tak ingin menyentuh dunia gelap mafia lagi.


"Aku belum putus asa, dan belum kehilangan harapanku untuk menjadikanmu istriku, mengadakan pesta pernikahan yang meriah untukmu Rossalia."


Kata Mateen lembut dan membelai rambut halus Rossalia.


Rossalia masih terdiam dalam keadaan siaga.


"Semoga iblis menculikku sebelum aku menjadi istrimu."


Wajah muram Rossalia dan kebenciannya kepada Mateen kini sulit untuk mencair.


"Aku sudah menikah, bahkan aku akan memiliki bayi dengan Jordan."


"Aku bisa menerima anak itu, aku akan menyayanginya seperti anakku sendiri meski dia akan mirip dengan Jordan."


"Jangan bermimpi untuk sesuatu yang kau tahu itu tak akan mungkin, kau mengabaikan kenyataan yang sebenarnya."


"Bangunlah dari obsesi gilamu, dan tataplah dunia yang lain, dimana tidak ada aku di dalamnya."


"Aku mohon Mateen bebaskanlah aku, aku akan sangat berterimakasih padamu, kau adalah pria baik yang ku kenal."


"Kau tahu itu aku adalah pria baik, tapi kenapa...."


Mateen tak melanjutkan kalimatnya, tangan besar itu mencengkram lengan Rossalia, tubuh mereka saling menempel.


Mateen ingin sekali mencium bibir Rossalia, ia semakin mendekat dan mendekat.


"Jangan melawan kehendak Tuhan Mateen, kau harus sadar Jordan telah menjadi orang yang spesial di hatiku lebih dulu."


Rossalia berbicara tepat di depan bibir Mateen yang sedikit lagi bibir mereka akan bersentuhan, matanya tajam menatap Mateen seperti elang penuh dengan kebencian.


"Kau tidak akan sepadan dengannya, kau berasal dari keluarga baik-baik."


"Kau pun berkata seperti itu, apa maksud perkataanmu dan Angela itu sama?"


"Apa yang kalian sembuyikan dari ku."


Rossalia menatap Mateen, ia harus mendongak ke atas karena tubuh tinggi Mateen.


Rossalia berontak meminta kejelasan, Mateen tak kuasa melihat wanita yang ia cintai terus memohon kepadanya, ia mengajak Rossalia ke kamarnya dan memanggil Peter untuk menjelaskan, sudah saatnya kebenaran ini terungkap.


Peter memang ingin memberitahukan pada Rossalia, ia tidak sabar ingin segera membunuhnya.


Tak berapa lama Peter datang membawa pedang besar di bahunya, ia berjalan ke arah Rossalia yang duduk di pinggir ranjang, pria itu menghunuskan pedangnya tepat di leher Rossalia, mata pedang itu runcing dan tajam, leher putih Rossalia nyaris tergores.


Kemudian berpindah ke sisi kanan leher Rossalia, bilah pedang siap menebas lehernya.


Rossalia menahan nafasnya, ia tak berani menarik nafas meski hanya sedikit, dadanya tetap berposisi diam, ia mencoba untuk tenang tak ingin membuat gerakan sedikitpun.

__ADS_1


Bilah pedang itu besar, tajam, pedang yang berwarna merah darah, sangat mengerikan.


"Kau adalah sumber bencana di organisasiku."


"Kau adalah anak dari Raiford ketua mafia tertua, ibu mu bernama Ashby wanita cantik yang anggun, cinta pertamaku yang telah di rebut dengan paksa."


"Aku sangat berharap, dan ku pikir pernikahannya tak akan berlangsung lama, Ashby akan kembali padaku, namun ternyata Ashby memilih mencintainya dan memiliki seorang putri, sialnya kau adalah anak yang Ashby lahirkan, dan yang paling ku benci dari mu adalah, wajahmu sangat mirip dengan Raiford hanya bibirmu saja yang meniru Ashby."


"Kebencianku semakin dalam ketika aku mulai menanjakki kekuasaan yang semakin naik, bisnisku berkembang sangat pesat, namun Raiford menghancurkan 1 demi 1 bisnis ku, meruntuhkannya hingga tak tersisa dia tidak suka di lingkaran organisasi mafia yang ia pimpin beredar obat-obatanku."


"Aku semakin membencinya, ia sangat naif, terlalu ingin membersihkan noda kotor bahkan ia lupa, hampir seluruh mafia memiliki bisnis kotor."


"Akhirnya pada saat malam perayaan ulang tahun mu aku mengajak seluruh organisasi untuk melawan ayahmu, dan pembantaian itu adalah ideku dengan bantuan para organisasi mafia, kau tahu kenapa kasus ini di tutup rapat oleh organisasi, karena mereka semua juga terlibat dalam pembantaian besar-besaran ini."


"Ini adalah konspirasi untuk menjatuhkan keluargamu dengan membunuh semuanya tanpa tersisa."


"Sekarang kau harusnya tahu bukan kenapa pedang ini berwarna merah, dan organisasi ku bernama Red Sword, organisasiku berdiri di atas darah-darah keluargamu."


Peter menceritakan kepada Rossalia, hingga bagaimana ia dilarikan bibinya, hingga bagaimana Peter menyiksa bibinya siang dan malam memberikan obat-obatan, siksaan mental serta penjara bawah tanah yang sangat mengerikan, Peter menceritakan bagaimana ia memperlakukan Lily dengan bejatnya. Pria itu bercerita sampai pada Nicholas mengkudetanya, dan Jordanlah yang menyelamatkannya.


"HA-HA-HA-HA!!!"


"Ini sangat lucu, suamimulah yang menyelamatkanku."


Rossalia tak dapat berkata apapun, tak dapat menangis, tak dapat mengeluarkan ekspresi apapun, pandangan matanya kosong, trauma yang ia rasakan kembali muncul.


Mateen menggoyangkan tubuh Rossalia.


"Kau sudah berjanji tak akan menyakiti Rossalia, aku sudah katakan ia memiliki trauma!!!"


"Apa kau pikir omonganmu penting bagiku?"


"Tidak ada yang lebih penting daripada keinginanku dan ambisiku, kau hanyalah alat yang ku pakai untuk membawa Rossalia datang padaku."


"Jika kau ingin melepaskan gairahmu, ini adalah waktu yang tepat."


"Brengs*k kau!!!"


"Manusia tak bermoral!!!"


"Jangan harap kau akan selamat!!!"


"Jangan lupa aku punya kekuatan untuk melawanmu juga!!!"


"Lakukanlah, aku menunggunya."


Peter berlalu pergi membawa pedang besar itu bersamanya.


Angela melihat dan mendengar semuanya dari balik pintu Rossalia, ia tak percaya sekejam itu dunia mafia, bahkan Peter tak memiliki hati sedikitpun.

__ADS_1


Badan Angela bergetar, matanya melihat kekiri dan kekanan, ia gelisah, kedua tangannya saling meremas.


Rahangnya semakin terasa nyeri, dan kaku, penyangga itu membuatnya seperti patung yang tak bisa memutar kepalanya, apalagi tubuhnya menjadi kaku tak dapat bergerak setelah mendengar Peter berbicara seperti itu dengan Rossalia.


Angela tak menyangka pembantaian itu benar-benar ada, ia hanya mendengar cerita cerita rumornya saja yang sebenarnya telah dilarang untuk di bicarakan, dan untuk identitas Rossalia Angela mencurinya bahkan hanya memiliki sepotong informasi saja mengenai Rossalia adalah anak dari Raiford ketua mafia tertua.


"Kau mendengarnya?"


Peter melihat Angela saat ia berjalan keluar dan menemukan Angela bersandar di pintu, badan wanita itu kaku dan gemetar.


"Ayahmu tak lebih menakutkan dariku, asal kau tahu dialah pemasok terbesar riset-risetku, maka dari itu kami bekerja sama untuk menjadikan Jordan manusia super power, dan kau tak becus membawanya kemari, tak becus membuatnya bertekuk lutut padamu."


"Bisa jadi kau selanjutnya yang akan menjadi bahan riset ayahmu."


"Bersabarlah menanti."


Peter berlalu pergi, pedang yang besar ia letak kan di atas bahunya, pria itu berjalan santai dan bersiul-siul.


"Jadi kami semua hanya menjadi boneka dan alat mereka."


"Manusia-manusia gila!!!"


Angela masuk ke dalam kamar Rossalia, ia merasa sangat bersalah, kini ia menyesali semua perbuatannya.


Wanita itu mencoba menyentuh Rossalia, namun tangan Mateen menepisnya dengan kasar.


"Ma-maafkan aku."


"Aku tidak punya pilihan, aku memang mencintai Jordan dari kecil, dan memang benar membenci Rossalia, tapi aku tak tahu jika aku pun akan di jadikan bahan uji coba ayahku, dia selalu memaksaku untuk merayu Jordan dan menyutuhku untuk membuat pria itu bertekuk lutut padaku, dia mengancamku akan mengusirku, meski aku adalah anak kandungnya, ku kira sebelumnya, ini hanyalah tentang kerjamasa biasa antar organisasi."


"Diamlah, kita sama-sama bodoh, sekarang bagaimana caranya kita bisa keluar dari sarang terkutuk ini."


Mateen membaringkan Rossalia di ranjang yang masih menatap dengan mata kosong.


"Ini tidak mudah organisasi Red Sword dan Demon Star memiliki kakuatan yang sangat besar, dan ini adalah Kastil Royal Palace, di lindungi oleh hutan-hutan yang lebat, terdapat banyak ranjau, berbeda di istana Emperald, istana itu hanyalah kedok Peter, dia sudah merencanakannya dengan sangat rapi, bahkan disini semua sinyal di blokir."


Angela menjelaskan dengan meremas kedua tangannya.


Mateen berfikir sejenak, kemudian ia membelai rambut Rossalia.


"Rossalia jika ada kehidupan yang akan datang, semoga kau bisa memaafkanku."


"Tunggulah di sini aku akan mencari bantuan agar kita dapat keluar."


"Maafkan aku."


.


.

__ADS_1


.


-Bersambung-


__ADS_2