CINTA MATI Seorang Mafia

CINTA MATI Seorang Mafia
-EPISODE 62- = KALUNG ZAMRUD


__ADS_3

Jordan menarik tali bikini Rossalia, tangan besar pria itu turun membelai tubuh Rossalia, ia tidak melawan ketika tangan Jordan meluncur kebawah menyentuh tali celana bikininya dan menariknya.


"Jo-Jordan jangan di sini."


Rossalia mendekap Jordan ia merasakan tubuhnya bergetar.


"Baiklah kita lakukan di pondok."


Jordan menggendong rossalia, berjalan beberapa menit dan sampailah mereka di sebuah pondok yang kecil namun cukup mewah.


Pria itu masuk dan menurunkan Rossalia, memastikan istrinya telah berdiri dengan benar kemudian menciumi setiap lekuk tubuh istrinya, ia mengarahkan tubuh Rossalia berjalan mundur perlahan, untuk berbaring di atas kasur tebal tanpa ranjang, yang dilapisi sprei tebal berbahan katun, sembari Jordan masih sibuk menciumi tubuh mungil istrinya.


Tatkala tubuh mereka menjadi satu, Jordan bergerak dengan cepat, ritme yang semakin cepat membuat keringat mengucur di tubuh mereka.


Berjam-jam Jordan melakukannya, membuat Rossalia memohon agar Jordan menyudahinya.


"Maaf sayang tapi sudah sangat lama kita tidak melakukannya, kali ini biarkan aku sedikit egois."


Kata Jordan setengah berbisik, suaranya serak dan sedikit parau.


Jordan makin mengganas dan panas sedangkan matahari telah sembunyi pertanda bulan akan segera bersinar, pondok semakin gelap tanpa penerangan, Jordan mengakhirinya dengan erangan panjang dan tubuhnya bergetar hebat.


.


.


Malam makin larut Rossalia masih mengurung dirinya di kamar mandi berubin dan berperabotan klasik, pondok itu beberapa meter jauhnya dari Kastil, pondok memiliki bangunan kecil yang mewah dan di desain klasik oleh Jordan.


Rossalia mulai terbiasa dengan perlakuan para pelayan yang mempersiapkan mandinya.


Menghangatkan handuk, menyalakan air serta memeriksa kehangatan air, menata sabun dan pakaian Rossalia.


"Terima kasih itu sudah cukup."


Rossalia mulai berjalan perlahan dan berendam dalam bathup.


Tapi para pelayan masih menunggu selagi Rossalia mandi.


Para pelayan berbagi tugas.


Ada yang mengangkat handuk hangat untuk Rossalia, kemudian pelayan lain menggunakan handuk lain untuk menepuk pungung dan lengan Rossalia hingga kering ketika Rossalia selesai mandi.


Sebenarnya kemanjaan ini sama sekali bukan keinginan Rossalia, namun Jordan selalu saja memberikannya sesuatu yang lebih bahkan ketika Rossalia tak membutuhkan Jordan tetap memberi.


Semua hal tentang permandian bisa Rossalia lakukan sendiri, namun Jordan bagai raja yang titahnya tidak boleh di lawan.

__ADS_1


Rossalia mencium i satu persatu segala botol parfum yang di suguhkan para pelayan.


Berbagai mewangian yang khas dan mahal, namun ia memilih parfum beraroma mawar kesukaannya.


Pelayan membantu Rossalia memgenakan Jubah besar berbahan sutra yang lembut, jubah berwarna merah dengan sulaman bunga mawar berwarna emas di belakang punggungnya.


Rossalia menggulung lengan Jubah yang terlalu besar untuknya, kemudian ia kembali ke kamar, bagian bawah jubah itu terseret di lantai.


Jordan memakai Jubah yang serupa dengan Rossalia, ia terlihat duduk di karpet menyorokkan kayu di perapian dengan penyodok khusus.


Para pelayan berpamitan dan pergi. Kemudian Rossalia duduk mendekat, mereka berpelukan di depan perapian, menghangatkan tubuh dan saling bercerita tentang masa kecil ketika mereka masih ada di panti asuhan.


Semakin lama dan semakin larut mereka hanya berpelukan dan melihat kayu semakin habis terbakar.


Tiba-tiba Jordan mengeluarkan kotak biru dari saku jubahnya dan memberikannya pada Rossalia.


"Apa ini?"


Tanya Rossalia.


"Bukalah."


Jawab Jordan.


Rossalia duduk menegakkan tubuhnya dan membuka kotak pemberian Jordan, ia terkejud dengan isi kotak tersebut, sebuah kalung dengan untaian berlian yang bersinar.


Kalung dengan rangkaian berlian rumit, serta untaian zamrud berwarna hijau yang sedikit lebih besar. Desain kalung yang terlihat rumit itu mewah dan berkilau.


Rossalia berdiri dan mencari cermin, ia takjub melihat dirinya sendiri memakai kalung yang bersinar dan berkilau, sesaat ia mengagumi dirinya sendiri dalam pantulan cermin yang memperlihatkan seluruh tubuhnya memakai jubah mewah serta kalung mewah, ia tersenyum dan berbalik melihatnya dari sudut yang lain, kemudian melihat cermin kembali, pantulan cermin menunjukkan Jordan berjalan mendekat dan memeluknya dari belakang.


"Terimakasih."


Rossalia memeluk tangan Jordan yang melingkar di tubuhnya, ia bersandar di tubuh besar suaminya.


"Apa kau menyukainya."


Tanya Jordan, kepalanya bersandar di bahu Rossalia, membuat punggungnya terlihat membungkuk.


"Aku sangat menyukainya, ini indah sekali, pasti sangat mahal."


"Tidak dan bukan."


Jordan menggelengkan kepalanya.


"Kau yang membuat kalung itu terlihat indah, kecantikanmu dan ketulusan hatimu membuat kalung itu semakin bersinar."

__ADS_1


Jordan mencium leher jenjang istrinya, menurunkan jubah nya dari leher Rossalia.


"Jangan lagi, apa kau tidak lelah?"


Rossalia menggerutu.


Jordan tertawa dan memohon pada Rossalia.


Istrinya bagai candu, Jordan tak kuasa menahan setiap sengatan gairah setiap kali berdekatan dengan Rossalia.


"Ayo kita membuat lebih banyak anak, aku ingin Mansion menjadi sangat ramai dengan anak-anak kita yang berlarian kesana dan kemari, menjerit dan menangis."


Jordan membisikkan kalimatnya di telinga Rossalia.


Malam yang indah di bawah sinar bulan, pondok mewah yang klasik menjadi saksi sepasang suami istri yang telah melewati banyak rintangan.


Perjalanan dan kisah yang menguras hati, membuat Jordan ingin menikmati setiap detiknya dengan Rossalia, menjadikan sedetiknya sebagai kenangan yang indah dan berharga, selalu ingin menyatu dan tak ingin terpisah.


.


.


.


.


Tragedi berdarah telah menjadi kisah dan cerita tersendiri untuk para mafia serta keluarga yang terikat.


Berbulan-bulan lamanya kisah itu berlalu, tak ada yang berani mengungkit atau pun hanya sekedar mengucapkan sepatah kata.


Bahkan Mansion Baverly Hills menjadi tempat yang paling tertutup mengenai berita kebakaran hingga berita simpang siur tentang masa lalu Jordan serta Rossalia.


Sekembalinya mereka ke Negara K, Berita tentang Rossalia semakin tak terkendali, Freya tak bisa mengontrolnya bahkan Perusahaan Rossalia Grup tidak pernah sepi oleh wartawan.


Jordan kembali ke perusahaan, dan menutup mulut para media hampir setengah bagian Negara K, ia kembali mengakuisisi media-media yang berani menentangnya.


Itu di tujukan agar Rossalia tetap merasa aman, dan nyaman, tanpa ada berita yang membuatnya tertekan apalagi sebelumnya banyak berita beredar bahwa Rossalia telah kehilangan bayinya, Jordan marah hingga memboikot beberapa media, bahkan mengancurkan perusahaan media tersebut hingga memblacklist nya.


Media-media yang anti Rossalia membuat berita-berita buruk tentangnya, bagimana latar belakang Rossalia bahkan memberitakan Rossalia seorang wanita matrealis.


.


.


.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2