
Detik demi detik, menit menjadi hitungan jam, hari berganti hari tidak terasa waktu yang tadinya berjalan sangat lambat kini terasa sangat cepat.
Tibalah saatnya untuk melaksanakan upacara pernikahan antara dua anak tunggal pengusaha yang sudah sejak lama bersahabat ini.
Taman belakang di kediaman Sekar sudah berubah, kembali di sulap dalam semalam. Sangat indah untuk proses akad nikah.
Bunga mawar putih kesukaan Sekar memagari bagian utama halaman, terlihat foto mesra hasil prewedding Danil dan Sekar di setiap sudut.
Pelaminan dengan nuansa dominasi silver, abu-abu dan putih itu terlihat sudah siap di gunakan, harum bunga melati dan sedap malam semakin menambah sakral suasana upacara pernikahan sepasang anak manusia.
Penerima tamu dengan cekatan memberikan frame berwarna putih sebagai souvenir pada setiap tamu yang hadir di acara akad nikah. Deretan pager ayu dan pager bagus, di penuhi sepupu Sekar dan Danil siap memagari jalan menuju pelaminan.
Berbagai macam makanan telah tersedia, mulai masakan tradisional hingga internasional. Appetiazer (hidangan pembuka), main cours (hidangan utama), hingga dessert (hidangan penutup) yang menggoda untuk dicicipi untuk tersaji lengkap pada prosesi akad nikah.
Hidangan yang disajikan untuk akad nikah terlihat sangat beragam. Pada saat resepsi nanti, tentunya lebih mewah dari acara utama.
Di dalam ruangan Sekar sudah selesai di rias, ia terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya brokat berwarna putih dengan model klasik.
Payet berbentuk bunga, perpaduan warna silver dan abu-abu, memberikan sentuhan modern pada kain brokat tersebut. Kain batik bawahnya terlihat kental nuansa tradisional, ciri khas buatan Irma Kumala Dewi.
Kebaya ini sangat pas di tubuh ramping Sekar. Ayu, satu kata yang dapat menggambarkan fisik calon pengantin wanita.
Sanggul sederhana dan rangkaian melati di atas kepalanya di padu make up natural ciri khas Sekar, menambah elegan penampilannya. Tidak mengurangi kecantikannya bahkan memukau.
Danil dan Sekar melaksanakan prosesi upacara pernikahan dengan menggunakan adat Sunda. Upacara yang sakral itu berjalan dengan khidmat. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan saritilawah.
Danil, sudah duduk di meja ijab kabul, dia menggunakan beskap dan celana berwarna putih, agar tidak monoton dia menggunakan teluk belanga, terlihat sangat tampan, seperti ki demang pada jaman dulu, peci putih terlihat kokoh di atas kepalanya.
Di depan Danil, Bagas pun sudah menempati tempatnya, terlihat sedikit tegang namun bisa tersenyum kepada calon menantunya. Disamping Bagas penghulu sedang berbisik memberitahu apa yang harus dilakukan pada prosesi akad nikah, disertai anggukan Bagas tanda mengerti apa yang harus di lakukan sebagai wali nikah Sekar.
__ADS_1
Bunda Rianti dan Mamah Fina menjemput Sekar yang masih di dalam ruangan, keduanya sangat bahagia dan terpesona melihat anak dan menantunya begitu cantik. Keduanya langsung membawa calon pengantin menuju tempat akad nikah.
Wajah Sekar yang selalu tersenyum, terlihat bersinar terpancar dari auranya. Cantik dengan senyum manisnya, sulit diungkapkan namun membuat semua orang yang menatapnya kagum.
Kedatangan sekar yang diapit bunda dan mama sempat membuat Danil melirik sedikit dan tersenyum pada Sekar, dia terpesona, memuji penampilan calon istrinya di dalam hati.
Maa Syaa Allah, kamu sangat cantik sayang. Kamu harus bertanggung jawab, jantung aku berdetak kencang.
Terima kasih ya Allah, bidadari ini akan segera menjadi istriku. Mohon dilancarkan semua proses ini**.
“Cantik,” bisik Danil ketika Sekar duduk disebelahnya. Sekar tersenyum mendengar pujian dari calon suaminya.
Sekar telah berada disebelah Danil, sebelum acara ijab qabul bapak penghulu mempersilahkan Sekar menyampaikan permohonan ijin dan doa restu kepada ayahanda selaku wali nikahnya.
Kertas berisi tulisan yang telah ia buat sudah berada di atas meja, dia siap membacakannya.
“Bismillahirrhmaanirrahiim,
Asyhadualla illa ha illallah, Wa asyhadu anna muhammadarrosulullah.
Bunda dan ayah yang sekar sayangi dan hormati. Dengan segala kerendahan hati, Sekar menghaturkan permohonan maaf, atas semua kesalahan dan kekhilafan yang pernah Sekar lakukan, baik yang di sengaja maupun tidak di sengaja. Maafkan lisan dan perbuatan Sekar yang pernah menyinggung dan kurang berkenan bahkan tidak pantas yang pernah Sekar lakukan terhadap bunda dan ayah.
Di pagi ini, Sekar memohon izin, meminta restu pada bunda dan ayah untuk dinikahkan dengan Laki-laki yang Sekar sayangi, Mas Danil Rahardi Kesuma bin Maharandi Rahardi Kesuma.
Sekar memohon restu pada bunda dan ayah agar pernikahan Sekar dan Mas Danil selalu dalam lindungan Allah, Sakinah, mawaddah, warahmah.
Mohon doa restu agar kami kuat dalam suka dan duka, selalu bersama disaat susah dan senang, saling asih di saat sehat dan sakit, senantiasa rukun, damai, sejahtera, dan hidup penuh keberkahan. Semoga Ridho dan berkah Allah menyertai kita semua, Aamiin.”
Sekar tidak dapat menahan haru, air matanya turun tanpa diminta. Danil menggenggam tangan Sekar memberikan kekuatan pada calon istrinya.
__ADS_1
Bagas mengambil mic dan langsung membalas permohonan Sekar.
"Bismillahirrohmanirrohiim
Ananda Sekar anak kesayangan ayah dan bunda, segala kesalahan dan kekhilafan ananda telah ayah dan bunda maafkan, dan apapun yang menjadi harapan ananda, akan ayah kabulkan. Doa restu ayah dan bunda akan selalu mengiringi langkah Sekar dan Danil, Semoga kalian berdua memperoleh kebahagiaan dan dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, arahmah, penuh berkah dalam lindungan dan ridho
Allah SWT, Aamiin."
Bagas pun menitikkan air matanya, menatap wajah putrinya yang tersenyum padanya. Putri kecilnya menjelma menjadi wanita dewasa yang sangat cantik. Sekar yang selalu manja pada dirinya kini sudah akan menikah.
Flash back kehidupan Sekar berjalan cepat di bayangan Bagas. Kabar kebahagiaan ketika istrinya mengandung, masa-masa indah kehamilan, perjuangan ketika istrinya melahirkan, hingga Sekar lahir. Anak perempuannya tumbuh menjadi gadis yang ceria, supel, dan penyayang, walau sedikit manja dan keras sifatnya tapi mampu membahagiakan keluarga kecil seorang Bagas.
Saat ini, di hadapannya, atas permintaannya, gadis kecilnya rela di nikahkan dengan anak sahabatnya. Sebentar lagi Sekar akan sah menjadi seorang istri, dan tanggung jawab pada putrinya akan beralih kepada Danil.
Tugas ayah akan segera di gantikan dengan suamimu nak, namun sampai kapan pun kamu tetap menjadi putri kecil ku.
Hal terberat yang dilakukan sang ayah ketika akan melepas putrinya akan menikah.
Khutbah nikah telah selesai, menambah rangkaian proses akad nikah, yang sudah dilewati, kini tibalah saatnya, ayah Bagas dan Danil terlihat sangat siap, mereka saling mengenggam tangannya, keduanya terlihat sedikit tegang namun proses ijab qabul akan segera dilaksanakan, suasana terasa sangat syahdu, dan khidmat.
“Ananda Danil Rahardi Kesuma bin Maharandi Rahardi Kesuma saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya Sekar Anugerah Jayanegara binti Bagas Anugerah Jayanegara dengan mas kawin lima puluh gram logam mulia dan satu kilogram emas batangan dibayar tunai.”
“Saya terima nikah dan kawinnya putri kandung bapak Sekar Anugerah Jayanegara binti Bagas Anugerah Jayanegara dengan mas kawin yang tersebut dibayar tunai," ucap Bagas lantang dengan satu tarikan nafas.
“Bagaimana saksi?” tanya penghulu kepada kedua saksi.
“SAH” kedua saksi dari mempelai wanita dan laki-laki menjawab dengan penuh keyakinan.
“Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khairin. Artinya, Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan,” sahut para undangan yang hadir.
__ADS_1
Danil menatap sekar yang kini resmi menjadi istrinya, tersenyum penuh cinta, begitu pun sebaliknya, Sekar mencuri pandang pada tatapan laki-laki di sampingnya, resmi sudah Danil menjadi suaminya. Dia mencium tangan suaminya, dan Danil membalas dengan mencium keningnya.
***