Cinta Milik Kita

Cinta Milik Kita
Pelukan yang menenangkan


__ADS_3

Sekar menatap suaminya yang masih tertawa setelah puas menggodanya. Hobi baru Danil setelah menjadi suami Sekar.


Setelah status lajangnya berubah menjadi suami, Sekar melihat banyak perubahan yang terjadi dalam diri Danil, perubahan yang hanya dirasakan oleh dirinya. Tiga tahun berpisah dengan Danil, tidak merubah rasa sayang dan cintanya. Dalam doa selalu terselip nama Danil agar dia bisa kembali bersama.


Cemburunya pada kedekatan Danil dan Renata membuatnya mengambil jalan pintas, yaitu menerima pernyataan cinta Ryan. Saat itu, saat dirinya membuka hati untuk pria yang penyabar, harapannya hanya satu, agar ia dapat segera melupakan Danil.


Ryan. Ryantara Angkasa Putra pria penuh kelembutan dan kasih sayang juga romantis ini sudah setahun menjadi pacarnya. Setelah perjuangan selama dua tahun mengambil hati Sekar yang dipenuhi rasa cintanya pada Danil.


Dua tahun, waktu yang lumayan menguras kesabaran bagi Ryan. Dengan setia Ryan selalu mendengar keluh kesah Sekar tentang Danil, merasakan kecemburuan Sekar pada Renata, menyempatkan waktu menemaninya menangis karena merindukan Danil.


Cinta Sekar tidak pernah hilang untuk Danil, terkadang dia berfikir apakah ini memang benar-benar karena dia mencintai Danil, atau hanya obsesinya saja. Cinta dan akal sehat terkadang tidak sejalan, bila tidak tercapai. Hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan Sekar untuk menerima Ryan. Dia tidak ingin menjadi psikopat karena cintanya pada Danil tidak kesampaian.


Sekar mulai membuka diri ketika dia menerima cinta Ryan, dua bulan pertama dia bahagia, dan hampir saja melupakan Danil. Walau ketika malam tiba, dia kembali memikirkan cinta sejatinya.


Ryan begitu memanjakan Sekar, terlihat sangat menyayangi, ketulusannya mampu membuat Sekar terbuai. Namun bulan ketiga setelah mereka pacaran, Ryan berubah. Tidak tahu apa yang membuatnya berubah, dia menjadi posesif. sifat lembutnya berubah menjadi kasar. Bahkan Ryan tidak segan-segan untuk melakukan kekerasan.


Sekar pun menjadi bodoh, hilang sudah akal sehatnya, setiap kali pacarnya melakukan kekerasan, setiap kali pula dia memaafkan. Terkadang cinta menutupi akal sehat.


CINTA?


Tidak, tidak, tidak, ini bukan cinta!


Sekar terjebak dengan keadaan, terjebak dengan perkataannya sendiri. Terbelenggu oleh rasa sakit melihat kedekatan Danil dengan Renata, dalam hatinya terucap janji bila mas Danil bisa hidup bahagia dengan Renata, maka dirinya pun bisa hidup lebih bahagia dengan Ryan, terlepas apa yang akan terjadi pada dirinya dan Ryan di masa depan.


Hidupnya sudah pasrah ketika Danil pergi meninggalkanya tanpa sebab, tidak ada kata putus, bahkan perpisahan, itu sangat menyesakkan hati. Sekar berada di titik kelemahannya ketika harapannya bersama Danil hilang. Pupus sudah cita-citanya menikah muda setelah Danil lulus di wisuda.


Hilang sudah harapan membina sebuah keluarga kecil dengan banyak anak seperti yang selama ini mereka inginkan. Impian dan harapan sirna bagai debu yang tertiup angin, membekas namun akan tersapu, tetap hilang walau tertanam di hati.


Sakit hatinya, menutupi kisah indah yang pernah ada di antara mereka. Dia pun menjauh dari Danil, tanpa meminta penjelasan. Bertumpu pada Ryan, yang dengan sabar menjadi tempat curahan hatinya selama dua tahun.


Ryan pula yang mendukungnya untuk kembali pada dunia modeling, dunia yang sempat Sekar tinggalkan karena hampir saja dia mendapatkan pelecehan dari sesama model yang pernah bekerjasama dengannya.


Ryan sedikit banyak sangat berjasa membantu sekar bangkit dari keterpurukan cintanya pada Danil, namun perubahan sikap Ryan menjadi tanda tanya besar untuk Sekar.


Ryan yang begitu lembut, seakan sirna. Dia menjelma menjadi sosok yang mengerikan, namun entah mengapa Sekar seakan tersihir, tidak bisa melakukan apapun, dia hanya bisa menangis tanpa melawan. Bila Danil mengetahui apa yang di alami Sekar, tentu saat itu juga hubungan Sekar dan Ryan berakhir. Sayangnya takdir membawa Sekar untuk melewati jalan ini.


Apa yang salah dalam dirinya? Iya itu adalah pertanyaan yang sering ia tanyakan pada Nia, namun sayang tidak ada satu pun yang dapat menolongnya, kecuali dirinya sendiri.


Mengapa dia seakan terhipnotis oleh dua tahun perjuangan Ryan? Itu pun dia tidak tahu, belum ada jawaban yang pasti dari hatinya.

__ADS_1


Sebenarnya, jauh di lubuk hatinya, dia sangat bahagia ketika kabar perjodohan itu dia dapatkan, namun dia tidak berani untuk berharap, dia takut setelah terbang tinggi akan jatuh terhempas.


Kemarahan Ryan terakhir kali, membuatnya tersadar, bahwa kini saatnya dia untuk pergi meninggalkan Ryan, mungkin ini jalan keluar yang Tuhan tunjukkan padanya. Saat ini dia bahagia, bahagia ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Tuhan maha baik, telah menunjukkan jalan untuk berkumpul bersama orang yang di cintainya. Saatnya kini, keinginannya adalah mewujudkan semua impian yang sempat sirna, tentu bersama suaminya Danil Rahardi Kesuma.


“Bee,” Panggil Danil cukup keras.


Sekar menatap suaminya, dadanya terasa sedikit sesak. “Mas Danil,” panggilnya dengan pelan, tidak terdengar hanya gerak bibir yang terbaca oleh Danil.


“Are you ok?” tanya Danil terlihat dia khawatir.


“I’m ok mas,” jawab Sekar berusaha tersenyum.


“Apa yang kamu lamunin?”


Sekar terdiam cukup lama, "Tiba-tiba terbayang Ryan mas,” jawabnya


Danil mengambil tumbler berisi air mineral, memberikan pada sekar, setelah membuka tutupnya. “Minum dulu Bee,” pintanya.


Sekar mengambil tumbler berisi air mineral dari tangan Danil. “Makasih mas,” katanya.


“Maaf mas, tapi tiba-tiba terbayang semua kelakuan dia,” jawab Sekar, tubuhnya langsung di tarik Danil dengan lembut, dan dalam sekejap ia masuk kedalam pelukan suaminya.


“Makasih mas, begitu hangat dalam pelukan mas, dan tenang.”


“Lupakan dia, mas tidak ingin di duakan. Disini ada mas, suami kamu yang ganteng, yang sedang memeluk istrinya yang cantik, namun istrinya malah memikirkan laki-laki lain.”


“Terima kasih, pelukan mas sangat ampuh, Sekar jauh lebih tenang,” katanya, membuat senyum di wajah Danil mengembang.


“My pleasure baby.”


“Mas, Sekar mau jujur,” katanya bersemangat namun terdiam cukup lama, dan Danil dengan setia menunggu kelanjutan ucapan istrinya.


“Kalau belum siap, jangan dipaksan,” Ucap Danil, membuat Sekar tersenyum.


“Sekar siap mas, namun bingung memulai dari mana.”


Danil menggeser duduknya hingga menatap Sekar, jarinya menggengam jemari Sekar dengan lembut. “Mau memulai dari mana, itu tidak jadi masalah.”

__ADS_1


“Jujur, Sekar takut mas. Takut terhadap Ryan, Sekar ingin hidup tenang bersama mas. Membangun keluarga kecil kita, seperti impian kita.”


Danil tersenyum, menatap Sekar yang terlihat murung. Jemarinya mengelus lembut puncak lengan istrinya, seakan memberi kekuatan, bahwa dia tidak sendirian.


“Sekar percaya sama mas, mas akan melindungi Sekar,” Hancur pertahanananya, air matanya turun tanpa di minta, Danil masing bingung dengan apa yang sekar rasakan.


Apa yang kamu minta dari mas, supaya kamu tenang?”


“Peluk Sekar mas, Sekar takut,” pintanya.


Danil langsung memeluk istrinya dengan lembut, mengusap rambut ikalnya, tanpa ucapan apapun, hanya pelukan namun mampu menyelimuti hati Sekar yang ketakutan.


Pelukan suaminya adalah candu, ketika resah dan hatinya tidak tenang, kini hanya Danil lah yang dapat merubah semua rasa itu menjadi ketenangan.


***


Terima kasih sudah membaca, ditunggu like, komentarnya, dan vote...


Terima Kasih.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2