
Hubungan Sekar dan Danil semakin membaik, bulan madu membuat mereka semakin dekat dan lebih memahami satu sama lain. Usaha para orang tua membuahkan hasil yang baik, walau tanpa campur tangan mereka, hubungan keduanya sudah semakin dekat.
Sekar dan Danil sangat menikmati waktu kebersamaan mereka. Namun dibelahan dunia lain, Renata dan Ryan terlihat sedikit frustasi karena sudah beberapa hari mereka tidak bisa menghubungi pacar masing-masing.
Renata berada di sudut ruang keluarga sedangkan Ryan duduk manis di teras luar. Amarah mulai menguasai hati keduanya. Entah sudah berapa puluh kali dia menghubungi Danil hari ini, namun kekasihnya itu tidak mengangkat satu panggilan pun, sejak beberapa hari lalu. Bila digabungkan dengan hari-hari sebelumnya mungkin panggilan telepon tidak terjawab sudah melewati batas.
Tidak jauh berbeda dengan Renata, Ryan pun sudah dibatas sabar. Ribuan panggilan tidak terjawab, dan ratusan pesan sudah ia kirim, dengan maksud ketika kekasihnya mengaktifkan kembali ponselnya semua pesan dapat langsung terbaca.
“Sumpah ternyata menghubungi seseorang dan tidak mendapat jawaban selama beberapa hari itu membuat stress tingkat tinggi,” Renata mengeluh sambl duduk disamping Ryan.
“Iya sayang, kesabaran aku sudah mencapai puncaknya,” Ryan tidak kalah menumpahkan kekesalannya. “Mereka pergi berapa lama?”
“Rencana yang aku tahu dua minggu, tapi tidak tahu kalau lebih cepat, atau bisa jadi lebih lama dari waktu yang Danil sebutkan.”
“Tidak ada jalan lain, sudah tidak perlu kita menghubungi mereka lagi. Kini saatnya kita atur strategi apa yang akan kita lakukan terhadap mereka.”
“Baiklah, aku pun lelah sayang, bisakah untuk saat ini kita tidak memikirkan mereka?” tanya Renata.
“Baiklah kita tidak perlu membahas mereka berdua, sampai keduanya dapat kita hubungi kembali,” Ryan menyetujui saran istrinya.
“Sampai kapan kita akan seperti ini?” tanya Renata, pandangannya jauh menatap langit yang cerah.
“Sampai rencana big boss sukses.”
“Sukses?”
“Berhasil untuk memisahakan keduanya dan dapat mengambil alih beberapa usaha Danil.”
“Apa salah Danil sampai harus berhadapan dengan Big Boss?”
“Jangan pernah tanyakan hal yang dilarang sayang, aku pun tidak tahu mengapa big boss meminta kita untuk memisahkan mereka. Justru aku sangat takut sekarang...”
“Apa yang mengganjal pikiranmu ay?”
“Apa kamu tidak menyadarinya?” tanya Ryan menatap istrinya.
“Kamu tahu kan aku paling malas main tebak-tebakan, maka sekarang tolong katakan sedetailnya apa yang kamu ingin katakan,” Renata terlihat kesal menatap balik Ryan.
Ryan tertawa menatap istrinya yang sedang kesal saat ini. “Jangan cemberut begitu, jelek tahu....”
“Bolehkah untuk tidak menjadi pria yang menyebalkan ay,” pinta Renata, disambut Ryan yang tertawa bahagia melihat istrinya mulai habis kesabaran.
“Kenapa jadi marah-marah sih, ayo senyum dulu,” pinta Ryan.
__ADS_1
“Apakah kamu semanis ini dengan Sekar?”
“Tidak, tidak, tidak sayang,” jawab Ryan tegas, namun terlihat gores kesedihan dalam tatapan sendunya.
“Mengapa kamu begitu sedih ay?”
“Kamu tahu, kamu pasti akan sangat marah bila kamu tahu apa yang aku lakukan pada sekar,” ucap Ryan.
“Jujur ay, apa yang telah kamu lakukan pada Sekar?” tanya Renata terlihat penasaran, tidak sedetik pun melepaskan pandangannya dari lelaki yang sangat dicintainya.
Ryan membalas tatapan istrinya, ia sangat tahu, dibalik tugas yang harus mereka selesaikan Renata adalah sosok perempuan yang baik hati, dia pasti akan sangat marah bila mendengar perlakuannya.
“Jawab ay, apa kamu pernah tidur dengannya?”
“Kenapa kamu punya pikiran seperti itu?”
“Khilaf?”
“Enggak lah ay, masa aku tega melakukan hal itu.”
“Laki-laki, pria sama saja diluar sana ay, apakah kamu juga seperti itu?”
“Tidak demi Allah sayang, demi anak kita, aku tidak pernah melakukan hal itu, sungguh kamu harus pecaya aku,” kata Ryan.
“Kita sudah berhasil memisahkan mereka tiga tahun lalu...”
“Lalu?”
“Ay, sudah selama itu kita memisahkan mereka, dan nyatanya saat ini mereka telah menikah. Apakah kita mempermainkan takdir mereka, seperti big boss dan Heru mempermainkan kita?”
“Kenapa saat itu kita menerima kesepakatan ini?”
“Menyesal selalu di akhir sayang, jangan pernah menyalahkan keputusan yang telah kita buat, karena jujur itu tidak akan berguna. Sekarang BB masih menginginkan kita untuk memisahkan mereka.”
“BB is big boss?”
“Iya sayang,”
“Sampai kapan kita harus melakukan ini?”
“Aku akan menanyakannya ketika BB menghubungi lagi.”
“Tidak bisa kah kita menguhubungi BB dan menanyakan hal ini padanya?”
__ADS_1
“Aku tidak mau mengambil resiko kedepannya untuk hubungan kita, biarlah kita mengikuti permainan BB, setelah semua ini berakhir aku ingin hidup tenang sayang,” Ryan mengutarakan harapannya.
“Akankah ini segera berakhir?”
“Aku sangat berharap ini segera berakhir ay,”
“Kamu tahu aku tersiksa mengalami semua ini?”
“Aku juga.”
“Kalau begitu akhiri semuanya, kita sudah cukup lama membuat mereka menderita, bisakah saat ini kita melihat mereka bahagia bersama? menebus kesalahan yang pernah kita buat.”
“Andaikan bisa,” Ryan menatap Renata dengan sedih, tatapannya penuh rasa bersalah. Andaikan saat itu dia menolak penawaran yang di ajukan oleh big boss, mungkin hidupnya saat ini bisa normal seperti orang lain.
“Ay, bisa kah kita mulai hidup seperti orang lain?” tanya Renata.
“Aku tidak tahu,” jawab Ryan mulai putus asa.
“Kenapa tidak tahu?” tanya Rena. “Tidak ada solusikah? Apa yang harus kita kerjakan, hindari, lakukan, akhiri?” semakin lama semakin kesal Renata menanti jawaban dari suaminya yang tidak kunjung terjawab.
Ryan terdiam, dia sama sekali tidak dapat menjawab pertanyaan istrinya. Pertanyaan mudah namun untuk saat ini dia tidak bisa menjawabnya. Matanya terus menatap Renata, dua tahun sudah Renata menjadi istrinya tanpa ada yang tahu, hanya penghulu dan saksi kedua sahabat mereka Bagas dan Irda.
Pernikahan keduanya tidak mendapat restu dari masing-masing keluarga, karena pada saat itu Renata dalam keadaan mengandung. Banyak ujian yang telah mereka lalui bersama, hingga terjebak dalam permainan big boss untuk menghancurkan kedua teman kuliah mereka.
Setelah keluarga tidak ada yang mau menerima keberadaan mereka berdua. Datanglah seorang penyelamat bernama big boss yang sampai saat ini pun mereka belum pernah bertemu. Big boss telah berjasa terhadap hidup Renata dan Ryan, walau banyak hal yang tidak sesuai dengan hati nurani namun tetap harus mereka lakukan.
Heru, tangan kanan big boss yang selama ini berhubungan dengan Ryan, dari seorang laki-laki yang memiliki tato naga di tangan kiri inilah, semua pesan dan perintah dari bigboss yang harus mereka lakukan terucap.
Tidak tahu motif apa yang tersembunyi di balik rencana-rencana perpisahan Sekar dan Danil, yang pasti saat ini, tugas berat inilah yang harus mereka lakukan agar selamat dari kejaran BB.”
Bersambung...
***
__ADS_1