Cinta Milik Kita

Cinta Milik Kita
menjelang Resepsi


__ADS_3

Citra Langit seorang Make Up Artist (MUA) yang namanya sudah malang melintang di seluruh Indonesia sedang memberikan sentuhan terakhir pada Sekar.


Wajahnya perempuan di depannya terlihat sangat cantik, masih dengan riasan natural khusus untuk pengantin.


Beberapa fotografer semakin sibuk mengabadikan Sekar dalam berbagai posisi, dari candid hingga berfoto sesuai arahan, tidak lupa beberapa videografer pun tampak asyik melakukan tugasnya.


“Alhamdulillah, Selesai,” kata Citra, menatap wajah sekar, puas akan hasil kerjaannya.


“Ma sya Allah, mantu mamah cantik banget sih. Pantas saja mas mu itu sudah tidak sabar ingin cepat-cepat menikah,” mamah Fina memuji Sekar, menantu satu-satunya itu.


“Bisa-bisa Danil semakin posesif Kar,” ucap Nia, mengagumi kecantikan sahabatnya.


Sinta asisten yang bertugas membantu Sekar untuk memakai baju resepsi sudah siap menemani model cantik itu berganti pakaian.


Gaun resepsi perpaduan bahan brokat dan tile,  dibuat sangat indah, perpaduan warna silver dan abu-abu menambah kesan elegan, sesuai untuk pengantin putri yang cantik, membuatnya terlihat sangat mempesona.


Tok ..., Tok ..., Tok ...,


Pintu ruang rias di ketuk dan tidak lama dua pria tampan masuk, mereka adalah Danil dan Adit.


Danil menatap Sekar dengan takjub , ia langsung berjalan cepat, dengan tidak sabar menghampiri istrinya.


“Kamu cantik banget,” puji Danil, sambil mencium seluruh bagian wajah istrinya, momen ini pun tidak luput dari jepretan kamera fotografer.


“Aggghhhhh, massss!!!" Sekar menjauhkan wajahnya dari Danil. "Baru juga selesai dandan, nanti di marahi sama Mbak Citra loh,” ucap Sekar menatap kesal pada suaminya.


“Siapa suruh buat mas terpesona,” kata Danil sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Kalau Citra marahin kamu, bakalan mas semprot balik," ucap Danil sambil menatap Citra yang sedari tadi menggelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya.


"Untung aku sudah hafal di luar kepala sifat suami mu ini, sekali lagi nakal, aku akan jewer kupingnya.


Danil berlindung di balik tubuh mungil Sekar. "Mas, berhenti ah," pinta Sekar.


“Malu tahu enggak mas, ada bunda sama mamah,” Sekar menggerutu sambil mencubit lengan suaminya yang melingkar di perutnya.


“Kamu tuh mas, gangguin istrinya melulu,” kata Mamah Fina.

__ADS_1


“Bukan gangguin mah, ini bukti kalau Danil sayang sama Sekar.”


“Kalian nih, pertamanya aja nolak di jodohin, sekarang enggak bisa jauh dikit,” Bunda Rianti menggoda keduanya sambil mengajak temannya keluar dari ruang rias.


Anak dan menantunya hanya diam di sindir oleh Rianti, mereka tersenyum antara malu tapi bahagia.


“Mas Danil ayo ganti baju dulu,” pinta Boy, asisten yang akan membantu Danil memakai baju pengantin.


Danil keluar setelah berganti pakaian, dia menggunakan jas dan celana berwarna abu-abu tua dipadu kemeja putih dengan dasi berwarna abu-abu tua.


Sekar menatap suaminya dan tersenyum sangat manis, jantungnya berdetak cepat. Mas Danil terlihat tampan dan gagah.


“Pasti kamu terpesona sama mas,” ucap Danil dengan percaya diri tingkat dewa.


“Iya, mas sangat tampan, David Beckham saja lewat.”


"Iya dong masa gantengan David Beckham, tentu gantengan mas."


"Percaya diri suami kamu sudah di luar batas. Jelas-jelas gantengan David lah," ucap Citra tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.


"Beduntunglah resepsi ini menyelamatkan loe, bebas mau kepedean kayak gimana juga," ucap Adit sambil duduk disebelah Nia.


“Aku kan enggak mau kalah sama istriku,” kata Danil sambil mencium pipi Sekar.


“Kalian ini, ya enggak lihat masih banyak orang, mesra-mesraan terus,” kata Nia.


“Dit, Nia sudah enggak sabar tuh, ayo cepat halalin,” kata Danil menggoda Adit.


“Sebentar lah, masih kurang nih bekal buat nikahin tuan putri.” Jawab Adit.


“Awas kelamaan ada yang nikung, nanti nyesel lagi,” kata Danil.


“Jangan sampai,” jawab Adit. “Sebentar lagi ya, masih setia nunggu kan?” tanya Adit pada Nia.


“Siap dong,” jawab Nia.


"Adit tuh nanya, "masih setia menunggu?" harusnya loe jawab "masih setia dong," nah ini, loe jawabnya "siap dong" sudah enggak sabar ya," goda Danil membuat Nia melotot menatap Danil.

__ADS_1


Sekar hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya. Danil mengedipkan mata padanya, membuat Sekar pasrah atas kelakuannya.


Tulilit ..., Tulilit ..., pesan masuk dalam ponsel Sekar.


Ryan :


KENAPA KAMU ENGGAK BILANG KALAU HARI INI PERNIKAHAN KALIAN???????????


Sekar terdiam membaca pesan yang masuk ke ponselnya. “MASSSSSSSS” Danil, Nia dan Adit


langsung menatap Sekar, ketika Sekar berteriak panik.


Danil mengambil ponsel yang Sekar berikan padanya, Danil tersenyum untuk menenangkan sekar, dan memberikan ponsel Sekar pada Nia.


“Tenang Bee, mas tidak akan meninggalkan kamu sedetik pun.”


“Tenang Kar, kita juga enggak akan jauh dari loe,” kata Adit, disertai anggukan Nia.


Tulilit ..., Tulilit ...,


Renata :


Aku akan datang sama Ryan ke resepsi pernikahan kalian


Danil menarik nafas. “Bee, Renata dan Ryan akan datang bersama.”


Sekar menatap suaminya dengan kaget, “aku takut mas.”


“Dit, planed B.” Kata Danil tegas.


“Ok,” jawab Adit langsung mengeluarkan ponselnya, entah menelepon siapa yang pasti muka nya terlihat serius.


“Mas, apa semuanya akan baik-baik saja?”


“Semua nya akan baik-baik saja,” Danil memeluk istrinya yang ketakutan.


***

__ADS_1


__ADS_2