Cinta Milik Kita

Cinta Milik Kita
Akad Nikah II (sungkeman)


__ADS_3

Prosesi inti akad nikah sudah terlaksana, resmi sudah Sekar dan Danil menjadi suami istri. Kedua keluarga terlihat sangat bahagia, terlebih Ayah Bagas dan Papa Andi, kedua CEO ini tidak berhenti bersyukur dan tersenyum bahagia.


Danil menatap penuh cinta pada istrinya, begitu pun sebaliknya, dia menuntun Sekar untuk melakukan proses upacara adat selanjutnya, yaitu sungkeman penganten.


Negeri ini, selain kaya akan panorama alam, kaya akan keunikan tersendiri, dengan keragaman budaya dan adat istiadat, membuat kedua orang tua ini enggan menghilangkan tradisi yang ada.


Mereka menggunakan prosesi adat Sunda. Adat ini dipilih karena Bagas dan Rianti yang asli orang Bandung. Selain itu persahabatan mereka pun terjalin dikota ini. Maka atas kesepakatan bersama adat ini yang dipilih untuk akad nikah putra putri tunggal mereka.


Sungkeman penganten berarti bersimpuh, dengan cara duduk berjongkok sambil mencium tangan yang lebih tua, yaitu kedua orang tua.


Seorang anak harus menyadari bahwa dirinya tanpa orang tua bukan lah siapa-siapa. Oleh karena itu sebagai anak kita wajib menghormati kedua orang tua kita. itu lah salah satu makna yang terkandung dalam proses sungkeman.


Sungkeman pun merupakan proses untuk menghilangkan ego di dalam diri, dimana terlihat saat seorang anak merendahkan tubuhnya dengan tulus "menyembah" orang tua yang telah berjasa dalam hidupnya.


Intinya proses sungkeman ini adalah bentuk wujud rasa terima kasih seorang anak kepada orang tuanya yang telah berjasa membesarkannya tanpa pamrih.


Sungkeman diawali dari ibu kandung lalu bapak, setelah itu baru kepada mertua perempuan lalu mertua laki-laki.


Prosesi ini juga biasanya disertai wejangan dari orang tua untuk anak dan menantunya. Danil dan Sekar sungkem pada bunda dan mamahnya.


Bunda Rianti menundukan kepalanya, berbisik di telinga putrinya.


"Sekar, saat ini kamu sudah menjadi istrinya Mas Danil. Percayalah pada suamimu nak.


Bila ada kegelisahan bicarakan pada suamimu.


Buka telinga, buka mata, dan kunci mulutmu.


Jangan mudah emosi, bila marah berusahalah untuk menutup mulutmu, jangan sampai mengucapkan kata-kata tidak pantas dan saling menyakiti.


Bunda percaya Sekar akan menjadi istri yang terbaik untuk mas mu," pesan Rianti pada anak semata wayangnya, dijawab anggukan oleh Sekar.


"Bunda, doakan Sekar dan Mas Danil," ucapnya meminta doa pada bunda yang telah melahirkan dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang.


Mama Fina tersenyum pada Danil.

__ADS_1


"Danil, sekarang sudah menjadi suami dari Sekar. Jadi lah suami yang saleh, suami yang bisa membimbing istri dan anak-anakmu kelak.


Jangan bertindak semaunya lagi mulai sekarang. Mama pesan sama Danil, hanya ada satu perempuan di hati Danil selain mama dan bundamu yang harus kamu jadi kan prioritas.


Mamah percaya Danil akan menjadi suami saleh yang terbaik untuk istrimu," pesan mamah Fina pada anak laki-lakinya.


Danil menatap Mama Fina dan mengangguk mengerti akan amanat yang diberikan.


"Makasih mah, Insyaa Allah Danil akan menjadi suami yang terbaik untuk Sekar dan menjadi calon bapak yang bijaksana untuk anak-anak Danil. Doakan kami selalu mah," pintanya.


Kemudian mereka beralih tempat , kini Sekar sungkem pada ayah Bagas dan Danil sungkem pada Papa Andi


Ayah Bagas menatap putri kecilnya dan tersenyum bahagia.


"Sekar sayangnya ayah, sekarang anak semata wayang ayah ini sudah menjadi istri Danil.


Maaf, ayah memaksa Sekar untuk menikah dengan Danil, ayah melakukan ini karena ayah tahu dan yakin ini yang terbaik untuk putri ayah.


Pesan ayah, jangan tinggalkan shalat ya nak, dan menurutlah pada suamimu.


"Terima kasih ayah, maafkan Sekar sempat menolak perjodohan ini. Sekar sayang sama ayah. Sekar tahu ayah melakukan semua ini untuk kebahagiaan Sekar. Doakan Sekar dan Mas Danil ya yah, Sekar akan selalu menjadi putri kecil ayah yang manja," ucap Sekar.


Dia tidak sanggup menahan air matanya, dia baru menyadari bahwa semua ini ayahnya lakukan demi kebahagiaannya.


"Danil, papah harap Danil menjadi suami yang bertanggung jawab. Tanggung jawab terhadap keluarga dan setiap langkah yang Danil ambil.


Lindungi keluarga kamu, sebagaimana papah melindungi kalian selama ini.


Berbagi setiap hal dengan istrimu, bila ada kegelisahan hati, bicaralah dengan istrimu, jangan sekali-kali meremehkan apapun yang Sekar ucapkan, bisa jadi itu sebuah pertanda mengenai sebuah kebaikan atau keburukan, felling istri biasanya selalu akurat, percayalah itu," pesan Andi pada Danil.


"Iya papah, Danil akan berjuang menjadi suami yang terbaik untuk Sekar dan bapak untuk anak-anak Danil," Danil memeluk Papah Andi dengan erat.


Sekar dan Danil kembali berdiri, karena sekarang mereka harus bertukar tempat, selanjutnya Sekar harus sungkem kepada Mama Fina, dan Danil sungkem pada Bunda Rianti.


"Sekar, mamah titip Danil ya, terkadang mas mu itu bisa romantis, terkadang tidak, sifatnya masih suka berubah-rubah, tapi mamah yakin Sekar bisa menaklukan Danil.

__ADS_1


Tidak mudah menjadi seorang istri sayangku, tapi mama percaya Sekar bisa menjadi istri yang terbaik untuk Mas Danil. Selesaikan semua masalah sebelum kalian tidur, percayalah hal itu yang terbaik. Menurut lah pada suami mu sayang, dan sayangi selalu mas mu mama karena mama tahu, mas mu lebih mencintai dan menyayangimu dari pada dirinya sendiri. Bahagialah selalu sayangku," ucap Mama Fina pada Sekar.


"Doakan kami selalu ma," pinta sekar kepada mamah mertuanya.


"Danil, tolong jaga Sekar. Sayangi putri bunda yang manja itu ya, dibalik sifat yang terkadang suka menyebalkan dia pribadi yang sangat menyenangkan, bimbing dan sayangi dia, berbahagialah sampai maut yang memisahkan kalian," Pinta Bunda Rianti pada Danil.


"Bunda paling tahu, aku mencintai Sekar dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Doakan kami bunda."


Prosesi ini, yang terakhir, Dimana Sekar sungkem pada papa mertuanya, Papa Andi dan Danil sungkem pada ayah mertuanya, Ayah Bagas.


"Sekar, papa harap Sekar selalu bahagia dengan mas mu ya, sifat jahilnya mungkin akan membuat kamu lelah, tapi papa yakin itu akan membuat hidup kalian lebih berwarna.


Percayalah sampai kapan pun yang ada di hati mas mu itu cuma kamu, papa sangat tahu sekali. Dampingi setiap langkah masmu, dukunglah dia di posisi paling depan, jangan segan-segan untuk melarang sesuatu yang kamu yakini tidak baik, papa percaya Sekar tahu yang terbaik untuk diri kamu sendiri, mas mu, bahkan anak-anak kalian kelak dan keluarga besar.


Papa sayang Sekar, jadi lah pendamping mas mu yang paling handal.


Sekar, cepat berikan kami cucu yang banyak," pesan Andi pada Sekar.


"Papah, doakan Sekar bisa melaksanakan amanat papah, doakan kami selalu pah," ucap Sekar di balas pelukan erat dari papah mertuanya.


"Secepatnya berikan kami cucu," Sekar tersenyum dan mengangguk menjawab permintaan Papa Andi.


"Danil, ayah titip Sekar, bimbing dan sayangi dia, seperti kami menyayanginya.


Jangan lupakan Shalat, jadikanlah pegangan ketika kalian sedih, kesal, dan bahagia.


Jangan berdebat ketika hati sedang panas, kembalikan keceriaan putriku Danil. Hanya kamu yang dapat mewujudkannya.


Cepatlah hadirkan cucu yang banyak untuk kami," pesan ayah Bagas, pada Danil.


"Semoga Danil tidak pernah mengecewakan ayah. Danil akan selalu membahagiakan Sekar dan mewujudkan harapan ayah. Tenang ayah, Danil dan Sekar akan memberikan cucu yang banyak," ucap Danil sambil memeluk ayah mertuanya.


Wejangan sama saja dengan doa, orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya begitu pun orang tua Sekar dan Danil.


***

__ADS_1


__ADS_2