Cinta Milik Kita

Cinta Milik Kita
HAI Suami, HAI Istri


__ADS_3

Bisma kembali ke ruang resepsi setelah mengantar Danil dan Sekar ke kamarnya. Dia memerintahkan anak buahnya untuk selalu waspada di setiap tempat. Selain penjagaan disekitar kamar pengantin, penjagaan dilakukan juga kamar orang tua mereka. Bisma dan Rio kedua tangan kanan Danil ini memang sudah terbukti paling setia dan bisa diandalkan.


Sementara itu di dalam kamar, Danil sedang menatap istrinya dengan penuh cinta, dia sangat bahagia harapan yang sempat pupus kini menjadi kenyataan, Sekar menjadi istrinya. Sekar yang hendak mengganti baju sedikit risih melihat suaminya terus menatapnya.


"Kamu kenapa mas, apa ada yang salah sama aku?" tanya Sekar, salah tingkah melihat tatapan suaminya.


"Bahagia, tidak ada yang salah. Mas bahagia Bee."


"Aku juga bahagia mas, tapi aku risih kamu liatin terus, kayak ada yang salah dengan diri aku."


"Kamu cantik, sangat cantik dan masih mimpi rasanya. Tidak menyangka semua ini terjadi begitu cepat sayang."


"Iya benar mas. Waktu mendengar mau dijodohin sama kamu, aku menolak. Aku ...,"


"Kita sama-sama menolak, tapi, cinta tidak pernah salah. Karena cinta semua berubah. Allah sang pembolak balik hati. Bersyukur aku bisa menikah sama kamu, gimana jadinya kalau aku nikah sama Renata."


"Aku masih takut mas, bagaimana kedepannya?"


"Masalah Ryan dan Renata, mas tidak akan tinggal diam Bee. Kamu tahu bagaimana tadi aku cemburu melihat dia memeluk kamu," ucap Danil sambil memeluk Sekar dan mencium seluruh wajahnya.


Istrinya itu menahan dada suaminya. "Mas."


"Apa sayang?"


"Sabar ah,"


"Mana bisa sabar, aku sudah cemburu semenjak dia cium dan meluk kamu tadi. Ingin rasanya mas menonjok muka sombong dia, sayang saja mas masih ingat dengan rencana kita."


"Suamiku ini orang paling sabar loh, jangan pernah kotori tangan mas untuk Ryan," pinta sekar, wajahnya terlihat sangat tidak suka dan khawatir.


"Masalah istriku, tentu menjadi masalah aku juga sayang. Jangan pernah berpikiran untuk melakukan hal apapun di belakang ku Bee."


"Aku mau melakukan apa dibelakang kamu mas? semua yang aku lakukann, kamu pasti sudah tahu duluan," ucap Sekar sedikit kesal.


"Semua yang aku lakuin untuk keselamatan kamu."


"Iya, aku tahu mas, tapi terkadang kamu berlebihan."


"Tidak ada yang berlebihan jika menyangkut dirimu."


Wajah Sekar merona mendengar ucapan suaminya, tanpa malu-malu dia langsung memeluk pria yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan erat.


"Kamu tahu mas, aku bahagia. Terima kasih mas, i love you," ucap Sekar mencium bibir Danil sekilas dan mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"I love you too Bee." Danil membalas pelukan istriya dengan erat.


Beberapa menit kemudian, Danil mulai mencium kening istrinya, "Cantik, kamu mau mandi dulu atau langsung manjain mas?" tanya Danil yang tidak bisa menahan hasratnya, karena Sekar masih memeluknya dengan erat.


"Mandi dulu mas," sekar langsung meninggalkan suaminya, namun belum sempat menjauh, tangan Danil menahannya.


"Yakin bisa buka baju sendiri?" tanya Danil dengan wajah yang menggoda Sekar.


Perempuan di depannya menghembuskan nafasnya dengan berat, dia baru sadar, tidak akan bisa melepaskan gaun pengantinnya sendiri.


“Pasti nya butuh bantuan mas.”


Danil tersenyum penuh kemenangan melihat istrinya sedikit kesal, “Jangan manyun gitu dong bibirnya, ngegemesin tahu,” masih menggoda istrinya.


Cup


Sekar mencium bibir suaminya, tersenyum dengan manis, sambil mengusap dagu suaminya yang sedikit berjanggut, lalu berbalik “Tolong bukain kancingnya mas ku sayang,” pinta nya dengan manja.


“Nakal kamu Bee,” kata Danil gemes dengan kelakuan Sekar. Dia membuka semua kancing di baju istrinya. “Kamu pakai baju berapa lapis sih?”


“Kenapa mas?”


“Kirain bukain kancing dapet bonus lihat yang mulus-mulus.”


“Mas Danil, pikirannya ih.”


“Bohong, pasti sama Renata juga gitu, ngomongnya manis, manja, pinter ngerayu kayak gini.”


“Cemburu?”


“CEMBURU! Enggak masuk dalam kamus aku mas.”


“Kalau enggak cemburu, kok sewot banget. Jujur aja sayang,” kata Danil sambil mendudukan istri di atas paha nya.


“Iya,” jawab Sekar hampir tidak terdengar.


“Iya apa?”


“Iya aku cemburu mas, awas ya kalau kamu suka centil sama perempuan lain, terlebih nenek sihir satu itu, aku sunat lagi kamu mas,” ancam Sekar, membuat Danil tertawa.


“Yakin?” goda Danil.


Sekar merebahkan kepalanya pada bahu lelaki yang selalu saja menggodanya, membuat dia kesal dan malas menanggapi kelakuan suaminya.

__ADS_1


“Mas, sampai kapan kita seperti ini? Sekar tidak mau kalau Renata selalu dekat-dekat sama mas.”


“Memang mas mau kamu dekat-dekat sama Ryan, melihat kelakuan dia tadi ke kamu aja, buat mas kesel banget.”


“Aku tidak suka nenek sihir itu manja-manja sama mas.”


“Mas juga tidak suka lihat dedemit satu itu,” kata Danil tidak mau kalah, sambil mengusap lembut pipi istrinya.


Sekar terlihat mematung, matanya menerawang jauh menatap jendela kamar di depannya. Hembusan nafas berat terasa di lehernya, membuat Danil meremas tangan istrinya dengan lembut.


“Assalamualaikum istriku sayang,” salam Danil, menatap lembut, membuat Sekar menyelesaikan lamunannya.


“Waalaikumsalam suamiku sayang,” jawab Sekar dengan pipi merona.


“Hai istri, mulai tadi pagi aku resmi menjadi suami kamu. Mulai saat ijab itu terucap, maka aku akan menanggung dosa-dosa kamu dari ayah dan juga dosa-dosa anak kita nantinya."


"Akad nikah bukan semata perjanjian mas dengan ayah tapi ini pun perjanjian mas dengan Allah. Bantu mas mu ini menjadi suami yang saleh yang bisa membimbing kamu dan anak-anak kita nantinya. Ingatkan selalu mas mu ini ya,” Danil terdengar sedikit bergetar ketika berbicara dengan Sekar.


“Hai Suami, mohon bimbinganmu agar aku bisa menjadi istri salehah yang membanggakan, harap bersabar dan ihklas ya mas."


"Mas tahu aku tidak suka dibohongi, sekecil apapun jangan ada rahasia ya mas, aku tidak ingin apa yang pernah kita alami, harus kita alami lagi di kemudian hari."


"Jangan pernah ragu untuk membicarakan apapun denganku mas, kamu tahu dibalik sifat manjaku, aku adalah pendengar setia,” Sekar berkata sambil menatap suaminya.


“Kejujuran dan kesetiaan serta kepercayaan akan menjadi hal penting dari rumah tangga kita, kamu setuju kan?”


“Iya mas, aku setuju.”


"Terimakasih sayangku, mari kita bangun keluarga kecil yang bahagia. Ingatkan mas, jika ada perlakuan mas yang kamu tidak suka. Ingat, jangan pernah menghindar dari masalah sayang,” pinta Danil.


“Mas juga ya,”


“Pastinya. Sekarang ayo kita mandi,” kata Danil mengajak Sekar berdiri dan mendorongnya ke arah kamar mandi. Sekar yang masih belum sadar mengikutinya, tiba-tiba dia berhenti.


“Mandi bareng mas?” tanya nya ragu.


“Takut?” tanya Danil penuh selidik.


“Malu.”


“Malu, Sama mas mu ini?” tanya Danil, membuat Sekar mengangguk, menjawabnya.


“Ya sudah, mau kamu duluan apa mas?”

__ADS_1


Sekar cukup lama terdiam, "Mandi bareng sama mas,” katanya malu-malu. Danil tersenyum menggenggam tangan Sekar dan langsung memasuki kamar mandi sebelum istrinya berubah pikiran.


 ***


__ADS_2