Cinta Milik Kita

Cinta Milik Kita
Milik Danil


__ADS_3

“Makasih ya mas, Bahagia banget aku bisa merasakan lagi di cintai sama kamu."


"Aku sempat membayangkan bila aku menikah dengan Ryan, sepertinya tubuh aku akan menjadi samsak," ucap Sekar tanpa sadar.


Danil menatap Sekar tanpa berkedip, seketika dia sadar apa yang baru saja dia ucapkan. Sekar menutup wajahnya dengan kedua tangan, dia tahu Danil akan marah.


“Jujur sama aku apa yang sudah laki-laki gila itu lakukan sama kamu?” tanya Danil terlihat marah.


“Aku sudah jujur semua mas.”


“Jangan bohong sama aku Sekar!”


“Jangan marah mas," pinta Sekar.


“Mas tidak marah, tapi mas berharap sekali kamu mau jujur. Apa aja yang sudah dia lakukan selain mukul kamu terakhir kali?”


“Smack down,” jawab Sekar.


“Gila itu orang, kamu pernah visum?”


“Pernah mas.”


“Ayah dan bunda tahu?”


“Tidak mas, hanya Nia sama Adit. Mereka pun marah saat aku tidak mau melanjutkan kasusnya.”


“Apa yang ada di pikiran kamu Sekar,” Danil terlihat sangat marah.


“Jangan marah mas, please. Kamu buat aku takut mas,” kata Sekar sambil menghapus air matanya, yang keluar begitu saja ketika Danil membentaknya tadi.


Danil memeluk tubuh Sekar. "Tidak ada maksumd bentak kamu. Mas hanya kesal dia bisa-bisanya berbuat seperti itu.”


“Dia berbuat seperti itu, karena Sekar tidak menuruti permintaannya. Aku tidak mau berhubungan sebelum menikah."


"Dia marah mas, semuanya begitu cepat, beruntung saat itu ada Nia. Aku memang janjian sama Nia. Dia yang mau jemput aku di rumah Ryan."


"Nia dan Adit curiga, karena aku tidak mengangkat teleponnya Nia. Ketika mereka turun dan mendengar teriakan aku, saat itu Adit langsung mendobrak pintu, jadi aku bisa selamat.”

__ADS_1


Danil memeluk Sekar erat sekali, terlihat wajahnya tegang, menahan emosi mendengar cerita istrinya.


 “Kamu terlalu banyak menyimpan trauma sayang. Kamu harus menceritakan apapun tentang hubungan kalian, selama kita putus."


"Cukup selama ini kamu menghadapi semuanya sendirian. Mas adalah suami kamu, mas harus tahu apapun tentang kamu semuanya, tidak terkecuali,” pinta Danil.


“Iya mas, nanti semua Sekar ceritakan ya,” ucap Sekar meminta waktu sebentar untuk menenangkan diri.


Danil mengambil gelas berisi air mineral di hadapannya, memberikan pada Sekar, setelah meminum sampai habis dia menyerahkan gelasnya pada Danil.


“Pertama kenal Ryan, ya dari mas, dia adalah orang yang baik, dan ramah. Jauh berbeda dengan Ryan setelah menjadi pacar aku. Sebenernya sifat penyayang kalian hampir mirip, makanya waktu ketemu Ryan, aku menemukan sisi mas dalam diri dia, tapi ternyata itu hanya awalnya saja.”


Sekar membuang nafasnya dengan berat, dia menyadari kalau Danil masih menatapnya dengan tidak suka ketika dia bercerita menemukan sosoknya dirinya pada Ryan.


“Sebenarnya perjalanan dia mendapatkan aku tidak mudah mas. Aku berpikir mas sudah bahagia dengan Renata, makanya akhirnya aku memutuskan untuk menerima cintanya,” Sekar membuang nafasnya kembali.


 “Nia pun akhirnya menyetujui ketika aku minta pendapat dia tentang Ryan, makanya aku berani nerima Ryan. Satu bulan, dua bulan setelah kita jadian, masih biasa saja. Bulan ketiga dia mulai menunjukkan emosinya, terlebih waktu marahin anak kecil, yang tidak sengaja beberapa pengamen kecil menumpahkan ice cream ke velg mobilnya. Itu marahnya mas, aku saja sampai gemeteran saking kagetnya melihat dia seperti itu."


"Saat itu, pertama kali dia membentak aku, ketika aku protes, kenapa emosinya tidak bisa di tahan, dia berteriak sambil membentak,”


Sekar mengangguk. “Terima kasih mas, katanya sambil menggenggam erat tangan suaminya.


“Singkat cerita, semenjak saat itu, sifatnya berubah, kelakuannya berubah. Ryan yang penyayang, berubah jadi pemarah, ringan tangan, dan kasar.”


“Kita sudah pernah beriuman mas, tapi hanya sebatas ciuman, tidak lebih dari itu. Aku selalu menolak, dan setiap aku menolak dia selalu kasar. Disaat aku ingin menyerah dia selalu berubah, kembali menjadi Ryan yang dulu, seperti saat pertama kita bertemu."


"Perjodohan dengan kamu mencetuskan berbagai ide agar aku dapat berpisah dengan Ryan. pisah dengan Ryan, namun ketika aku tahu mas calon ku, aku jadi takut. Aku tidak mau di tengah jalan kita harus bercerai, seperti perjanjian yang mas tawarkan saat itu."


"Bagi aku pernikahan itu suci, aku mau hanya satu kali seumur hidupku.”


"Kita akan mewujudkannya sayang, itu juga impian aku. Waktu itu aku cukup bodoh untuk mengajukan perjanjian itu sama kamu. Maafkan aku sayang,” pinta Danil.


“Tidak ada yang perlu di maafkan mas. Aku bahagia, aku tidak mau kita pisah lagi.”


“Kita tidak akan pernah pisah sayang, mas sangat mencintai kamu, dan mas yakin kamu juga memiliki perasaan yang sama. Iya kan Bee?”


“Iya mas, aku sangat mencintaimu. Kita akan selalu bersama ya mas.”

__ADS_1


“Pasti sayang. Jangan pernah sembunyiin apapun dari aku,” pinta Danil, matanya menatap tajam menusuk mata Sekar.


“Mas, aku tidak tahu sebenernya apa hubungan mereka, tapi terkadang Ryan beberapa kali sering bertemu Renata.”


Danil mengerutkan keningnya, berfikir keras. “Sesering apa pertemuan mereka?” tanyanya.


“Aku kurang tahu mas, tapi ketika bertemu, mereka terlihat mesra. Jadi aku pikir mereka ada hubungan sodara, karena mereka sangat akrab. Namun aku tidak pernah tahu kenapa Renata tidak pernah membawa mas.”


“Aku memang tidak tahu kalau mereka bersama sayang, maksudnya ada hubungan apa antara keduanya aku tidak tahu. Coba nanti aku selidiki,” ucap Danil, tidak lama mengambil ponselnya menghubungi seseorang.


“Sekar menyandarkan kepalanya pada ujung sofa, iya merasa lelah menceritakan hubungannya dengan Ryan, dan sebenernya dia ingin mendengar tentang hubungan Renata dan suaminya. Namun dia ingin Danil menceritakannya sendiri tanpa sekar paksa.


“Apa yang kamu pikirkan sayang?” tanya Danil duduk di sebelah Sekar.


“Cerita sebentar tapi cukup menguras emosi dan tenaga mas,” jawab Sekar.


“Sini,” pinta Danil menyuruh istrinya duduk dipangkuannya.


Sekar menuruti permintaan Danil, dia menyandarkan kepalanya di dada suaminya. “Mas, aku sangat mencintaimu,” kata Sekar sambil memainkan jemari suaminya.


“Kamu sudah tahu Bee, kalau aku juga sangat mencintaimu sayang,” katanya sambil mencium pipi istrinya.


“kapan kita pulang mas?”


“Sebentar lagi ya, aku masih pengen berduaan sama kamu. Kalau sudah sampai rumah, kamu tahu kan kelakuan kedua orang tua kita, pasti mereka selalu mendominasi kamu.”


“Ya ampun mas, masa cemburu sama orang tua sendiri sih, aku kan istri kamu. Kita anaknya mereka mas, kamu nih ada-ada saja,” ucap Sekar mencubit perut suaminya dengan gemas.


“Nah kan, kalau di rumah pasti malu-malu mau masuk kamar, kalau disini kita bisa kapan pun melakukannya,” ucap Danil sambil melanjutkan kembali keromantisan mereka.


Harap maklum ya, namanya juga pengantin baru, bawaannya romantis mulu, pengennya berduaan terus....


***


Ditunggu Komen, vote dan likenya ya...


Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2