
"Menyesql, ngikutin saran mereka buat after party gini,” kata Danil memeluk Sekar dengan kuat. "Kamu tidak boleh kemana-mana," pinta Danil memeluk pinggang istrinya.
“Love you Mas Danil.”
“Love you too cantik, kamar yuk?” ajak Danil, dia malas bila harus meladeni kejahilan sepupu-sepupunya itu.
Sekar mencubit perut suaminya, “Mas, kamu harus sapa dulu teman-teman yang lainnya, Pasti mereka masih mau mengobrol sama mas.”
“Mereka tuh cuma mau ganggu kita sayang,” ucap Danil kesal.
“Siapa yang ganggu?” tanya Nia, matanya menatap tajam Danil.
“Kalian ganggu,” jawab Danil. “Andaikan tidak menuruti saran sepupu-sepupu rese itu, pasti kita sudah di kamar Bee,” ucap Danil masih memeluk pinggang sekar.
“Dasar, enggak sabaran” kata Adit menjitak kepala Danil.
“Karma sih, pake sok-sok-an nolak dijodohin, sekarang ketulah sendiri enggak bisa jauhan dikit aja,” kata Nia meledek keduanya.
“Sebentar lagi ya mas, nikmatin dulu after party nya,” Sekar, mengelus pipi suaminya.
“Ok nyonyaku, apapun buat kamu mas turuti.”
“Kayaknya mata aku mulai eror nih kang,” ucap seorang perempuan mungil yang berjalan menuju ke arah Sekar dan Danil, dia menggunakan gaun baby blue selutut, dengan taburan swarowski di bagian dadanya.
“Tidak sayang, mata kamu baik-baik saja,” ucap pria yang berada di belakangnya.
“Kita tidak salah lihat kan mas? CEO kutub utara nan rese bin menyebalkan ini bisa jadi manja sama perempuan cantik.”
“Bee, kenalkan perempuan bawel binti cerewet ini namanya Banyu istri dari Bayu laki-laki di belakangnya, laki-laki paling sabar di dunia dalam menghadapi kemanjaan istrinya,” Danil memperkenalkan sahabatnya.
“Hai Sekar, saya Bayu, suaminya perempuan paling manja ini, temen berdebat suami kamu,” Bayu memperkenalkan diri sambil memeluk pinggang istrinya, dibalas tatapan mesra dari perempuan yang berada di sebelahnya.
“Bayu dulu sahabat mas waktu sisa-sisa masa perkuliahan."
"Halo Sekar," katanya memperkenalkan diri sambil menjabat tangan Banyu dan Bayu.
Banyu menepis tangan Sekar, namun dia langsung memeluknya. “Cantik banget sih istrinya Mas Danil ini,” ucap Banyu sambil melepaskan pelukannya dari Sekar.
“Siapa dulu suaminya,” kata Danil membuat Banyu mencibirkan bibirnya.
Danil pun mengenalkan pasangan ini pada Nia dan Adit, yang ternyata Adit adalah karyawan bagian keuangan di perusahaan Bayu.
“Mas Danil, aku pinjem Sekarnya ya, Nia juga mas Adit,” ucap Banyu tanpa mendengar persetujuan siapa pun, dia menarik Sekar dan Nia menjauhi Danil, Adit dan suaminya.
__ADS_1
Danil tidak bisa berbuat apa-apa, menatap kesal kepada istri sahabatnya. Bayu hanya tersenyum melihat kelakuan sahabatnya.
“Danil Danil, kemarin dua duanya menolak dijodohkan, sekarang enggak bisa di pisahin dikit aja,” ejek Adit, melihat Danil yang sedang kesal.
“Seriusan nolak dijodohin?” tanya Bayu, tidak percaya.
“Dua-duanya kompak nolak,” jawab Adit.
Bayu tertawa mendengar jawaban Adit, dia tidak percaya bila sahabatnya sempat menolak di jodohkan dengan perempuan yang sangat disayanginya.
Walaupun Danil sedang berpacaran dengan Renata namun Bayu sangat tahu isi hati sahabatnya.
Kompak Adit dan Bayu menggoda Danil. Akhirnya mereka beranjak dari sana, menuju ke tempat para wanita berkumpul.
Banyu mengajak Sekar dan Nia menjauh dari lelaki posesif mereka, duduk di sudut, menjauh dari keramaian.
“Hallo aku Banyu, istrinya kang Bayu,” katanya memperkenalkan diri pada Nia. Belum afdol kalau belum salaman atau berpelukan menurut Banyu.
“Aku Nia, sahabat sekaligus tetangga Sekar.”
“Seru banget sih kalian bisa tetangaan,” Kata Banyu iri.
“Cerita dong, kok bisa akhirnya Mas Danil si kutub utara itu lepas dari medusa dan nikah sama kamu?”
“Kutub utara? Medusa?” tanya Sekar terlihat bingung.
“Medusa itu sebutan untuk Mba Renata, sorry aku kurang suka. MMM, aku tidak suka lebih tepatnya," ucap Banyu.
“Kenapa?” tanya Nia penasaran.
“Mba Renata itu super duper menyebalkan Nia. Itu orang sumpah selalu buat hati aku sakit, dia kan dulu sempet deketin kang Bayu, ya ampun rasanya kalau diingat-ingat selalu buat aku naik darah, gigih banget loh, walau sudah di tolak sama kakang berkali-kali."
"Dia tuh, gigih banget kalau sudah memiliki keinginan. Bagus sih kalau kita ambil dari segi positifnya, tapi kalau sudah melakukan segala cara untuk mendapatkan yang bukan miliknya keterlaluan kalau kata aku. Bagus kalau Mas Danil sudah lepas dari jeratan si medusa itu.”
“Tadi mereka datang."
"Siapa Nia?"
“Mba Renata datang sama Ryan. Ryan ini pacarnya Sekar, kelakuannya sebelas dua belas sama mba medusa kesayangan kamu itu,” kata Nia, dibales bibir Banyu yang semakin maju.
“Kamu harus waspada, jangan sampai kayak aku, gampang cemburuan. Kalau kamu kenapa-kenapa, yang utama percaya sama mas mu itu, diobrolin baik-baik, kalau enggak bisa kejadian kayak aku, kita berdua di adu domba, habis dijadiin permainanan, tujuannya biar aku ngalah dan pisah sama kakang.”
“Tadi juga dia ngancem,” kata Sekar, kemudian dia menceritakan ucapan Renata dan Ryan.
__ADS_1
“Sekar, tenang saja, Mas Danil kesayangan kamu itu biarpun dia pacaran sama Renata tapi di dalam hati nya hanya ada Sekar, Sekar, dan Sekar."
"Sumpah deh, baru kali ini aku lihat dia manja banget sama perempuan, sama medusa aja dia enggak pernah duduk deketan, kalau pun di rangkul lengannya pasti bukan mas mu yang mulai duluan."
“Masa?”
“Percaya deh, aku sudah jatuh bangun menghadapi semuanya, kamu juga harus kuat.”
“Kamu luar biasa Nyu,” kata Nia kagum pada perempuan dI depannya.
“Ayo dong kamu cepetan nikah,” kata Banyu.
“Di doain saja temennya,” kata Nia.
“Pastinya sayangku,” kata Banyu. “Senangnya, kapan-kapan kita harus jalan bareng ya, pasti seru.”
“Pastinya,” kata Sekar dan Nia bersamaan.
“Sepertinya kita ketinggalan pembicaraan yang seru nih,” kata Bayu, duduk di belakang Banyu, merapatkan kursi yang dia duduki hingga jarak antara dia dan istrinya hanya sedikit.
“Pembicaraan perempuan kakang sayang,” kata Banyu menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya.
“Pulang deh kalian semua, kamar yuk Bee,” kata Danil mengusir sahabatnya.
“Memang waktunya gue pulang Nil,” kata Nia mengajak Adit pulang.
“Kita ketemu lagi ya Ni,” kata Banyu sambil memeluk Nia.
“Pastinya, aku tunggu kabar ya."
“Wah sudah mulai janjian aja nih,” kata Adit menepuk jidatnya dan melirik kedua pria di depannya, di jawab senyuman dari keduanya.
“Mas Danil, di jaga ya Sekar," ucap Banyu. "Jangan sampai nyakitin Sekar mas, AWAS!"
“Kalau sampai kejadian, aku sendiri yang bakalan bawa Sekar menjauh dari mas, biar mas tidak bisa menemukan Sekar.”
“Iya bawel, bisanya ngancam aja.”
“Tuh kang sahabatnya ngeselin banget deh,” kata Banyu manja. Bayu hanya tersenyum sambil mengelus rambut Banyu dengan lembut.
“Sudah gangguin kutub utaranya, kita pamit yuk,” ajak Bayu mengedipkan sebelah matanya pada Banyu.
“Tuh suaminya sudah pengen ke kamar kan, hush hush hush,” kata Danil mengibaskan tangannya mengusir keduanya. Setelah berpelukan mereka pamit meninggalkan Sekar dan Danil.
__ADS_1
Danil menginstruksikan pada Bisma dan Rio, bahwa ia akan meninggalkan tempat, dan mereka yang akan tetap bertanggung jawab terhadap acara hingga selesai.
***