
Danil mulai posesif, dia tidak ingin Sekar jauh-jauh dari dirinya. Kemana pun Sekar pergi Danil pasti mengikutinya, belum lagi beberapa bodyguard berpakaian hitam-hitam selalu mengikuti langkah istri bos nya tanpa diketahui.
Acara resepsi akan segera dimulai, Sekar dan Danil sudah siap melakukan kirab menuju pelaminan yang sudah terisi kedua orang tua mempelai. Seorang pemain biola dan saksofon berjalan di depan keduanya, melantunkan lagu A thousand Years nya Christina Perri, dari original saundtrack film Breaking Dawn The Twilight Saga, film favorit keduanya.
Kedua pengantin ini berharap pacar mereka batal hadir, namun kenyataan tidak sesuai dengan harapan, kini Danil dan Sekar melihat kekasih masing-masing berdiri bersama disamping pelaminan, berbaur dengan tamu undangan.
Jemari Sekar meremas Danil, dengan lembut Danil mengelus lengan istrinya, seakan berkata “Tenanglah Bee, selama ada aku, kamu aman.”
Renata dan Ryan menatap keduanya dengan sinis, membuat tidak nyaman, terlebih Sekar terlihat sangat ketakutan. Ia takut bila Ryan akan melakukan hal-hal yang diluar kendalinya.
Sekar sudah pasrah ketika melihat Ryan. Dia memikirkan situasi terburuk, jika Ryan akan mengamuk, atau berteriak-teriak, membuat kekacauan dalam resepsi pernikahan mereka.
“Santai Bee, suami kamu ini bisa meng-handle semuanya,” bisik Danil, ia tahu Sekar tertekan dengan kelakuan pacarnya itu.
Sekar menatap Danil, dan tersenyum mengangguk, berusaha tenang, walau jantungnya selalu olahraga, berdetak dengan kencang!
“Nikmatin lagunya Bee, ini lagu impian kita di saat kita menikah.”
“Iya mas.”
“I love you Bee.”
“I love you too mas.”
Mereka mulai menyambut ucapan terima kasih dari tamu undangan yang hadir setelah pemain biola dan saksofon mengakhiri lagu Menikahimu dari Kahitna group favorit mereka yang lagu-lagunya membuat baper.
Renata berjalan dengan anggun di atas pelaminan di dampingi Ryan, tatapannya masih tidak bersahabat, namun kali ini terlihat ada senyum yang dipaksakan, begitu pun Ryan, rahangnya terlihat tidak terlalu kaku.
Renata berdiri di depan Danil, menatap tanpa berkedip “Rasanya aku tidak bisa mengucapkan kata-kata yang seharusnya di ucapkan, aku berharap semua kebohongan ini cepat selesai,” Sekar meremas bagian belakang jas Danil.
“Ingat Sekar, aku hanya menitipkan dia, kalau kamu berani macam-macam ” Renata menarik nafasnya. “Kamu orang pertama yang akan aku habisi. Walau kamu bersembunyi di lubang semut sekali pun, aku pasti akan menemukannya,” ancam Renata, nyaris membuat Sekar menitikkan air matanya.
“Awas loe macem macem sama pacar gue, pertarungan kita belum selesai,” ucap Ryan menahan amarahnya, namun Danil sama sekali tidak menanggapinya.
“Hanya enam bulan Sekar, dan loe harus kembali sama gue tanpa kurang satu apapun,” Ryan kembali mengancam sambil mengecup kedua pipi Sekar, membuat Danil emosi.
“Bee,” panggil Danil, Sekar menatapnya. Kemudian Danil langsung mencium kedua pipi Sekar tepat di tempat Ryan menciumnya, dan kecupan singkat di bibir mungil istrinya.
Kelakuan Danil langsung terlihat di big screen (layar besar) yang berada di samping panggung, membuat undangan yang datang berteriak menggoda. Untung saja Renata dan Ryan sedang tidak melihat apa yang dilakukan Danil.
“Hanya mas yang boleh cium pipi kamu Bee tidak ada orang lain yang boleh.”
__ADS_1
“Iya mas,” kata Sekar tersenyum melihat suaminya cemburu.
Bisma menghampiri Danil dan Sekar membawa segelas air mineral, Sekar sempat melihat tangan kanan suaminya itu berbisik sesuatu, dan langsung meninggalkan mereka ketika gelas air mineral yang dia bawa kosong.
“Santai sayang, jangan tegang gitu dong, cantiknya jadi hilang nanti,” goda Danil. “Mereka sudah keluar dari sini, tapi kita harus tetap waspada takut ada mata-matanya,” bisik Danil membuat Sekar sedikit santai.
Para penyanyi kenamaan, maupun group band papan atas banyak yang hadir dan menyumbangkan satu atau dua lagu. Tentu saja pesta malam ini sangat meriah pasalnya yang menikah adalah CEO Perdana musik, tempat pengorbit musisi kenamaan, wajar bila banyak dari kalangan musisi dan pelaku dunia hiburan yang datang.
Namun bintang utamanya adalah Kahitna, yang Danil persembahkan untuk Sekar. “Selamat malam, congratulation Sekar dan Danil selamat menempuh hidup baru, semoga sakinah, mawaddah, warahmah, bahagia selalu," ucap Heidi, Mario dan Carlo bergantian membuat Sekar kaget dan tersenyum bahagia menatap suaminya
“lagu pertama, mmm... lagu ini di request oleh sang suami, Mas Danil untuk istri tercinta. Berjudul Menikahimu,” kata Yovie widianto.
“Menantimu hingga saat
Cintaku temukan dirimu
Usai sudah sampai di sini
Berdiri melabuhkan asmara
Menikah denganku
Melintasi perjalanan usia
Menikah denganmu
Menetapkan jiwa
Bertahtakan kesetiaan cinta
Selamanya ...”
Sekar menatap Danil dan mengalungkan tangannya di lengan suaminya. “Terima kasih mas.”
“Sama-sama sayang,” dan selanjutnya sudah dipastikan lagu favorit mereka berdua satu persatu di keluarkan. Danil benar-benar memanjakan Sekar.
Pukul sembilan malam kedua pasang orang tua dan mempelai turun dari pelaminan, menuju tempat vip untuk makan dan sekedar menyapa tamu undangan yang masih setia menunggu.
Setelah mengobrol dengan beberapa tamu, para orang tua mereka pamit, meningalkan ruangan dan yang tersisa hanya teman-teman Sekar dan Danil melanjutkan party khusus untuk mereka.
Danil masih duduk bersama Sekar, Nia dan Adit. Bisma dan Rio pun ikut mengobrol bersama.
__ADS_1
“Gue bawa bini loe ya,” kata Dimas sepupu Danil, sambil menarik Sekar, sedangkan Danil yang kaget dan ingin melarang langsung di tahan oleh Gita dan Tito adik Dimas.
“Sabar mas, cuma di pinjem sebentar Mba Sekarnya, biar kita lebih akrab gitu” kata Gita sambil berjalan menyusul Dimas.
“Mas Danil temenin Tito dulu lah,” katanya sambil menahan Danil yang sudah berdiri akan menyusul Sekar.
“Kalian ya, aku tidak ada waktu aku meladeni permainan kalian!” Danil langsung mengeser tangan Tito dan berjalan menyusul Sekar.
“Tuh lihat, suami kamu posesifnya,” kata Dimas menunjuk Danil yang terlihat sangat kesal berjalan ke arah Dimas dan Sekar berdiri.
“Itu tandanya sayang sama aku Dim,” kata Sekar, berusaha melepaskan tangan Dimas yang merangkul bahunya.
“Lepasin enggak tuh tangan, tidak pakai acara peluk-peluk!” Danil terlihat sangat kesal.
“Siap MR. POSESIF,” kata Dimas, melepaskan tangannya dari bahu Sekar, namun Danil masih kalah cepat, Gita sudah membawa Sekar menuju ke arah pelaminan.
“Kalian ya, kakak beradik yang sangat menyebalkan,” Dimas langsung berjalan mendekati Gita.
“Cukup main-mainnya anak nakal,” kata Dimas mencubit pipi Gita.
“Aww... Sakit mas,” Giita memegang pipinya yang di cubit Danil. “Dasar MR. posesif. Mba Sekar tahan apa sama Mas danil?”
“Sudah biasa,” jawab Sekar. “Sudah ah mas, cepet tua loh kalau marah-marah,” kata Sekar memeluk suaminya.
“Nyesel ngikutin kemauan mereka buat after party gini,” kata Danil memeluk Sekar dengan kuat. "Kamu tidak boleh kemana-mana."
“Love you Mas Danil.”
“Love you too cantik, kamar yuk?” ajak Danil, dia malas bila harus meladeni kejahilan sepupu-sepupunya itu.
Sekar mencubit perut suaminya, “Mas, kamu harus sapa dulu teman-teman yang lainnya, pasti mereka masih mau mengobrol sama mas.”
“Mereka tuh cuma mau ganggu kita sayang,” kata Danil kesal.
“Sebentar lagi saja,” kata Sekar.
“Ok nyonyaku, apapun buat kamu mas turuti.”
***
Maafkan sudah lama enggak up, semoga kalian menikmati. minta like, vote dan komennya ya. makasih
__ADS_1