Cinta Milik Kita

Cinta Milik Kita
Danil Mo


__ADS_3

Lima belas menit kemudian Sekar sudah selesai, terlihat cantik walau hanya memakai, celana jeans dipadu dengan kaos turtleneck tebal berwarna putih dengan dandanan natural ala dirinya.


“Ayo rajaku, istrimu sudah siap,” kata Sekar. Danil menatap istrinya tidak bekedip.


“Cantik,” hanya itu yang bisa Danil gambarkan ketika melihat istrinya.


“Mas, ada yang salah ya?” tanya Sekar melihat Danil yang mematung menatapnya.


“Ya Tuhan, bersyukur aku mendapatkannya, tolong jangan pernah pisahkan kami. Aku sangat mencintai istriku ini,” Doa tulus Danil dalam hatinya.


“Mas, apa ada yang salah?” tanya Sekar yang sudah berdiri di depannya.


“Enggak ada yang salah, cantik,” katanya memuji. “Mas suka, kamu sangaaaaaaaat cantik Bee,” Katanya menarik tubuh mungil Sekar, dan memeluknya dengan erat.


“Makasih mas,” jawab Sekar ketika Danil sudah melepaskan pelukannya.


“Kamu pake blush on nya terlalu banyak sayang,” kata Danil, sambil mengusap pipi istrinya, seakan menghilangkan pemerah pipi.


“Aku enggak pake blush on mas,” jawab Sekar bingung.


“Masa?” tanya Danil, semakin membuat Sekar bingung.


Istri mungil itu langsung mendatangi meja rias, mengeceknya “Mana mas?” tanyanya masih bercermin.


“Itu pipi kamu merah gitu,” katanya sambil menunjuk lembut pipi kanan Sekar, “Kelihatan kan?”


“Mas ihhhh, kamu tuh seneng banget sih godain istrinya,” kata Sekar malu.


“Jangan malu sayang, Kalau malu-malu gini, makin merah pipinya, cabe aja kalah.”


“Cukup ya mas, seneng banget sih godain istrinya,” kata Sekar.


“Siapa yang godain sih?” tanya Danil jahil “Memang benar kamu cantik banget,”


“Mas, malesin banget deh. Ya tuhan, kembalikan mas Danilku seperti semula,” Sekar memohon.


Sebelum doa Sekar sampai di langit, suaminya tiba-tiba bernyanyi sambil menatap dirinya, membuatnya menatap pasrah, sambil menggelengkan kepalanya.


“Cintaku sedalam samudra


setinggi langit diangkasa


kepadamu


Cintaku sebesar dunia


Seluas jagad raya ini


Kepadamu


Bagaimana caranya

__ADS_1


agar kau mengerti


bahwa aku mencintaimu


selamanya...”


Danil selesai bernyanyi, membuat Sekar tersenyum, melihat kelakuan suaminya.


“Ya ampun Tuhan, suamiku sekarang menjadi Danil Mo, haruskah dia membayar royalti pada Agnez Mo?” kehabisan kata-kata melihat kelakuan suaminya. “Ya ampun mas Danil, si workaholic kalau di kantor, comedian kalau di depan keluarga.”


“Workaholic harus lah, mas bertanggung jawab atas kebahagiaan keluarga kecil kita sayang, and you say i’m a comedian baby?” Sekar menganggukan kepalanya.


“Hidup itu harus penuh warna Bee. Ingin aku isi semua hidupku penuh coretan warna, bersama kamu istri tercintaku, dan anak-anak kita nantinya. Salah satu warna itu dengan menjadi pelawak, hanya padamu loh Bee, karena aku bahagia bisa membuat kamu selalu tersenyum dengan apa yang aku lakukan, cukup monochrome di kantor saja, kamu juga enggak mau kan kalau waktu ku di kantor dihabiskan dengan penuh warna?”


Kamu tuh gombal banget mas. Cowok gombal pertanda enggak setia tahu.”


“Siapa yang cowok gombal?” tanya Danil sambil memainkan kedua alisnya pada Sekar.


“Aku adalah raja Danil penguasa hati ratu Sekar,” kata nya sambil membusungkan dada. Membuat Sekar menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan suaminya.


“ Aku adalah Mas Danil tersayang, seorang suami jenius dari istri cantik bernama Sekar yang selalu menggemaskan ketika otaknya menjadi dong dong,” kata Danil sambil tersenyum mengejek membuat Sekar menghadiahi cubitan di perut suaminya.


Sambil menahan sakit, Danil melanjutkan kegilaannya. “Aku adalah Danil, calon ayah dari anak-anakku yang akan lahir dari rahim seorang bunda bernama Sekar, perempuan yang luar biasa. Anak kita nanti akan tumbuh bahagia bersama ayah yang hebat dan bunda yang penyayang,” kali ini Sekar, tersenyum menatap suaminya.


“Aku adalah Danil seorang samurai, yang tidak akan segan melindungi orang-orang terpenting dalam hidupku, terutama istriku yang mungil ini dan anak-anak kita.”


“Aku adalah Danil seorang panglima perang yang paling kuat, hebat, disegani, dan memiliki strategi perang yang handal. Tidak ada satu pun orang jahat yang berani menyentuh kalian.”


“Mas Danil, Kamu adalah suamiku, inshaa Allah menjadi suami soleh. Suami yang akan membimbing istrimu ini menjadi solehah. Mari kita membangun madrasah penuh cinta untuk anak-anak kita kelak, agar menjadi anak soleh dan solehah yang membanggakan dan menjadi penyejuk orang tuanya,” kata Sekar, dia tidak bisa menahan air mata, ketika harapannya terlontar begitu saja. “Semoga kebahagiaan ini, sampai di jannahnya nanti ya mas.”


Danil mengusap air mata kebahagiaan, “Aku teramat mencintaimu sayang, yang kamu bilang gombalan tadi, itu asli ucapan tulus. Aku tidak bisa mengurai kata-kata manis seperti orang lain, aku hanya ingin kamu tahu, semua perlakuan aku itu adalah bukti cinta aku padamu Bee.”


“Makasih mas, aku pun sangat mencintaimu,” kata Sekar. “Sekarang, bolehkah kita mengakhiri semua kegombalanmu mas?” tanya Sekar tidak bisa menahan tawanya.


“Itu murni dari hati aku, bukan gombalan semata. Aku sudah berapa kali bilang sih,”kata Danil mulai kesal.


“Ok masku sayang yang tadi bukan gombalan, murni dari hati yang paling dalam,” katanya masih tertawa.


“Kamu nih, mas sudah susah susah ngerangkai kata malah di ketawain,” kata Danil Kesal.


“Geli tahu enggak mas,” kata Sekar tidak bisa menahan tawanya. “Bukan mas Danil banget abisnya. By the way, thank you mas. I love it”


“Maksudnya pengen mcd?” tanya Danil.


“Kok mcd?”


“Kan i love it, jargonnya kayak gitu,” kata Danil tersenyum jahil meninggalkan istrinya.


“I’m lovin’ it mas,” kata Sekar.


“Kepleset dikit,” kata Danil cuek.

__ADS_1


“Iya mas,” kata Sekar masih tertawa.


“Tapi kamu hebat, bisa jadi pemain sinetron.”


“Main sinetron?”


“Iya, habis nangis langsung ketawa, jarang-jaran pemain sinetron bisa kayak kamu,” katanya sambil tetap berjalan.


“Mas Danil, tunggu,” pinta Sekar karena suaminya sudah duluan keluar dari kamar.


***


“Ayah,” panggil Sekar kemudian memeluknya.


“Sudah punya suami juga, masih melukin ayah,” katanya, memeluk anak semata wayangnya. “Kurang dapet pelukan dari Danil?” goda ayah Bagas.


“Ya ampun ayah,” Sekar melepaskan pelukannya.


“Memang masih kurang dipeluk Bee?” tanya Danil.


“Ya ampun kalian berdua ya,” sekar meninggalkan ayah dan suaminya.


“Hei anak bunda kenapa pagi-pagi sudah manyun gitu aja, malu loh sudah punya suami masih kayak anak gadis,” kata bunda Ria.


“Gimana semalam?” tanya mamah Fina.


“Semalam gigit jari, manyun deh. Ada yang sakit, buat aku khawatir saja mah,” kata Danil mengadu pada mamah Fina.


“Kamu manyun karena khawatir sekar sakit apa karena enggak dapat jatah?” tanya mamah Fina.


“Ya ampun bisa enggak sih kalian enggak ngegodain terus,” pinta Sekar malu.


“Mana mungkin Bee, kamu kayak enggak tahu saja kelakuan orang tua kita.”


“Sini anak ayah yang manja,” kata ayah Bagas, memeluk putrinya dengan erat.


“Kalian jalan berdua ya, kita masih ada urusan yang harus diselesaikan,” kata papah Andi.


“Jaga putri kesayanganku Danil,” pinta ayah Bagas.


“Pastinya ayah, aku menantu yang bertanggung jawab,” jawab Danil sambil menaikan alisnya menggoda Sekar.


Sekar menggelengkan kepalanya, kehadiran Danil dalam hidupnya selain menambah kebahagian, menambah kegilaan yang terjadi di keluarganya. Kini dia mengerti walau awalnya berat, menerima perjodohan ini, namun berkat restu orang tua berbuah kebahagiaan.


***


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2