
Cinta masih setia menyembunyikan wajahnya pada punggung Chef Yunani tersebut.
Tangan Cinta yang melingkar indah pada perut Naru mulai meraba perut roti sobek milik Bosnya.
*"Kenapa keras sekali? apa dia tak memiliki kulit perut empuk?"
Cinta terus meraba perut Naru sampai si empunya perut merasa tak nyaman.
"Cinta! apa yang kau ... aaaaaw!" teriakan Naru terdengar oleh semua pengendara yang berada di samping, kanan, kiri, dan belakang mereka karena Naru tiba-tiba saja berteriak sangat kencang.
Naru menoleh ke arah Cinta. "Apa yang kau lakukan?" tanya Naru dengan suara kesalnya.
"Kau yang kenapa?" tanya balik Cinta pada Naru.
Naru tak menjawab pertanyaan Cinta karena lampu merah sudah berubah menjadi hijau.
Kini Chef Yunani tersebut membawa Cinta untuk menepi sejenak dekat dengan sebuah halte bus yang tak cukup ramai penumpang. Jarak mereka cukup jauh dari halte itu, sekitar 5 meter.
Naru membuka helmnya sembari merasakan gerakan tubuh Cinta yang mulai turun dari atas motornya. Cinta memberikan helmnya pada Naru dengan kasar.
Cinta berdiri menatap Naru kesal, sementara pria Yunani tersebut menghampiri Cinta dengan wajah yang tak kalah kesalnya. "Kenapa kau mencubit bagian daging perutku begitu keras?" tanya Naru melipat kedua tangannya di dada.
Cinta tersenyum remeh. "Rupanya kau masih bertanya ya! kau tak sadar jika kau telah membuatku terkejut sampai harus memelukmu begitu erat! sudah aku katakan dari awal kan? jangan lakukan trik lama seperti itu, Chef Kaku! aku ini salah satu penggemar drama yang booming pada tiap zamannya, jadi kau tak perlu banyak bertingkah," cecar Cinta mendapatkan senyuman simpul dari Naru.
"Coba kau ingat-ingat! saat aku melakukan rem dadakan, kita berada dimana?" tanya Naru yang tak ingin dicap pria yang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Cinta masih melirik Naru sinis, gadis itu mulai mencoba mengingat dimana ia dan Naru berada saat proses paling memalukan itu terjadi.
Karena Cinta lebih dulu tersulut emosi membuat gadis cantik tersebut malas untuk mengingat lagi. "Aku tak ingat! aku lupa!"
"Baiklah aku akan mengingatkanmu, Gadis Bebek!"
Naru mendekat ke arah Cinta satu langkah ke depan masih dengan tangan terlipat di atas dadanya.
"Ingat baik-baik ya, Gadis Bebek! saat aku mengerem mendadak, kita berdua berada di lampu merah! jika aku tak melakukan itu, maka kita berdua sudah berada di kantor polisi terdekat karena tak mematuhi peraturan lalulintas Negara ini," jelas Naru pada Cinta.
Cinta berpikir sembari menimang-nimang penjelasan dari Naru.
*"Tapi meskipun dia tak salah, itu merupakan pelukan pertamaku terhadap pria asing selain ayah dan Kak Dio!"
__ADS_1
"Tak ada toleransi, sekali melanggar aturan tetap akan seperti itu," ujar Cinta yang masih tetap pada pendiriannya.
"Aku tidak salah, Cinta!"
"Kau salah, Chef! kau yang salah karena kau telah ...."
Kata-kata Cinta terhenti saat gadis itu melihat para pejalan kaki yang memperhatikan dirinya dan Naru bertengkar.
Ide cemerlang terlintas pada benak Cinta kala ia ingat dengan drama yang pernah ia tonton.
*"Rasakan pembalasanku, Chef Kaku!"
"Dasar, Chef Kaku!" Cinta sengaja mengumpat agar Naru termakan emosinya.
"Dasar, Gadis Bebek! bau, suka tempat jorok dan ...."
Tiba-tiba saja raut wajah Cinta berubah memelas dan seperti akan menangis di dekat halte bus tersebut.
"Hiks hiks hiks hiks! kau jahat padaku! kau mengatai aku seperti itu karena kau marah padaku kan?" Cinta menutup matanya dengan kedua tangannya sembari berjongkok.
Naru awalnya membiarkan Cinta merengek seperti ini namun, saat Naru mendengar para penumpang bus berbisik karena ia telah membuat seorang gadis menangis dan mereka mengira dirinya dan Cinta adalah sepasang kekasih.
*"Hahaha! akhirnya aku sudah bisa membalas perbuatannya dan aku senang sekali! berarti aku melihat sebuah drama tidak sia-sia karena adegan di dalam sana bisa aku buat untuk mengerjai si pria kaku ini."
Naru terus mendengar bisikan para penumpang yang akan menunggu bus di halte tak jauh dari tempat dirinya berada saat ini.
Naru melirik ke arah Cinta dan ia tak sengaja melihat celah jari Cinta yang memperlihatkan jika gadis itu saat ini tengah mengintipnya dari balik jari-jari indahnya itu.
*"Mau bermain-main rupanya! baiklah! aku akan meladenimu, Gadis Bebek!"
Naru ikut berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Cinta. "Jangan marah lagi ya? aku minta maaf!" Naru masih tetap dalam posisi berjongkok namun, masih tetap gagah.
*"Apa-apaan, Pria Kaku ini? apa dia sedang mabuk? kenapa tiba-tiba berubah seperti ini?"
Cinta masih diam dengan suara isak tangis yang ia buat-buat.
Naru masih terus memperhatikan sampai dimana gadis bebek itu akan menghentikan kepura-puraannya.
*"Mereka semua sudah terlanjur menganggapku dan Cinta adalah sepasang kekasih dan ponsel mereka pasti sedang merekam adegan ini, jadi aku harus berakting penuh totalitas karena Grandpa adalah aktor handal, jadi aku pasti bisa berakting seperti beliau!"
__ADS_1
Naru mendekatkan wajah ke arah kening Cinta dan ....
Cup
Isak tangis Cinta seketika terhenti karena Naru lagi-lagi mencuri ciuman kening pertamanya selain calon suaminya kelak.
*"Pria ini benar-benar minta aku hajar sampai mampus rupanya."
Cinta memperlihatkan wajahnya yang berpura-pura sedih kepada Naru. "Kau jahat! kau melanggar janjimu padaku!"
Naru kembali mendengar bisikan para penumpang bus itu. Mereka mengatakan jika Naru pria yang mempermainkan hati wanita sampai kekasihnya menangis seperti itu.
*"Sungguh mulut para netizen ini minta di sobek atau di lem besi saja biar sekalian tak bisa berbicara!"
Naru melihat ke arah Cinta yang masih berpura-pura sedih.
*"Dia ini biang keroknya! awas saja kau, Gadis Bebek!"
Naru tanpa aba-aba mengangkat tubuh Cinta yang masih berjongkok menjadi berdiri dan wajah gadis itu sudah terkejut karena Naru saat ini menatapnya. "Maafkan aku! jangan marah lagi! memang aku yang salah dan kau boleh menghukumku dengan cara apapun, tapi aku mohon, maafkan aku!" Naru menarik Cinta ke dalam pelukannya dan para penumpang bus itu menutup mulut mereka yang rata-rata para wanita muda.
Tubuh Cinta seakan membatu. Ia tak tahu harus melakukan apa lagi karena semua yang serba pertama dari dirinya sudah diambil oleh Naru dari mulai pelukan, dari ciuman di keningnya.
Naru tersenyum penuh kemenangan. Ia tahu jika Cinta sudah di beri peringatan seperti ini, ia tak akan banyak bicara dan berulah.
*"Mati kutu kan sekarang! mangkanya jangan banyak bertingkah! kau salah sudah berhadapan denganku, Gadis Bebek!"
Naru mendekatkan wajahnya pada telinga Cinta dengan posisi masih berpelukan.
"Jangan berani menantang cucu aktor handal sepertiku, Gadis Bebek! kau salah target kali ini karena aku akan membalasmu sebisaku," bisik Naru di telinga Cinta.
Naru memundurkan sedikit tubuh Cinta menatapnya penuh kasih. "Jangan marah lagi ya? kita langsung ke butik saja," ujar Naru dan Cinta mengangguk mengiyakan.
Naru sudah berada di motornya dengan helmnya yang sudah ia pasang dan memberikan helm Cinta yang tadi sempat gadis itu berikan padanya dengan kasar.
Cinta mengenakan helm itu masih dengan wajah sedikit kesal.
Cinta menaiki motor Naru dan gadis itu sudah berada di atas kursi penumpang motor tersebut.
Sebelum Naru menjalankan motornya, pria itu masih sempat menggoda Cinta, "Jangan lupa peluk aku karena aku tak bertanggung jawab jika kau terbang dibawa oleh angin."
__ADS_1
Cinta tak menanggapi. Ia hanya bisa cemberut saja karena Naru meledeknya lagi.