
Cinta menatap ke arah Naru yang juga tengah membalas tatapannya.
"Ke-kenapa berhenti disini?" tanya Cinta dengan suara gugupnya.
Naru tersenyum karena pria itu dapat membaca isi kepala Cinta saat ini.
"Kau tenang saja! kau tak perlu takut padaku! aku tak akan melakukan hal yang aneh-aneh," tebak Naru membuat wajah Cinta terlihat tegang.
Pria itu menatap wajah Cinta dengan senyum penuh ledekan.
Cinta memejamkan matanya karena rasa kesal mulai menjalari tubuhnya terus naik ke atas kepala sampai kepalanya itu terasa mendidih.
Naru tersenyum simpul sembari menjalankan aksinya untuk lebih menggoda Cinta lagi.
Pria itu membuka seat belt-nya dan mencondongkan wajahnya ke arah wajah Cinta, sehingga wajah mereka berdua sangat dekat.
Cinta tanpa sadar membuka matanya dengan mulut yang sudah siap-siap berpidato ria.
"Aku ...."
Ucapan Cinta terhenti saat wajah seorang pria tampan, bermanik mata kebiruan dengan hidung mancungnya sudah berada sangat dekat dengannya.
"Kenapa diam? ayo lanjutkan apa yang ingin kau katakan," goda Naru lagi.
Cinta segera memalingkan wajahnya ke arah kaca pintu mobil. Wajahnya pasti sudah memerah karena ia sudah terpancing oleh wajah Yunani si Chef kaku itu.
"Kau lucu sekali jika sudah seperti itu!"
Naru kembali memposisikan duduknya seperti semula dan meletakkan kepalanya pada alat kemudi mobilnya dengan posisi miring menghadap ke arah Cinta. "Hei! jangan malu-malu!"
Cinta masih tak melihat ke arah Naru karena ia sadar jika wajahnya saat ini pasti sangat merah.
"Awas saja kau, Pria Kaku! aku akan membalasmu jika ada kesempatan."
"Kau takut aku akan melecehkanmu ya?" tanya Naru masih tetap dengan posisi tadi.
Cinta hanya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ke arah Naru.
__ADS_1
"Kenapa kau berpikir seperti itu? aku tak mungkin menyentuh perempuan yang tak aku cintai," cicit Naru kembali.
Akhirnya Cinta memaksakan dirinya untuk menatap wajah Naru. "Apa kau pikir hanya pria yang memiliki rasa cinta yang mampu melakukan hal itu?" tanya balik Cinta dan Naru menganggukkan kepalanya.
Cinta tersenyum kecut karena Naru bukan hanya tak tahu bagaimana mendapatkan hati seorang wanita, dia juga tak tahu perkembangan manusia zaman sekarang.
"Dengarkan aku ya, Chef Naru! model pria zaman sekarang itu tak butuh cinta! asal ada kesempatan tak akan dilewatkan begitu saja karena aku melihat semua itu dalam drama yang aku tonton," jelas Cinta dengan nada sedikit kesal.
"Itu hanya sebuah drama, buktinya aku tak ingin melakukan apapun padamu! aku hanya ingin membuatmu tersipu malu seperti tadi," tutur Naru tertawa kecil.
Cinta memutar bola matanya jengah. "Jangan sesumbar, Chef! nanti terkena tulah baru tahu rasa," ingat Cinta dengan lirikan mata super sengit.
"Ah, aku tidak ...."
Cinta dengan cepat membuka seat belt-nya dan wajah gadis cantik itu kini sudah berada dekat dengan wajah Naru yang masih memiringkan kepalanya pada alat kemudi mobilnya.
Naru tak dapat melanjutkan perkataannya karena rasa syok yang melanda.
Cinta dengan santainya semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Naru.
"Menurut drama yang aku tonton, jika si perempuan lebih agresif pada pria yang suka menggoda seperti, Chef Kaku ini, maka cara ini akan efektif karena sesungguhnya dia hanya ingin menggoda kita namun, saat dirinya digoda balik, dia pasti akan mati kutu!"
"Situasi macam apa ini? kenapa dia sangat berani membuatku tak berkutik seperti sekarang?"
Cinta hanya tersenyum melihat keterkejutan dari wajah Naru yang tak dapat pria itu sembunyikan. "Kau kenapa, Chef Naru? apa kau mulai tertarik padaku?" tanya Cinta menaik turunkan alisnya menggoda Naru.
"Kau pasti mempunyai banyak pacar kan?" tanya balik Naru yang tak menjawab pertanyaan dari Cinta.
Gadis itu hanya tersenyum manis mendengar pertanyaan Naru yang membuat perutnya terasa digelitik tanpa ampun.
"Jangankan pacar, mantan saja aku tak punya! hahaha! aktingku memang jago ternyata ya? pria pintar seperti dia saja bisa aku kadali!"
"Tentu saja banyak!" Cinta berpura-pura menghitung jarinya untuk memastikan berapa banyak mantannya sembari mulutnya ikut berkomat-kamit. "Kira-kira aku memiliki sekitar 20 mantan dan itu masih belum aku hitung yang hanya berpacaran dua hari atau bahkan 2 jam sudah putus," cecar Cinta dengan wajah begitu meyakinkan.
Mulut Naru menganga mendengar penjelasan Cinta.
Gadis itu memundurkan wajahnya dengan punggung kembali bersandar pada sandaran kursi mobil.
__ADS_1
"Kau pasti tak menyangka bukan, jika aku memiliki mantan sebanyak itu?"
Naru menegakkan tubuhnya menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi kemudi.
Cinta melirik ke arah Naru yang tampak masih terkejut.
"Rasakan kau, Chef Kaku! jangan berani main-main dengan Queen drama romantis seantero jagat raya ini!"
Kepala Naru perlahan berputar menghadap ke arah Cinta. "Kau sungguh play girl kelas kakap!"
Cinta hanya tersenyum manis pada Naru. "Maka dari itu, aku hanya mengingatkan padamu, jangan pernah membantah perkataan pakar cintamu ini," jelas Cinta sekenanya.
"Huh, kau sungguh menakutkan, Cinta!"
Rasanya Cinta ingin tertawa terbahak-bahak saat itu juga namun, ia tak ingin Naru tahu jika dirinya berbohong.
"Jadi bagaimana dengan kelanjutan pertunangan ini?" tanya Cinta mengalihkan pembicaraan pada topik lain.
"Kita akan tetap melanjutkan bertunangan ini namun, hanya kedua keluarga kita saja yang tahu, orang lain tak perlu tahu, termasuk para karyawan restoran dan teman terdekatmu!"
"Apa Kak Dio dan Kinan juga tak boleh tahu?" tanya Cinta memastikan lagi.
"Ya!"
Naru menegakkan tubuhnya karena ia berniat akan melanjutkan mengantarkan Cinta pulang namun, kata-kata Cinta ada yang terselip dalam benaknya menyisakan tanda tanya besar. Naru kembali menoleh ke arah Cinta. "Kenapa kau memanggil pacarmu itu, Kakak?" tanya Naru curiga.
Cinta terkejut namun, ia mencoba setenang mungkin menjawab agar Naru tak curiga. "Itu panggilan kesayanganku padanya karena umurnya memang lebih tua dariku," jelas Cinta sekenanya.
"Halah! berlagak romantis!" Naru menghidupkan mobilnya dengan wajah yang masih sedikit kesal.
"Cemburu ya?" Cinta kembali menggoda Naru.
"Hahaha! jangan mimpi, Nona Cinta Prameswari! ada Kinan yang menunggu untuk aku halalkan," sergah Naru tersenyum remeh sembari mengemudikan mobilnya.
"Ingat! jangan sesumbar, Chef! nanti tiba-tiba kau jatuh cinta padaku," goda Cinta lagi dengan sebuah colekan pada lengan Naru.
Chef tampan itu hanya bisa tergelak merespon godaan Cinta. "Mimpi kau, Nona!"
__ADS_1
"Hahaha! aku juga tak mau memiliki pacar yang tak romantis seperti dirimu," celetuk Cinta lagi.
"Sama! aku juga tak mau memiliki pacar play girl sepertimu yang pernah berpacaran dalam hitungan jam, kemudian kandas begitu saja," balas Naru membuat keduanya saling tatap dan tertawa terbahak-bahak karena kekonyolan yang tak berfaedah yang mereka diskusikan sedari tadi.