Cinta Milik Naru

Cinta Milik Naru
Bab 18


__ADS_3

Cinta duduk berdampingan dengan Naru dalam satu kursi yang sama dan hanya cukup untuk dua orang saja.


Ruang keluarga rumah William lumayan besar dan cukup untuk semua anggota keluarga itu.


"Perkenalkan kekasihmu, Nak!" Zinnia meminta Naru untuk memperkenalkan Cinta pada keluarganya.


*"Saatnya menguji tingkat kemanisan yang akan aku ciptakan."


Naru menyentuh tangan Cinta dan gadis itu tersentak karena ini baru pertama kali ia rasakan.


"Dia, Cinta Prameswari! gadis yang mampu membuatku bisa merasakan apa itu cinta dan aku juga merasa beruntung bisa dicintai olehnya," tutur Naru menatap ke arah Cinta dengan mata yang sudah saling sorot satu sama lain.


Semua keluarga tersenyum bahagia karena akhirnya Naru anak dari William dan Zinnia sudah menemukan gadis yang baik dan cantik tentunya.


Tatapan mata mereka masih tetap menyatu dengan pemikiran masing-masing yang masih bergulat tak tentu arah.


*"Kenapa pria ini mengatakan hal itu dengan mata yang sangat tulus? apa kau ingin mencoba membuatku jatuh dalam pesonamu?"


*"Pasti aktingku sangat meyakinkan!"


"Sudah tatap-tatapannya! nanti kesurupan," ledek Jonathan Paman dari sang ayah.


Naru dan Cinta sama-sama memalingkan wajah mereka karena ketahuan saling tatap namun, tangan Naru masih menggenggam tangan Cinta erat tak ingin melepaskannya.


"Mommy akan memperkenalkan anggota keluarga ini! yang ada disebelah Mommy ini adalah pacar Mommy, Nak! dia Daddy William pria paling tampan di hati, Mommy!"


Cinta tersenyum pada William sembari menundukkan kepalanya memberikan hormat jarak jauh.


Zinnia memberikan kode pada Naru agar sang putra melanjutkan perkenalan keluarganya.


"Yang berada di sebelah sofa Mommy dan Daddy itu adalah para Grandpa dan Grandma! yang berbaju couple putih itu orangtua dari, Mommy! beliau adalah Grandpa Arnon dan Grandma Melati! yang memakai baju couple berwarna cream itu Grandpa Edward dan Grandma Salma! beliau orangtua dari, Daddy!"


Cinta tersenyum sembari menundukkan kepalanya.


Naru bisa merasakan tangan Cinta yang terasa dingin dan berkeringat. Ia paham jika kekasih palsunya itu tengah grogi.


Naru menggenggam tangan Cinta lebih erat lagi sembari mengusap tangan gadis itu memberikan semangat jika dirinya berada dalam lindungannya.


"Yang di sofa bersama bocah-bocah tampan dan cantik itu adalah Paman Jonathan dari Daddy dan Paman Arya dari, Mommy! dan di sampingnya itu para Bibi, istri tercinta kedua Pamanku!"


Cinta tersenyum pada mereka semua memberikan salam jarak jauh.


Para pelayan membawa minuman dan makanan kering dan basah yang sudah dibuat oleh para Grandma dan Zinnia beserta para Bibi-nya.


"Cinta sudah berusia berapa, Nak?" tanya Melati pada calon cucu menantunya.

__ADS_1


"23 tahun, Grandma!"


"Masih muda ya? Narunya sudah tua," ledek Salma pada cucunya.


"Grandma! aku marah ya?" Naru balik membalas ledekan Salma.


Semua ikut tertawa mendengar rajukan Naru yang sudah tak pantas.


"Kak Naru seperti anak kecil saja! malu sama, Kak Cinta!" sepupunya menyahut yang masih SMP kelas 2 anak perempuan dari Jonathan itu.


Cinta tersenyum mendengar ucapan sepupu Naru itu.


"Sekarang Cinta bekerja dimana, Nak?" tanya Arnon.


"Saya bekerja di resto milik, Naru! hanya untuk sebulan saja karena saya juga membuka toko kue tradisional," jelas Cinta pada Arnon.


"Kau bisa membuat kue tradisional? kenapa aku tak tahu?" tanya Naru heran.


"Jadi kau masih belum tahu, Naru?" tanya Edward pada cucunya.


Naru hanya menggelengkan kepalanya pasrah.


*"Waduh! gawat ini jika kebohongan pria kaku ini terbongkar! uang 1 Milyarku akan melayang bagai dedaunan yang runtuh."


"Karena kami baru berpacaran," jelas Cinta menatap ke arah Naru. "Iya kan?" tanya Cinta tersenyum pada Naru.


Tangan keduanya yang masih tak lepas semakin erat saja genggamannya.


"Kalian berdua mengingatkan kami pada masa muda," celetuk Melati dan semua para tetua menggenggam tangan pasangan masing-masing.


Cinta tak sengaja melihat ke arah dua foto berukuran besar yang di sebelah kanan terdapat gambar para tetua.


Naru yang sadar akan arah tatapan mata Cinta mengikuti arah tatapannya.


Naru tersenyum karena ia tahu jika Cinta penasaran dengan sosok dua orang yang masih asing.


"Itu orangtua dari, Grandpa Arnon! Buyut Susan dan Sandi!"


Mata Cinta beralih ke arah foto keluarga Naru. "Perempuan cantik itu siapa?" tanya Cinta pada foto di sebalah kiri.


"Dia, Nara! saudari kembarku!"


"Dia ada dimana sekarang?" tanya Cinta yang penasaran pada wajah Nara karena dari foto itu wajah Naru dan Nara tak sama.


"Dia berada di Canada untuk memperdalam ilmu seni lukisnya karena ada teman dari Grandpa Arnon yang berasal dari sana yang pandai dalam lukis melukis, jadi dia tak tinggal bersama kami sekarang," jelas Naru.

__ADS_1


( Kisah Nara akan author buat di lapak lain karena kisah Nara akan ada cerita tersendiri setelah kisah Naru selesai 😊)


Cinta mengangguk sembari memandang foto Nara. Cinta beralih menatap wajah Naru. "Kenapa wajah kalian berdua tak sama? kalian kembar kan?" tanya Cinta pada Naru.


"Kami memang kembar tapi bukan kembar indentik," sahut Naru.


"Jangan-jangan wajah kalian tak sama karena saat di dalam perut Mommy, saudarimu itu tak ingin memiliki wajah pasaran seperti wajahmu ini," ledek Cinta sembari menahan tawanya.


Naru terkejut mendengar perkataan frontal Cinta. "Pasaran ya?" tanya Naru langsung merangkul tubuh Cinta masuk ke dalam pelukannya dan tawa semua keluarga pecah karena tingkah kedua pasangan muda itu terlihat sangat menggemaskan.


Entah Naru sadar atau tidak dengan yang ia lakukan saat ini yang jelas naluri Naru meminta tubuhnya agar bergerak memeluk Cinta.


"Wajah pasaran begini tapi kau suka kan?" tanya Naru masih mendekap Cinta dalam pelukannya.


"Bagaimana jika aku tidak suka," goda Cinta lagi dan Naru semakin mengeratkan dekapannya membuat Cinta tersenyum dalam pelukan Naru.


Naru menjauhkan sedikit wajahnya agar ia dapat melihat wajah Cinta lebih jelas.


"Kau masih suka pada pria berwajah pasaran ini kan?" tanya Naru pada Cinta.


Tatapan mata mereka sudah beradu dengan perasaan yang sudah amburadul tak karuan.


Deg


Debaran jantung Cinta mulai kembali berdendang kala mendengar pertanyaan yang Naru lontarkan padanya.


"Masih mencintaiku atau tidak?" tanya Naru lagi.


Para anggota keluarga yang menjadi penonton drama romantis itu ikut tegang mendengar balasan pertanyaan dari Naru untuk Cinta.


"Aku ... masih mencintaimu!"


Deg deg


Jantung Naru mulai memantul ria bagai bola bekel yang entah berapa meter bisa memantul sampai ke titik tertingginya.


Mata mereka berdua masih beradu seperti sedang mencari kebenaran atas ucapan masing-masing karena keduanya sudah bersepakat akan melakukan sandiwara jika berada di depan keluarga Naru.


Naru tersenyum manis pada Cinta. "Terima kasih!" Naru mendekatkan bibirnya pada wajah Cinta dan hal tak terduga oleh Cinta tiba-tiba saja terjadi.


Cup


Kecupan cukup lama mendarat pada kening gadis cantik itu dengan mata Naru yang terpejam sempurna.


Cinta terdiam bagai patung karena ini ciuman pertama di keningnya dari orang asing selain ayah, ibu, dan kakak angkatnya.

__ADS_1


Semua keluarga tersenyum malu-malu karena Naru membuat mereka iri dan beruntungnya mata para bocah di tutup oleh ibu mereka sebelum Naru berhasil mengecup kening Cinta.


__ADS_2