Cinta Milik Naru

Cinta Milik Naru
Bab 37


__ADS_3

Naru dan Zayn melihat ke arah Cinta. "Kau kenapa?" tanya keduanya bersamaan.


Naru dan Zayn saling tatap, sedetik kemudian, mereka berdua kembali menatap ke arah Cinta yang masih menundukkan kepalanya sembari berpura-pura mengucek matanya. "Sepertinya mataku kemasukan sesuatu," sahut Cinta untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kedua pria tampan di hadapannya.


Cinta melihat ke arah Naru dan Zayn secara bergantian diiringi senyuman palsunya. "Semuanya sudah terungkap, kan? jadi sekarang selesaikan urusan kalian berdua! aku akan kembali ke dapur," pamit Cinta menundukkan kepalanya sembari melangkah menuju arah pintu keluar rooftop tersebut.


Zayn dan Naru melihat ke arah Cinta yang sudah menghilang dibalik pintu.


Zayn tersenyum karena dugaannya benar. Pria itu sekarang tahu bagaimana keadaan hati Cinta yang sebenarnya.


"Cukup tahu begini saja! selanjutnya, pasti akan lebih mudah untuk ...." Kata hati Zayn terhenti karena ia sudah mengambil jalan yang benar kali ini untuk ke depannya.


"Bersabarlah, Cinta! aku akan selalu menjadi malaikatmu."


Zayn melihat ke arah Naru yang masih menatap pintu masuk rooftop Restonya.


Naru masih terus menatap pintu itu dengan mata penuh rasa bersalah.


"Seharusnya aku tak membongkar kebohonganku dan Cinta!"


"Jalan yang akan aku tempuh untuk mengejar Cinta semakin dekat, jadi terima kasih untuk kejujuranmu kawan!" Zayn tersenyum tulus pada sahabatnya.


Perkataan dari mulut Zayn membuat sesuatu dalam diri Naru bergejolak ingin menghantam pipi sahabatnya itu.


"Kenapa aku merasa kesal seperti ini?"


Saat teringat dengan Dio, senyum Naru terbit. "Kau salah besar, kawan! dia sudah memiliki seorang kekasih," tutur Naru merasa menang karena harapan Zayn pasti pupus.


"Benarkah?" tanya Zayn tak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh sahabatnya.


"Tentu saja benar," sahut Naru dengan cepat.


"Lalu kenapa kau masih berpura-pura menjalin hubungan dengannya?" tanya Zayn ingin mengulik lebih dalam alasan Naru yang sebenarnya karena Naru bukan tipe orang yang akan menjelaskan sesuatu hal jika ia tak dipancing lebih dulu.


Naru tak menjawab, ia masih merancang kata-kata untuk ia lontarkan pada sahabatnya itu.


Naru melipat kedua tangannya di dada. "Tapi kau harus berjanji lebih dulu jika rahasia ini hanya kau, Cinta, dan para karyawan Resto ini yang tahu," tutur Naru memperingatkan Zayn.


Zayn mengepalkan tangannya, kemudian mengulurkan tangan yang sudah terkepal itu pada Naru sebagai tanda setuju ala lelaki perkasa dan berjiwa besar. "Oke, aku berjanji padamu!"

__ADS_1


Naru tersenyum sembari membalas kepalan tangan Zayn dan tangan keduanya sudah saling beradu.


"Tempat dan waktu kami persilahkan!" Zayn menggoda Naru kala ia memberikan kesempatan pada Naru untuk menjelaskan semuanya.


Buggh


Pukulan pada lengan Zayn mendarat sempurna oleh tonjokan tangan Naru. "Dasar kau bujang lumutan," ejek Naru sesuka hati.


"Wow! kau tak sadar dengan statusmu yang juga seorang bujang?" tanya Zayn balik meledek Naru.


Kedua saling tatap, kemudian suara tawa di atas atap itu terdengar.


"Hahaha!"


"Sudah berhenti! sekarang kau harus menjelaskan padaku semuanya! dari A sampai Z!" Zayn berjalan ke atas kursi malas untuk duduk karena kakinya sudah mulai pegal berdiri dari tadi.


Naru menarik napasnya untuk membuat dirinya relaks.


"Keluargaku ingin menjodohkan aku dan aku tak mau itu terjadi, pada saat itu, Cinta kebetulan tengah melamar pekerjaan di Resto ini! mungkin itu sudah jalan dari Tuhan agar aku bisa terselamatkan dari hal perjodohan yang memang tak aku inginkan, kau tahu sendiri, jika aku sangat mencintai, Kinan! jadi aku memutuskan untuk menjadikan Cinta kekasih palsuku dan sialnya pada saat itu, mommy memintaku untuk segera menikahinya namun, aku tak mau, mommy setuju asal aku bertunangan saja dan aku meminta waktu agar bisa membuat Kinan jatuh cinta padaku dan kau tahu apa yang membuatku lebih antusias bisa bekerja sama dengan gadis itu?" tanya Naru pada Zayn yang tengah fokus mendengarkan sahabatnya bercerita. "Kenapa memangnya?" tanya balik Zayn yang memang tak tahu menahu apa alasan Naru bersandiwara dengan Cinta.


Naru mendekat ke arah Zayn dan pria Yunani itu duduk tepat disamping sahabatnya sembari merangkul pundak Zayn. "Dia aku jadikan sebagai pakar cintaku karena aku tahu jika dia itu sudah berpengalaman dalam hal seperti itu!"


"Aku melihat sendiri dia dan pacarnya bercanda tawa dan mereka berdua terlihat penuh kasih sayang," jelas Naru pada temannya.


"Jadi benar dia sudah memiliki pacar?" tanya Zayn terkejut dengan mata hampir tumpah.


Naru melepaskan rangkulannya pada bahu Zayn dan kedua tangannya diletakkan di belakang tubuhnya bertumpu pada kursi malas tersebut. "Tentu saja aku serius berkata seperti itu, maka dari itu, kau jangan mencoba mengejarnya, Tuan lumutan," sindir Naru melirik Zayn.


Wajah Zayn nampak berpikir dan mencerna tiap kata yang Naru ucapkan.


"Jika memang Cinta sudah memiliki pacar, kenapa ...."


"Sadar! bangun! ingat! jangan main-main dengan pacar orang," ujar Naru menggoyangkan tubuh Zayn yang terbengong-bengong setelah pria itu tahu Cinta telah memiliki pasangan.


"Semoga saja dia mengurungkan niatnya untuk mengejar, Cinta!"


Naru berharap Zayn tak mengejar Cinta karena hatinya merasa tak rela dan ia tak tahu kenapa.


Zayn tersenyum pada Naru. "Sebelum janur kuning melengkung, jalan aspal masih enak untuk aku lewati dengan mobil sport-ku," celoteh Zayn membuat wajah Naru menjadi masam.

__ADS_1


"Terserahlah! kita kembali bekerja!" Naru sudah berdiri hendak melangkah ke arah pintu namun, ia melihat ada seseorang disana.


"Rocky!"


Naru tertegun karena insting penciuman seorang Naru tak mungkin salah. Rocky pasti sudah mendengar semuanya.


Zayn berdiri mendekati Naru yang berdiri mematung melihat kedatangan Rocky.


"Bagus ya! rahasia sebesar itu kau hanya memberitahu si bujang lumutan itu," ujar Rocky dengan wajah dibuat seperti orang tengah marah, padahal ia hanya ingin mengerjai Zayn dan Naru.


"Maaf! aku tak ingin sandiwaraku ketahuan, jadi aku berusaha untuk merahasiakannya," sesal Naru.


"Huh, baiklah! tapi ingat kata-kataku ya! sepandai-pandainya kau menyembunyikan bangkai, suatu saat nanti juga akan tercium baunya, Naru!"


"Siap Chef Rocky yang bijak!" Naru memberikan hormat pada Rocky.


"Kenapa kau bisa kemari?" tanya Zayn pada Rocky.


"Aku tadi tak sengaja melihat Cinta masuk ke dalam ruang ganti dan ia mengusap matanya," jelas Rocky.


Naru merasa cemas dengan keadaan Cinta.


"Dia kenapa? semoga saja tak apa-apa."


Zayn terdiam diiringi senyum manis yang terukir dari bibirnya.


"Tekadku sudah bulat untukmu, Cinta!"


"Kita kembali ke dapur sekarang! waktunya untuk bekerja," ujar Rocky pada para sahabatnya.


"Berlagak seperti Chef yang baik, padahal jika ada waktu senggang begini pasti senang," celetuk Zayn.


Rocky menoleh ke arah Zayn. "Dasar, bujang Jamuran!"


"Kau berkata seperti itu padaku?" tanya Zayn tergelak dengan ucapan Rocky.


"Tentu saja! siapa lagi jika bukan kau," sahut Rocky acuh tak acuh.


"Hahaha! kau tak sadar apa? jika aku bujang jamuran, berarti kita bertiga trio bujang Jamuran," cecar Zayn membuat tawa ketiganya pecah.

__ADS_1


__ADS_2