Cinta Milik Naru

Cinta Milik Naru
Bab 69


__ADS_3

Cinta dan Naru sudah dalam perjalanan pulang, sementara Nando masih fokus melihat ke arah depan karena ia yang memegang kendali.


"Jika kau lelah, tidur saja," ujar Naru masih fokus melihat ke arah depan.


Karena tak ada sahutan dari mulut Cinta, Chef tampan itu melihat ke arah Cinta dan seketika Naru dibuat terkejut oleh pemandangan yang ia lihat.


Gadis itu ternyata sudah tertidur dengan posisi kepala bersandar pada kaca mobil tepat di sebelahnya.


Karena jalan yang dilewati Naru masih belum masuk jalan perkotaan, akhirnya pria itu memerintahkan pada Nando agar menepikan mobilnya, "Tepikan mobilnya!"


Sebelum mobil itu benar-benar menepi, Nando masih melihat ke arah spion tengah memastikan apa yang diperintahkan bosnya itu benar dan akhirnya mobil itupun menepi.


"Ada apa, Bos?" tanya Nando masih melihat ke arah kaca spion tengah.


"Masalah darurat," sahut Naru sekenanya.


Perlahan Naru bergeser ke arah Cinta dan dengan sangat hati-hati, pria Yunani itu memindahkan kepala Cinta ke arah dada bidangnya agar posisi tidur asistennya lebih nyaman.


"Pasti sudah terkena syndrom kebucinan," cicit Nando dalam hati.


Cinta yang merasa sudah mendapatkan tempat ternyamannya untuk tidur, akhirnya secara spontan gadis itu membenarkan posisi letak kepalanya agar menemukan bantal empuk yang nyaman untuk ia tidur nyenyak.


Naru tersenyum geli melihat respon tubuh Cinta. "Apa kau pikir dada ini bantal yang berisi bulu angsa," gumam Naru yang masih dapat didengar oleh Nando.


"Jangan-jangan Si Bos sudah jatuh hati pada Nona Cinta."


"Jalan!"


Mendengar perintah dari bosnya, akhirnya Nando kembali melajukan mobil tersebut.


Saat sudah sampai di daerah perkotaan, Cinta masih nampak sangat pulas tertidur di dada bidang Naru.


Naru yang sedari tadi menikmati momen manis dengan Cinta tersenyum sendiri di dalam mobil.


Karena merasa mengantuk, akhirnya Naru menempelkan pipinya pada puncak kepala Cinta dan mata pria itu perlahan terpejam.


Detik, menit, jam terus berputar pada porosnya, sampai tepat jam 5 sore mobil yang dinaiki oleh Cinta dan Naru sampai di depan sebuah rumah megah tak berlantai sama sekali namun, rumah itu memiliki luas yang tak dapat dijangkau oleh pikiran seorang Cinta.


Mata Cinta terbuka dan objek pertama yang ia lihat adalah tangan kirinya yang digenggam oleh tangan kiri Naru dan lagi-lagi dua buah benda bulat berwarna silver menjadi bintang paling terang kala itu.


Perlahan kepala Cinta mendongak ke atas, melihat ke arah wajah Naru yang sudah dalam posisi bersandar pada sandaran kursi penumpang.


"Sudah ...."


Cinta meletakkan telunjuknya pada bibirnya pertanda jika Nando tak perlu melanjutkan perkataannya.


Nando mengangguk mengerti, kemudian pria itu keluar lebih dulu dari kursi kemudi.


Cinta kembali memfokuskan tatapannya pada wajah Naru. "Pasti kau sangat lelah menjadi bantalku selama perjalanan," gumam Cinta hendak menyentuh bagian wajah Naru namun, tangan pria itu menahan tangan Cinta.

__ADS_1


Mata Naru terbuka, menampilkan lensa berwarna keabu-abuan yang sangat indah. "Kenapa? aku tampan, 'kan?" tanya Naru tersenyum lembut ke arah Cinta.


"Tentu saja kau tampan, jika kau cantik mana ada perempuan yang akan suka padamu," jawab Cinta.


Naru hanya tergelak kecil mendengar sahutan Cinta.


"Ayo turun!"


Naru mengajak Cinta turun dan gadis itu mengintip rumah mewah yang berada di depan matanya. "Ini bukan rumahku," celetuk Cinta.


"Ini rumahku jadi, ayo masuk ke dalam," jelas Naru masih tak ingin beranjak dari posisi semula.


"Kenapa kau tak mengantar aku ke rumah? kenapa harus kemari?" tanya Cinta menegakkan posisinya.


"Mana aku tahu! kau tanya saja pada Nando," balas Naru.


Cinta yang merasa kesal hendak keluar dari mobil Naru namun, tangan pria itu lebih sigap dan menarik Cinta ke dalam dekapannya.


"Welcome, My Fiance!"


Naru mendekatkan bibirnya pada kening Cinta dan mengecup lama kening tersebut.


Cuppp


"Apa yang kau ...."


Wajah Cinta sudah kesal bukan main. Gadis itu keluar dari dalam mobil berjalan ke arah Naru. "Antar aku pulang!"


"Kau di sini saja untuk malam ini," pinta Naru.


"Serumah denganmu?" tanya Cinta memandang Naru tajam.


Chef Yunani itu sudah tahu apa yang ada dalam otak Cinta.


Naru mengacak-acak rambut Cinta dengan raut wajah gemas. "Kita tak akan sekamar, Nona! aku bukan pria seperti yang ada dalam pikiranmu itu," tebak Naru dan wajah Cinta seketika memerah.


"Memang apa yang aku pikirkan? macam paranormal saja kau ini," ketus Cinta menutupi betapa malunya gadis itu saat ini.


"Benarkah kau tak berpikir kita berdua akan ...."


Naru tak melanjutkan perkataannya, pria itu hanya menyatukan kedua jari telunjuknya dengan alis yang sudah naik turun menggoda Cinta.


Wajah gadis itu semakin memerah dan secepat kilat, wajah Cinta sudah tertutup oleh tangannya.


Naru mensejajarkan wajahnya dengan wajah Cinta dan posisi pria itu saat ini tengah menekuk sedikit lututnya agar sejajar dengan wajah Cinta. "Jangan melakukan hal seperti ini, kau semakin menegaskan, jika apa yang aku katakan itu benar," jelas Naru.


Cinta mengintip dari celah jari-jarinya dan ketahuan oleh Naru. "Kau seperti anak kucing yang ingin aku peluk," goda Naru hendak memeluk Cinta namun, gadis itu segera berjongkok dan alhasil, Naru memeluk angin.


Naru melihat ke arah bawah dimana Cinta yang tengah berjongkok. "Kau," kesal Naru dan Cinta langsung lari ke arah pintu masuk rumah bosnya.

__ADS_1


Naru dengan cepat mengejar Cinta dan gadis itu berhenti tepat di teras rumah Naru karena ia sudah disambut oleh sederet pelayan yang berbaris rapi menyambut tuan dan calon nyonya mudanya.


"Selamat datang, Nona!"


Seorang pria bertubuh tinggi dengan pakaian rapi menyambut Cinta. Usia pria itu sekitar 40 tahunan menurut terkaan Cinta.


Belum juga Cinta menjawab, tangan kekar memeluk tubuh Cinta dari belakang. "Selamat sore, Pak Sam!"


Pria paruh baya itu tersenyum ramah pada tuannya sembari berkata, "Selamat sore juga, Tuan!"


Kepala Cinta menengadah ke atas melihat Naru dengan cara terbalik.


Cup


Naru mencium kening tunangannya di depan para pelayan rumahnya dan mereka yang sebagian ada yang mengintip, diam-diam tersenyum karena baru kali ini tuannya terlihat bermesraan di hadapan mereka.


Cinta segera membenarkan posisinya karena ia merasa malu dengan perlakuan Naru.


"Sudah siap?" tanya Naru pada pak Samil yang biasa ia panggil pak Sam.


"Sudah, Tuan! Anda dan Nona bisa langsung menuju kamar masing-masing," jelas Pak Sam pada Naru.


Tanpa pikir panjang, Naru segera menarik tangan Cinta masuk ke dalam rumah megahnya.


Naru terus menggandeng tangan Cinta dan saat mereka berdua sampai di depan sebuah kamar dengan desain pintu yang sangat estetik, Naru menatap Cinta dengan senyum manisnya. "Ini kamarmu," ujar Naru menjelaskan.


Naru berbalik badan hendak pergi namun, mulut Cinta bagai kantong robek mulai berulah. "Kamarmu dimana?" tanya Cinta yang lagi-lagi membuat beberapa pelayan wanita tersenyum karena pertanyaan konyol calon nyonya mereka.


Naru berbalik badan dengan tangan yang terlipat kokoh di dada. "Kamarku tepat di sebelahmu, tapi jika kita sudah menikah, kamar kita akan menjadi satu, Sayang!"


Cinta memejamkan matanya karena ia baru saja menggali kuburannya sendiri.


"Dasar kau ini! pertanyaan itu justru akan membuatmu malu."


Pak Sam dan yang lain tersenyum diam-diam mendengar ucapan tuannya.


"Kau mandi dulu, setelah itu kita akan makan," pinta Naru pada Cinta.


Cinta tersenyum kikuk pada Naru namun, pria itu malah tersenyum jahil. "Andai saja kita bisa mandi bersama," goda Naru diiringi tawa kecilnya dan berbalik berjalan ke arah kamarnya.


Mata Cinta melebar kala ucapan Naru terlontar dengan mulus tanpa hambatan.


Pak Sam tersenyum pada Cinta dan gadis itu membalas senyuman kepala pelayan rumah tersebut dengan kikuk.


Cinta segera masuk ke dalam kamarnya dan mengunci kamar itu rapat-rapat.


Pak Sam hanya bisa geleng-geleng kepala melihat adegan para anak muda yang menggemaskan.


MAAF KARENA AUTHOR BARU UPDATE KARENA AUTHOR KEMARIN KURANG ENAK BADAN, JADI TUNGGU BADAN FIT DULU BUAT UPDATE DAN ALHAMDULILLAH SEKARANG SUDAH MEMBAIK.

__ADS_1


__ADS_2