Cinta Milik Naru

Cinta Milik Naru
Bab 76


__ADS_3

Semua karyawan sudah berkumpul di dapur. Mereka semua sudah berbaris seperti akan melaksanakan upacara bendera.


Naru yang berada di depan menghadap ke arah para karyawannya terlihat sangat gagah namun, arah tatapan pria itu masih mengarah pada Cinta.


Setelah sekiranya pemilik resto tersebut sudah dapat meredakan emosinya, akhirnya Naru menghadap ke segala penjuru dapur itu.


Bukan tanpa alasan Naru menelisik tiap sudut dapur restonya, ia ingin memastikan, jika dapur dalam keadaan bersih dan higienis karena kebersihan merupakan poin utama bagi setiap restoran.


"Selamat pagi semua," ujar Naru membuka breafing hari ini.


"Selamat pagi, Chef!"


"Ada satu hal yang akan saya sampaikan hari ini, kita tak akan menerima pelanggan untuk satu hari penuh namun, jam 18,00 resto akan kembali menerima pelanggan."


Cinta masih bingung dengan ucapan Naru, pasalnya ia baru pertama bekerja di restoran sebesar itu.


"Jam berapa acaranya akan dimulai?" tanya Zayn yang paham maksud Naru.


"Waktu makan siang, semua menu harus tersedia dari mulai appetizer, main course, dan dessert," jelas Naru menjawab pertanyaan Zayn.


"Berapa orang yang akan datang?" tanya Monica.


"50 orang dan semua itu staf penting di perusahaan "Arjun Grup" jadi semua menu makanan harus mewah karena ini acara peresmian pengangkatan direktur baru perusahaan tersebut," jelas Naru kembali.


Naru melirik ke arah Cinta yang nampak kebingungan karena pria itu tahu, jika gadis yang saat ini bisa membuat dirinya dilema tak tahu menahu dengan arah pembicaraannya. Berbeda dengan pegawai lamanya yang sudah paham, jika siang atau malam harinya ada free pelanggan, maka itu pertanda restoran tersebut sudah di booking seseorang selama satu hari atau satu malam.


"Jika ada yang tak mengerti, silahkan tanyakan karena kita harus segera bersiap untuk memulai pertempuran di dapur," ujar Naru kembali yang sebenarnya ia tujukan kepada Cinta.


Tak ada yang bersuara namun, Naru bisa melihat, jika Cinta masih kebingungan.


Naru hanya bisa tersenyum sembari menundukkan kepalanya karena ekspresi wajah Cinta sangat menggemaskan.


"Baiklah! karena tak ada pertanyaan, maka saya anggap kalian mengerti dan selamat bekerja namun, sebelum kita memulai pekerjaan, mari kita berdo'a menurut keyakinan masing-masing dan berdo'a dimulai."


Naru menundukkan kepala diikuti semua karyawannya, setelah cukup lama berdo'a, akhirnya suara Naru kembali terdengar. "Selesai dan selamat bekerja," tutur Naru tersenyum pada semua karyawannya.


Pria itu masih menatap ke arah Cinta sebelum ia pergi dari dapur tersebut.


Para karyawan segera bergerak menuju table working mereka masing-masing untuk memulai pekerjaannya.


Cinta berjalan ke arah menu apa saja yang akan dibuat.


"Menu appetizer tofu spicy medium mozarella, main course Giant crab spicy medium samyang, Udang bakar super premium, cumi Krispy saus asam manis, dessert Manggo chees cake dan pudding coklat," jelas Cinta pada semua karyawan dan mereka semua mulai mengerjakan semua menu sesuai dengan pakarnya masing-masing.

__ADS_1


Cinta berjalan ke arah Zayn. "Aku akan menyiapkan semua bahannya," tutur Cinta.


"Jika kau kesusahan, minta bantuan karyawan yang sudah mahir karena semua bahan main course dari seafood," jelas Zayn pada Cinta.


"Siap, Mr.Z!"


Cinta berjalan ke arah ruang penyimpanan bahan seafood yang masih segar dan baru saja dikirim tadi pagi.


Gadis itu berjalan ke arah kepiting super jumbo dan kebetulan di tempat itu ternyata sudah ada karyawan khusus untuk mengambil hewan bercangkang keras tersebut.


"Bisa ambilkan Giant crab?" tanya Cinta pada karyawan tersebut.


"Tentu saja bisa, Anda butuh berapa ekor?" tanya karyawan tersebut.


Cinta diam sejenak karena ia lupa menanyakan pada Zayn. "Ya ampun! saya lupa menanyakan, tunggu-"


"Tidak perlu, Anda tinggal sebutkan saja hidangan ini untuk berapa orang," cegah karyawan tadi agar Cinta tak perlu bertanya pada Chef bagian main course karena karyawan itu sudah paham dengan takaran satu porsi Giant crab cukup untuk berapa orang, jika untuk makan bersama.


"Untuk 50 orang," sahut Cinta.


"Baiklah! nanti saya antar ke depan, ada lagi yang bisa saya ambilkan?"


"Udang premium dan cumi untuk bahan cumi Krispy," jelas Cinta dan karyawan itu mengangguk mengerti.


Cinta tersenyum sebelum ia pergi ke ruangan lainnya, yaitu ruangan penyimpanan bahan masakan kering seperti bumbu dan lain-lain.


Cinta membuka sebuah lemari serbaguna dan didalamnya sudah tertata rapi berbagai jenis bumbu dan bagian lainnya terdapat saus, tepung, minyak, dan bahan lainnya.


Cinta mengambil tepung, minyak, bumbu bubuk dan yang terakhir ia mencari bahan saus samyang untuk Giant crab spicy medium samyang.


Cinta mencari di bagian saus namun, tak ada bahan yang ia cari. "Dimana saus pedas itu ya? kenapa di sini tidak ada?"


Sedangkan di tempat lain, Zayn tiba-tiba menghentikan pekerjaannya menumis beberapa buah bawang Bombay dan paprika.


"Bahan itu ada di lemari paling atas, pasti dia ...."


Zayn langsung mematikan kompornya dan berlari ke arah ruang bahan makanan dimana Cinta berada saat ini.


Saat Zayn tiba di tempat itu, ternyata Cinta sudah bersusah payah menggapai saus samyang yang berada di tempat cukup tinggi.


Cinta berdiri di atas sebuah kursi plastik yang berukuran cukup kecil karena kursi itu biasa digunakan untuk menjadi tempat duduk para karyawan bagian seafood untuk membersihkan makanan laut tersebut.


"Hati-hati!"

__ADS_1


Cinta yang mendengar teriakan Zayn seketika menoleh ke arah pria itu. "Kenapa kau kemari?" tanya Cinta masih dengan posisi kaki menjinjit.


"Aku cemas kau tak bisa mengambil saus samyang itu," jawab Zayn terang-terangan.


Cinta tersenyum pada Chef bagian main course tersebut. "Kau tenang saja aku-"


Kraaakkk


Suara benda plastik terbelah mulai terdengar dan secepat kilat Zayn berlari untuk menangkap tubuh Cinta yang sudah meluncur bebas akan membentur lantai ruangan tersebut namun, karena kecepatan Zayn, gadis itu kini berada di atas tubuh pria bermarga Orlando tersebut.


Kini tatapan mereka berdua sudah satu jurusan. Zayn merasa lega karena Cinta tak kenapa-napa. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Zayn dengan tangan yang masih melingkar di pinggang Cinta.


"Aku baik-baik saja, terima kasih!"


Zayn tersenyum manis pada Cinta. "Sudah kewajibanku menolongmu," balas Zayn.


Entah angin apa Naru juga sudah berada di ruangan itu, tepatnya di ambang pintu masuk.


Melihat mereka berdua saling tumpang tindih, membuat hati Naru terbakar habis.


Tangan kekar pria itu mengepal kuat dengan urat yang sudah timbul mengisyaratkan, jika orang tersebut sudah dalam mode marah.


"Sedang apa kalian!"


Zayn dan Cinta yang awalnya saling tatap, secara bersamaan melihat ke arah sumber suara yang berada di ambang pintu.


Cinta segera berdiri dari atas tubuh Zayn karena ia tak ingin Naru salah paham padanya.


Kini Zayn dan Cinta sudah sama-sama berdiri.


"Aku tadi ingin mengambil saus samyang menggunakan tempat duduk plastik ini, tapi tempat duduknya terbelah, mungkin karena sudah lama, jadi sudah minta diganti," jelas Cinta menundukkan kepalanya tak berani menatap Naru karena ia tahu tatapan Naru pasti akan membunuhnya secara psikis.


"Dan kau malah jatuh di atas tubuhnya dan parahnya lagi, pria itu juga memeluk pinggangmu."


"Cinta ikuti aku sekarang!"


Naru segera pergi dari tempat itu menuju arah ruangannya.


Cinta melihat ke arah Zayn sebelum ia pergi. "Maaf sudah merepotkanmu," tutur Cinta.


Zayn melihat kepergian Cinta. "Semoga saja pria itu tak berbuat kesalahan pada Cinta."


Zayn berjalan sembari masih bergumam, "Perasaan cinta memang sungguh membuat orang salah paham."

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, GIFT, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 😘😘😘


__ADS_2