
Hari ini adalah hari dimana Cinta akan melamar sebagai asisten Chef di restoran milik Naru.
Gadis cantik dengan rambut yang masih tergerai itu menatap pantulan dirinya di cermin sembari berkacak pinggang. ", Rambutku harus di gerai atau di ikat ya?"
Cinta masih terlihat berpikir dan ia memutuskan untuk membuat rambutnya diikat ke atas ala gadis-gadis Korea yang rapi dan tetap terlihat cantik tentunya.
Hari ini Cinta memang sedikit menebalkan makeup-nya. Biasanya ia hanya menggunakan pelembab dan liptint saat di rumah jika tak ada urusan penting di luar.
Cinta mengenakan atasan putih dengan celana kain berwarna hitam seperti orang yang tengah mencari pekerjaan. Cinta tak mengenakkan span selutut karena menurutnya ia tak leluasa bergerak.
"Sudah siap! saatnya berangkat," cicit Cinta menyambar surat lamaran pekerjaannya yang sudah siap sejak kemarin.
Cinta juga mengenakan sepatu khusus bekerja seperti layaknya karyawan kantoran.
Cinta sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. Ia ingin menunggu Monica di restoran itu untuk menanyakan sesuatu perihal pekerjaannya.
Cinta sudah mengenakan helmnya dan naik ke atas motor matic-nya untuk menuju ke arah restoran terkenal tersebut.
Surat lamaran sudah ia letakkan di dalam bagasi motornya sebelum motor itu melaju menuju arah Family Resto.
Nampaknya Tuhan berpihak padanya karena pagi ini jalan menuju restoran tersebut tak macet, bahkan lalu lalang kendaraan normal.
Cinta tersenyum sembari menikmati terpaan angin yang langsung mengenai permukaan kulit tangannya yang berada di setir motornya.
Cinta memang lebih suka naik motor ketimbang mobil karena menurutnya naik mobil itu membuatnya terasa pengap meskipun sudah ada AC di dalamnya.
Lebih segar AC alami seperti sekarang ini karena yang alami itu lebih baik daripada buatan.
Motor yang dinaiki oleh Cinta sudah berada cukup dekat dengan restoran yang akan ia datangi.
Cinta menepikan motornya untuk berbelok masuk ke halaman restoran tersebut.
Cinta terus melaju memarkirkan motornya tepat di tempat khusus memarkirkan kendaraan roda dua.
Cinta mulai membuka helm yang dikenakan dan melihat restoran tersebut dengan rasa takjub luar biasa. "Besar sekali restorannya! jadi seperti ini restoran orang kaya yang banyak uangnya ya?" tanya Cinta pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Cinta turun dari motornya sembari mengambil surat lamaran pekerjaannya yang berada di dalam bagasi motornya.
Ia berjalan ke arah teras restoran itu yang terlihat sangat megah dengan desain kelas atas pastinya.
Cinta melihat ke arah jam tangannya. Waktu masih menunjukkan jam enam pagi. "Apa aku terlalu pagi ya? kenapa orang-orang masih belum datang?" tanya Cinta sembari terus berdiri dengan memeluk surat lamarannya.
Setelah jam sudah menunjukkan pukul enam lewat seperempat, sebuah motor merek Kawasaki berwarna putih bersih masuk melewati gerbang restoran itu dengan si pengemudi yang memiliki badan atletis dan wajahnya masih belum terlihat karena wajah itu masih tertutup oleh helm yang digunakan oleh si pria tersebut.
Cinta masih terus menatap pria itu dengan sangat intens. "Siapa dia?" tanya Cinta pada dirinya karena ia sendirian di luar restoran itu.
Pria tersebut memarkirkan motornya tepat di samping motor Cinta.
Pria dengan postur tubuh besar dan gagah itu mulai membuka helm yang ia kenakan.
Cinta masih fokus dengan pria tersebut dan wajah Cinta terlihat terkejut saat melihat paras wajah laki-laki yang sangat tampan, putih dan pastinya tubuhnya juga bagus.
Pria itu menatap ke arah Cinta yang masih terkejut tengah menatap ke arahnya.
Siapa lagi pria yang memiliki paras wajah bagai Dewa Yunani selain putra seorang William si Dokter tampan pada masanya.
Naru berjalan dengan langkah gagah membuat tatapan mata Cinta terus tertuju pada si Dewa Yunani tersebut.
*"Siapa pria tampan ini? apa dia seorang pelanggan?"
Cinta masih terus menatap ke arah Naru dan pria itu juga membalas tatapan Cinta padanya. Bahkan Naru masih berhenti tepat di hadapan Cinta.
Pria itu juga melihat Cinta dari ujung rambut sampai ujung kaki.
*"Aku belum pernah melihat perempuan ini sebelumnya?"
Karena Naru merasa tak kenal dengan perempuan dihadapan. Akhirnya dia mengacuhkan Cinta dan berjalan menuju arah pintu masuk resto.
Naru mengambil kunci resto tersebut dan mulai membuka restorannya.
Saat Naru sudah masuk ke dalam, Cinta mengangguk paham. "Hanya penjaga resto ternyata! aku kira pelanggan," gumam Cinta pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah menunggu waktu beberapa menit di depan resto tersebut, akhirnya Monica datang.
"Cinta!" Monica berteriak dan berlari memeluk sahabatnya.
Cinta tersenyum sembari membalas pelukan Monica.
"Kenapa kau di luar? kenapa tak langsung masuk saja ke dalam? Chef Naru pasti sudah ada di dalam," ujar Monica pada sahabatnya itu.
"Aku tak melihat siapapun dari tadi! hanya seorang penjaga resto ini saja!" Cinta mengira Naru seorang penjaga restoran itu.
Kening Monica mengkerut karena ia tahu jika resto itu tak memiliki penjaga yang seberani itu membuka resto tanpa izin Naru.
"Kita langsung masuk saja ya! pasti Chef Naru sudah berada di ruangannya," ajak Monica pada Cinta.
Saat tangan Monica sudah menarik tangan Cinta, gadis cantik itu menahannya. "Tapi aku masih takut, Mon!"
"Takut apa, Cinta? kau pintar memasak kan?" tanya Monica bermaksud menyemangati sahabatnya.
"Tapi aku tak pernah secara langsung memasak dengan seorang Chef mahir seperti kalian," rengek Cinta.
"Kau pasti bisa! sekarang kita langsung masuk ke dalam dan kau akan aku antar ke ruangan, Chef Naru!"
Monica menarik paksa tangan Cinta masuk ke dalam restoran itu. Saat Cinta sudah berada di dalam, mata cinta dibuat terpukau karena restoran itu sungguh terlihat sangat indah dan mewah dengan lampu dan meja yang sangat mahal pastinya.
*"Ini restoran apa rumah sih! kenapa hampir mirip dengan desain sebuah rumah? apa karena nama resto ini Family Resto, jadi tema resto ini lebih ke arah kehangatan keluarga?"
Tanya Cinta terus ditarik oleh Monica sampai mereka berdua berada di depan sebuah pintu dengan tulisan "Chef Naru room".
"Ini ruangannya?" tanya Cinta pada sahabatnya.
"Iya! dan kau harus siapkan mentalmu karena pemilik restoran ini sangat kaku terhadap orang baru jadi kau anggap saja orang itu sedang mengujimu," pesan Monica sembari mengetuk pintu itu.
Tok tok tok tok tok tok
Ceklek
__ADS_1
Terdengar begitu jelas suara pintu terbuka dan seorang pria tampan keluar dengan iris mata yang sangat indah berwarna kebiruan yang turun dari kakek buyutnya yang tak lain ayah dari Arnon.