Cinta Milik Naru

Cinta Milik Naru
Bab 80


__ADS_3

Setelah semua kesibukan yang terjadi di dapur restoran milik Naru, akhirnya semua karyawan bisa makan siang bersama, termasuk Naru juga.


Mereka semua berkumpul di ruang makan khusus karyawan yang cukup besar, tentunya cukup untuk menampung semua karyawan restoran itu.


Semua hidangan sudah tersaji dengan berbagai menu di atas meja yang berbentuk oval.


Para karyawan resto itu sudah menduduki kursi masing-masing.


"Terima kasih atas kerja sama kalian semua dan silahkan nikmati hidangannya," ujar Naru pada semuanya.


"Sama-sama, Chef!"


Semua karyawan itu menjawab dengan serempak, termasuk Cinta, Zayn dan Rocky.


Semua karyawan sudah mulai mengambil satu persatu makanan yang tersedia, berbeda dengan Naru yang masih menatap ke arah Cinta, dimana gadis itu duduk tepat di tengah-tengah antara Zayn dan Rocky.


Tatapan mata Naru terus saja terfokus pada gadisnya.


Cinta yang sadar akan tatapan Naru merasa risih di tatap seperti itu.


"Kenapa dia? apa ada yang aneh dengan penampilanku?" tanya Cinta dalam hati.


Belum juga ia menemukan jawaban akan tatapan dingin sang kekasih, Cinta melihat ke sebelah kanan, dimana Zayn duduk tepat di sampingnya dan Rocky juga duduk di sebelah kirinya.


Cinta kembali melihat ke arah Naru yang kini meletakkan tangan di dagunya sembari menaik turunkan alisnya, menatap ke arah Cinta.


"Jadi dia cemburu?"


Cinta menutup mulutnya melirik Naru yang mengerutkan keningnya karena pria itu nampak bingung dengan sikap sang gadis yang tiba-tiba saja tersenyum sembunyi-sembunyi seperti itu.


"Apa dia tak tahu maksudku menatapnya sedingin ini?" tanya Naru dalam hati.


"Kenapa tidak makan, Chef!" tegur Monica yang spontan membuat semua karyawan yang tengah menikmati makanannya seketika berhenti sejenak.


"Aku tidak nafsu makan, kalian lanjutkan saja makannya," ujar Naru tersenyum palsu pada semua karyawannya.


Cinta menatap Naru sangar karena pria itu tak mau makan siang, padahal tadi pagi hanya sarapan roti saja.


Tiba-tiba Zayn meletakkan lauk di atas piring Cinta yang hanya berisi nasi saja.

__ADS_1


"Kau harus makan yang banyak, agar kau kuat bekerja," tutur Zayn yang semakin memancing bara api cemburu di dalam diri Naru meluap-luap.


Cinta tersenyum kikuk. "Terima kasih!"


Tatapan gadis itu masih curi pandang pada sang pria yang semakin dingin menatap ke arahnya.


Dengan cepat, Cinta melahap makanan yang berada di atas piringnya namun, belum juga makanan mereka semua habis, Naru berdiri dari kursi tempat ia duduk. "Kalian silahkan lanjutkan makannya, aku akan kembali ke ruanganku," pamit Naru membuat Cinta sejenak menjeda kegiatan makannya.


Dengan sigap, Cinta kembali melahap makanannya sampai semua makanan yang berada di atas piringnya habis.


"Aku keluar dulu karena acara maka ku sudah selesai," pamit Cinta bergegas ke arah pintu keluar.


Zayn melihat kepergian Cinta dan pria itu melirik ke arah Rocky. "Apa kau merasa ada yang aneh dengan mereka berdua?" tanya Zayn berbisik.


"Aku juga berpikir begitu, entah ada apa dengan mereka berdua, Naru juga tak biasanya tak makan siang," bisik Rocky sembari melahap makanan yang masih tinggal setengah di atas piringnya.


Cinta berjalan ke arah dapur. Gadis itu membuka lemari pendingin dimana sayuran sudah tertata rapi disana.


"Masakan apa yang cocok untuknya? jika masakan mewah, pasti dia sudah bosan memakannya, atau aku masak masakan sederhana saja, pasti dia jarang makan makanan orang biasa seperti aku," gumam Cinta sembari memikirkan menu apa yang cocok menjadi santap siang sang kekasih.


Cinta mengambil kentang, jagung, dan tahu putih dari dalam lemari pendingin tersebut.


Setelah dari lemari pendingin, Cinta mulai bergerak ke arah ruangan seafood untuk mengambil beberapa ekor udang sebagai pelengkap.


Setelah selesai, gadis itu meletakkan semua bahan dan membersihkan sampai bersih.


Cinta menuju arah working table milik Zayn.


"Waktunya bertempur, sebelum para karyawan lain datang," gumam Cinta memberi semangat pada dirinya sendiri.


Gadis itu mulai melakukan tugasnya bergulat dengan peralatan masak restoran.


Meski baru pertama ia menggunakan peralatan restoran kelas atas namun, gadis itu sudah belajar bagaimana caranya menggunakan peralatan dapur restoran kekasihnya.


Cinta sebenarnya diam-diam memperhatikan Chef handal lainnya bagaimana cara menggunakan peralatan yang masih belum ia ketahui.


Setelah semua kentan dan tahu putih dipotong-potong, Cinta memasukkan ke dalam kuah santan yang sudah mendidih dan sudah di bumbui tentunya.


Sembari menunggu, gadis itu mulai mengiris semua jagung yang ia ambil, ada 2 buah jagung dan memasukkannya ke dalam blender untuk dihaluskan.

__ADS_1


Setelah selesai, Cinta menuangkan jagung yang sudah halus tersebut ke dalam sebuah mangkuk dan menambahkan beberapa bumbu tambahan serta potongan daun bawang dan sedikit tepung.


Cinta mulai menggoreng jagung tersebut satu persatu sampai jagung itu semuanya selesai tergoreng sempurna.


Sebelum Cinta beralih tugas membuat udang pedas asam manis, gadis itu melihat kuah santannya dan ternyata kuah itu sudah matang.


Cinta kembali melanjutkan aksinya membuat hidangan ketiga dan setelah beberapa menit, udang pedas asam manis akhirnya selesai.


Cinta melihat satu persatu masakan yang ia buat. "Kuah sudah ada, gorengan sudah ada, tumis-tumisan juga sudah ada, tinggal apa ya?" pikir Cinta lagi.


Tanpa menyebut hidangan apa itu, gadis tersebut berlari ke arah lemari pendingin mengambil sesuatu untuk ia buat dan beberapa tomat ceri dan paprika sebagai garnish.


Cinta sudah kembali ke working table dan kembali bergulat untuk membuat hidangan minuman untuk sang kekasih.


Setelah minuman itu selesai, Cinta mulai meletakkan semua makanan ke dalam mangkuk dan piring saji.


Setelah semuanya tertuang sempurna tanpa tercecer kemana-mana, gadis itu menghias satu persatu hidangan yang akan ia berikan pada Naru.


Cinta meletakkan brokoli di atas kuah santannya, kemudian gadis itu meletakkan potongan tomat ceri di pinggiran piring dadar jagungnya, dan Cinta beralih ke hidangan udang pedas asam manisnya, gadis itu meletakkan potongan paprika hijau dan tomat ceri di pinggiran piring sajinya.


Cinta mengambil sebuah nampan berukuran cukup besar agar dapat menampung semua makanan yang akan ia bawa ke ruangan Naru.


Cinta meletakkan semua hidangan itu dan di nampan tersebut ada tambahan nasi hangat, serta secangkir minuman dingin yang menggugah selera, yaitu es lemon dan daun mint.


Cinta tersenyum bahagia karena tugasnya sudah selesai. "Akhirnya semua selesai dan saatnya mengirim makanan ini ke rungan Bos pacar," ujar Cinta cekikikan karena sebutan untuk Naru yang keluar dari mulutnya sangat menggelitik perutnya.


Cinta segera bergerak ke arah pintu keluar dengan cepat, agar yang lain tak tahu apa yang sudah ia lakukan sedari tadi di dapur.


Cinta sudah berada di depan pintu ruangan Naru dan gadis itu nampaknya kesulitan membuka pintu tersebut karena kedua tangannya membawa nampak berukuran cukup besar.


Dengan cerdiknya, Cinta mengandalkan sikunya untuk mengetuk pintu berkali-kali dan akhirnya pintu itu terbuka.


Naru muncul dari balik pintu itu dan ia terdiam kala melihat Cinta.


Naru melihat ke arah makanan yang dibawa oleh sang kekasih. "Mau apa?" tanya Naru cuek.


"Aku ingin mengantarkan makanan ini untukmu," sahut Cinta tersenyum manis pada Naru.


"Aku tidak lapar, kau makan saja dengan Zayn dan yang lain," tolak Naru dengan wajah datar.

__ADS_1


"Hadeeeh! pria ini sepertinya benar-benar marah padaku gara-gara tadi, aku harus membujuknya dengan ciuman mungkin ya? agar dia mau makan siang," keluh Cinta dalam hati.


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, GIFT, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 😘😘😘


__ADS_2