Cinta Milik Naru

Cinta Milik Naru
Bab 8


__ADS_3

Karena Naru berjalan melewati mereka yang tengah menonton siaran langsung, mereka segera berpura-pura berbicara satu sama lain, padahal Naru sudah tahu jika mereka semua sedari tadi menonton dirinya dan Cinta beradegan cukup intim.


Naru tak menegur mereka karena hari ini masalahnya yang selama ini membuatnya pusing dengan perjodohan yang akan ibunya rencanakan sudah tak perlu ia takutkan lagi karena Cinta berhasil memecahkan permasalahan itu.


Setelah Naru sudah menjauh dari dapur itu, Monica selaku sahabat dari Cinta berlari ke arah Cinta yang tengah sibuk membersihkan lantai dapur tersebut.


Chef dan karyawan lainnya juga ikut masuk melalukan tugasnya masing-masing.


Monica berjongkok menyetarakan dirinya dengan tubuh Cinta. "Apa yang kau lakukan tadi dengan, Chef Naru?" tanya Monica yang ingin tahu lebih dalam lagi.


"Tidak ada! hanya diuji saja," sahut Cinta sekenanya karena ia tak ingin Monica tahu jika dirinya sudah menjadi pacar pura-pura Naru.


"Jangan membohongiku, Cinta! aku tahu jika kalian pasti sudah sama-sama mulai tumbuh benih cinta kan? buktinya Chef Naru tak dingin seperti saat baru bertemu denganmu! kau memberikan dia apa?" tanya Monica sembari tersenyum meledek.


Cinta yang masih memunguti kulit pisang yang sengaja ia buang sembarangan menoleh ke arah sahabatnya. "Apa yang kau sebut benih-benih, Mon? kita tak ada hubungan apapun dan satu hal yang harus kau tahu jika si Chef kaku itu sudah memiliki perempuan yang ia cintai dan tentunya akan menjadi calon istrinya kelak, jadi kau jangan menghubungkan kedekatan kami seperti layaknya seorang kekasih yang tengah dimabuk cinta," cecar Cinta berdiri mengambil alat pel lantai.


Monica menatap ke arah Cinta yang hanya terlihat bagian punggungnya saja. "Jika mereka tak ada hubungan apapun, mengapa Chef Naru bisa berubah 180 derajat pada, Cinta? padahal saat mereka bertemu beberapa menit yang lalu seperti seorang musuh lama yang kembali dipertemukan," gumam Monica berdiri sembari terus berpikir mengenai hubungan mereka berjalan ke arah working table.


Rocky memperhatikan Cinta dan Monica sedari tadi di depan pintu masuk dapur.


Rocky melihat kondisi dan masih tak ada pengunjung datang karena ini masih sangat pagi.


Sahabat dari Naru itu berjalan ke arah ruangan sahabatnya sekaligus Bosnya jika di restoran.


Tok tok tok tok


Ceklek


Naru membuka pintu ruangannya dan wajah Chef Yunani itu terkejut bukan main karena tumben sekali Rocky pagi-pagi begini datang ke ruangannya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Naru to the poin.


"Boleh aku masuk ke dalam sebagian sahabat bukan sebagai karyawanmu?" tanya Rocky dan diangguki oleh pria tampan tersebut.


Ricky sudah duduk di sofa empuk ruangan Bosnya. "Asistenmu memiliki bentuk body goals," ujar Rocky yang memang kagum akan body goals Cinta.


Mata Naru menatap tajam ke arah sahabatnya. "Jangan bilang kau kemari ingin meminta bantuanku untuk mendekati dia," tebak Naru yang tahu akan karakter sahabatnya itu.


Rocky memang pria yang suka melihat kecantikan para perempuan yang ia anggap memang sudah benar-benar sangat cantik, tapi pria itu masih menjomblo karena ia merupakan tipe pria yang hanya suka merayu saja tak berani menyatakan perasaannya sampai para buruannya ditikungan oleh predator lain yang lebih ganas darinya.


Rocky tersenyum mendengar ucapan Naru yang sangat mengerti akan jalan pikirannya.


"Kau sangat tahu aku, Naru! tapi sebelum aku mulai mendekati dia, aku ingin tahu dia tak ada hubungan apapun denganmu karena baru kali ini aku melihat seorang Naru berani berinteraksi lebih intim dengan perempuan, kecuali orang yang kau cintai," selidik Rocky yang ingin menjebak Naru dengan pertanyaannya agar pria itu mau jujur ada hubungan apa Naru dengan Asisten barunya.


Naru tersenyum. "Yang pertama hubungan kami hanya sekedar rekan kerja, yang kedua kau tak boleh mendekatinya karena dia saat ini sudah berstatus menjadi pacar pura-puraku agar mommy berhenti menjodohkan aku dengan perempuan yang tak aku kenal, dan yang terakhir dia adalah pakar cintaku agar Kinan bisa jatuh cinta padaku dan kami berdua sudah melakukan kesepakatan itu tadi, jadi kau sebagai teman yang baik, jangan mengira aku sudah memiliki perasaan padanya karena cintaku ini hanya untuk Kinan seorang," jelas Naru panjang lebar.


*"Aku tak pernah melihat dia sebahagia ini! semoga saja hanya karena dia akan bisa mendapatkan cinta seorang, Kinan! bukan karena ia sudah menaruh sebiji bibit rasa manis pada hatinya yang berhubungan dengan Asisten barunya."


"Siapa namanya?" tanya Rocky ingin tahu nama gadis cantik yang memiliki body goals tersebut.


"Cinta!"


Rocky masih tak percaya dengan ucapan Naru. "Cinta? kau tak bercanda kan, Naru? jangan-jangan kau sudah jatuh cinta padanya sampai namanya saja kau ubah menjadi, Cinta!"


"Aku sudah melihat KTP miliknya dan namanya memang, Cinta Prameswari!"


Rocky tersenyum meledek. "Bahkan kau juga tahu KTP milik gadis cantik itu! apa kalian sungguh tak memiliki hubungan apa-apa?" tanya Rocky lagi.


Naru memutar bola matanya jengah karena Rocky tak percaya padanya. "Bukankah kau tahu jika aku sangat mengidamkan seorang perempuan bernama, Kinan? jadi dia satu-satunya yang berada di dalam sini," tunjuk Naru pada dadanya sembari tersenyum manis membayangkan jika Kinan bisa mendengar ungkapan cintanya.

__ADS_1


Rocky mengangguk mengiyakan sembari ia berdiri dari sofa yang ia duduki. "Semoga hatimu tetapi seperti saat ini, meskipun kau akan beradegan dengan seorang gadis cantik sebagai sepasang kekasih dan itu tak akan menutup kemungkinan untuk kau bisa menumbuhkan rasa cinta yang sama seperti nama orangnya," ingat Rocky pada Naru yang berbalik badan kembali ke arah dapur untuk melakukan tugasnya.


Pintu ruangan Naru sudah tertutup rapat. Chef Yunani itu merenungkan perkataan Rocky padanya. "Jelas-jelas dia tahu jika aku sangat menyukai, Kinan! kenapa dia berkata seperti itu?"


Naru menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan ucapan Rocky yang mulai berputar di dalam otaknya.


Rocky memang pria yang suka merayu perempuan namun, ia tak segampang itu mengucapkan kata cinta sebelum hatinya benar-benar merasa nyaman dengan perempuan itu.


Rocky melakukan hal itu karena mulutnya itu terlalu manis jika mendeskripsikan kecantikan seseorang yang ia lihat memang sudah sesuai dengan kenyataan.


Saat jam makan siang, Naru berjalan dengan langkah cool-nya menuju arah dapur.


Pria itu mulai memasuki arah dapur restorannya dan berjalan mencari keberadaan Cinta yang mengambil beberapa bahan makanan yang dibutuhkan oleh Chef bagian hidangan utama seperti kentang, jamur, dan lainnya.


Mata Naru melihat keberadaan kekasih pura-puranya yang merangkap menjadi asisten Chef tersebut.


Kini Naru sudah berada di belakang tubuh Cinta yang masih sibuk mengambil sayuran di freezer.


"Letakkan semua itu," pinta Naru yang spontan membuat Cinta menoleh ke arah sumber suara dan Naru sudah berada di belakangnya.


"Aku masih bekerja dan ...."


"Kau juga akan bekerja untukku dan kau harus ikut aku ke suatu tempat," pinta Naru langsung menarik tangan Cinta dan membawanya ke arah luar dapur tersebut.


Beruntungnya wadah yang Cinta gunakan ia letakkan di bawah jadi semua bahan makanan itu tak tumpah kemana-mana.


Sebelum Naru benar-benar keluar ia masih memberikan instruksi pada bawahannya, "Ambil alih pekerjaan, Asisten Cinta!"


Naru dan Cinta sudah menghilang dari dapur itu dan semua Chef yang masih ada di dapur mendapatkan giliran makan siang part kedua dibuat mengedipkan mata bagai orang bodoh karena lagi-lagi Bosnya itu melakukan hal yang sangat langka.

__ADS_1


__ADS_2