Cinta Milik Naru

Cinta Milik Naru
Bab 35


__ADS_3

Zayn dan Cinta sudah berada di rooftop resto itu.


Cinta juga baru tahu jika Resto milik Naru terdapat rooftop sebagus ini di atasnya.


Cinta menarik tangannya dari genggaman tangan Zayn. "Kau kenapa, Chef ...."


"Panggil Zayn saja, tak perlu ada embel-embel Chef karena aku ingin lebih dekat denganmu," sambung Zayn pada Cinta.


Zayn berjalan ke arah pagar pembatas rooftop itu, sementara Cinta masih sibuk melihat ke arah sekeliling rooftop yang menurutnya sangat indah karena disana bukan hanya atap biasa untuk menjemur pakaian atau lain sebagainya namun, tempat itu terlihat sangat indah dengan dua kursi malas disana dan beberapa pot tanaman yang mengelilingi rooftop tersebut.


Cinta berjalan ke arah kursi malas yang terbuat dari rotan sintetis sembari menatap ke arah Zayn yang tengah asyik menikmati semilir angin pagi.


Cinta yang sedari tadi hanya terfokus dengan tatanan apik tempat itu membuat ia tak sadar jika ada pemandangan yang ia lewatkan dari atas sana.


"Kenapa kau membawaku kemari? ini waktunya bekerja, bukan berleha-leha seperti ini! apa kau ingin kita ini makan gaji buta?" tanya Cinta yang memang merasa tak enak hati pada Naru selaku pemilik restoran tempat ia memijakkan kakinya saat ini.


Zayn membalikkan badannya mengarah pada Cinta dengan tubuh bersandar pada bagian pagar pembatas rooftop tersebut. "Aku hanya ingin bertanya padamu," sahut Zayn yang begitu penasaran dengan hubungan Cinta dan Naru.


"Ingin bertanya apa?" tanya Cinta menyingkap beberapa helai rambut yang tertiup angin mengenai wajahnya karena rambut gadis itu hanya di ikat sebagian saja, sementara sebagian lagi ia gerai untuk menambah poin plus pada penampilannya.


"Tapi kau harus jujur," pinta Zayn pada Cinta.


Keringat dingin pada telapak tangan Cinta sudah mulai terasa karena ia takut hubungannya dan Naru ketahuan oleh Zayn. "Memangnya kau ingin bertanya apa?" tanya Cinta mengulang pertanyaannya kembali agar ia ada alasan tak menjawab pertanyaan Zayn yang sebelumnya.


Zayn secara perlahan mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Cinta.


Gadis itu merasa ada ancaman yang akan mendekat ke arahnya sehingga tubuhnya reflek memundurkan posisi duduknya.

__ADS_1


Jarak Zayn dan Cinta semakin dekat membuat gadis itu mengaktifkan mode waspadanya.


"Awas saja kau berani macam-macam denganku!"


Zayn saat ini sudah berada tepat di hadapan Cinta dan arah tatapan gadis itu juga tertuju ke arah Zayn yang tinggi menjulang. "Apa yang ...."


Zayn langsung duduk berjongkok di hadapan Cinta karena ia ingin bertanya dari hati ke hati dengan gadis yang dari awal pertemuan mereka, sudah membuat pria semanis Zayn tertarik pada pandangan pertama.


Cinta melihat ke arah Zayn yang masih setia duduk berjongkok di hadapannya. "Kau ingin bertanya apa, sih! kenapa harus berjongkok seperti ini?" tanya Cinta yang merasa tak enak hati pada seniornya itu karena Cinta sudah bisa memastikan jika usia Zayn pasti lebih tua darinya, meskipun wajahnya tetap terlihat tampan dan muda pastinya.


"Apa kau sungguh sudah bertunangan dengan, Naru?" tanya Zayn ingin memastikan.


Cinta mencengkram erat baju yang ia gunakan karena ia bingung harus jujur atau tidak pada Zayn karena ia bisa merasakan jika pria di hadapannya ini pria yang baik, namun rasa takut Cinta lebih besar karena ia masih belum tahu betul sifat Zayn seperti apa.


Cinta menunjukkan jarinya yang sudah melingkar sebuah cincin pertunangan dirinya dan Naru semalam. "Kau bisa lihat ini, kan? ini sudah cukup membuktikan, jika aku dan Naru sudah menjadi pasangan," jelas Cinta pada Zayn.


Zayn masih menatap mata Cinta intens karena ia ingin mencari kejujuran tentang semua ini.


Zayn tersenyum menundukkan kepalanya sembari meraih tangan Cinta yang sudah tersemat cincin pertunangan. "Aku akan menunggu sampai kau jujur padaku karena matamu tak bisa berbohong, Cinta! mulutmu boleh berkata iya, tapi matamu lebih jujur daripada mulutmu," cecar Zayn yang masih tetap pada pendiriannya.


Cinta menarik tangannya dari genggaman tangan Zayn dan mengalihkan pandangannya pada arah lain karena ia tak ingin salah tingkah dihadapan Zayn yang sudah ketahuan jika dirinya berbohong perihal hubungannya dengan Naru.


"Aku akan menunggu sampai kau percaya padaku karena aku orang yang bisa menyimpan rahasia," tutur Zayn mengingatkan Cinta kembali.


"Jadi kita berangkat hari Sabtu saja ya!" suara seorang pria sayup-sayup terdengar mendekat ke arah rooftop dan suara itu dapat di dengar oleh Cinta dan Zayn yang masih tetap dalam posisi seperti tadi.


Ceklek

__ADS_1


Pintu penghubung rooftop itu terbuka, menampilkan seorang pria gagah dengan ponsel di telinganya dan wajah pria itu nampak terlihat terkejut melihat posisi Zayn dan Cinta yang terlihat seperti sepasang kekasih.


Pria itu adalah Naru. Ia segera mematikan sambungan teleponnya dengan Kinan tanpa memberikan aba-aba terlebih dulu pada perempuan yang ia cintai.


Naru melangkah ke arah Cinta dan dengan cepat pria itu menarik tangan Cinta dan gadis berparas cantik tersebut sudah berada dalam dekapannya.


Cinta terkejut dan segera memeluk tubuh Naru karena tarikan tangan Naru cukup kuat sampai tubuhnya tersentak.


Cinta memilih memeluk tubuh Naru daripada ia harus jatuh di hadapan para pria tampan di depannya.


"Apa yang kau lakukan bersamanya disini?" tanya Naru menundukkan wajahnya menatap ke arah Cinta dan gadis itu menengadahkan wajahnya menatap Naru. "Aku tidak melakukan apapun," sahut Cinta sejujurnya.


"Kenapa dia harus berjongkok seperti itu?" tanya Naru mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Cinta.


Cinta masih diam memikirkan apa yang harus ia katakan pada Naru, sementara Zayn hanya menyangga dagunya dengan tangan kanannya melihat akting Naru yang terlihat natural sekali.


"Tak salah jika Grandpa Arnon dinobatkan menjadi aktor papan atas, jadi keahliannya diturunkan pada cucunya si bocah tengil ini!"


Cinta masih diam tanpa ingin menjawab pertanyaan Naru padanya, sementara wajah Naru sudah nampak kesal bukan main.


"Kenapa dia tak menjawab pertanyaanku, sih! ... kenapa aku yang merasa kesal begini? memang apa urusanku jika dia dekat dengan, Zayn! tapi dia kan sudah punya kekasih, jadi mungkin itu yang membuatku harus tetap menjauhkan Zayn dan Cinta!"


Naru meraih dagu Cinta agar menatap ke arahnya karena gadis itu saat ini menunduk dan saat tangan Naru sudah menyentuh dagu Cinta, akhirnya gadis itu kembali bertukar pandangan dengannya. "Katakan padaku! kalian berdua sedang apa?" tanya Naru yang masih dongkol melihat Zayn dan Cinta berduaan di rooftop di saat jam kerja.


"Dia ... dia menanyakan perihal kebenaran pertunangan kita," sahut Cinta dengan nada sedikit tersendat-sendat.


Naru melihat ke arah Zayn dan pria itu hanya menganggukkan kepalanya santai tanpa beban.

__ADS_1


Atmosfer yang awalnya terasa bagai di taman bunga dengan kupu-kupu berterbangan, kini berubah drastis seakan awan mendung datang di barengi suara petir menyambar.


DUARRR DUARRR DUARRRR


__ADS_2