
Setelah kepergian Cinta, Naru masih diam memperhatikan daun pintunya yang sudah tertutup rapat.
"Apa yang dia lakukan? kenapa harus ... ah! apa dia ingin menggodaku?" tanya Naru masih terpikirkan akan kedipan mata Cinta padanya.
Pria itu bergegas ke arah kamar mandi untuk mencuci wajahnya di wastafel.
Cinta mengambil barang-barangnya di lokernya setelah ia selesai berganti baju. Gadis itu mengambil tas selempang miliknya karena ia akan pulang lebih awal seperti perintah bos besarnya.
Cinta berjalan ke arah dapur untuk berpamitan pada Zayn karena bagaimanapun Zayn adalah rekan kerjanya.
"Chef Z!" Cinta sudah berada di samping Zayn yang tengah sibuk meletakkan garnish pada hidangannya.
Zayn yang kebetulan sudah selesai dengan tugasnya karena tadi pria itu meletakkan sentuhan akhir pada hidangan utama buatannya.
Zayn melihat ke arah Cinta sembari memberikan kode pada waiters untuk membawa hidangan itu pada pelanggan.
"Ada apa, Nona Cinta?" tanya Zayn dengan suara lembut bagai sentuhan bulu merak pada telinganya membuat bibir Cinta menarik sebuah senyuman. "Aku akan pulang lebih awal karena ada urusan yang harus aku selesaikan," jelas Cinta pada Zayn.
Zayn memicingkan matanya mencium sesuatu hal yang disembunyikan oleh Cinta. "Apa hal itu berhubungan dengan, Naru?" tanya Zayn mencoba menebak.
Wajah Cinta terkejut namun, ia mencoba menghilangkan rasa keterkejutan itu. "Bukan! ini urusan keluarga," sahut Cinta berbohong.
Zayn tersenyum karena ia tahu betul Naru itu orang seperti apa. "Kau tak perlu berbohong padaku, Nona! aku tahu bagaimana sifat seorang, Naru! dia tak akan membiarkan karyawannya seenaknya minta izin jika memang tak terlalu penting dan dia juga tak akan menarik seorang perempuan atau karyawan yang baru ia kenal jika kalian berdua tak terlibat hubungan atau kerjasama saling menguntungkan," jelas Zayn yang secara tak langsung membungkam mulut Cinta agar tak melanjutkan kedustaannya.
Cinta bingung harus menjawab apalagi karena ia sudah di skakmat oleh Zayn.
"Katakan padaku sebenarnya hubungan kalian ini apa?" tanya Zayn ingin mengulik kebenaran dari mulut Cinta.
Cinta terlihat kebingungan antara ia harus memberitahu hubungannya dan Naru yang hanya sebatas kekasih palsu.
Jika dirinya memberitahu hubungannya dan Naru hanya sebatas kebohongan saja, sama saja ia membongkar kebohongannya sendiri namun, setelah memikirkan hal itu matang-matang akhirnya Cinta memutuskan untuk memberitahu hubungannya dan Naru hanya sebatas kekasih palsu.
"Sebenarnya aku dan Chef Naru hanya ...."
"Kami akan bertunangan nanti malam!" suara bariton seorang pria yang terdengar mendekat ke arah Cinta dan Zayn berhasil memotong pernyataan Cinta.
__ADS_1
Zayn dan Cinta menoleh ke arah sumber suara begitu pula dengan para karyawan yang lain yang nampak terlihat terkejut dengan apa yang mereka dengar.
Zayn masih diam dengan gaya cool-nya karena ia tahu jika Naru sangat mencintai Kinan.
"Untuk apa kau kemari?" tanya Cinta sedikit panik karena ia dan Naru sudah sepakat tak akan memberitahu hubungan palsu mereka pada siapapun.
Sebelum Naru menjawab pertanyaan Cinta, pria tampan berlensa kebiruan itu menatap ke arah tiap karyawan yang berada di dapur Restonya. "Anggap saja kalian tak mendengar ucapanku tadi! jika sampai berita ini bocor ke media, maka orang itu akan aku pastikan tak akan mendapatkan pekerjaan seumur hidup," ancam Naru untuk berjaga-jaga kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Naru kembali menatap ke arah Cinta dan Zayn. "Kalian berdua ikut ke ruanganku!" Naru berbalik badan menuju ke arah ruangannya.
Zayn dan Cinta masih saling tatap. Cinta nampak tak begitu antusias karena ia takut kebohongannya dan Naru diketahui oleh Zayn.
"Kita ikuti kemauan, Naru!" Zayn hendak melangkahkan kakinya mengejar Naru namun, ia kembali melihat ke arah Cinta yang tak berpindah tepat sedikitpun.
Zayn tersenyum menatap ke arah Cinta sembari menarik tangan gadis cantik itu. "Ayo!"
Pergelangan tangan Cinta masih digenggam oleh Zayn karena gadis itu memang tak ingin masuk ke dalam ruangan Naru.
*"Bagaimana jika pria ini tahu jika aku dan Naru hanya kekasih palsu, pasti dia akan membocorkan masalah ini pada keluarga Naru dan uang 1 Milyarku akan melayang terbawa oleh angin."
Saat sudah berada di depan pintu ruangan Naru yang sudah terbuka lebar, Cinta menghentikan langkahnya secara mendadak membuat tubuh Zayn yang masih menggenggam tangan Cinta ikut tertarik berhenti mendadak.
"Tidak apa-apa!"
"Jika tidak kenapa-napa, kenapa kau tiba-tiba berhenti mendadak seperti tadi?" tanya Zayn lagi.
"Aku hanya ingin buang air kecil saja," sahut Cinta sekenanya.
"Di dalam bukannya ada kamar mandi?"
Cinta memejamkan matanya karena alasan yang keluar dari mulutnya membawanya ke dalam masalah lagi dan lagi.
"Sebenarnya ...."
"Kalian berdua ingin masuk atau ingin tetap di sana!" Naru berteriak dari dalam.
__ADS_1
Zayn menarik tangan Cinta masuk ke dalam dan gadis itu dengan pasrah harus mengikuti langkah kaki Zayn.
Cinta dan Zayn duduk di sofa tunggal yang berbeda.
Naru melihat ke arah Zayn dan Cinta secara bergantian. "Aku dan Cinta akan bertunangan nanti malam," tutur Naru menatap ke arah Zayn.
Pria yang ditatap oleh Naru terkejut namun, ia tak ingin terlalu memasukkan ke dalam hati ucapan dari mulut sahabatnya itu karena ia tahu jika Naru hanya mencintai Kinan bukan Cinta.
"Aku tahu kau luar dalam, Naru! kau pasti berbohong, kan?" tanya Zayn masih tetap dengan pendiriannya.
Cinta melihat ke arah Naru dengan tatapan cemas akan kebohongannya dan Naru akan terbongkar.
*"Semoga saja apa yang aku takutkan sedari tadi tak akan terjadi."
Naru tersenyum tipis pada Zayn yang juga tengah menatapnya dengan raut wajah serius. "Jadi kau tak percaya padaku?" tanya Naru pada Zayn.
"Ya! perempuan yang ada dalam hati dan pikiranmu hanya Kinan seorang, bukan Cinta!"
Naru kembali tersenyum namun, senyumannya kali ini bukan tipis, melainkan terlihat lebih manis. "Apa kau perlu bukti?" tanya Naru pada Zayn.
*"Tidak mungkin mereka berdua benar-benar ada hubungan spesial, kan? tapi jika tak ada, mengapa Naru berani bertanya seperti itu?"
Zayn mencoba kembali berpikir untuk memilih jawaban apa yang akan ia berikan pada Naru.
Zayn menatap ke arah Naru. "Aku perlu bukti agar aku percaya jika kalian berdua memang benar-benar saling mencintai," sahut Zayn.
Naru berdiri dari sofa yang ia duduki. Pria itu menggulung lengan kemeja yang ia gunakan sampai batas siku.
Setelah ritual menggulung lengan kemeja sudah rampung, Naru dengan langkah gagahnya berjalan ke arah Cinta.
Jantung Zayn sedikit mulai terasa berdenyut lebih cepat dari biasanya, sementara Naru sudah berada di hadapan Cinta dengan posisi berdiri.
Cinta menatap ke arah wajah Naru yang berada tepat di atasnya karena posisi pria itu berdiri menjulang tinggi. "Kenapa?" tanya Cinta sedikit ketakutan.
Tanpa aba-aba, Naru merundukkan tubuhnya mendaratkan bibirnya pada kening Cinta tepat di hadapan Zayn.
__ADS_1
Mata Cinta melebar sempurna, sementara jantung Zayn berdetak kencang, lebih kencang dari biasanya.
Naru melepaskan kecupan pada kening Cinta sembari berkata, "Kau milikku!"